INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 159 (MENUJU KE TEMPAT DUA TEMAN KOS WINNA VOO)


__ADS_3

“Begini saja anak-anak, bagaimana kalau kita ke tempat kos kedua teman nak Winna ini sebelum terlambat nak, pokoknya kita harus cabut benda hitam itu dari dinding kamar kos mereka” kata pak Tembol


“Saya setuju saja pak, tetapi ini masih malam menjelang pagi, kita kesana naik apa pak hehehe” jawab Dogel


“Begini saja pak, bisa naik mobil saya saja, saya ikut dengan kalian juga, karena kalian pasti tidak tau kan mereka kos di kota mana dan alamatnya mana” kata Winna


“Lha apa nak Winna juga tau dimana mereka tinggal nak?” tanya pak Tembol


“Hihihihi saya juga tidak tau pak hihihihi, sebentar saya akan tanyakan kepada mereka pak. Dan semoga mereka tinggal di kota yang tidak jauh dari sini pak hehehe” jawab Winna


Memang saat ini hari masih gelap dan mungkin teman Winna masih pada tidur sehingga wa balasan selanjutnya untuk mendapatkan alamat lengkap kedua orang bekas teman masa KKN itu belum juga di baca apalagi dibalas heheheh.


“Mungkin mereka masih tidur nak Winna, karena sekarang sudah malam. Apakah mungkin mereka berdua sudah menikah?” tanya pak Tembol


“Jelas tidak mungkin pak, kan mereka juga mendapatkan benda itu dari pacarnya juga pak, dan pacaranya itu juga bernama Totok pak, jadi ya pada intinya mereka belum menikah pak” jawab Winna


“Ya sudah kalau begitu kita tunggu mereka membalas pesan Wamu saja. Yang saya bingung adalah bagaimana cara keluar dari kamar ini kalau menunggu pagi hari. Pastinya anak-anak kos disini sudah pada bangun kan kalau jam segitu nak” kata pak Tembol lagi


“Atau begini saja mbak Winna, bagaimana kalau kami menunggu di mobil mbak Winna saja dulu, sementara menunggu jawaban dari teman mbak Winna, karena saya khawatir teman kos mbak Winna akan terbangun sebentar lagi” kata Dogel


“Ya sudah, ada baiknya kalian semua menunggu di mobil saya dulu, saya akan siapkan keperluan saya untuk ke tempat teman KKN saya pak” kata Winna dengan tergesa gesa


“Tapi apakah aman berjalan dari kamar Ini menuju ke garasi mobil nak Winna?” tanya pak Tembol


“Aman pak, karena yang kos disini hanya tiga orang saja, dan pemilik rumahnya tidak ada di rumah ini, tetapi mereka ada di sebelah rumah ini pak” jelas Winna


Ketika mereka akan menuju ke garasi, tiba-tiba pesan notfikasi di ponsel milik Winna berbunyi, tidak hanya berbunyi satu kali , tapi berkali kali. Menandakan adanya beberapa pesan masuk di ponsel milik Winna


“Pak, ini ada pesan dari Chandra Dewi pak, dia ternyata tinggal di kota Sby juga pak, aneh sekali kenapa dia juga tinggal di jawa timur juga, karena setahu saya dia berasal dari Kds jawa tengah pak jangan-jangan Cinta juga tinggal di sekitar sini juga pak” kata Winna


“Ini barusan dia kasih saya alamat lengkapnya di kota Sby pak, kita bisa kesana setelah ini pak” kata WInna yang mulai menyiapkan segala sesuatunya untuk pergi mencari alamat Chandra Dewi


Kita sudah dalam perjalanan menuju ke tempat tinggal Dewi yang ada di kota Sby, sekalian nanti juga check tempat kerja si Totok yang ada di kota yang sama juga.


Perjalanan kali ini tidak memakan waktu lama karena jalanan yang sepi dan cara menyetir Dogel yang lumayan kencang mengakibatkan jarak tempuh yang sekitar 60 km hanya memakan waktu 30 menit saja dari yang biasanya memakan waktu satu jam lebih itu.


