INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 161 (MENGUNJUNGI RUMAH CHINTA)


__ADS_3

“Gini saja pak, kita tunggu hingga ada anak yang kerja disana itu keluar dari sana, nanti kita tanyakan perihal Totok. Kita parkir mobil Ini dekat sana saja pak” kata Dogel


Kami memindahkan mobil Winna mendekati kantor tempat Totok bekerja, kami akan menunggu salah satu karyawan disana  dari sana untuk kami tanya-tanya mengenai Totok.


“Untuk kalian berdua, ada baiknya untuk sementara ini tidak tidur di kamar kos kalian dulu, ada baiknya kalian untuk sementara ini pindah ke tempat teman kalian atau tempat yang Totok tidak  tau” kata pak Tembol


“Mulai sekarang kalian pikirkan kalian akan kemana dan sedini mungkin kemasi juga barang-barang keperluan kalian yang bisa kalian bawa sekarang” tambah pak Tembol


Mobil kami parkir di sebelah tempat kerja Totok, kami menunggu hingga ada karyawan yang keluar dari sana untuk sekedar membeli sesuatu atau apapunlah. Dan ternyata benar saja, tidak lama kemudian ada seseorang yang keluar dari sana


“Eh itu kan mas Eko ya mas Dogel” kata Indah yang menunjuk ke seseorang yang keluar dari tempat kerja si Totok


“Biar aku kejarnya dulu dia Ndah. Wah, kamu disini saja sama lainya, jaga lainya, karena kamu kan ada MIrah yang bisa melihat apapun yang tidak di lihat oleh kamu dan mereka Wah” kata Dogel


“Siap Gel, tak jaganya mereka iki, wis kamu sana datangi si  Eko” jawab Blewah


“Aku melok Gel aku soale ndak tau blas kasus iki” aku ikut dengan Dogel yang menuju ke orang yang bernama Eko itu


Kami berdua berjalan agak cepat mengikuti Eko yang sepertinya menuju ke minimarket yang ada di sebelah tempat dia bekerja itu.


“Mas Eko!” teriak Dogel kepada orang yang sekitar 10 meter di depan kami


Orang yang bernama Eko itu menghentikan langkahnya dan menoleh kepada kami berdua. Dia menunggu kami hingga kami ada di sebelahnya


“Ono opo mas,  tadi sampeyan yang manggil saya mas?” tanya orang yang bernama Eko itu


“Iya mas Eko, saya Dogel dan ini Petro mas. Anu mas, saya mau tanya-tanya soal Totok mas” kata Dogel langsung tanpa basa basi


“Kalian dari mana, dari wartawan apa, kok mau tanya soal Totok” kata Eko curiga


“Mas Eko, kami bukan wartawan mas, tetapi salah satu teman kami sudah menjadi korban Totok mas, dan mungkin juga tiga orang teman perempuan kami akan menjadi korban Totok juga” jawab Dogel


“Hehehe korban apa mas, sampeyan ini dari mana sih mas, kok tanya-tanya soal Totok segala” kata Totok dengan wajah yang masih curiga dengan kami


“Mas Eko jangan takut, kami ini juga sama seperti abah Fuad yang sedang meneliti Totok. Bedanya dengan kami, teman kami sudah menjadi korban keganasan Totok mas” jelas Dogel


Kini wajah Eko menjadi serius, padahal tadi dia masih cengengesan bicara dengan kami.


“Apa sampeyan bilang mas, Abah Fuad? Bagaimana kamu tau guru saya mas?” tanyanya semakin serius


“Mas Eko sendiri yang pernah ajak kami ke rumah abah Fuad yang ada di jalan Ikan ….. itu mas, dan Abah Fuad sendiri sedang menyelidiki tentang Totok kan mas” kata Dogel yang membuat wajah Eko semakin curiga


“Begini saja, nanti sore selepas saya kerja kita ketemu abah saya saja dulu” kata Eko

__ADS_1


“Bearti mas Eko nanti kami jemput di terminal Brtng ya, dekat pos polisi itu?” tanya Dogel yang semakin membuat bingung orang yang bernama Eko itu


“Kok masnya tau tempat saya biasanya menunggu teman saya mas. Kalian ini sebenarnya siapa mas” tanya Eko dengan kebingungan


