
Indah dan Ngot tetap ada di sekitar rumah yang ditempati oleh Nabil atau Totok atau Rochman, sementara lainya balik kerumah abah Fuad, karena hari sudah sore sekalian persiapan untuk mencari Blewah yang tidak kunjung balik ke raganya.
“Jadi kalian tadi ke rumah bos nya mas Farid yang bernama Nabil yang diduga adalah Totok atau Rochman?” tanya abah Fuad ketika kami sudah ada di ruang tamu rumahnya
“Iya Bah, ini karena pak Tembol yang merasa curiga dengan bos saya yang bernama Nabil itu bah, jangan-jangan bos saya itu Totok atau Rochman yang sekarang bernama Nabil karena harus memimpin perusahaan jual beli mobil bekas bah”
Kami menceritakan semua yang kami lakukan ketika kami ada di sekitar rumah bos Nabil, ternyata abah Fuad tidak heran dengan yang aku ceritakan tadi, ternyata dia mempunyai gambaran yang sama dengan yang kami alami mengenai Totok atau Rochman atau bisa saja Nabil.
“Saya sudah mengira bahwa Totok itu bisa berubah menjadi siapa saja dan menjadi apa saja, tetapi selama ini saya tidak mengira dia mempunyai rumah di daerah situ, saya kira dia ada di pct sana” kata abah Fuad
“Ko… Eko… kamu ingat kan bahwa abah pernah cerita ke kamu kalau kita harus berpikiran tidak rasional dalam mencari Totok, dan ternyata menjadi kenyataan, dia tidak tinggal di Pct atau di Gebang, tapi dia ada disini di Sby” kata abah Fuad
“Sekarang yang menjadi pertanyaan itu bagaimana cara dia membelah diri sehingga dia bisa kerja di tempatmu dan dia bisa kerja di tempat mas Farid ini, itu yang sampai saat ini abah belum bisa memacahkanya” kata abah Fuad lagi
“Tetapi satu kebiasaan dia yang tidak pernah berubah, dia masih suka makan jeroan manusia mentah!, dan abah kira dengan dia makan organ dalam manusia maka dia akan mendapatkan tenaga untuk bisa menjadi manusia.
“Saya curiga apa yang dilakukan Totok ini meniru kebiasaan Dimas orang Belanda yang dulu sempat kami musnahkan dulu bah” kata pak Tembol
“Kebiasaan Dimas itu juga makan organ dalam mayat, malah yang busuk juga dia makan, tetapi saya tidak tau apa fungsinya dengan memakan organ dalam manusia itu” kata pak Tembol
“Bisa juga begitu mas Tembol, tapi mungkin yang dilakukan Rochman ini dengan pengembangan lagi, dia suka mencampur adukkan ilmu hitam, sehingga dia selalu membutuhkan tumbal yang tidak sedikit, dan organ dalam dari tumbal itu harus dia makan” kata abah Fuad
“Gini saja mas, besok pagi saya ikut dengan kalian, apabila mas Blewah ini sudah selesai, nanti biar saya periksanya saja rumah dia yang sudah kalian datangi itu” kata abah Fuad
Malam pun datang, kami ada di ruang tamu abah Fuad dengan Blewah yang di letakan di tengah ruang tamu. Kami duduk mengelilingi Blewah yang tetap memejamkan matanya.
