
“Lebih baik kita nunggu mas Dogel di luar aja mas. Di luar sana pasti situasinya lebih enak dari pada disini mas”
“Iya Mirah, pokoknya kalau belum datang juga, kita terpaksa jalan sendiri ke sana, kita cari sendiri rahasia yang aku belum bisa merasakan. Pokoknya apapun yang terjadi harus diselesaikan semuanya”
Kini aku ada di depan toko Gemezzz, keadaan di luar jauh berbeda dengan ketika aku ada didalam sana. Diluar dengan angin semilir yang berhembus sempat membuatku ngantuk.
“Mas Blewah, jangan tidur mas, kita harus masuk kedalam mas, kita cari yang ngakunya bernama Totok itu mas”
“Lebih baiik kita tidak usah menunggu mas Dogel saja, karena semakin malam kita ada disini kalau tetap menunggu mas Dogel mas” kata Sumirah
“Sakjane Dogel itu kemana sih Mirah, kenapa dia tega ninggalin kita disini sih?”
“Mirah sendiri ya heran, jangan-jangan ada apa-apa sama dia mas. Ah tapi ndak mungkin ah, mas Dogel kan sudah jauh lebih sakti dari pada kita mas” kata Mirah
“Dia pasti bisa jaga diri mas, tapi ndak tau lagi kalau mas Dogel kelakuane pancet ae Mas” kata Mirah
“Gini saja Mirah, kutunggu 10 menit lagi, kalau dia belum datang juga kita terpaksa harus tinggal dia Mirah. Jangan sampai masalah Dogel menghambat kita”
Di pergelangan tangan kiriku terdapat jam tangan digital yang sudah setia menemaniku mulai belasan tahun silam, ternyata sekarang sudah pukul 18.45.
“Eh Mirah, leibh baik aku cari Dogel dulu aja ya, bukanya aku takut dengan apa yang ada di dalam terowongan sana, tapi aku takut ada apa-apa dengan Dogel”
“Lebih baik aku susuri jalan hingga pulang ke rumah mbahnya Dogel dulu saja, aku tidak akan tenang kalau belum tau apa yang terjadi dengan temanku itu. Aku sudah belasan tahun kenal dia, jangan sampai hanya masalah sifat dia yang sekarang aneh itu kemudian aku tidak check keadaan dia”
“Ya wis mas, Mirah paham kok , ayo kita susuri jalan sampai ke rumah mbah nya Dogel”
Aku keluar dari area toko Gemezzz dan memang keadaan di luar sudah tidak seramai tadi sore. Lagipula malam hari gini kan tidak mungkin ketemu dengan ibu-ibu yang mengerikan tadi itu.
“Mirah, boleh aku tanya sesuatu sama kamu?”
“Mas Blewah mau tanya apa sih? Kalau Mirah bisa jawab ya akan Mirah jawab mas hehehe”
“Dulu waktu kamu masih hidup kamu itu kerja sebagai apa, dan dimana?”
“Mirah kerja ikut orang sebagai pembantu rumah tangga mas. Asal mirah dari jawa tengah mas, tapi sudah lama mirah pergi dari rumah ikut anak-anak jalanan yang ngakunya punk mas heheheh”
“Beberapa hari mirah diajak nggandol truck yang istilahnya nyetrit mas, Mirah juga diajak ngamen di perempatan lalu lintas. Pokoknya nggembel lah istilahnya mas”
“Hingga pada suatu hari Mirah dicekoki minuman keras, dan dalam keadaan tidak sadar Mirah diperkosa sama anak-anak jalanan yang ngankunya punk itu”
__ADS_1
“Setelah itu Mirah ditinggal dijalan dalam keadaan tidak sadar. Kemudian untungnya Mirah ditemukan oleh pegawai dinas sosial”
“Mirah dirawat dan setelah sembuh Mirah dilatih dasar dasar sebagai PRT, merawat bayi dan lansia. Setelah Mirah mendapat sertifikat PRT dan Baby siter, kemudian Mirah diserahkan ke penyalur PRT dan babysitter”
“Dari situlah Mirah kemudian diajak kerja di rumah juragan Mirah yang tinggal di kota sby, Mirah sudah ikut keluarga itu sekitar 3 tahunan mas”
“Mirah disana tugasnya sebagai PRT bukan babysitter. Dari pekerjaan itu Mirah akhirnya bisa pulang ke desa dan kasih uang buat pake dan buke di desa mas”
“Harusnya beberapa bulan setelah kejadian pembunuhan itu Mirah akan menikah mas, tapi karena Mirah keburu mati ya ndak jadi deh hihihihi”
“Tapi sekarang Mirah bahagia ada di dalam tubuh mas Blewah , karena mas Blewah itu rasanya sama kayak mirah mas hihihi. Pikiran mas Blewah itu bisa sejalan dan cocok dengan Mirah mas”
“Tapi kamu kan ada di dalam tubuhku, aku kan ndak bisa in the hoian sama kamu Mirah hihihihii”
“Halaaah pakek nantang Indehoi segala sih mas Blewah ini, paling juga cuma bertahan hitugan sepuluh detik aja mas hihihihhi”
“Ndeh ngermehno awakmu iki Mirah hehehe, tapi tak akui aku iki kalau ngatjeng itu gembuk, gak bisa ndangak dan atos hihihihi”
“Lhooo kenapa mas, harusnya seumur mas Blewah ini harus ngatjeng atos, gak boleh gembuk mas hihihhi, nantilah ada waktunya indah akan bikin mas Blewah terkapar tak berdaya basa- basah hihihi”
Ndak terasa aku sudah jalan kaki hingga mendekati rel kereta api, jadi tinggal beberapa puluh meter lagi sampai di rumah mbahnya Dogel.