“Sudahlah mas Eko, nanti sore saja kita jemput masnya, dan kita ke rumah abah Fuad mas, karena kasus Totok ini semakin mengerikan mas, di dalam mobil itu ada dua orang perempuan yang di pacari Totok mas” tunjuk Dogel pada mobil Winna


 “Dan parahnya mereka berdua diberi Totok sebuah bungkusan hitam yang nanti mau saya tunjukan kepada abah Fuad” kata Dogel


“Waduh, semakin ngeri saja kelakuan Totok itu, baiklah mas, nanti sore setelah Maghrib, saya tunggu di pos polisi sebelah terminal Brtng mas” kata Eko yang masih kebingungan


“Ok gitu saja ya mas Eko, sekarang masih pagi, kami akan menyelamatkan satu orang lagi yang akan menjadi korban berikutnya Totok yang sekarang ada di kota Mjkt mas” kata Dogel yang kemudian pamit kepada Eko


Kami kembali ke mobil untuk menyelesaikan urusan Chandra Dewi dan Winna Voo dulu, kami harus mengungsikan mereka ke tempat yang aman, sekalian kami ke rumah Chinta yang ada di daerah Sk mjkt.


“Sekarang kita ke rumah nak Chandra Dewi dulu ya anak-anak, nak Dewi nanti sampai di kos segera ambil barang-barang yang penting saja , dan juga jangan lupa sangu pakaian ya” kata pak Tembol


“Setelah dari sana kita ke tempat nak Chinta, kita harus segera amankan nak Chinta juga” lanjut pak Tembol yang terlihat panic


Kami langsung menuju ke tempa Kos Chandra Dewi sesegera mungkin.


“Ayo temani saya pak, saya takut masuk ke kosan sendiri, karena jam segini ini keadaan kosan sudah tidak ada orang sama sekali, mereka semua pada kerja, kecuali penjaga kosan yang ada di depan itu tempatnya pak” kata Chandra Dewi dengan wajah khawatir


Mobil Winna Voo kami parkir tepat di depan pintu gerbang kosan tempat Chandra Dewi tinggal, kemudian pak Tembol, aku, Winna Voo menemani Chandra Dewi masuk ke dalam kos kosan itu


“Mbak Chandra, tadi pacarnya mbak Chandra kesini, dia cari mbak Chandra, keliatanya dia sedang buru-buru. Kemudian dia tanya ke saya mbak Chandra kemana. Saya jawab saja saya tidak tau mbak Chandranya kemana” kata penjaga kos kosan setengah baya itu


Chandra Dewi menoleh ke pada kami dengan wajah pucat dan ketakutan, kemudian dia bilang ke penjaga kos itu.


“Pak Jo, saya harus pulang ke desa dulu, karena ada saudara saya yang sakit. Ini saya dijemput sama saudara saya pak” kata Chandra Dewi kepada penjaga kos kosan


“Oh ya, kalau Totok pacar saya itu datang lagi, bilang aja saya lagi tugas ke Jkt, jangan bilang kalau saya pulang kampung ya pak. Makasih pak Jo” kata Chandra Dewi kemudian masuk ke area kos kosan


Setelah mengambil beberapa barang penting, mereka segera keluar dari kos-kosan. Tapi sebelum itu pak Tembol yang berwajah tua menghampiri penjaga kos-kosan lagi


“Pak Jo, saya pakdenya Dewi, saya mau tanya tentang pacar Dewi yang tadi datang ke sini pak” kata pak Tembol


“Inggih pak. Ada yang bisa saya bantu?” jawab pak Jo


“Tadi yang ngakunya pacarnya Dewi, dia naik apa kesini dan bagaimana wajahnya pak, apakah dia sedang dalam keadaan bingung atau hanya santai saja pak?” tanya pak Tembol


“Dia naik mobil kesininya pak, sedangkan biasaya dia naik motor. Wajahnya keliatan terburu-buru pak, mungkin dia sedang diburu waktu atau ada pekerjaan penting yang sedang dia kerjakan pak” jawab pak Jo


“Ya sudah kalau begitu pak, terima kasih banyak pak Jo, kalau begitu kami pamit dulu ya pak” kata pak Tembol lagi

__ADS_1


Kami sudah ada di dalam mobil, kami sekarang menuju ke Mjkt selain mengambil beberapa barang milik Winna Voo , kami juga akan berkunjung ke rumah Chinta  yang juga ada di daerah sana.