“Jadi begini nanti ini, eeh kalian yang akan mencarinya. Jadi saya yang akan kirim kalian ke sana, dan nanti ada gambaran palsu saya disana yang akan menuntun kalian dalam mencari nak Blewah dan temanya yang sekarang ada entah dimana” kata abah Fuad
“Lho bah, kalau abah saja tidak tau dimana mereka, kok abah berani kirim kita ke sana Bah? Apa malah tidak membahayakan kita bah?” tanya pak Tembol
__ADS_1
“Jadi begini mas, untuk bagi kita yang ada di dunia ini, kita tidak tau dimana akan mencari teman kalian ini, tetapi kalau kalian saya kirim kesana dengan cara menelusuri jejak energi yang ada pada tubuh ini, maka kalian akan ada disana tidak jauh dari yang akan kita cari nanti”
“Saya dan Eko akan ada disini untuk mengontrol kalian dan menarik kalian pulang apabila kalian bertiga sudah berhasil menemukan dua teman kalian itu” kata abah Fuad dengan wajah serius
“Yang harus kalian ingat adalah, kalian nanti ada di dunia tak kasat mata, dunia yang tidak beda dengan dunia yang kita tinggali selama ini, hanya saja ada beberapa yang akan berbeda dengan yang kita tinggali ini.
“Dan ingat, ikuti petunjuk yang akan diberikan oleh tiruan saya yang ada disana, tiruan saya ini sejenis anjing pelacak yang akan mencari keberadaan kedua teman kalian. Bagaimana, apa kalian siap untuk melaksanakanya?” tanya abah Fuad
Malam semakin bergulir, udara yang ada di dalam ruang tamu ini semakin pengab, selain karena udara panas yang ada diluar, juga karena kami berdesak-desakan di ruang tamu abah Fuad dengan sebuah kipas angin medium yang selalu menghembuskan anginnya kearah kami.
“Ini sudah hampir tengah malam, kalian siap-siap saja , karena sebentar lagi portal menuju ke duni ghaib akan terbuka” kata abah Fuad
“Konsentrasi ya mas-mas, buat diri kalian santai dulu, atau lebih baik kalian bersender di dinding rumah saja, karena nanti tubuh kalian akan seperti mas Blewah” kata dia lagi
Kusenderkan tubuhku ke dinding yang ada di rumah abah Fuad ini, hingga kemudian aku merasakan tubuhku panas setelah tubuhku panas aku merasa tubuhku mati rasa dan kemudian melayang dan kemudian semua menjadi gelap, ketika kubuka mataku, ternyata aku ada di sebuah kota. Tidak hanya aku, pak Tembol, dan Dogel juga ada disini.
“Kita sudah ada di dunia lain nak, kita ada di dunia ghaib, jadi sekarang kita harus memulai mencari nak Blewah. Sekarang tinggal cari abah Fuad palsu yang akan menuntun kita ke tempat Blewah disekap”
Orang –orang berlalu lalang di antara kami, mereka juga sama saja dengan kita, hanya saja ujung telinga mereka agak runcing dibanding dengan telinga kita.
Yang agak mencolok adalah suasana di sini agak lebih kuno dari pada dunia yang kami tempati, disini juga ada mobil, motor , sepeda dll, hanya saja lebih kuno saja dari pada di dunia kami. Mungkin mundur sekitar dua puluh tahun kebelakang saja.
Kami masih memperhatikan tiap orang yang lewat dan kendaraan yang lewat, kami masih asik membandingkan dunia ini dengan dunia yang kami tempati hingga tiba-tiba kami ditegur oleh orang yang muncul dari belakang kami.
“Ayo jangan melamun, kita harus cari teman kalian mas” tegur seseorang yang mirip dengan abah Fuad, bedanya dia tidak memakai sarung, dia memakai celana panjang, berpakaian flannel, dan bertopi flatcap atau topi model copet
“Ayo ikut aku, kalian tidak bisa lama ada disini, karena kekuatan ku terbatas” kata orang yang mirip dengan abah Fuad
Kami berjalan mengikuti abah fuad, kami tidak tau ada di kota apa ini, tapi yang agak aneh adalah aspal atau tanah yang kami pijak, dia tidak padat seperti tanah atau bumi atau aspal di dunia kami. Jadi yang ada disini ini agak gembuk gitu.
