INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 200 (RENCANA ABAH FUAD)


__ADS_3

Semua ini ulah dari Totok, hingga dia datang dan kemudian menabur tanah kuburan, untungnya ada Ali dan Saeful yang berhasil menangkap Totok bersama beberapa orang penjaga keamanan kampung, tapi sayangnya Totok berhasil menghilang bersama asap. Itu menurut cerita dari Ali dan Saeful.


Setelah kami diskusi tentang Totok yang tidak ada habisnya menyerang kami, maka diputuskan untuk pindah tempat persembunyian, dan diputuskan untuk bersembunyi di ruangan biru di vila Putih. Aku sendiri belum tau dimana itu ruangan biru, tapi berdasar cerita anak-anak Sutopo disana adalah tempat yang paling aman.


Sisa malam hari ini kami tidak bisa tidur sama sekali, kami tetap dalam keadaan tegang, karena ternyata Totok tidak mati sesuai dengan yang kita pikirkan sebelumnya, dia hanya kekurangan energi saja kalau menurut Indah dan Ngot.


Rencana yang sekarang ini adalah kami dibagi menjadi dua. Anak-anak Sutopo bersama tiga perempuan menuju ke ruangan biru, sedangkan aku, Dogel, pak Tembol, Indah dan Ngot menuju ke abah Fuad untuk mengobati Blewah dan memberi laporan tentang Keadaan Totok saat ini.


Adzan subuh sudah berkumandang, kami yang laki-laki menuju ke mushola untuk subuh berjamaah sebelum kami pergi dari rumah dan menuju ke rumah abah Fuad untuk masalah Blewah.


Setelah subuhan, Dogel dan Wildan mengambil mobil yang terparkir di samping mushola, sementara itu Saeful menyiapkan motornya untuk dia naiki menuju ke Vila putih.


“Gel lalu bagaimana dengan motorku, kita kan nanti menujuke rumah abah Fuad naik mobilmu”


“Taruh disini saja Tro, taruh di dalam. Motormu aman ada di rumah ini. nnati aku bilang ke bu Puji kalalu ada motormu di sini, jadi kamu gak usah kuatir kalu ada apa-apa sama motormu” kata Dogel


“Kita berpisah disini ya anak-anak, jaga diri kalian hingga sampai vila putih dengan selamat, dan tolong lindungi mereka bertiga dari apapun selama perjalanan ke vila putih nak” kata pak Tembol


“Bapak juga pak, semoga mas Nanta bisa pulih seperti sedia kala pak” kata Wildan


Sebellum kami berangkat, Dogel menyerahkan kunci rumah kepada bu Puji yang rumahnya di seberang rumah mbah Putri Dogel. Setelah serah terima selesai akhirnya pada pukul 06.00 kami berangkat dengan tujuan yang berbeda.


Mobil milik Totok ini berisi Dogel sebagai Driver, kemudian di sebelah Dogel ada pak Tembol, dan bagian belakang aku yang  memangku Blewah yang sampai saat ini masih memejamkan matanya.


Semetara itu Indah dan Ngot juga ada di dalam mobil yang dikendarai Dogel dengan kecepatan lumayan tinggi.


“Nak Dogel, jangan nyetir mobil dengan kecepatan seperti ini nak, bahaya nak. kita ini sekarang sedang menuju ke rumah abah Fuad untuk membetulkan nak Nanta, bukan nyusul nak Nanta heheheh” kata pak Tembol


Pagi yang segar ini tetap saja tidak segar di perjalanan, karena pagi jam segini ini waktunya orang berangkat kerja dan berangkat ke sekolah. Sehingga Dogel harusnya lebih berhati hati lagi mengendari mobil ini.


“Gel ati-ati, banyak anak sekolah yang menyeberang jalan, jangan nyetir gila-gilaan gini rek”


“Iyo Tro, aku cuma wedi ndak ketemu sama abah Fuad Tro, takutnya dia siang dikit sudah pergi ke mana gitu Tro”


“Nek gak ketemu ya wis nak, mau gimana lagi, semua ini sudah diatur sama yang kuasa nak, kita sebagai manusia hanya tinggal menjalankan saja nak” kata pak Tembol


Tepat pukul 08.15 mmobil sudah memasuki jalan A yni yang terkenal macet apabila pagi dan sore hari, mobil terus melaju menuju ke arah sby barat yang sama juga padatnya. Aku yang dari mulai Mjkt sudah memangku Nanta lama lama kakiku kesemutan juga.


