
“Biarkan, kita jangan terpancing dengan suara suara itu, kita tetap duduk disini saja Wah, yakin sebentar lagi bakal lebih banyak yang mulai bermunculan, tetapi semoga kita tidak diajak ke masa lalu lagi, masa lalu yang penuh darah itu Wah”
Aku anggap ketika kami kesini kemarin itu adalah kami bertiga diajak untuk melihat yang terjadi di masa lalu, hingga kemudian munculah teori dan analisa dari blewah, teori dan analisa yang berasal dari sebuah peniti.
Dan tentang dompet yang kami temukan, dompet milik orang bernama Totok itu yang masih menjadi misteri bagi kami. Semua yang ditemukan oleh Blewah masih dalam tahap misteri karena belum ada penjelsan yang pasti.
“Gel aku kok kepingin jalan ke teman belakang itu ya” tunjuk blewah ke sebuah taman yang berada beberpa meter di samping kanan kamar no 6+”
“Kenapa Wah, apa yang kamu rasakan disana, kenapa kamu kok kepingin banget ke taman belakang itu, apa ada sesuatu yang menarik disana Wah?”
“Ket mau ( dari tadi) ada saja yang muncul disana Gel, keliatanya disana itu tempat kumpulnya mereka, aku penasarn banget sama yang ada disana”
“Di belakang kan ada bangunan lagi Wah, nah bangunan itu yang mencurigakan, aku waktu kesini sama Totok itu merasa kalau di dalam bangunan itu energinya paling besar”
Setelah berbicara tentang bangunan di belakang itu tiba-tiba listrik di hotel ini mati. Lengkaplah penderitaan!
“Wis pas notok njedok pol pokoke, ancoooook! ....., Kok bisa-bisanya kondisi koyok gini tiba-tiba listrik mati” teriak Blewah yang ternyata terdengar sampai ke tiga teman kami yang ada di dalam kamar
“Gel...Wah , listrike mati yoooo?” teriak Glewo dari dalam kamar”
”Kesinio aja Wo, kalian bertiga kumpul disini saja, jangan ada yang dikamar tidur, kita kumpul di ruang tamu ae” teriak Blewah
Semakin malam gangguan yang terjadi kepada kami semakin jelas, tadi ada beberapa penampakan hitam yang
ada di halaman samping kamar dan halaman belakang hotel, sekarang yang terjadi malah listrik hotel ini mati
“Jam 23.30 ini rek, kita berlima ada disini , dan ingat jangan ada yang berpisah rek, dan ingat apa yang nanti kalian lihat itu adalah memang tidak nyata rek”
“Sebenarnya ada apa mas disini, kenapa kalian kok tiba-tiba ingin nginap disini mas” tanya Tifano
“Ceritane pendek, tapi tidak masuk akal, kalaupun kamu tak critani, mesti nanti awakmu ndak akan percaya. Soal cerita nanti ae waktu kita pulang, sing penting kita harus bisa lewati malam ini rek” kata Blewah
Sebetulnya dari tadi aku tidak melihat munculnya poci atau sejenisnya yang sering ada di cerita rakyat selama hidupku. memang disini ada poci dan kunti, tetapi mereka tidak mengganggu. Mereka ada di pohon beringin dan pohon mangga disana.
Yang sedang kami hadapi ini berbeda dengan sebangsanya gituan, yang kami hadapai ini semacam roh atau arwah , cuma aku ndak tau mereka ada banyak disini itu kenapa, karena harusnya roh atau arwah tidak perlu lagi ada disini kecuali ada sesuatunya.
“Atau ngene ae rek, Glewo, Broni dan Tifano keluar dari hotel ini, bawa mobil Totok , parkir di dekat warkop mbah Joyo sekarang, aku dan Blewah tetap ada disini” usulku kepada teman temanku
Semua setuju dengan usulku, karena usulku itu demi untuk kebaikan ketiga temanku yang belum bisa melihat yang aneh aneh disini.
