
Aku kaget karena ada yang mati lagi, aku harus segera menanyakan Indah karena semalam kami sedang berada di toko Gemezzz, siapa tahu semalam Indah sempat mendatangi orang yang bunuh diri itu.
Aku menuju ke arah dapur dan masuk ke kamar belakang, aku duduk di pinggir dipan di sebelah Indah yang sedang duduk melamun.
“Ndah jujur aja, ada apa kemarin, kemarin waktu kami sedang ada di toko gemezz. Jangan bohongi aku Ndah” aku dengan setenang mungkin bertanya kepada Indah
“Aku tau kalau kemarin kamu sedang ada di suatu tempat untuk mendatangi seseorang yang sedang mendengarkan lagu kami kan?” aku beusaha menanyakan kepada Indah tentang apa yang dia lakukan kemarin malam.
Tetapi sayangnya Indah cuma diam tanpa ekspresi dan hanya menatap ke depan, ke arah kamar mandi dengan tatapan kosong. Tidak biasanya Indah seperti ini, dia biasanya senang kalau aku mampir ke dalam kamanya.
Aku curiga ada yang sedang disembunyikan oleh Indah, sesuatu yang ada hubunganya dengan lagu kami yang membuat beberapa orang mati dengan cara bunuh diri.
“Jangan takut Ndah, aku kesini hanya ingin tau kemana kamu kemarin malam waktu kami ada di toko Gemezz. Kamu ndak usah takut kalau aku akan marah sama kamu, karena aku berusaha untuk memecahkan masalah yang menimpamu”
“Masalahmu itu juga masalah kami Ndah, jadi kita harus bisa kerja sama untuk meyelesaikan masalah ini bersama” aku terus memberikan keyakian bahwa masalah ini harus dipecahkan bersama
Indah menoleh ke arahku, ada sedikit darah di ujung matanya, keliatanya dia baru saja menangis. Aku tidak paham apa yang menyebakan dia seperti ini, aku yakin masalah kami ini ada hubunganya dengan Indah.
“Gimana Ndah, apa ada yang mau kamu bicarakan denganku? Tetapi aku tidak memaksa kok, kalau memang kamu belum mau membicarakan masalahmu ya ndak papa kok, aku akan menunggu hingga kamu mau bicara tentang masalah yang menimpamu.
Lebih baik aku tinggal dulu Indah di kamar ini, aku tahu dia pasti punya sesuatu yang dirahasikan, hanya saja dia belum mau membicarakannya kepadaku. Aku mengira masalah dia itu pasti berhubungan erat dengan masalah kami.
Aku beranjak pergi dari kamar ini, aku akan ke ruang tamu untuk melihat lihat berita yang ada di sosial medianya Tifano.
“Jangan pergi mas” tiba-tiba Indah melarangku untuk meninggalkan kamarnya, aku kembali duduk di sebelah dia.
“Ada apa lagi Ndah, aku pikir kamu hanya ingin sendiri di kamar Ini, makanya aku tinggal kamu sendirian dulu disini” aku berusaha memahami kebiasaan wanita apabila dalam keadaan seperti Indah ini.
“Indah mau ngomong suatu rahasia yang selama ini Indah tutupi mas, rahasia yang memalukan bagi Indah, tapi harus Indah omongkan kepada mas Agus karena hal ini ada hubunganya dengan lagu dari band mas Agus”
Setelah berkata seperti itu Indah kemudian diam lagi. Aku tunggu saja hingga dia mau bicara kepadaku, tetapi hingga beberapa menit dia tetap saja diam sambil menerawang, keliatanya dia sedang mengingat masa lalunya,
“Indah belum bisa cerita mas, Indah bingung dan malu untuk memulai cerita ini mas, Indah masih perlu berpikir dulu dari mana Indah harus bercerita kepada mas Agus”
“Sudah begini saja Ndah, bagaimana kalau nanti malam saja, tengah malam kayak biasanya kita ngobrol disini, kita bisa santai karena teman-temanku sudah pada tidur semua kan”
__ADS_1
Aku memberikan masukan kepada Indah agar bisa becerita kepadaku dengan lebih santai, kemudian aku kembali ke ruang tamu tempat teman temanku berkumpul.