__ADS_1
Tiap aku melangkah selalu agak ambles dikit padahal tidak ambles, apakah itu hanya perasaanku saja, entahlah. Pokoknya kami ikuti orang yang mirip dengan abah Fuad itu jalan tanpa ada percakapan sama sekali diantara kami berempat.
Setelah beberapa belokan dengan berjalan kaki, kami akhirnya tiba di sebuah rumah yang tertutup, rumah yang besar dan berpagar tinggi dan dengan pohon beringin yang lebat dipojokan halaman rumah. Di depan rumah ada seekor anjing yang besar, mungkin anjing itu berjenis Rottweiler.
Abah fuad berhenti di depan rumah itu, kemudian dia bergerak maju sedikit hingga anjing itu menyalak keras ke arah abah Fuad.
“Di dalam sana itu tempat teman kalian disekap mas, kalian harus bisa masuk kesana dan ajak kedua temanmu keluar dari sana, karena sekarang teman kalian sudah nyaman ada di dunia ini, kalau kalian tidak bisa membujuk mereka untuk keluar dari sana ya otomatis teman kalian akan mati”
“Nak Petro, kayaknya saya pernah tau rumah ini” kata pak Tembol
“Rumah Nabil yang ada di Sby barat pak” sahut Dogel
“Benar nak Dogel, lalu bagamana kita bisa masuk ke sana kalau anjeng itu selalu berjaga di depan pintu? Kata pak Tembol
“Eh kalian ingat tidak apa yang dilakukan Indah dengan anjing tak kasat mata yang ada di rumah Nabil itu” tanya Dogel
“Tapi kata Indah kan anjinya kecil dan lucu, lha iki kok gak lucu blas lho , malah medeni ngono chok”
“Huuuussh jangan mesah mesoh disini mas Petro, kita ada di dunia lain dengan peradaban yang tentu saja bebeda dengan kita mas” tegur pak Tembol
“Yang pertama dipikirkan adalah bagaimana caranya menaklukan anjeng itu Gel, apakah kita pakek cara Indah untuk menakluan anjeng itu?” tanyaku kepada Dogel
“Iya Tro, kita coba saja dengan cara Indah waktu menjinakan anjeng seperti yang dilakuan di rumah Nabil, tapi siapa yang akan menjinakan anjeng itu heheheh, kamu apa aku Tro” kata Dogel
“Sik Gel, tak cobaknya dulu saja, kalau gak berhasil gantian awakmu, kalau gak berhasil ganti pak Tembol, pokoknya kita harus bisa masuk ke sana. Tapi nek misale anjeng bisa ditaklukan, lalu bagimana kita bisa masuk lewat pagar yang tinggi itu?” tanyaku
“Kalian jinakan dulu anjeng itu, urusan pagar nanti saja kita pikirkan mas, ayo cepat mas, waktu kalian tidak banyak mas, jadi pergunakan waktu dengan seefisien mungkin” kata tiruan abah Fuad.
Aku maju ke depan dengan tenang, kemudian kutatap mata anjeng itu tanpa berkedip, anjeng itu tidak beraksi sama sekali dia hanya diam dan duduk saja, kuberanikan diri semakin mendekati anjeng itu hingga aku sekarang berhadap hadapan dengan anjeng itu.
__ADS_1
Kemudian kuangkat tanganku kananku, dan secara perlahan-lahan lalu kuusap kepala anjeng itu berulang kali hinggga anjeng itu mengibas kibaskan ekornya yang buntung itu, dia hanya bisa kibaskan pangkal ekornya saja. Memang untuk jenis ini katanya tidak mempunyai ekor, dan dia adalah anjeng paling ganas.
Anjeng iu sekarang bisa rebahan sembari aku tetap mengelus kepalanya. dan harusnya saat ini sudah tepat untuk pak Tembol dan Dogel masuk kedalam, tapi kan pagar itu terkunci dari dalam, bagaimana kita bisa masuk ke dalam kalau pagar itu tidak bisa dibuka.