
“Ashuuu, enak-enak ngenteni telpone Novi kok malah setan kredit sing telpon, kan yancokan jenenge ngene iki chok” teriakku
Mungkin Novi sedang sibuk dengan urusanya sehingga dia gak sempat telepon, tapi nek dia belum telpon, rasane gimanaaa gitu hehehe. Opo aku lagi terkena racun tinja eh tjinta?
“Siapa yang telpon nak Petro, bukan Novi kah nak?” tanya pak Tembol
“Bukan pak, iki lho pak, marketing kartu kredit tadi nawari pinjaman tanpa agunan pak hehehe”
“Kita sekarang berarti tinggal nunggu kabar dari piaraanya nak Dogel ya tentang kabar nak Blewah dan nak Nang” kat pak Tembol
“Tapi seumpama nak Nang itu adalah pengawal dari keluarga nak chinta, seharusnya nak chinta atau minimal keluarganya bisa dong memanggil nak Nang?” kata pak Tembol
“Wah Chinta tidak tau pak, Chinta aja baru kapan hari itu kan tau kalau ternyata Chinta punya pengawal peribadi hehehe” kata Chinta
“Yah memang bener sih nak, memang kadang kita tidak tau apabila kita ini punya pengawal ghaib seperti nak Chinta ini” kata pak Tembol
“Eh, apa kalian tidak ada keinginan untuk menghubungi keluarga kalian nak?” tanya pak Tembol
“Chinta kayaknya masiih bingung pak, sebenarnya Chinta kepingin juga hubungi bapak ibu, tapi kan kita ada di masa depan pak” jawab Chinta
“Sebenarnya ndak papa seumpama mbak Chinta telpon keluarganya mbak Chinta, secara kita kan sekarang ada di masa depan, sedangkan kalian kan hidup di beberapa tahun ke belakang mbak jadi kemungkinan nanti ada sesuatu yang berubah mbak” kata Dogel
“Chinta belum berani telpon keluarga Chinta mas, Chinta takut apabila selama ini ada sesuatu yang terjadi dengan diri Chinta mas” jawab Chinta
“Menurut saya, semua pasti ada perubahanya nak, dalam keluarga kalian bertiga pasti ada sesuatu yang berubah, semua ini karena adanya perubahan sejarah juga kan nak. Tapi ada baiknya kalian selidiki dulu bagaimana keadaan keluarga kalian” kata pak Tembol
“Kalian bisa suruh saya atau siapun untuk ke rumah kalian dan atau menanyakan tentang kabar kalian, dan nanti apapun jawaban dari keluarga kalian itu harus kalian terima. Yang paling penting disini kalian bisa terlepas dari Totok”
“Benar itu kata nak Petro, dan untuk masalah dengan kelurga kalian bertiga pelan-pelan harus dibenahi nak” kata pak Tembol
Hari sudah sore, kami masih berkumpul di ruang tamu rumah mbah Putrinya Dogel. Kami masih setia menunggu kabar dari Asyu syiluman yang masih mencari informasi tentang keberdaan Blewah, Sinank nang dan Totok juga.
Hari hari yang membosankan, kami menunggu tanpa ada kabar dan kepastian, kami semua tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya menunggu kabar dari Asyu.