“Kita masuk kota Sby terlalu pagi ini rek, apa sopan menuju ke kosan Dewi sepagi ini?” tanya Blewah


“Gak papa mas, coba saya Wa nya si Dewi, semoga dia sudah bangun mas, sekalian kalian nanti buang benda hitam yang ada di dinding kosan dia juga mas”jawab Winna

__ADS_1


“Kita ke arah daerah Rngkt mas, sesuai dengan alamat yang dia kirim kepada saya mas” kata Winna


Setelah pencarian alamat yang bisa dikatakan tidak sebentar, akhirnya kami bisa menemukan alamat kos Chandra Dewi atau yang bisa kita panggil Dewi saja


Setelah ceremony pertemuan antar dua sahabat lama yang sudah lama tidak pernah berjumpa, akhirnya tiba saatnya membahas apa yang ada di rumah kos  Dewi.


“Katamu di tempatmu juga ada benda hitam yang diberikan oleh pacarmu ya Dewi, dimana itu benda yang dia taruh” tanya Winna


“Ada di tembok depan kamarku Winn, tapi kenapa dan ada apa ya?” tanya Dewi


Akhirnya mereka menjelaskan kepada Chandra Dewi perihal benda hitam yang ada di berikan oleh pacar Dewi yang juga adalah Totok.


“Aku sering mimpi kalian pak Tembol dan teman-teman, termasuk kamu Winna, tapi  untuk bertemu dengan pak Tembol dan anak-anak Sutopo aku kayaknya ndak pernah dech, apalagi waktu kita KKN kan tidak ada siapa-siapa disana ya Winna” kata Dewi


“Jadi gini Dewi, kita ternyata memacari orang yang sama, dan dia itu ternyata adalah yang tadi pak Tembol ceritakan itu Dewi. Eh , kamu apa bisa lihat mahluk ghaib seperti saya juga?” tanya Winna


“Bisa Winn, setelah bermimpi pak TEmbol ini dan juga mimpi berpetualang dengan anak-anak Sutopo, aku sekarang bisa lihat mahluk ghaib yang banyak disini” kata Dewi


“Berarti kamu bisa lihat mbak Indah yang ada di sebelah ku ini kan, dia juga adalah bekas pacar Totok, dia menjadi tumbal atau korban dari Totok, kita pun keliatanya juga akan menjadi targetnya, hanya saja mungkin belum waktunya kita untuk mati” kata Winna


“Sekarang saya mau tanya kamu Dewi, apakah dalam seminggu ini Totok tidak bisa dihubungi, apakah dia menghilang?” tanya Winna lagi


“Sekarang kita harus cari alamat si Cinta, karena dia belum balas wa yang tadi saya kirim” kata Winna


“Eh mbak Dewi, gimana dengan benda yang pernah ditaruh Totok itu, coba kami lihatnya dulu mbak” kata pak Tembol


“Sik pak, biar kucing mbak Bashi saja yang deteksi pak, karena dari tadi dia kepingin turun dari gendonganku pak” kata Dogel


“Oh iya pak, bungkusan yang tadi dari kamarku dimana pak” tanya Winna


“Ini saya bawa mbak, nanti ketiganya akan saya larung ke sungai atau laut saja mbak. Eh nak Dogel coba lepaskan mbak Bashinya nak” kata pak Tembol


“Nak Dewi, bisa ikuti kemana kucing hitam itu berjalan nak, saya akan temani nak Dewi” kata pak Tembol sambil mengajak Chandra Dewi untuk mengikuti langkah mbak Bashi


Ternyata kucing hitam itu ingin masuk ke dalam kos-kosan yang berderet deret dan tingkat dua itu, kucing itu terus berjalan hingga sampai di depan sebuah kamar yang bagian tembok atasnya ada benda hitam yang tertempel dengan isolasi.


