
Kami dalam perjalan pulang ke vila setelah dari tempat abah Fuad, perjalanan ini kami lalui dengan tanpa ada pembicaran sama sekali, hal ini dikarenakan kami sedang memikirkan apa yang tadi dikatakan abah Fuad.
Sedangkan benda yang tadi kita dapakan dari tempat Chinta dan Chandra sudah kami berikan kepada abah Fuad untuk dilakukan penetralan dan kemudian dibuang ke got saja hehehe.
"Bagaimana tadi yang dikatakan oleh abah Fuad itu nak, apakah kita harus selalu mencari tempat untuk bersembunyi dari Totok apabila kita tidak akan melawannya?" Tanya pak Tembol membuka pembicaraan
"Kalau menurut saya pak, lebih baik kita tetap ada di vila Chandra dan melawan Totok, bukanya mas Eko juga akan bantu kita dengan mencari informasi tentang bagaimana memutus rantai yang menghubungkan totok dengan kami pak" kata Chandra
"Iya, tadi waktu sebelum kita antar Eko dia juga bilang kalau akan mencari cara memutus mata rantai kalain dengan Totok, tapi selama dia mencari tau, lalu bagimana dengan kalian bertiga nak?"
"Tadi juga abah Fuad kan ngomong kalau Totok tidak akan mengganggu keluarga kalian, karena yang diperlukan Totok itu hanya kalian, kematian kalian arwah kalian yang sudah tercampur dengan aura dari Mak Nyat Mani, Marwoto dan Widodo" sambung Indah
"kalau menurutku, dijalani saja, kita tetap santai dan tetap pertahankan diri dari Totok, bukanya kita ada mas Sinank nang dan Mirah yang akan bantu kita kan" sahut Dogel
"Pokoknya gak usah pindah-pindah tempat sembunyi. Eehh atau gini, coba sih kita lewat Mjkt saja, kita mampir kerumah mbah putriku, siapa tau rumah mbah putri yang kosong itu juga bisa kita gunakan untuk tepat tinggal sementara kita" lanjut Dogel
"Boleh mas, kita coba juga rumah mbah nya mas Dogel, siapa tau bisa juga kita gunakan untuk tempat tinggal selain vila milik saudara Chandra itu mas" kata Winna
"Rumbah mbahnya nak Dogel itu kosong?" tanya pak Tembol
"Iya pak, sudah bertahun tahun kosong, tetapi rumah itu terawat karena keluarga besar saya menitipkan rumah itu ke tetangga depan rumah agar selalu dibersihakn pak" jawab Dogel
"Sebenarnya kalau tinggal di rumah mas Dogel enak juga lho , kan deket sama rumah Chinta, nanti keluarga Chinta bisa main ke rumah mbah mas DOgel" sahut Chinta
"Lhooo jangan nak Chinta, untuk masalah seperti ini lebih baik jangan sampai keluarga tau dimana kita berada nak. Kalau menurut saya lebih baik itu di vila nak Chandra, karen jauh dari rumah kalian semua" kata pak Tembol
"Yah kita lihat saja nanti, karena keadaan rumah mbah Dogel itu kan ada di sebuah desa atau kampung, jadi kemugkinan untuk tinggal lama di sana jelas tidak mungkin, jelas ndak enak sama penduduk kampung situ lah" kata Petro
Pukul 13.20 hari yang panas kami sudah sampai di kota Mjkt, mobil kemudian diarahkan ke daerah Mjbr, pada sebuah gang bergapura dengan tulisan gg 1 mobil berbelok kiri, mobil terus jalan hingga ujung gang yang merupakan sebuah mushola.
Dogel memarkirkan mobil WInna di sebelah mushola, karena hanya disana yang ada sebuah tanah menjorok yang biasanya digunakan untuk parkir kendaraan.
