
Tidak lama kemudian Eko datang dengan kresek hitam di tangan kanannya, dia menyeberang jalan untuk menemui kami.
“Opo iku mas” tanya Glewo
“Ini foto dan berkas Totok yang tadi tak ambil dari kantor” jawab Eko
“Lho memange ndak dikunci apa, terus kok mas Eko malam-malam bisa kesini?” tanya Indah
“Hehehe, saya sengaja gantikan teman saya, saya ingin menunjukan beberapa dokumen Totok termasuk foto-foto yang mungkin berguna bagi kalian”
Kami masuk ke dalam mobil untuk melihat apa saja yang dibawa oleh Eko itu. ternyata ada segepok dokumen lamaran kerja, beberapa lembar penilaian diri dari hrd, ada juga dokumen yang menyatakan sebagai pekerja tetap, dan dokumen lainya yang kami tidak baca.
Kami lebih fokus pada foto-foto totok dan mayat yang menjadi korban totok , serta sebuah foto mayat yang dibedah dan bagaian dalamnya berisi kain-kain bekas, karena organ dalam seperti jantung, ginjal dan beberapa lainya sudah tidak ada.
“Foto ini mengerikan sekali, jadi benar dia melakukan tindak kekerasan pada mayat” kata Glewo
“Lho Wo. Mayat kan udah mati, kok ada tindak kekerasan segala sih?”
“Foto itu dibuat ketika pihak keluarga pemilik mayat itu melayangkan protes karena di dalam tubuh mayat itu hanya berisi kain bekas saja, mereka curiga karana ada jahitan di dada mayat, dan ketika mereka iseng membukanya ternyata isinya kain bekas”
“Beberapa foto 3x4 dan ada pula beberapa foto yang menampakan Totok sedang melakukan sesuatu seperti merias dan ada pula foto ketika sedang memandikan mayat, ngeri sekali ya mas” kata Indah
“Foto 3x4 ini sama dengan foto yang ada di kartu tanda karwayan yang kita temukan, lalu Totok yang menjadi pacar kamu itu yang mana Ndah?”
“Indah juga bingung mas, karena Totok yang Indah kenal dan mas kenal itu kan kebanci-bancian, gak kayak gini mas” jawab indah
“Jangan-jangan ada dua Totok ndah, kembar gitu maksudnya” kata Glewo
“Alamat terakhir ada disini mas, tetapi pernah saya datangi malah hanya rumah kosong saja mas” kata Eko
“Coba dimana alamat yang kamu datangi mas Eko” tanya Glewo
“Di kota Mjsr mas, di sebuah komplek perumahan, saya ke sana karena kasus dia mulai terbuka sejak Junaedi mulai bisa diajak bicara” jawb Eko
“Lho, kalau gak salah aku kan pernah antar Totok kita kesana, pertama kali aku ketemu dia dan aku antara dia ke sana, sebelum dia pindah ke Mjkt” kataku
“Dia disini Kos. Sebelum kami ke Mjsr, kami ke kosan dia dulu, tetapi ternyata dia sudah seminggu pergi dari kosan itu” kata Eko lagi
__ADS_1
“Sudah mas Eko, lebih baik kembalikan berkas ini ke tempatnya, sebelum ketahuan orang lain mas” kataku kepada Eko
“Yang penting kami sudah tau dan sudah lihat bagaimana Totok itu dan tinggal dimana dia. Kalau rumah yang ada di Mjsr itu sudah lama kosong mas, saya pernah kesana soalnya mas. Ada baiknya kita sekarang ke tempat abah mas Eko saja” kata indah
“Sebentar ya, saya mau absen dulu. Kalian tunggu saya disini saja, Ndak lama kok” Kata Eko yang kemudian pergi meninggalkan kami.
Tidak lama kemudian Eko sudah ada di seberang jalan dengan menaiki motornya, dia memberi tanda kepada kami untuk mengikutinya menuju ke tempat abah dia.
Kami ke arah dalam kota melewati sebuah Mall besar yang sudah tutup, terus lurus kemudian melewati sebuah tugu yang terkenal dengan peristiwa 10 Nopembernya, lurus terus hingga sampai di daerah Prk.
Kemudian motor diarahkan ke perumahan dengan nama jalan jenis-jenis ikan yang ada di daerah Prk , suasana sepi sekali ketika mobil kami mengarah ke sebuah rumah di gang dengan nama sebuah ikan kecil-kecil yang biasanya dibuat peyek hehehe.
Eko membuka pagar besi rumah dan memasukan motor dia ke dalam. Mobil kami parkirkan di depan rumah ini.
“Ayo masuk, ini rumah abahku” aku belum tau dengan kata-kata abah, apakah berarti ayah atau guru spiritual yang dipanggilnya dengan nama abah
“Asalamualaikum bah” kata Eko sambil membuka pintu rumah
“Waalaikumsalam....ayo masuk masuk saja nak” kata orang tua yang keluar dari kamar depan
Sebelum kami duduk kami salim tangan dulu seperti yang dilakukan oleh Eko, kami perkenalkan nama kami masing-masing hingga orang tua yang kami panggil abah itu mempersilahkan kami duduk lesehan di ruang tamu yang dialasi oleh karpet berwana abu-abu yang bersih.