“Gel yang mati ini anak kota S lho, keliatanya dia teman dari anak orang arab kaya raya yang cari kita itu Gel, bisa bahaya kalau kedua orang tua dari yang meninggal itu mencari kita Gel. Kita ndak bisa Cuma sembunyi saja, kita harus segera bergerak Gel” kata Glewo
“Dari mana kamu tau kalau yang baru mati itu teman dari anak orang keturunan arab itu, kok kalian bisa berkesimpulan gitu rek”
“Liat pertemanan di Fbne Gel malah mereka berdua juga anggota Grup Fb kita Gel, mereka berdua juga ada di pertemanan fb kita. Kasus ini makin mbulet Gel, takutnya ada lagi yang akan mati setelah ini” lanjut Glewo
“Ya jangan didoakan ada yang mati lagi mas, doakan tidak ada yang menyanyikan lagu kalian lagi, gitu aja lho mas hehehe” sahut Ukik
“Hahaha buener Ukik Gel, doakan aja tidak ada yang menyanyikan lagi lagu itu, nanti ndak ada yang mati kok Gel heheheh” potong Blewah
“Mas kayaknya siang ini kami harus kembali ke kota S deh mas, kami harus diskusi sama temen di sana, karena Wildan itu yang agak memaksa untuk mengadakan acara di vila itu mas” kata Tifano
“Kalau sudah fix nanti kalian kami hubungi mas, kami undang untuk datang kesana, meskipun kalian tidak main, tapi sebagai tamu kehormatanlah ehehehehh” sahut Broni
“Jadi yang balik ke kota S siapa aja ini, Kris kan orang sini, Broni dan Haris kan dari kota J, berarti yang balik ke S hanya Tifano, Ukik saja ya?” tanyaku
“Iyo mas, tapi ya nanti kita ngebis mas, lha motorku wis ada di jurang sana mas hehehe, tapi itu motor bodong kok mas, jadi wajar kalau masuk jurang dari pada kecekel polisi mas heheheh” jawab Tifano
Siang ini kelima temanku anggota Sutopo kingdom kembali ke kota masing-masing,sekarang di rumah ini tinggal kami bertiga saja dan kami tidak tau harus membahas apa lagi setelah ini.
“Nanti malam aku akan tanya ke Indah lagi rek, kita lihat apa yang sebenarnya terjadi dengan Indah, dan apakah ada hubunganya dengan Totok yang makin aneh kelakuanya.”
Setelah sholat Dhuhur aku masih berusaha mengkait kaitkan hubungan antara kasus matinya Bejo di toko Gemezzz serta Totok dengan kasus Indah yang sampai sekarang masih saja membingungkan.
Tadi sebelum kelima temanku pergi aku titip pesan kepada Tifano untuk selalu melihat update berita di Fb grup band kami , siapa tau ada sesuatu yang mengagetkan lagi. Tifano aku suruh telpon atau Sms kepadaku heheheh.
Kenapa kok harus Sms kok kedengaranya jadul sekali sih? Iyalah , kami tidak mau menggunakan akses internet disini, karena kata temen-temen kalau akses internet kita tersambung, maka takutya orang-orang bisa tracking dimana posisi kami.
“Aku heran rek kenapa ya Petro sampai hati menunjukan posisi rumah mbah mu ini Gel, apakah dia tidak bisa menunjukan rumah siapa gitu selain rumah mbahmu ini Gel?”
