
"Iya mbak, saya tau mbaknya cuma tanya saja, tapi kami yang ada disini belum bisa melupakan apa yang dilakukan oleh setan itu kepada mayat-mayat titipan yang ada disini kan"
"Kejadiannya itu sudah beberapa tahun lalu, karena saya lah saksi mata pertama apa yang sedang dilakukan oleh Totok waktu itu" jawab laki-laki yang sedang antri mie ayam rombong biru itu.
Mie ayam rombong biru yang biasanya mangkal di kantor Telkom itu dengaren hari ini ada di depan sini, dulu aku suka sekali makan mie ayam ini, tapi sejak tinggal di malang, aku sekarang sama sekali tidak penah makan mie ayam ini.
"Iya mas, saya tau apa yang mas dan mungkin seluruh karyawan disana itu lihat, dan pasti mas juga trauma kan mas. Nah kami kesini juga karena masalah dengan Totok juga mas" kata Indah lagi
"Lalu bagimana kalian tau kalau dia pernah kerja disini" tanya laki-laki itu lagi
Kemudian aku keluarkan sebuah kartu identitas bagi para pekerja disitu, kartu yang sudah kotor oleh bekas darah, tetapi fotonya masih jelas terlihat yang ditemukan Blewah di dalam dompet yang tercecer di meja resepsionis, kemudian kuberikan kepada Indah.
"Ini benar tanda karyawan disini mas?" tanya indah
"I...iya mbak, benar itu punya Totok, te..tetapi bagaimana kalian bisa dapat ini?" tanya laki-laki itu penasaran
"Ceritanya panjang mas, pokoknya sekarang yang namanya Totok itu sedang berbuat ulah lagi di sebuah hotel di pct mas"
"A..apa!..., d..dia masih saja ada di hotel i...itu lagi?" kata laki-laki itu dengan wajah berubah menjadi pucat dan ketakutan
"Sabar mas, untuk saat ini dia sudah tidak melakukan hal aneh-aneh dengan mayat lagi mas, karena dia sudah lama mati"aku berbohong saja kepada dia, agar dia menjad tenang
Tapi alih-alih berbohong agar laki-laki itu menjadi tenang, dia malah makin ketakutan dan buru-buru kembali ke kantornya, dia tidak jadi beli mie ayam yang tadi dipesanya, dia benar-benar ketakutan.
"Waduh Ndah hehehe, dia malah pergi dari sini hehehe"
"Iya mas, lalu gimana ini mas, padalah kita hampir saja dapat informasi tentang Totok lho mas"
"kita coba tanya ke penjual mie ayam saja, dia pasti tau namanya orang yang tadi" bisikku kepada Indah
"Permisi pak" sapaku kepada penjual mie ayam yang sedang mengolah satu mangkok mie ayam
"Iya mas, ada apa"
"Pak, tadi mas yang karyawan rumah duka itu sudah dibikinkan belum mie ayamnya?. Kalau sudah biar saya bayar saja pak, sekalian saya pesan tiba porsi lagi pak"
"Hehehe lha ini mas sedang saya bikinkan, dia keburu kabur, mungkin takut sama mas nya heheheh" jawab penjual mie ayam itu
"Beberapa orang disana itu langganan saya mas, tapi ndak tau kok hari ini yang beli hanya satu orang heheh" kata penjual itu
"Sampean kenal sama dia pak, namannya mas siapa tadi itu pak?" tanya Indah
"Jelas kenal mbak, dia langganan lama saya kok, namanya Junaedi, dia orang lama disana mbak"
"Oh, lha sampeyan kan biasanya jualan di kamtor Telkom sana pak, kok sekarang disini" tanyaku
"Nanti saya ke sana juga kok mas setelah dari sini. Setelah buatkan pesanan kalian dulu mas" kata penjual ini
__ADS_1
"Sampean jualan disini mulai tahun berpa pak?" aku berusaha memancing penjual mie ayam ini, siapa tau dia tau tentang Totok
"Sudah lama mas, mungkin kalau lewat sini sekitar tahun 96 an mas"
"Waah sudah lama juga ya pak, berarti orang-orang yang ada di kantor itu rata-rata langganan sampean pak?"
"Tahun segitu sudah ada beberapa langganan dari kantor rumah duka itu mas termasuk si Junaedi itu mas heheheh"
Indah memanggil Glewo dan Blewah untuk turun dari mobil dan makan Mie ayam di situ.