__ADS_1
“Ayo kita keparkiran bareng-bareng, kalau hp kalian ada lampu senternya ada baiknya nyalakan saja rek” kata Blewah
Tiga lampu dari tiga hp sudah menyala terang, dua dari Hp Broni dan Tifano, satu dari punyaku. Kami berjalan pelan menuju ke lahan parkir yang ada di bawah pohon mangga.
“Jangan sekali kali kalian menoleh ke arah kiri rek, tetap lurus kedepan dan arahkan cahaya senter kalian ke depan, ingat jangan menoleh kekiri atau juga kanan” kata Blewah
Celah yang memisahkan antara bangunan utama hotel dan bungalow sudah terlihat di depan kami, berarti mobil ada di sebelah celah itu.
“STOOOP!, jangan bergerak dulu rek” teriak Blewah dari posisinya di depan
“Minggir kita minggir dan merapat di tanaman ini sekarang cepat!” suruh blewah kepada kami
Aku awalnya ndak tau kenapa kok kami disuruh minggir, sebelum kemudian aku lihat secara samar samar ada beberapa sosok yang berjalan cepat dari celah itu menuju ke taman belakang. Sosok itu membopong perempuan.
Kucoba menyipitkan mata agar jelas apa yang sedang jalan di depan kami berlima ini..
ALLAHU AKBAR!..... beberapa orang berwajah aneh sedang berjalan , dibelakangnya ada sosok yang wajahnya kayaknya tidak asing sedang menggendong seorang permpuan dengan mata melotot dan leher yang putus.
Segera aku kembalikan mataku menjadi normal , mahluk apa lagi yang tadi kulihat, kalau waktu itu kan yang kulihat aalah penampakan Slamet atau Baldy yang sedang menggendong perempuan.
“Wah, itu kan......
“Bejo!, dia bejo Gel” potong Blewah dengan nada suara yang datar
“Ayo cepat kalian bertiga masuk ke dalam mobil, dan tunggu kami di warkop mbah Joyo” kataku
Untungnya mobil berhasil dinyalakan, dan akhirnya tinggalah aku dan Blewah yang ada disini, aku ndak tau apa yang akan dilakukan Blewah disini. Karena sampai detik ini aku masih belum bisa menerka pola dari yang sudah kami alami selama ini.
“Kita balik ke kamar lagi aja Gel, aku penasaran sama yang ada ditempat tidur dan yang ada di kamar mandi itu” kata Blewah dengan wajah seriusnya”
“Memangnya tadi kamu lihat apa Wah, tadi kan kita ndak ke tempat tidur dan ndak ke kamar mandi kan” tanyaku penasaran
“Tadi waktu kita pertama masuk ke bungalow itu, banyak siluet siluet yang muncul di batinku Gel, dan semua itu adanya di tempat tidur dan di kamar mandi “
“Apa kita ndak perlu ke kantor hotel Wah, disana katmu ada yang minta tolong, mumpung kita dekat dengan kantor hotel ini Wah”
“Ndak Gel, kekuatanya lebih matang disana, kalau yang ada di bangunan utama itu masih kemampo atau setengah matang lah”
“Lebih baik datangi dulu yang setengah matang Wah, kita ukur dulu apa kita mampu liat yang belum matang, kalau aman baru kita maju ke yang lebih matang”
__ADS_1
“Iyo , ada benernya juga cangkemmu Gel, ayo kita masuk ke dalam kantor hotel aja, kita liat apa yang ada disana, aku merasa di dalam situ di tiap kamar ada yang nempati” kata Blewah
Kantor hotel ada di depan kami, keadaan didalam sana bener-bener gelap tanpa cahaya sama sekali , tetapi di balikk gelapnya keadaan didalam sana aku bisa merasakan ada sesuatu yang sedang berkeliaran.