“Gel agak cepat Gel, kakiku sudah mulai kesemutan iki”

__ADS_1


“Iyooo sabar Tro, bentar lagi juga sampai kok, kamu jaga Blewah jangan sampai nggeludung Tro” kata Dogel


kami sudah masuk ke wilayah jalan ikan-ikanan, kemudian  mobil mengarah ke jalan ikan Mgsgn, tidak lama kemudian kami sampai di rumah abah Fuad.


“Sik Tro, kamu tunggu dulu di dalam mobil, aku mau ke rumah abah Fuad dulu, siapa tau dia ndak ada di rumah lak awakmu ngaplo Tro”


Setelah Dogel mengucapkan salam, kemudian pintu rumah dibuka, dan yang keluar bukan abah Fuad melainkan…


“Lho mas Eko ada disini, nginap disini apa mas?” sapa Dogel kepada pemuda yang bernama Eko itu


“Hehehehe iya mas, semalam abah Fuad telepon saya agar saya nginap disini, karena kata beliau, mau ada yang datang pagi ini, dan ternyata tebakan abah Fuad jitu, kalian yang datang ternyata” kata laki-laki yang bernama Eko itu


“Sebelum kita ngobrol lebih jauh, saya minta tolong mas Eko untuk mengangkat teman kami Blewah yang kondisinya tidak sadarkan diri  mas” kata Dogel


Akhirnya penderitaanku berakhir hehehe, kaki ku yang dari tadi semutan lambat laun kembali normal lagi.


Dogel, pak Tembol dan Eko mengangkat tubuh Blewah menuju ke ruang tamu rumah abah Fuad, sekarang kami semua termasuk Indah dan Ngot ada di ruang tamu rumah abah Fuad.


Abah Fuad kemudian keluar dari kamar yang bersebelahan dengan ruang tamu tempat kami  berkumpul.


“Abah sudah merasa kalian akan datang pagi ini, jadi semalam abah langsung hubungi Eko untuk menemani abah. Bagaimana apa yang kalian lakukan dan alami selama ini?” tanya abah Fuad


“Hmmm iya…saya paham apa yang sudah kalian alami ini, dan sekarang bukan waktunya untuk main-main lagi. karena teman kalian ini sedang  tersesat, saya belum bisa mencari kemana dan dimana arwah dia ini, yang pasti dia ada disuatu tempat yang tersembunyi bersama sesuatu yang bernama Nang” jelas abah Fuad


“Tapi saya usahakan mencari sebisa mungkin, karena nampaknya salah satu dari kalian sudah menyuruh arwah untuk mencari mereka ya?”


“Iya abah, saya suruh siluman anjing yang dulunya adalah anak buah Totok yang sekarang sudah sadar untuk mencari teman kami yang entah ada dimana” jawab Dogel


“Jadi yang abah liat sebenarnya mas ini dan temanya sudah berhasil memukul mundur Totok, Totok pun lari  dengan tenaga yang masih tersisa, tapi ada sesuatu yang membantu Totok , dia membantu menyesatkan teman kalian ini sehigga salah arah dan akhirnya tidak bisa pulang” jelas abah Fuad


“Sebentar Bah. Kalau misalnya Totok tu sudah bisa dikalahkan, kenapa semalam dia datang lagi?” tanya Dogel


“Heheheh dia datang karena dia sudah lemah dan ingin mengambil energi yang ada pada tiga perempuan yang pernah kalian ajak  kesini itu. dia tidak peduli lagi dengan keadaanya yang sudah lemah, karena kalian membawa energi yang  besar bagi mereka yang tau” jawab abah Fuad


“Sekarang begini saja, yang paling penting kita cari dulu teman kalian ini, kalau di dunia kedokteran teman kalian ini bisa di diagnosa koma, tetapi tidak bagi yang mengerti”


“Saya saat ini butuh waktu untuk menyembuhkan teman kalian yang bersama perempuan yang bernama Sumirah itu, ada untungnya teman kalian bersama dengan yang bernama Sumirah, karena tanpa dia teman kalian sudah mati”


“Abah akan kerjakan nanti malam, kalian bisa tinggalkan dia disini bersama abah apabila kalian sedang sibuk, tetapi kalau kalian tidak sibuk kalian bisa disini untuk bersama abah mencari dimana posisi teman kalian ini” kata abah Fuad

