
“Indah mana Gel, katanya dia minta kita ke rumahnya? Kenapa dia ndak nampak di rumah ini sama sekali?”
Siang yang panas kami hanya duduk-duduk di ruang tamu saja, setelah semuanya sudah beres termasuk membersihkan keris mbah kakung yang ada didalam lamari pakaian hitam dalam kamar kami.
“Mbuh Wo , nanti juga dia muncul , wong dia kan tingal disini sama kita sekarang, lebih baik kita sore aja kesananya, siang gini panasnya luar biasa rek”
Aku berdiri untuk menuju ke dapur, ternyat di depan kamar mandi ada Indah yang sedang duduk di kamar belakang, kelihatnya sendang bingung.
“Kamu ngapain duduk sendirian disini Ndah, kamu ada masalah lagi kah?”
“Mas sudah check berita perhari ini mas, coba mas lihat ada berita apa saja mas”
“Ada apa, apa yang kamu ketahui Ndah, ada berita penting apa lagi yang ada di sosial media Ndah?”
“Mas Agus check saja ke taman mas Agus yang ada di kota S, Indah kok melihat sesuatu dengan teman mas yang rambutnya gondrong itu mas”
“Ngot? Ada apa dengan Ngot ndah?”
Indah hanya diam dan menundukan kepalanya, dia hanya menyuruhku untuk mengecek temanku yang berambut gondrong saja, tetapi apakah itu Ngot yang Indah maksud?”
“Wo Wah, coba tolong telpon teman yang ada di studio, tanyakan ada berita baru apa disana, cepetan rek”
Kami masih memiliki telepon jadul tanpa sambungan internet yang sudah terpasang kartu telepon baru, sehingga kami tidak ketakutan untuk menggunakan telepon itu
Wajah Glewo menjadi tegang manakala dia mendegar suara orang dari yang dia hubungi sekarang.
Glewo sama sekali tak berkata apa-apa, hanya orang yang dia hubungi saja yang nyerocos kayak kereta api.
“Ngot mati rek!...mayatnya di temukan di sekitar rolak!” kata Glewo dengan wajah yang tegang
Kami bertiga tidak bisa berkata apa- apa, kami hanya diam dan bingung. Masalah ini kini sudah memakan korban dari teman bandku, Hot atau yang biasa aku panggil Ngot sudah dibunuh oleh suruhan jutawan kaya.
Indah mendekat ke arah kami yang sedang ada di ruang tamu, kemudian dia duduk disebelahku sambil menundukan wajahnya, mungkin dia tau apa yang terjadi dengan Ngot.
“Ndah, kamu tau dari mana kalau Ngot meninggal, apa kamu juga mengikuti berita kriminal di kota itu?” aku penasaran dengan Indah yang tenyata lebih tau berita penting dari pada kami.
“Ndak mas, Indah tau sendiri mas, asal mas Agus tau, Indah sudah menandai tiap angota band ini mas, jadi apabila terjadi sesuatu pada salah satu dari kalian, Indah bisa tau mas”
“Waktu teman mas Agus itu mati, Indah bisa merasakanya mas, dan kemudian Indah datangi dimana arwah itu berada, dan Indah ajak dia bersama Indah untuk bertemu dengan mas Agus disini”
“APAAA..! Kamu ajak arwah Ngot kesini, bagaimana bisa Ndah” tanyaku heran dan penasaran ata syang dilakukan Indah ini.
__ADS_1
“Bisa mas. Beberapa hal Indah bisa lakukan dengan sedikti keahlian yang diajarkan demit-demit yang selama ini menemani Indah mas”
“Gel, kamu bicara sama Indah ta, kenapa dia ndak mau menampakan wujudnya ke kita Gel, dia ngomong apa aja sama kamu Gel?” tanya Glewo
“Ngot ada disini, dia sekarang ada bersama Indah, tapi aku masih belum bisa lihat dimana Ngot berada”
Aku ceritakan apa yang Indah tadi ceritakan kepadaku , tentang Dia yang menandai kami semua sampai arwah Ngot yang diajak Indah kesini.
“Gel , apa yang harus kita lakukan sekarang, suruhan jutawan kaya itu sudah membunuh salah satu teman kita Gel, apa yang harus kita lakukan, semua ini harus dihentikan” kata Blewah
“Ndah , apa kamu ndak bisa munculkan wujudmu lagi, agar temanku bisa liat dan dengar apa yang kamu bicarakan sama kita Ndah”
“Bisa mas, sebentar Indah akan muncul di hadapan kalian semua mas”
Betul juga tidak lama kemudian Indah sudah ada di antara kami , dia sedang duduk di sebelah ku sambil menundukan kepalanya.
“Ndah aku mau tanya, gimana dengan teman kami satunya, si Petro, gimana kabar dia Ndah, terakhir dia kan tertangkap mereka ndah” tanya Blewah
“Gini mas Blewah, teman kalian sekarang masih sehat walafiat , bahkan sekarang dia sudah tidak disekap lagi oleh suruhan jutrawan kaya itu”
“Kok bisa Ndah, apa yang terjadi sama Petro” tanya Glewo yang makin penasaran dengan keadaan Petro
“Dia menyanggupi untuk mencari kalian yang sudah melarikan diri, termasuk informasi tentang keberadaan Ngot juga berasal dari teman kalian itu mas”
“Dia ada disini mas, disebelah Indah, tetapi dia belum bisa menampakan dirinya, karena dia kan baru saja meninggal , butuh waktu agar yang mati itu bisa menampakan diri mas”
“Ya sudah Ndah terima kasih ata bantuanmu, terima kasih juga atas informasinya tentang teman kami Petro itu, sekarang bagaimana dengan keluarga Ngot Ndah?”
