
Aku duduk diantara temanku yang sedang makan rawon, terus terang tadi itu aku yakin kalau sedang bertemu dengan mbah Sarijemb, tapi ternyata yang terjadi malah sebaliknya, aku hanya menghampiri meja kasir yang kosong kata temanku.
“Mas Dogel, tadi mbah-mbah itu bilang apa?” bisik mas Eko yang ternyata juga lihat keberadaan mbah Sarijemb itu
“Tadi aku disuruh ikut ke dalam sana mas, dan dia kemudian memberiku benda yang dibungkus kain merah, benda itu sudah aku pegang, tapi ternyata setelah tersadar aku ada di depan meja kasir yang kosong mas Eko”
“Udah masuk di dalam tubuhmu mas, sekarang yang ada di dalam tubuhmu itu sudah jauh di atas ku mas, meskipun kamu tanpa abah Fuad pun kamu bisa jalan sendiri kok mas, asal yakin hehehe.
“Gel makan sik ae rawaone, selak dingin, mbahas sangar-sangare nanti ae nek wis selesai makan, sekarang kita harus makan ben gak gampang gendeng koyok mas Eko iki” kata Blewah
“Lhooo beres mas , aku gak iso segendeng sampeyan mas heheheh, tapi nek kedanan setan karena ketemu setan aku meh bendino mas hahahahah” jawab Eko
“Di dalam tubuh mas Dogel ini sudah ada dua buah sesuatu yang lumayan. Pertama dari Mjkt, kedua dari Gebang, kemudian sapu lidi itu dari pct, harusnya pemberian dari tiga penguasa segitiga ini sudah cukup untuk kalian “ oceh mas Eko
“Tapi sayangnya kalian tidak atau belum bisa mempercayainya, kalian terlalu takut untuk bertindak. Saya rasa mbah Joyo penguasa PCt juga bilang gitu kan sama kamu mas heheheh” oceh Eko lagi
Selesai makan kami berangkat menuju ke sby, karena mas Eko sudah bisa menghubungi abah Fuad, nanti kami akan konsul kepada abah Fuad dulu sebelum melakukan sesuatu.
Kalau kata mas Eko di dalam tubuhku sudah ada dua jenis sesuatu yabg sangar, harusnya aku sudah bisa mencari apa yang menjadi tujuanku kan. Tapi lebih baik aku konsultasikan kepada abah dulu agar tidak terjadi salah jalan lagi.
Saat ini aku yang membawa mobil, di sebelahku perempuan cantik yang belum jelas sebagai manusia atau bukan hehehe, tapi terus terang aku suka sama dia.
“Bener gak apa yang ada di pikiranmu mas Agus” tanya Indah tiba-tiba
“M..maksudmu apa Ndah?”
“Tadi apa yang dipikirkan mas Agus lhooooo?” tanya Indah lagi sambil memandangku
“Kisah cinta itu bisa saja datang dari mana saja atau dari mahluk apa saja kepada siapa saja. Kisah cinta tidak bisa dicegah namun harus dijalani untuk mencegahnya. Kisah cinta tidak bisa ditolak tapi bisa menolak secara tidak sengaja laaaa…laaaaa....laaaaaa” terka mas Eko dari kursi belakang
“Kalian berdua ini bisa membaca pikiran orang ya, waduh jadi gak ada privasi lagi kalau gini carane rek ahahahah”
“Apa kalian berdua juga bisa baca pikiran Glewo dan Blewah?” tanyaku
__ADS_1
“Tentu saja ndak bisa mas, wong saya memang gak bisa baca pikiran oerang kok heheheh” seloroh Eko
Setelah tadi menyelesaikan urusan perut, kami pun melanjutkan pejalanan pulang, aku rasa untuk hari ini sudah cukup, karena aku paham apa yang dikatakan abah Fuad bahwa teman kami sebenarnya ada disana, tetapi bukan ada di jaman kami ini.
“Mas Eko, kalau seumpama mereka ada dijaman dulu, kemudian bagaimana kita menyelamatkan mereka mas, sedangkan kita saja ada dijaman yang berbeda mas”
“Untuk masalah itu mungkin abah Fuad yang bisa menjawabnya mas, terus terang pengetahuanku untuk masalah beginian ini masih jaaauh sekali mas”
“Tapi kembali lagi untuk masalah apa yang kalian hadapi selain menyelamatkan teman kalian. Pendapat saya kok saling berhubungan ya mas, tapi berbeda visi dan misi heheheh” jawab Eko
Perjalanan sore ini tidak ada kendala sama sekali hingga sebelum maghrib kami sudah sampai di rumah abah Fuad, dan kebetulan sekali abah Fuad sedang menunggu kedatangan kami.
“Assalamualaikum bah” pekik Eko
Kami semua sekarang ada di halaman rumah abah Fuad yang rasanya adem dan ayem. Ndak tau ada apanya kok bisa adem dan ayem gini halaman rumahnya.