“Aku ya ndak tau Wo tujuan Petro itu apa, buktine nyawa Ngot melayang karena ulah Petro kan Wo, padahal mereka kan satu kota, kok ya tega men Petro iku”
“Wis ndak usah mbahas Petro rek, mbahasao lainya aja rek, mbahas bagimana caranya agar orang-orang suruhan itu ndak kesini lagi. Mbahas gimana carannya kita dapat tempat sembunyi lagi selain ruman ini Gel” ujar Blewah
__ADS_1
“Mbahaso gimana carane cari uang yang paling enak dan tidak beresiko” sahut Glewo
“Paling enak ya ngemis ae Wo, yekopo nek mulai besok kita ngemis ae Wo” kata Blewah
Hari ini cepat sekali berlalu, baru juga lima teman kami kembali ke rumah masing-masing, eeee sekarsang sudah maghrib lagi, dan setelah maghrib harusnya kami kerja ke toko, tetapi sampai sekarang kan belum ada telepon dari Totok.
“Kita ini nunggu telepon dari Totok kan Gel?”
“Iyo Wo, kemarin malam dia sempat bilang nek kita tunggu telepon dari dia untuk masuk kerja lagi Wo, malem ini kita di rumah aja , siapa tau preman suruhan itu akan datang kesini lagi nanti rek”
Aku memang tidak mau kemana mana malam ini, aku harus lihat kegiatan Indah karena aku tidak mau kecolongan lagi seperti kemarin malam ketika Bejo mati itu. Jadi analisaku waktu Bejo mati ternyata Indah sedang mendatangi calon korban lagu kami.
Tetapi hingga kini aku masih belum bisa menarik kesimpulan dari apa yang terjadi. Atau bagaimana kalau kedua temanku aku suruh saja lihat keadaan Toko Gemezz, siapa tau disana butuh bantuan untuk sesuatu yang berkatian dengan kematian Bejo.
“Wo Wah kalian nek ndak ada kegiatan gimana kalau kalian lihat kondisi toko Gemezz, siapa tau disana kalian melihat sesuatu yang menarik rek, aku tak tunggu rumah dulu aja”
“Yo wis Gel kami tak kesana dulu lihat keadaan disana” kata Glewo
Kedua temanku sudah menyalakan bentornya dan menuju ke Toko Gemezzz tempat kami kerja. Aku akan ada di rumah untuk mengamati kegiatan Indah selama dirumah, takutnya ada lagi yang harus mati
**************
“Ndah, kenapa wajakmu kok merah gitu, apa yang terjadi sama kamu Ndah” aku melihat keanehan pada wajah Indah yang biasanya pucat putih mulus, sekarang berubah menjadi merah padam dan nampak beberapa urat nadi yang ada dilehernya.
Sekarang aku ada di kamar Indah setelah kedua temanku berangkat ke toko Gemezzz, kali ini aku akan menemani Indah di dalam kamarnya hingga kedua temanku datang.
Keliatanya Indah sedang menahan sesuatu atau sedang marah karena suatu hal, atau apakah ini waktunya dia akan mendatangi seseorang yang sedang menyanyikan lagu kami?
Aku duduk di sebelahnya seperti yang sudah sudah, dia kemudian menoleh ke arahku dengan wajah yang mengerikan, wajah yang berbeda sama sekali dengan Indah yang ku kenal.
“Kamu siapa, dimana indah!” tanyaku pada sesuatu yang ada di sebelahku, sesuatu yang berwajah kekanak kanakan dan mengerikan, dan ada sepasang taring yang keluar dari mulutnya
Kuperhatikan dengan teliti wajah yang ada di depanku ini, dia sepertinya masih kecil atau lebih tepatnya berwajah bayi, tanpa rambut tetapi bertaring, dia melihatku dengan marah dan dengan mata yang menatap tajam.
“Pergi dan jangan dekati aku! Jangan campuri urusanku! atau kamu yang akan jadi korban berikutnya!” teriaknya dengan suara yang keras
__ADS_1
Wajah bayi yang nampak tua itu semakin lama makin mengerikan karena taring yang tadi hanya kecil itu mendadak menjadi panjang menjuntai hingga dibawah dagu, kepala tanpa rambut itu sekarang mulai muncul benjolan yang menyerupai tanduk.
Ini bukan Indah ini sesuatu yang masuk ke dalam Indah!