"Kalian tunggu disini dulu, saya mau ke rumah orang yang biasanya besih-bersih dan menjaga rumah mbah saya dulu pak. Eh Tro ayo ikut aku , biar yang lainya nunggu di mobil dulu" kata dogel
"Rumah depan itu ta Gel yang jaga rumah mbah mu?"
"Iyo Tro, namanya bu Puji, aku penasaran dengan keadaan rumah itu pada masa ini, karena kita kan ada disana pada masa depan kan
Setalah bebapa kali ketukan di rumah, akhirnya bu **** eh Puji keluar juga. Setelah berbasa basi dan menawarkan minum untuk Dogel, akhirnya Dogel memutuskan untuk masuk dan melihat ke rumah mbak Putri saja.
__ADS_1
Bersama bu Puji kami masuk ke rumah mbah Dogel yang ada di depanya.
"Rumah mbah Putri sudah saya bersihkan mas Agus, dan apabila mas Agus akan tinggal disini itu lebih baik mas, jadi rumah itu tidak kosong mas, karena eeeee...nganu" kata bu Puji
"Karena rumah ini dianggap penduduk sini angker kan bu Puji hehehe" sahut Dogel
"Iya betul mas Agus, makanya kalau mas Agus mau tinggal dirumah itu ya saya lebih suka mas, karena penduduk sini akan tenang. Biasanya kalau lebih dari jam 21.00 tidak ada penduduk sini yang berani lewat di depan rumah mbah putri" kata bu Puji
Setelah melihat keadaan rumah yang kata Dogel ternyata sama dengan keadaan di masa depan, akhirnya salah satu kunci rumah yang dipegang bu puji diserahkan kepada Dogel.
"Kunci yang satu ini mas Agus bawa saja mas, sehingga mas Agus bisa masuk kerumah itu sewaktu waktu. Eh kira-kira kapan mas Agus mau menempati rumah mbah Putri?" tanya bu Puji
"Mungkin nanti malam bu , karena sekarang kami harus ambil pakaian dulu bu" kata Dogel
Setelah kembali berbasa basi akhrinya kami pamit kepada bu Puji.
"Gimana nak Dogel, apakah kita bisa tinggal di rumah itu, jadi kita tidak hanya tinggal di vila Chandra saja" kata pak Tembol
“Bisa pak, bagaimana dengan mbak-mbak ini?”
“Lebih baik seperti itu mas, jadi kita tidak tinggal di satu tempat saja, seperti yang dikatakan oleh abah Fuad tadi mas” kata Winna
“Sekarang kita lansung ke vila saja ya rek, kita ambil pakaian kita yang ada disana dulu” kata Dogel
Perjalanan menuju ke Prgn melewati pct dan pastinya melewati hotel Waji juga. Tapi jelas kita tidak akan mampir ke hotel itu, karena hotel itu pasti keadaanya sedang ramai sekarang. Berbeda dengan keadaan waktu di masa depan.
“Di depan setelah tikungan itu nanti kita akan melewti hotel Waji, bagaimana, kita mampir kesana atau tidak hehehehe” Tanya Dogel
“Ndaaaaaaak” teriak ketiga perempuan itu bersamaan
Mobil yang kami naiki akhirnya melewati hotel Waji yang saat ini sedang ramai dengan pengunjung, kemudian kami jalan melewati pegunugan dan hutan yang kalau siang gini nampak indah sekali.
“Eh pak, ngomong-ngomog yang orang naik motor yang mengikuti kita tadi kok ndak ada ya setelah kita dari rumah abah Fuad?”
“Mungkin dia adalah sinank nang yang mengawal kita hingga ke rumah abah Fuah nak hehehe, tapi bisa jadi juga mungkin orang lain nak. Tapi sudahlah wong dia juga sudah tidak ngikuti kita lagi kok nak” jawab pak Tembol
Perjalanan menuju vila tidak memerlukan waktu lama, hingga kami sudah ada di depan vila yang sekarang ini sudah tidak nampak penjaganya yang bernama Slamet Slatem Metals.