“Ternyata pas ya kedatangan kita ke kos kosanmu nak Chandra, ternyata Totok kesini akan menjemputmu, kata penjaga kos dia kesini dengan naik mobil, sedangkan biasanya dia kan naik motor kalau ke rumahmu” kata pak Tembol


“Pasti Totok sekarang juga ke kosan nak Chinta, setelah nak chinta tidak ada di kosanya, pasti dia akan menuju ke Mjkt ke kosan kamu nak Winna. Keliatanya hari ini adalah hari nya kalian bertiga” kata pak Tembol


“Mas Petro, sekarang kita langsung saja ke Mjkt ke kosan Winna atau kalau waktunya mepet kita cari rumah orng tuanya Chinta dulu saja mas” Kata pak Tembol


“Mas Blewah, tolong kasih tau sama mas Dogel, kalau bawa mobil yang bener dong mas, bikin Mirah mual mual lagi mas” kata Mirah atau Blewah tiba-tiba dalam keadaan mobil berjalan cepat


“Masak mas Blewah gak perasaan sama Mirah, mirah kan lagi ada isinya mas, darah daging dari mas Blwah ini” kata suara Blewah dalam logat perempuan lagi  hihihii


“Eh kok masnya suaranya kayak banci sih memangnya masnya ini waria? Kalau waria kok gak matching sama sekali sih, gak ada cantik-cantinya sama sekali sih” kata Chandra Dewi yang melihat ke arah Blewah


“Anu mbak, teman saya itu mempunyai dua kepribadian, kadang dia suka ngomong sendiri kayak perempuan, kadang dia jadi laki-laki mbak hehhehe” kata Dogel


Blewah diam seribu bahasa, dia tidak merespon omongan Chandra Dewi yang jelas-jelas menyinggungnya.


“Eh nak Winna, coba nak Winna telepon lagi nak chinta, bilang sama dia kalau Totok Telpon menanyakan alamat rumahnya dia, jangan dikasiih tau. Begitu pula kalian berdua kalau bisa jangan angkat nomor telepon Totok atau nomor asing yang kalian tidak kenal” kata pak Tembol


“Eh satu lagi bilang sama Chinta agar jangan mau di ajak pergi kemanapun oleh Totok” kata pak Tembol


Winna menghubungi nomor Chinta, beberapa saat kemudian chinta sudah mengangkat telepon dari Winna. Kemudian Winna menyalakan spiker Phonenya.


“Halooo say… barusan aku mau telepeon dikau, ternyata udah ditelpon duluan, gimana jadi ke rumah aku kan” tanya suara Chinta diseberang


“Iya jadi dong say, ini sekarang lagi otw ke sana dari Sby say, tunggu satu jam lagi kita sampai sana say” jawab Winna


“Kok Kita, emangnya sama sama siapa dikau say?” tanya Chinta


“Sama temen lama kita, si Chandra Dewi lah  hehehehe” jawab Winna


“Duuh asiik dong, kita bisa reunian nih heheheh” jawab Chinta


“Oh iya eh ngomong-ngomong, Totok pacarmu mau ke rumah kamu ya say?” tanya Winna lagi


“IIh kepo heheheh, emang iya say, dia mau ke sini juga, tadi telpon aku kalau dia nanti siangan kesini mau kasih doa buat saudara aku yang lagi sakit” jawab Chinta


“Eh gini say, kamu jangan kemana-mana dulu ya, jangan pergi kemanapun sama pacar kamu itu say. Pokoknya kamu harus tunggu kami datang dulu ya. Ini penting sekali ya” kata Winna mewanti wanti Chinta


“Emang ada apa say, kok keliatanya penting sekali sih” tanya Chinta


“Dah pokoknya, jangan pergi kemanapun ya say, meskipun hanya ke warung atau ke minimarket, tunggu kami datang dulu ya , ingat say… jangan kemanapun” pesan Winna  yang setelah itu menutup teleponya

__ADS_1


“Mas Petro bisa agak lebih cepat lagi mas mengemudinya” kata pak Tembol


__ADS_2