“Mirah, kira-kira Dogel ada di rumah ndak ya? Nek deke ndak ada di rumah aku lak gak bisa masuk rumah. Terpaksa tidur mushola heheheh”
Gapura MB1 sudah ada di depanku, berarti rumah mbahnya Dogel tinggal beberapa belas meter lagi dari sini. Penasaran sekali apakah Dogel ada di rumah atau tidak.
Dari kejauhan aku bisa lihat mobil mewah milik Totok sudah terparkir di samping Mushola. Dari posisiku ini aku juga lihat ada sebuah sepeda motor matic keluaran terbaru sedang terparkir di pagar rumah mbahnya Dogel.
“Keliatanya ada tamu Mirah. Itu ada motor yang terparkir di depan pintu”
“Hati-hati mas, Mirah merasa ada energi yang rasanya Mirah pernah tau mas, energi orang yang pernah kita lawan mas” kata Mirah dengan hati-hati
“Totok kah?”
“Bukan mas, Mirah lupa energi siapa itu mas, pokoknya Mirah dan kalian pernah melawanya” kata Mirah lagi
Semakin dekat aku bisa lihat plat nomor motor matic itu ternyata ‘L’ yang berarti motor itu berasal dari kota Sby.
“Aku curiga yang datang itu Petro, tapi ngapain juga dia kesini lagi, apa ndak kapok dengan keadaan dia yang hampir mati karena serangan anjing dan Bawok”
__ADS_1
“Sabar mas, nanti kita juga akan tau siapa yang dateng itu mas”
Aku terus berjalan pelan hingga aku lihat ruang tamu rumah mbahnya Dogel dalam keadaan terang benderang, berarti di dalam sedang ada tamu. Kubuka pintu pagar rumah mbahnya Dogel, ketika aku sudah ada di teras rumah ternyata di dalam ruang tamu ada sosok Petro!
“Lhaaa iki Blewah teko, yekopo Wah, sudah ketemu ta dagang mie ayamnya, kok lama sekali awakmu gak muncul-muncul Wah” tanya Dogel
“Waaaahhh , yekopo kabarmu Wah, aku kangen karo awakmu Wah” kata Petro yang tiba tiba berdiri dan memelukku
Lha lapo kok Dogel moro-moro mbahas mie ayam, opo iki kode agar aku ndak mbahas masalah gemezzz ta?
“Iya mas, keliatanya mas Dogel tidak ingin Petro tau tentang apa yang terjadi disni” jawab Sumirah
“Reneo Wah, duduko sini dulu. Petro ada sedikit penjelasan buat kita Wah. Jadi Petro iki katanya juga diancam oleh orang Arab itu, bahkan keluarga dia juga diancam, makanya dia sampai berani melawan kita Wah” kata Dogel sok bijaksana
“Gini aja Tro, kita ndak perlu alasan apapun dari awakmu, saiki tujuanmu kesini apa?”
“Aku lari dari orang arab itu Wah, aku mau ikut sama kalian” jawab Farid atau Petro
“Apa gak ada tempat lain Tro, kenapa harus kesini bersama kami?” tanya ku lagi
“Mas, Petro koyoknya sedang bingung mas, liaten ta mas, kuntulnya ndak bisa ngatjeng lagi itu mas, ayo taruhan , coba mas Blewah tanya ke dia hihihihi”
Aku jelas tertawa dengar omongan Sumirah tentang ****** Petro yang gak bisa ngatjeng itu.
“Opoko Wah, kok awakmu ngguyu. Padalah gak ada yang lucu, bahkan Petro pun kan belum cerita ke kamu c*k” kata Dogel
“Sorrri rek. Tiba-tiba aku ngguyu dewe ae heheheh, ayo terusno Tro sakjane apa tujuanmu kesini, kenapa ndak sembunyi ke tempat lain”
“Kalian ini saudaraku, kalian yang kasih semangat aku agar aku sembuh kemarin itu, kalian yang ngunjungi aku waktu aku sakit parah kemarin itu. Padahal aku berbuat jahat kepada kalian”
Jawaban Petro masuk akal dan cukup membuat Sumirah komentar.
“Orang ini jujur mas, tapi belum bisa dipercaya seratus persen, ada baiknya langsung ajak berburu setan saja mas, agar dia semakin takut pada kalian” kata Sumirah
“Iya Mirah…iyaaa” aku ndak sengaja menjawab apa yang dikatakan Mirah
“Koen ngomong karo sopo Wah” tanya Petro curiga
“Ndak penting aku ngomong sama siapa Tro, yang penting adalah kalau kamu memang niat bersama kami ya harus ikuti peraturan kita Tro”
__ADS_1
“Pertama ganti nomor telepon , dan putus hubungan dengan semuanya Tro”
“Selanjutnya kamu ikut kita malam ini, pokoknya semua harus bisa selesai secepatnya”