“Sebentar rek, biar aku sama Indah dulu yang masuk, kalian tunggu diluar saja dulu rek” kata Ngot
__ADS_1
“Kenapa nak Ngot, di dalam ada sesuatu yang mencurigakan lagi?” Tanya pak Tembol
“Iya pak, kok saya merasa ada yang bikin ulah lagi di dalam sana, tapi bukan Totok, kayaknya ini ulah penjaga vila lagi pak” jawab Ngot
“Saya ikut saja nak Ngot, biar kalau ada benda yang harus dibuang akan saya buang dulu nak”
Aku tidak ikut turun, biarkan mereka pak Tembol, Ngot dan Indah saja yang mengechek keadaan vila yang katanya ada sesuatunya itu.
“Ada apa di dalam sana Wah, kenapa Ngot kok bilang ada sesuatu lagi yang dibuat sama penjaga vila Wah?”
“Kata Mirah, ada yang bikin masalah lagi Tro, ya tetep sama, benda hitam dan tanah kuburan yang disebar di depan pintu rumah, lha siapa lagi yang nyebar kalau bukan si Slamet” ujar Blewah
“Tapi gak bahaya kok ,fungsine sama koyok biasane buat ngundang mahluk halus datang kesini aja” tambah Blewah
Beberapa saat kemudian pak Tembol dan dua teman hantu kami keluar dari dalam vila.
“Sudah aman, kalau kalian mau ambil pakaian agak cepat ya, karena sudah sore ini nak, dan benda yang tadi saya ambil di dalam vila itu sama dengan benda yang sebelum sebelumnya. Dan yang naruh di dalam vila itu ya orang yang itu-itu juga nak”
Ketika kami semua turun untuk mengambil perlengkapan kami, tiba-tiba mbak Bashi yang digendong oleh dogel mengeong pelan sambil menatap ke lantai dua vila milik saudara Chandra ini.
“Saya selalu curiga dengan lantai dua vila ini, tapi sampai sekarang saya belum bisa lihat ada apa disana, bahkan mbak Bashipun hanya mengeong sekali saja yang menandakan bahwa apa yang dilihatnya itu tidak berbahaya” gumam pak Tembol
*****
Kami sudah sampai di daerah Mjkt, waktu menunjukan pukul 17.00 ,mobil diarahkan menuju ke rumah mbah Dogel yang ada di sebuah gang kampung setengah desa, tapi tiba-tiba pak Tembol berkata
“Mas jangan belok ke gang dulu mas, saya merasa ada yang membuntuti kita semenjak dari vila nak Chandra tadi mas, lebih baik kita lurus saja dulu dan berhenti dipom bensin setelah rel kereta api itu mas, kita pura-pura isi bensin mobil ini mas”
Ketika kami lurus dan menuju ke pom bensin, ternyata apa yang dikatakan pak Tembol itu benar. Ada sepeda motor dengan satu penumpang yang memakai helm tertutup sedang menunggu di pintu keluar pom bensin.
“Siapa lagi itu pak” tanya Winna
“Ndak tau nak Winna, karena bisa siapa saja. Ingat kalian ini adalah target utama Totok untuk dijadikan tumbal, maka dari itu bisa siapa saja yang mengejar kalian, bisa saja itu merupakan suruhan totok untuk mengkuti kita kemanapun kita pergi nak”
Saat ini menjelang maghrib, tiba-tiba aku lihat seseorang yang sedang melihat mobil yang kami kendarai , orang itu ada di sebelah toilet pom bensin, dan wajah orang itu begitu tajam melihat ke arah kami.
“Jangan dilihat Tro, Itu Totok, dia sedang melihat ke arah kita” kata Dogel
Tapi ketika kulihat lagi sosok manusia yang kata Dogel itu adalah Totok sudah tidak ada di sana!
__ADS_1