“Iya bah, saya baru kenal mas Eko secara tidak sengaja di depan tempat dia bekerja bah”
“Iya..iya, Eko sudah cerita tadi pertelepon, hhm coba ceritakan dengan pelan dan jelas, apa yang terjadi pada kalian dengan Totok hingga kalian kesini bertemu dengan ku"
Belum sempat aku buka mulut untuk cerita, ee tiba-tiba abah Fuad melihat ke arah Indah dan Blewah, kemudian beliau tersenyum.
“Sabar ya mbak, pelan-pelan semua akan terlihat kok, nanti akan ketemu kok mbak, yang penting sabar dulu” kata abah kepada indah
Kemudian Beliau berpaling ke Blewah , abah tidak terenyum, tetapi malah tertawa ngakak.
“Hahahaha, kamu ngapain ada di tubuh itu, ayo keluar sini , duduk sama kita, biarkan pemilik tubuh itu menikmati tubuhnya sementara waktu”
“Abah tau dengan kedua teman saya ini” tanyaku heran
“Jelas tau nak, bahkan abah juga tau yang ada di dalam dirimu itu. Pergunakan dengan bijak dan sebaik mungkin. Yang paling penting lindungi ketiga temanmu ini!”
__ADS_1
Blewah yang sekarang menempati tubuhnya kaget ketika ada di depan abah Fuad. Blewah pura-pura tolah toleh.
“Kamu mas gondrong, jangan suka sok sok an dan kepingin tau tentang apa saja yang berhubungan ghaib mas, ghaib itu mempunyai ribuan tingkatan. Bahaya bagi kamu dan teman-temanmu mas” tegur Abah Fuad kepada Blewah
Akun dan Glewo kemudian bergantian cerita tentang apa yang terjadi dengan kami, semua yang kami alami kami ceritakan dengan detail kepada abah Fuad.
“Yang kalian kejar itu bukan manusia. Dia adalah iblis yang menyamar menjadi manusia. Abah sudah mengejar dia beberapa tahun ini, tapi abah tidak bisa maksimal nak, karena abah juga sibuk dengan aktifitas pengobatan yang abah lakukan”
“Semula berawal dari murid saya Eko yang merasa ada keanehan pada temanya yang bernama Totok itu. Sebetulnya dia itu manusia biasa, ketika dia sedang ada dibawah, dia melakukan perjanjian dengan Iblis, sayangnya dia tidak bisa memberikan apa yang diminta iblis itu”
“Jadinya dia yang sekarang diambil alih oleh Iblis, tubuh dia digunakn iblis untuk melakukan serangkaian kejadian horor, kekayaan dia luar biasa, hingga bisa membeli sebuah hotel di daerah pct”
“Sebentar, kalian punya teman yang sedang ada di vila Gebang ya? Dan sekarang mereka tidak ada disana?” kata Abah Fuad sambil melihat wajahku dengan serius
Wah ngeri juga Abah Fuad iki, tibake deke iki sakti jeh, mosok dengan hanya lihat raiku thok dia bisa tau kalau ada anak-anak Sutopo yang ada di vila putih.
“Kok Abah bisa tahu?” tanyaku polos
“Tadi abah telusuri pikiramu dan abah lihat kalau kalian juga habis dari sana, kemudian abah lihat di sekitar vila dan abah cocokan dengan yang tersimpan di pikiranmu. Kamu selalu memikirkan temanmu yang disana, makanya sosok temanmu itu selalu muncul di pikranmu”
“Dari sosok yang muncul itu, abah cari di vila itu, ternyata memang mereka tidak ada disana, tetapi mereka ada disana. Mereka sedang bersama kekuatan baik yang besar dan ada juga kekuatan buruk yang lebih besar juga”
“Asal kalian tau nak, Vila dan hotel itu saling berhubungan, ada jalur ghaib yang tak kasat mata, jalur untuk memindahkan calon korban diantara kedua penginapan itu”
“Nanti kalian akan saya buka agar bisa melihat dengan terang apa yang ada di hadapan kalian. Dan bawalah Eko bersama kalian, dia adalah murid abah yang paling abah sayangi”
“Kembali lagi ke masalah kalian dengan Totok. Iblis itu sering berubah ubah , sejenak menjadi manusia, kemudian berubah menjadi iblis tak kasat mata lagi. Kadang dia menjadi laki-laki yang mirip perempuan untuk mendapatkan mangsa dari kaum pecinta sejenis”
“Dan kamu nduk Indah, kamu salah satu korban dia juga. Pelan-pelan akan abah bantu kamu nduk Indah”
“Sekarang apa yang harus kami lakukan bah? Terus terang kami bingung dengan yang kami hadapi ini bah. Kami sampai sekarang tidak tau apa yang harus dilakukan”
“Hehehe\, mosok cucunya mbah ***** tidak tau apa yang harus dilakukan. Coba kamu pikir dulu nak\, pasti kamu akan tau apa yang harus kamu lakukan”
“Atau gini saja, sementara ini jauhi dulu hotel Waji, karena untuk saat ini disana sedang ada kegiatan. Ada baiknya kalian cari teman kalian yang hilang itu”
"Untuk Totok, nanti kalian akan merasakan sediri keberadaanya setelah kalian nanti saya buka lebih dalam lagi, karena yang ada di dalam diri Totok itu tidak bisa dilihat dan didengarkan, tetapi harus dirasakan"
__ADS_1
"Bearti kita harus fokus cari keberadaan teman kita yang ada di vila putih bah? Dan untuk Totok kita kesampingkan dulu?"