“Senter hpmu nyalakan Gel, kita tetap butuh cahaya untuk menerangi jalan agar tidak tersandung apa apa”
Kunyalakan senter hpku, lalu kuberikan kepada Blewah, terus terang aku masih ketakutan untuk berjalan di depan, tetapi karena Blewah menawarkan diri untuk berada di depan maka kuberikan senter yang tadi kunyalakan.
Kami berdua mendekati pintu kantor hotel yang terbuat dari kaca, Blewah mengarahkan senter itu ke dalam kantor hotel, setelah dirasa aman dari hal yang nyata , kemudian aku mendorong pintu kantor hotel.
Udara pengab keluar dari sela sela pintu yang terbuka, kami berdua memasuki kantor hotel yang gelap panas dan pengab, rasa rasanya udara di dalam sini ini kurang sekali
“Wah, perhatikan dulu kita mau ke mana, karena yang bisa aku lihat sekarang ini kok disini sama sekali tidak ada yang mahluk Ghaibya, padahal tadi kan ada yang berkeliaran disini. Keadaan disini Beda dengan yang ada disamping dan taman belakang”
“Iyo, disini rasanya sepi dan lengang sekali, satupun maluk ghiab tidak terlihat disini, sebenarnya ada apa ya disini?”
Kami berjalan selangkah demi selangkah, tiap kami melangkah Blewah selalu menyorotkan senternya ke sekeliling
“Gel kita nanti cari pintu yang tadi nutup sendiri waktu kita kesini sebelum ke warkop mbah Joyo itu, aku penasaran sama yang disini, mereka kayaknya suka mengganggu” kata Blewah
“Iya wah , keliatanya disini memang usil usil, selain suara pintu ditutup juga kan ada suara minta tolong” kataku
Hingga kami berdua ada disamping meja resepsionis, Blewah kemudian memintaku untuk memegang hp karena dia ingin sekali lagi memeriksa lagi apa yang ada di dalam sana.
“Gel, aku kepingin meriksa yang ada di dalam sana lagi, tolong pegangen senter hpnya, aku mau masuk ke dalam sana dulu” kata Blewah
Blewah melompat ke dalam meja terima tamu, aku ndak tau apa maksud Blewah dengan masuk ke dalam meja itu, tetapi dia pasti sedang merasakan adanya sesuatu disana, karena hal ghaib itu tidak bisa kita pikirkan dengan menggunakan akal sehat saja.
“Bawa sini senternya, aku kepingin lihat di sekitar sini ada apa lagi, karena tadi kan aku tidak memeriksa secara detail” kata BLewah yang ada di balik meja
Ketika baru saja senter hp ini kuberikan ke Blewah, tiba-tiba aku merasakan ada sesuatu di sebelahku, aku merasa ada kehadiran sebuah sosok, dia berdiri tepat disebelahku. Karena di dalam sini keadaanya gelap sehingga aku ndak bisa lihat apa yang ada disebelahku ini.
“Janc*k lapo ae sih kamu ada disebelahku! Minggat jauh jauh sana c*k” bisiku kepada siapapun yang ada disebelahku.
Tetapi sekarang malah tidak hanya satu, aku bisa merasakan sosok lain yang hadir di sebelahku juga, yang sekarang kurasakan ada dua sosok tak kasat mata yang bisa kurasakan kehadiran mereka.
...PEEEERRRRGHHIIIHHSS...
“Wah sudah selesai belum kamu disana, kita diusir ini lho wah” bisiku kepada Blewah yang nyala senternya masih terlihat masih menyinari apapun yang ada di balik meja,
__ADS_1
Aku tetap diam di tempatku berdiri dengan tetap tidak berhenti berdzikir, dzikir yang kulakukan ini mulai aku masuk ke hotel ini hingga sekarang tidak pernah berhenti.
Tiba tiba aku mulai mencium bau busuk, bau bangki sih tepatnya, bau seseuatu yang bener benar tidak enak , mirip bau bangkai tikus.