INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 112. ( TOK APAKAH TOTOK? )


__ADS_3

Langkah kaki terdengar nyata, harusnya sekarang ini kita ada di masa mereka, ini bukan lagi proyeksi masa lalu, kami harusnya saat ini ada di masa ketika pembunuhan itu sedang terjadi.


Kami diam saja ketika langkah kaki itu berjalan melewati kami, aku tidak berani melongok lebih jauh, karena selain belum siap dengan keadaan ini, aku juga yakin kita tidak akan bisa lihat wajah mereka.


Langkah kaki itu makin menjauh dan membuka pintu kantor hotel. Setelah beberapa saat kemudian keadaan kembali menjadi normal, normal seperti ketika kami kesini.


Kabut dan awan hitam hilang, sinar matahari masuk melalui jendela kaca yang penuh dengan debu, bau anyir dan amis berganti dengan bau pengab ruangan yang lama tidak dihuni, semua menjadi normal kecuali satu hal.


Kursi kecil yang diduduki perempuan cantik pemilik buku tts itu berubah posisinya, sekarang tidak lagi ada di depan kami, melainkan sekarang ada di samping tempat kami duduk. Padahal sebelumnya kursi itu ada di depan kami duduk.


“Sudah aman mas, Bawok sudah kembali ke tempatnya, sekarang lebih baik kita pergi dari sini sebelum ada lagi yang akan terjadi” kata Sumirah


“Eh sebentar mbak Mirah, itu .. kursi itu” tunjuku kepada kursi yang ada disebelah kami


“Kenapa mas sama kursi itu?” tanya Blewah atau Sumirah


“Awalnya ketika kita datang posisinya tidak disitu, tetapi di sana. Posisinya sesuai ketika perempuan cantik pemilik buku tts itu duduk”


“Iya mas, tapi nanti saja kita bahas, kita harus segera pergi dari sini mas” kata Sumirah berlari kecil ke arah pintu kaca kantor.


Pukul 15.00 tepat kami sudah ada di depan pagar hotel Waji,  untuk saat ini aku sudah tau tentang buku tts, peniti berkarat yang ditemukan Blewah, hingga dompet milik orang yang dipanggil Tok.


“Babysiter itu kamu ya mbak Mirah” tanya Glewo dengan suara yang pelan, takut membuat Mirah sedih dengan keadaanya.


“Iya mas, itu saya. Saya sebenarnya bukan babysiter mas, saya hanya pembantu rumah tangga. Babysiter keluarga Widjaja itu sedang tidak enak badan, makanya saya yang menggantikan mereka” kata Blewah dengan menunduk


“Kemudian empat anak kembar itu, apakah mereka itu yang ada di rumah kita ya mbak?”


“Iya mas, mereka yang ada di rumah kita, makanya mereka sayang sama mas Blewah selama di rumah, karena anak-anak itu tau ada saya di tubuh mas Blewah.


“Sebentar mbak, tadi kenapa kita tidak bisa lihat wajah orang yang ada di meja terima tamu itu”


“Karena didepan kita ada Bawok, Bawok melindungi kita dari penglihatan mereka mas, kalau tidak ada bawok, mereka bisa lihat kita” jawab Sumirah


“Hanciiik, makanya tadi waktu aku bersin, suara-suara mengerikan itu tiba-tiba diam sendiri” kata Glewo kaget


“Berarti tadi itu bukan proyeksi masa lalu mbak?  Kita tadi itu benar-benar ada dimasa itu?” Sumirah hanya mengangguk ketika aku katakan itu

__ADS_1


“Ya Allah kenapa ndak bilang dari tadi mbak MIrah”


“Kalau saya bilang, takutnya mas-mas ini akan panik, kalau sudah panik bisa membahayakan kita mas” jawaban Sumirah ini benar


“Sumirah, seumpama kita masuk ke masa itu, apakah bisa? Aku kepingin tau siapa yang ada dibalik meja reception itu”


“Bisa saja mas. Buktinya si Kipli itu, dia mati ketika masuk kesana, dan dia keliatanya mencari buku tts itu. apa kalian ada bicara sama Kipli tentang buku tts itu mas” tanya Sumirah


“Ndak mbak Sum, kami kan ndak peduli sama buku ini, yang pedulikan si Blewah”


Buku tts kutaruh di laci mobil, sore ini kami balik ke rumah dengan beberapa hal baru. Beberapa pengalaman baru tentang apa yang ada disana. Tetapi tidak menutup kemungkinan aku kepingin masuk ke sana.


“Eh mbak Sum, sendainya saya mau masuk kesana, kemudian ketika terjadi pembunuhan itu, apakah kami juga bisa mati terbunuh?”


“Hehehe mas ini kok tanya lagi sih, kan sudah ada buktinya, itu si Kipli sudah nyoba kan mas. Memang kalau menurut Bawok , mereka akan selalu mencari mangsa dengan membuka portal ghaib untuk menuju ke masa mereka mas”


“Dan saat itulah mereka akan membunuh tiap orang yang terjebak disana. Oh iya, tadi mas Agus tanya tentang kursi yang posisinya berubah kan?”