“Pak Tembol, bagaimana kalau kita minta bantuan ke abah Fuad. Siapa tau dia bisa bantu kita untuk mengembalikan Blewah pak” usul Dogel
“Iya nak, bisa kita coba nak, sekalian kita juga ceritakan apa yang sudah terjadi disini nak. Tetapi apakah kita tinggal tubuh nak Blewah disini sementara kita ke kediaman abah Fuad?” tanya pak Tembol
“Jangan pak, lebih baik biarkan tubuh Blewah disini, tapi harus ada yang temani disini, karena saya takut apabila tiba-tiba Blewah masuk kembali ke tubuh ini dan membutuhkan pertolongan untuk sesuatu disini” kata Dogel
“Malam ini kita tunggu dulu saja pak, kita ke abah Fuad besok pagi saja pak, kita tunggu kabar dari Asyu dulu saja pak” kataku
“Ok nak, kita tunggu dulu kabar dari Asyu. Yang penting sekarang kalian bertiga harus pikirkan apa yang akan kalian lakukan untuku kelurga kalian nak” kata pak Tembol kepada Winna, Chandra, dan Chinta
“Menurut Chinta, mungkin kita bisa telpon keluarga kita dulu pak, tapi bukan saya yang telpon pak, bisa saja mas Petro atau mas Dogel. Kalian pura-pura saja cari kami di rumah, melalui telepon saja” kata Chinta yang memberikan ide bagus
__ADS_1
“Ya sudah sini aku minta nomor ponsel siapa saja lah, pokoknya nomor keluarga kalian semua. Tak cobanya untuk tanya tentang kabar kalian dulu”
Sebenarnya perpindahan dari masa lalu ke masa depan bisa menimbulkan perubahan pada yang ditinggalkan pada masa lalu, bisa saja mereka dianggap hilang atau gimana, tapi lebih baik tak cobanya saja hubungi keluarga mereka saja.
Winna, Chandra, dan Chinta sudah memberikan aku nomor telepon yang bisa dihubungi, dan semoga nomor ini benar benar masih aktif di masa ini.
“Ini semua nomor keluarga saya mas, mulai bapak, ibu, adik dan kakak saya. Semoga nomor yang saya kasih itu masih aktif semua mas” kata Winna
“Iya ya Win, semoga masih aktif ya, aku juga ragu dengan nomor keluargaku ini Winna, tapi lebih baik di coba sajalah. Siapa tau masih aktif semuanya. Ini mas Petro nomor kelurga saya” kata Chandra sambil menyerahkan secarik kertas berisi nomor telepon ibu, bapak, dan adiknya
Hari semakin sore, tetapi belum ada perubahan pada diri Blewah, juga belum ada kabar dari Asyu suruhan Dogel untuk mencari keberadaan Blewah.
Ketika mereka sedang memberikan nomor telpon yang bisa dihubungi kepada ku, mendadak ada sebuah mobil dan motor yang berhenti di depan rumah.
“Siapa itu nak Petro, apakah itu temanmu dari Sby?” tanya pak Tembol
“Ndak tau pak”
“Wah nak Petro ini ndak tau ndak tau saja sih, mirip dengan pimpinan sebuah Negara yang tidak tau kalau harga minyak goreng naik tajam, dan ndak tau kalau harga bahan bakar juga naik, apalagi harga kebutuhan pokok yang naik pasti juga ndak tau kan” kata pak Tembol tersenyum
“Biar saya lihatnya keluar pak. Kalian tunggu saja disini” kata Dogel
Mobil dan motor yang sedang terparkir diluar itu sekarang sudah mematikan mesinnya, kemudian ada yang turun dari dalam mobil dan berjalan menuju ke pagar rumah.
“Ada nak Tifano ya!” teriak pak Tembol yang ndadak berdiri dari duduknya dan menuju keluar rumah bersama Dogel
Aku pun menuju ke teras siapa tau ada Novi yang cantik itu juga heheheh, tapi kan aku harus jaim dululah, jangan sampai di depan anak-anak ini aku kelihatan sukak sama Novi.