__ADS_1


“Kami akan tinggal disini Bah, kalau abah butuh bantuan kami, kami akan dengan suka rela akan melakukanya” kata Dogel


“Ya sudah kalau kalian ingin tinggal disini dan menyaksikan pencarian teman kalian ini, tapi kita kerjakan nanti malam, tepatnya tengah malam nanti, ketika portal menuju ke alam ghaib terbuka dengan sendirinya” kata abah Fuad


“Sekarang masih pagi, kalian bisa pergi dulu kemana kalian suka, tapi nanti malam sebelum pukul 24.00 kalian sudah ada disini dan jangan terlambat sama sekali atau abah akan tinggal untuk mencari teman kalian yang sedang tersesat ini”


Sekarang baru jam 09.30 pagi, masih ada waktu panjang untuk melakukan apa saja sebelum jam 24.00. lalu apa yang bisa kita lakukan di waktu yang panjang ini.


“Kita ngapain pak, kan waktunya masih panjang ini pak” kata Dogel kepada pak Tembol


“Pertama yang paling penting adalah kita cari sarapan dulu saja anak-anak, baru kemudian kita bisa pikirkan apa yang akan kita lakukan berikutnya” kata pak Tembol


“Saya penasaran dengan keadaan rumah bos saya itu pak, Karena hingga sampai sekarang satpam yang ada di komplek perumahan itu belum kasih kabar sama sekali pak”


“Hmmm iya nak Petro, bagimana kabar kediaman bos kamu itu, saya sampai lupa tanya kabarnya kepada nak Petro.  Gimana setelah kita sarapan kemudian kita kesana?”


“Mumpung kita sekarang kan bawa nak Ngot dan nak Indah, mereka berdua kan bisa masuk ke rumah yang besar itu nak. Ayo kita kesana setelah sarapan saja. Bagaimana Nak Dogel?” tanya pak Tembol


“Ayo pak, saya setuju saja pak, kita cari sarapan dulu saja baru setelah itu ke sana pak” jawab Dogel


Setelah berpamitan kepada abah Fuad, kami kemudian cari sarapan di sekitar daerah situ dulu, pokonya isi perut sebelum bergerak menuju ke arah perumahan tempat bekas bosku itu tinggal.


Kami mencari soto ayam yang dekat dengan daerah kediaman abah Fuad ini, dan ternyata tidak jauh dari sini ada yang jualan soto ayam yang lumayan rame pembelinya.


Pukul 10.20 kami menuju ke arah perumahan elit yang pernah aku dan pak Tembol datangi. Perjalanan kesana pada pagi ini tidak begitu padat dikarenakan sudah melewati jam berangkat kerja dan jam berangkat sekolah.


Mobil diarahkan Dogel menuju ke alamat yang akan kami datangi dengan arahanku, karena Dogel belum pernah ke tempat tinggal bosku sama sekali. Dan akhirnya setelah melalui beberpa belokan kami sampai di kompleks perumahan mewah.


Gerbang perumahan masih dijaga ketat seperti sebelum sebelumnya, tiap tamu yang mau masuk ke sini harus meninggalkan KTP, tetapi karena aku sudah biasa riwa-riwi disini sehingga penjaga pintu gerbang komplek sudah hapal dengan ku. Dan ternyata yang jaga masih orang yang kukenal juga.


“Selamat siang Bos….”


“Oeehh pak Farid, selamat siang pak, tumben naik mobil, biasanya kan naik motor matik” kata satpam yang jaga di pintu gerbang


“Hehehehe saya sama teman ini Bos. Eh Bos, saya mau tanya tentang rumah pak Nabil, jadinya gimana itu Bos, kapan hari kan rumah itu kosong , terus sekarang  gimana?”


“Nah ini yang aneh pak Farid, waktu itu kan yang ke sana si Yanto sama pak Rt. Waktu mereka ada di depan pintu dan memencet bel rumah pak Nabil, ternyata orangnya ada pak, dia keluar dari dalam rumah. Tapi yang bikin tanda tanya adalah keadaan pak Nabil yang terlihat sakit”


“Kata Yanto pak Nabil terlihat pucat kurus dan selalu basah berkeringat, kata Yanto tubuh pak Nabil seolah-olah sedang meleleh”

__ADS_1


__ADS_2