“Menurut saya, kursi itu dirubah oleh Kipli ketika dia akan mengambil buku tts yang ada di balik meja kasir itu mas. Bisa saja kipli tidak sadar ketika dia ada disana sedang terjadi perubahan waktu dan dia akhirnya diserang”


"Tapi tadi waktu kita kesana, kursi tidak ada di sebelah kita lho mbak, karena aku benar-benar lihat kursi itu ada diseberang meja resepsionis"


“Dan untuk diketahui arwah yang mati disana tidak bisa keluar dari sana kecuali ada yang mengajak atau menjemputnya, seperti saya, dan keempat anak kembar itu mas" Lanjut Sumirah


“Bawok itu sebenarnya siapa mbak Sum” tanya Glewo


“Bawok itu bapak-bapak yang datang terakhir dengan ibu-ibu yang membawa buku tts mas”


“Oklah mbak, itu bisa kita bahas nanti saja lagi, yang utama saya kepingin ke kota sby, saya kepingin ke bekas tempat kerja Totok,  siapa tau disana nanti ada petunjuk lagi tentang yang ada di hotel Waji”


“Karena setelah melihat kebrutalan tadi, hati saya semakin kuat untuk menghancurkan apa yang ada disana, dan membebaskan arwah yang terperangkap”


“Lhoooo Gel, tambah jeru awakmu iki, gak usah sampek kesana lah, pokoknya lagu kita beres dan  jasad Indah sudah jelas ada dimana posisinya. Tak kira kita selesai lah Gel” kata Glewo


“Yah kita liat saja nanti Wo, sing penting rencana kita untuk lihat tempat kerja Totok bisa kita lakukan secepatnya, setelah itu kita ke vila putih yang ada diatas itu, aku yakin kedua penginapan ini ada sesuatunya”


“Mas Agus, ingat apa pesan mbah Putri dan mbah Saripah mas?" potong Indah

__ADS_1


"Jelas ingat lah Ndah, tapi kan aku kan hanya lihat saja apa yang ada disana, aku ndak mau ikut campur. Soalnya temanku yang ada disana kok menghilang dan tidak bisa dihubungi lewat hpnya"


"Iya Gel, aku juga sudah telpon ke saudara Wildan yang ada di kota Psrn . dia juga hilang kotak sama Wildan, aku hubungi Iqbal yang ada di Sdrj, dia juga hilang kontak sama Ukik"


"Menurut pikiranku, mereka kok sekarang ada di sekitar vila itu ya, cuma mungkin sedang dalam keadaan yang gimana gitu rek"


"Perkara anak-anak Sutopo yang ada disana itu kita pikir nanti-nanti aja Gel, yang penting masalah kita dulu ae diberesin rek"


"Yo wis lah, besok pagi kita ke sby rek, nanti malam aku ada urusan sama Indah, kamu sama Blewah tunggu rumah sik ya Wo"


"Oh iyo bereees heheheh"


Sore hari pukul 16.12 kami sudah masuk gang rumah mbahku yang ada di Mb1, gang yang sempit namun nyaman hehehehe. Seperti biasa mobil kuparkir di samping mushola karena disana ada sepetak tanah yang lumayan lapang.


Setelah maghrib aku dan Indah menuju ke pusat kota, tujuan kami ke toko jual beli perhiasan  hehehehe. Yah terpaksa kujual salah satu perhiasan mbahku  untuk biaya hidup kami selama di mjkt.


Cukup sulit juga menjual sebuah perhiasan kecil milik mbahku, karena kadar bahan baku yang nomor satu dan selalu ditanya macam-macam oleh pemilik toko perhiasan itu.


Tapi akhirnya kami berdua berhasil juga menjual sebuah anting yang cukup berat juga timbangannya, dan pada akhirnya aku dan Indah pulang dengan membawa uang hasil penjualan perhiasan.


"Besok pagi kita ke Sby Ndah, aku harus mulai selidiki apa benar orang yang dompetnya ada padaku ini kerja disana"


"Ya terserah mas Agus, pokoknya Indah sudah wanti-wanti agar tidak mencampuri urusan demit lain, karena urusan kita sendiri juga belum selesai kan mas"


"Ndah lah Ndah, eh kira-kira nanti malam mbah putri akan datang apa ndak?"


"Belum tau mas, mbah ndak kasih tanda kepada Indah mas"


Aku hanya menurut pada petunjuk yang ada saja, meskipun mungkin petunjuk atau clue itu agak menyerempet masalah lain, tetapi bukankah memang seperti itu, setiap masalah selalu menyinggung pada masalah lain?


Dan saat ini dari yang kutemukan di dompet, ada kartu karyawan sebuah rumah duka  di sby, dan diperkuat dengan perkataan orang yang dipanggil Tok itu bahwa dia akan ke Sby untuk kerja dan bersenang senang dengan jenazah.


Bearti disini ada dua hal yang menyuruh kita untuk datang ke sby dan mencari informasi tentang asal mula sesuatu itu terjadi. Bukankah begitu yang dikatakan mbah Saripah untuk menelusuri dari awal?


Untuk sementara ini aku sudah tau asal mula petunjuk tentang peniti, tentang keempat anak kembar, tentang buku tts yang ternyata tidak ada apa-apanya, dan tentang dompet yang tersembunyi. Dan sekarang kucoba untuk melangkah ke petunjuk berikutnya.


*****

__ADS_1


Pagi yang cerah, matahari bersinar dengan bangganya, padahal masih pukul 07.00, tapi matahari sudah memamerkan cahaya terangnya yang mulai di gas poll.


Jam 08.00 setelah sarapan kita ke Sby rek, selain ke bekas tempat kerja Totok, kita juga lihat keadaan Farid di tempa kerja dia.


__ADS_2