“Eh betul itu yang dikasih oleh Totok nak Dewi?” tanya pak tembol


“Iya betul pak, kata Totok gunanya untuk menolak santet dan semua yang bebau magis masuk ke kamar aku pak, tetapi anehnya setelah ada benda itu, aku malah sering mimpi buruk pak” jawab Chandra Dewi

__ADS_1


“Iya jelas nak, karena yang diapasang itu adalah pengundang setan demit dll, jadi mereka akan datang ke kosan ini karena adanya benda itu yang terpasang di dinding kamar nak Dewi


“Sekarang saya akan ambil dan akan saya buang ke laut atau sungai, tapi sebelumnya kami harusmencari tempat tinggal nak chinta dulu, karena kamar dia juga dipasang benda yang sama dengan yang ada di tempatmu ini nak” kata pak tembol


“Tadi kata nak Winna, nak Chinta juga mempunyai pacar yang bernama Totok juga, tapi sampai sekarang dia belum memberitahu alamatnya” kata pak Tembol lagi


“Ok anak-anak, yang ada di kamar nak Chandra Dewi sudah saya amankan, jadi tinggal milik nak Chinta saja. Gimana nak Winna, apakah nak Chinta sudah balas pesan Wamu tentang alamatnya dia?”  kata pak Tembol setelah ada luar kos-kosan Chandra Dewi


"Nak Dewi kepingin tau ndak isinya, akan saya buka agar nak Dewi tau isinya apa ini. Tadi milik nak Winna sudah saya buka dan baunya busuk, sebusuk mayat yang baru seminggu mati nak" kata pak Tembol


"Ndak usah pak, aku ndak kepingin tau apa isinya itu pak" jawab Dewi


''Gimana nak Winna, apakah bisa dihubungi nak Chintanya?" tanya pak Tembol


“Sampai sekarang belum pak, saya takut ada apa-apa dengan dia pak” kata Winna


“Bentar Winna, kayaknya aku ada teman yang penah satu kos sama Chinta deh, coba aku telponya dulu, semoga dia udah bangun ya” kata Chandra Dewi kemudian masuk kembali ke kamarnya dan mengambil ponselnya


Setelah beberapa lama Chandra Dewi mengubungi temanya, akhirnya dia mendapat alamat kos tempat Chinta tinggal, dan ternyata temat kos dia tidak jauh dari wilayah riwa riwinya Totok.


“Dia tinggal di dekat sini, di daerah Ngndn, ini alamatnya. Apa kalian akan ke sana sekarang?” tanya Dewi


“Iya nak, harus segera diselesaikan masalah benda itu, agar tidak ada korban jiwa seperti nak Indah yang arwahnya sedang bersama kita ini” kata pak Tembol


“Kalau begitu aku ikut juga pak, aku harus tau keadaan temanku itu. gimana-gimana kami bertiga selalu bersama-sama selama KKN pak” kata Chandra Dewi


Untungnya mobil Winna termasuk tipe yang bisa berpenumpang tujuh orang, jadi mereka bersama-sama menuju ke kediaman Chinta yang mungkin sekitar 8 km an dari kediaman Chandra dewi.


20 menit berlalu mobil Winna sudah terparkir di sebuah kosan ramai yang biasanya digunakan para mahasiswa kampus sekitar situ untuk tinggal.


“Coba aku telponya Chinta, siapa tau dia ada di dalam kamarnya” kata Dewi


Tetapi sayangnya hingga beberapa kali nada dering tidak juga diangkat ponselnya, apakah nomor ponselnya sudah ganti atau gimana.


“Eh, coba kami masuk ke dalam dulu, kalian tunggu saja di dalam mobil” kata Winna yang mengajak Chandra Dewi untuk masuk ke dalam kosan yang mungkin ada sekitar delapan kamar bejajar ini.


Lama juga mereka ada di dalam kos kosan Chinta, hingga akhirnya mereka pun keluar dari sana dengan wajah yang bingung.


“Kata teman sebelah kamarnya, Chinta mulai kemarin pergi dengan laki-laki yang biasa kesini, dan sampai sekarang dia belum juga kembali” kata Winna yang kebingungan

__ADS_1


"Berarti tadi pagi ketika Chinta sempat menjawab Wa saya mungkin dia tidak sedang bersama Totok, kemudian sekarang mungkin dia sedang bersama Totok, sehingga dia tidak berani menjawab Wa atau menjawab panggilan telepon" gumam Winna


__ADS_2