“Kalau soal keluarga yang mati Indah tidak tau mas, karena itu sudah urusan duniawi mereka, yang penting Indah berusaha menyelamatkan mas Agus dan kalina berdua yang sekarang menjadi incaran orang yang ada di sana”
“Kalian bertiga tenang saja dulu mas, karena temanmu tidak memberi tahu dimana kalian bersembunyi, atau mungkin mas Petro tidak tau dimana rumah mbah putri ini mas”
“Ya sudahlah Ndah, kalau ada pekembangan tolong kasih tau kami lagi, nah sekarang tentang keluargamu, apa kamu masih ingin kami kesana untuk memberitahu keadaanmu yang sekarang ada bersama kami?”
“Iya mas, nanti saja setelah maghrib kesananya mas, agar bisa ketemu dengan ibu dan bapak Indah mas, kalu jam segini rumah Indah kosong, karena bapak dan Ibu kan punya kios di pasar mas”
Kabar tentang kematian Ngot benar-benar membuat kami bertiga merasa ketakutan, ternyata betul apa yang pernah jutawan kaya itu katakan, bahwa dia akan menghabisi kami semua.
Sampek sekarang aku masih belum paham apa yang membuat lagu kami ini menyebabkan orang bunuh diri, padahal lagu itu kan tidak ada kata-kata yang mengajak untuk bunuh diri.
“Ndah, matinya teman kami Ngot ini merupakan tragediterburuk selama hidup kami Ndah. Harusnya kamu tau apa yang menyebabkan lagu kami ini mengajak orang untuk gantung diri Ndah”
__ADS_1
Glewo mulai lagi dengan pertanyaan seputar lagu yang membuat orang mati, tetapi tetap saja jawaban Indah ya hanya itu-itu saja, kami butuh jawaban yang lebih baik dari pada yang Indah katakan.
“Kalau mas Glewo butuh jawaban yang lebih dari pada yang Indah jawab, Indah jelas tidak tau menahu karena Indah tidak merasa berbuat jahat kepada kalian mas”
“Ngene ae lho , kita ke rumah Keluarga Indah kemudian kita ke rumah rumah pacare Indah , kita temui pacar Indah siapa tau dia mempunyai alasan terntentu hingga Indah seperti itu” kata Blewah
“Maksud mas Blewah?, nuduh Indah sebagai pelaku pembunuhan gitu?” kata Indah dengan suara yang meninggi
“Ndak gitu, ak dak nuduh kamu Ndah, tapi mungkin ada hubungannya sama kamu, makanya kita harus tanya ke keluargamu dan pacarmu” jawab Blewah
“Nanti Indah kasih tau alamat pacar Indah setelah mas-mas ini minta ijin kepada orang tua Indah untuk mencari informasi tentang pacar indah mas”
Sore hari menjelang maghrib, kami sudah siap untuk ke mushola yang hanya perlu sekitar dua puluh langkah dari rumah mbahku.
“Ayo makan malam sik rek , setelah makan kita berangkat ke rumah Indah” kataku kepada kedua temanku.
Mengisi perut itu penting, jadi jangan sampai kita tinggalkan untuk mengisi perut, apalagi kita malam-malam gini naik bentor, bisa masuk angin kalau tidak kita isi dulu perut yang kosong ini.
Eh Indah mana rek kok belum keliatan sampai sekarang, kita udah siap iki rek” tanya Glewo yang sudah siap di depan rumah.
“Coba liaten di kamar belakang Wo, dia kan tingal di kamar itu Wo” aku menyuruh Glewo untuk ke kamar belakang, sementara aku masih siapkan bentor yang akan kami gunakan
“Gel kamu ke kamar belakang Gel, itu kenapa kok Indah malah nangis karepe dewe Gel, mana suara tangisane koyok suera kuntilanak sisan” kata Glewo yang menghampiri aku di depan rumah
“lha kamu apakan Indah Wo kok bisa nangis, ojok-ojok mbok ajak uklik uklik yo” tanya Blewah yang ada di dalam bentor
“Ngawur ae koen Wah, mana bisa kita uklik uklik sama hantu c*k, meskipun badan Indah itu sedap rek heheheh”
Aku ndak ngerekan omongan Glewo dan Blewah yang mulai ngelantur, ada apa dengan Indah kok sampek nangis gitu, tak datangi saja dia di kamar belakang.
“Ndah kanapa kamu kok malah nangis, bukane siap-siap kerumah keluargamu malah kamu nangis di kamar iki ndah. Ayo budal Ndah selak malam lho ini”
“Indah sedih mas, Indah takut nanti kalau ibu dan bapak Indah inget dengan peristitiwa beberapa bulan lalu mas”
“Ya itu resiko Ndah, pokoke tujuanmu ke rumah hanya untuk memberi tahu keadaanmu kepada ibu dan bapakmu kan Ndah”
“Iya mas, yukk kita berangkat sekarang mas”
Setalah melewat ruas jalan besar yang bernama jalan Mpu Nala, kemudian kami masuk ke jalan kecil yang tidak seberapa rame, di jalan ini ada banyak ruas-ruas gang
“Yang mana gang rumahmu ndah, jangan sampai kamu ndak ingat alamat rumahmu lho ya Ndah”
__ADS_1
Akhirnya Indah menunjuk ke salah satu gang kecil yang masuk melalui gang mbah bakung, setelah beberapa saat Indah menunjuk satu rumah bercat putih yang sudah terkelupas disana sini