“Waalaikumssalam” jawab abah Fuad dari dalam rumah. Pintu rumah abah Fuad yang kelihatanya tinggal seorang diri itu dibuka dari dalam
“Ayo masuk, kita maghrib berjamaah dulu yuk” ajak abah Fuad
“Buat mbak Indah , sudah abah sediakan mukena itu” tunjuk abah
*****
“Bagaimana, apa yang kalian temukan disana?” Tanya Abah setelah kami melaksanakan sholat maghrib berjamaah
Mas Eko menceritakan apa saja yang kami bersama dia alami selama di vila putih, termasuk kejadian di depot makan itu.
“Hmm seberapa parahkan sampai penunggu Gebang memberikan sesuatu kepada mas ini?. Abah yakin mas ini mempunyai semacam kelebihan di dalam dirinya. Abah tau kamu itu berbeda dengan lainya, tetapi apakah sudah sebegitu gawatkah, sehingga harus memberikan pusakanya itu” gumam Abah Fuad
“Dan yang kalian lihat semacam proyeksi atau gambaran itu, itu sebetulnya bukan gambaran, tetapi kejadian yang sebenarnya. Hanya saja kapan terjadinya itu masih belum tau kan” kata Abah Fuad lagi
“Begini saja, kalian lebih baik pulang saja sekarang. Kalian istirahatlah, saya akan coba cari tau apa sebenarnya yang sedang terjadi dengan Totok. Karena terus terang semenjak saya sibuk dengan pengobatan, saya sudah tidak pernah lagi mengamati Totok”
__ADS_1
“Eh begini saja kalian sekarang pulang saja, tapi lewatlah dimana kalian pernah atau sering bertemu dengan dia sebelumnya, nanti akan saya carinya Totok berdasarkan dari posisi kalian hehehe”
Setelah kami menjalankan sholat Isya, kami pamit undur diri, tetapi kami tidak lupa untuk menuju ke toko Gemezzz tempat kami biasanya bertemu dengan Totok. Tapi sebelumnya kami antar dulu mas Eko ke tempat dia tinggal. Dan sampai sekarang aku ndak tau apa yang akan dilakukan oleh abah Fuad.
*****
Toko Gemezzz sudah ada di depan kami, sekarang pukul 22.30 .mobil kami parkirkan di tempat biasanya, Blewah dan Glewo stand by di dalam mobil, sementra aku dan Indah berjalan ke arah toko Gemezzzz.
Keadaan di sini lengang sekali, jarang ada mobil atau kendaraan lain yang lewat disini, mungkin bisa dikatakan lebih mencekam dari pada biasanya.
“Ndah apa kita ndak perlu manggil mbah Saripah?”
“Buat apa manggil beliau mas, bukannya mas Agus sudah punya segalanya untuk melawan yang berani berbuat jahat dengan kita mas?”
“Iyo Ndah, tapi ngeri juga ada disini heheheh”
“Lama-lama Indah lapor ke mbah putri soal mas Agus penakut ini lho ya mas. Wong mbah putri sudah bolak balik ngomong kalau mas agus itu mampu melawan yang aneh aneh mas. Harusnya mas Agus yakin sama yang ada di dalam diri mas Agus itu.
Ketika kami sedang asik ngobrol, tiba-tiba ada yang aneh, pintu harmonica toko Gemezzz kayak ada yang gedor-gedor dari dalam, seolah-olah memperingatkan kami agar diam!
Aku dan Indah jelas kaget lah, lha wong toko yang sudah lama kosong kok tiba-tiba ada suara gedoran yang berasal dari dalam. Sejenak kami berdua diam untuk menunggu apa yang akan terjadi berikutnya.
“Mas, di dalam itu harusnya kan kosong mas, kenapa tadi ada gedoran dari dalam ya mas?”
“Harusnya ya kosong Ndah, harusnya tidak ada siapa-siapa selain belasan patung manekin yang bentuknya mrip menyerupai manusia beneran.
Ketika kami sedang diam di pinggir toko Gemezzz, tiba-tiba pintu toko itu bergoyang acak sepertinya ada yang akan membuka pintu ini dari dalam.
“Ndah, lebih baik kita tunggu saja di samping toko, siapa tau ada yang akan keluar dari toko itu Ndah. Aku kok merasa ada orang di dalam toko ini Ndah, coba kamu rasakan dengan panca inderamu, apakah kamu merasakan keberadaan orang di dalam situ?”
“Indah juga merasa mas, ada orang di dalam toko itu, dan orang itu akan membuka pintu harmonika toko, lebih baik kita sembunyi saja mas”
Kami ke sembunyi ke samping toko, samping toko adalah semak belukar tempat biasanya kami bertemu dengan mbah Saripah, tapi malam ini kami tidak ingin menemui mbah Saripah, tapi kami sembunyi dari orang yang akan keluar dari toko.
__ADS_1
“Apa mungkin maling ya Ndah, soalnya toko itu kan sudah lama tutup, siapa tau ada orang penasaran dengan isi toko dan bermaksud maling didalamnya