“Pak Temboooool kita ketemu lagi paaaak” teriak Novi kepada pak Tembol yang terbengong-bengong melihat anak-anak Sutopo yang ada di halaman rumah
“Kalian semuaaaa, saya rindu kepada kalian” sambil memeluk satu persatu anak-anak Sutopo hingga giliran Gilank yang mendekati pak Tembol
“Nganu nak Gilank… apa nak Gilank mencium bau menyengat ya?” tanya pak Tembol
“Eh anak-anak, kalian bawa sampah kesini kah di dalam mobil?” lanjut pak Tembol yang seola olah melongok kearah mobil
“Nggak pak, buat apa Novi bawa sampah pak, kalau ada sampah kan ya udah Novi buang dari tadi pak heheheh” jawab Novi
“Tapi ada bau tidak enak disekitar sini nak Novi, bau yang sangat busuk nak” kata pak Tembol yang sedang mencari sesuatu di sekitar rumah mbah putri itu
“Hihihihihi bukan sampah pak, itu bauknya Gilank pak”sahut Ali tiba tiba
“Apa nak Gilank habis mandi sampah kah nak?. Atau tadi kalian sedang bermasalah di tempat pembuangan sampah?” tanya pak Tembol dengan tetap menutup hidungnya
“Pak Tembol, mohon maaf pak, sudi kiranya meminjamkan kamar mandinya agar yang bau sampah ini tidak membuat masalah lagi pak hihihihihi” kata Wildan
__ADS_1
“Seumpama ada pakaian bekas, bisakah meminjamkanya kepada yang bau sampah busuk ini pak hihihihi” tambah Tifano
“Yancok raimu chok!” kata Gilank sambil bersungut sungut
“Mas Petro, ada petugas sampah datang kah, sampah yang ada di dapur tolong dibuang mas” teriak WInna dari dalam rumah
“Hahahaha ndak ada petugas sampah kok nak Winna, ini yang datang anak-anak Sutopo yang bersama saya melakukan perubahan sejarah hahahaha” kata pak Tembol
“Sik mas. Tak carikan pakaian yang layak pakai dulu, mungkin pakaian milik mbah kakung muat untuk dipakai Gilank” kata Dogel yang kemudian masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar belakang
Ayo masuk semua, eh tapi mana nak Ukik, nak Dani, dan nak Broni?” tanya pak Tembol lagi
Mereka bertiga ada di ruangan biru pak, jaga disana bersama dengan ghaib yang bernama Bawok, yang ketemu bersama kami waktu kami menghancurkan bayi Totok di hotel Waji pak” kata Ali
“Bersama Bawok, jadi Bawok memang benar benar bersama kalian kah?” tanya Dogel
“Iya mas Gel, dia jaga disana dengan teman yang lainya” sahut TIfano
“Ayo masuk…masuk dulu semua..” ajak pak Tembol
“Lank koen gak usah mlebu disik chok!” kata Tifano sambil tertawa
“Asyuuu opo koen Tif, aku lho diajak pak Tembol masuk ke dalam juga kok” jawab Gilank yang baunya benar-benar amazing
Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, Dogel sudah keluar dari dalam rumah membawa satu stel pakaian milik mbah kakung, tentu saja pakaian ala tahun 80 an yang ada di tangan Dogel
“Lank, ayo ikut aku, kamu mandi dulu ae lah dari pada bau semua rumah mbahku iki” ajak Dogel kepada Gilank
“Tro tolong kamu ke dapur, bukakan pintu samping sebelah kompor iku, aku mau ajak Gilank ke kamar mandi lewat belakang rumah Tro” kata Dogel
Aku berlari ke arah dapur, di dapur kan ada pintu samping yang bisa dibuka dari dalam. Agar Gilank tidak masuk lewat ruang tamu yang pasti akan buat satu rumah muntah-muntah.
Dogel dan Gilank sudah ada di samping rumah untuk menuju ke kamar mandi yang letaknya dekat dengan dapur. Kemudian aku gabung lagi dengan yang lainya di ruang tamu.
Teman-teman Sutopo sekarang sudah ada di dalam rumah, mereka klesetan di lantai dan sebagian langsung merebahkan diri di lantai dekat ruang makan.
“Pak Tembol, kami capek sekali pak, bolah kan kami semalam ada disini untuk istirahat pak” kata Novi
“Boleh nak silahkan, sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian tadi nak, kenapa kalian sempat kirim sms kepada nak Petro?” tanya pak tembol
Novi bercerita kepada pak Tembok tentang apa yang mereka alami tadi. Dan tentang pak Han yang ternyata lelembut juga.
Setelah mendengar certia Novi barusan kepada pak Tembol, aku jadi heran lihat Novi dia ini, dia ini bagaikan bidadari, tapi kenapa kok mau maunya berpetualangan dengan anak-anak Sutpo.
Bahkan yang aneh, anak-anak Sutopo seolah-olah tidak memperdulikan Novi, dianggapnya Novi ini sama seperti mereka, dianggapnya Novi ini laki-laki yang tangguh seperti mereka.
__ADS_1