"Lho pak berarti bapak tau dong sama karyawan di sana yang bernama Totok" tanyaku sambil melihat wajah pejual mie ayam itu, mungkin ada perubahan setelah mendengar nama totok
"Itu orang gila mas, gara-gara dia rumah duka ini digruduk keluarga dari jenazah yang digituin sama Totok itu mas" jawab penjual mie ayam itu sambil terus mengolah Mie ayamnya untuk kami berempat
"Lho sampean tau to pak, sebenarnya apa yang terjadi sama Totok itu pak?" tanya Indah
"Setahu saya, orang itu punya kelainan mas mbak, dia suka bersethubuh, dan suka makan organ bagian dalam mayat, sementara organ mayat itu diganti dengan kain yang disumpelkan di perut mayat
"Itu si Juneadi yang pergoki Totok ketika sedang makan jantung salah satu mayat tabrakan yang di titipkan disitu untuk dirias, dibersihkan dan didandani biar ganteng dan cantik"
"Waktu itu malam hari, Junaedi kebagian lembur malam karena menunggu mayat yang akan datang kesitu dari luar kota"
"Dia merasa kalau seluruh karyawan sudah pulang, ketika Junaedi memeriksa ruang mayat, dia mendapati Totok sedang menyetubuhi mayat laki-laki sambil memakan jantungnya"
Kemudian penjual mie ayam itu diam sejenak, karena ada pembeli dari toko sebelah yang memesan beberapa porsi mie ayamnya, maklum sekarang kan waktunya istirahat makan siang.
"Junaedi ketakutan ketika melihat Totok yang setengah Bughil itu sedang begituan dengan mayat laki-laki, dan akhirnya Junaedi pingsan mas"
"Pada saat itu teman Junaedi sedang ada di ruangan yang agak jauh, sehingga tidak mendengar teriakan kecil Junaedi ketika dia memergoki Totok"
"Besok paginya orang kantor menemukan Junaedi di kamar mandi dalam keadaan terikat dan banyak darah di sekujur tubunya, jadi kayaknya dia habis mandi darah gitu hehehe"
"Eh ini rahasia lho mas, mbak. Kasian junaedi itu, tiga minggu dia tidak masuk kerja, kabarnya dia sedang terapi jiwa di sebuah rumah sakit jiwa hihihi" cerita penjual itu tanpa dosa
"Lha setelah peristiwa itu gimana Totok pak?" tanya Indah
"Setelah peristiwa itu Totok masih kerja disana, Junaedi kelihatnya diancam akan dibunuh apabila buka mulut, lagi pula dia kan tiga minggu ada dirumah sakit jiwa"
"Dan dia tidak buka suara sama sekali siapa yang melakukanya, dia hanya bilang setan yang melakukanya hehehe, tapi setelah tiga minggu terapy, baru dia buka mulut siapa yang melakukan itu"
"Tetapi Totok sudah keburu resign dari kantor itu mas. Tadi saya dengar waktu mbaknya tanya soal Totok ke Junaedi, makanya dia langsung ketakutan dan pergi dari sini mbak"
Wuiih ternyata track record Totok itu mengerikan di sini, tapi apa betul itu Totok yang ajak kami kerja di toko Gemezzz?
"Pak, kalau boleh tau, Totok itu laki-laki sejati atau kayak bencong?" tanyaku
"Gagah dia mas, tinggi, dan gempal. Sama sekali tidak ada kebanci-bancianya mas" jawab penjual mie ayam itu lagi.
__ADS_1
Lalu totok siapa yang ajak kami kerja di toko gemezzz dan akhirnya dia hilang di hotel Waji itu?
"Kalian kenapa kok tanya tentang Totok mas" tanya penjual mie ayam itu
"Kami ada masalah sama dia pak, orang itu telah melakukan sesuatu pada teman kami. Tapi setelah itu dia malarikan diri, makanya kami kesini, siapa tau ada informasi tentang dimana keluarganya berada pak"
"Eh bapak tau ndak dimana dia tinggalnya pak?"
"Hahaha saya jelas ndak tau mas, tapi disini ada yang pernah satu kos sama dia sebelum dia keluar dari perusahaan itu mas, namanya Eko. Biasanya dia makan mie ayam saya, coba saja kalian tunggu mas, siapa tau dia kesini" kata penjual itu lagi
Sebenarnya apa yang kami lakukan ini benar-benar tidak bisa dibenarkan, karena kami mencari dia dari awal. Hal ini kami lakukan karena kami sama sekali belum mempunyai gambaran dimana dia berada.
Tetapi sesuai dengan omongan mbah Saripah, kami harus mulai bisa memahami tanda-tanda yang ada di sekiar kami untuk mencari Totok atau mungkin juga yang tidak boleh disebutkan namanya itu.
Tidak seberapa lama kemudian ada seorang laki-laki yang keluar dari halaman perusahaan jasa rumah duka dan pemakaman itu. Laki-laki itu menuju ke mie ayam rombong biru ini.
"Cak Ji, aku bikinkan dua porsi ya, satunya buat Junaedi hahaha" kata lelaki sedang berdiri membelakangi kami ini
"Eh mas Eko, itu lho ada yang mau bicara sama sampeyan" tunjuk penjual MIe ayam kepada kami yang sedang menghabiskan mie ayam enak ini
"Gimana mas, katanya mau bicara sama saya?" tanya laki-laki yang bernama Eko ini.
"Oh iya mas Eko, nama saya Agus mas, saya mau tanya-tanya soal Totok yang pernah kerja di situ mas"
"Hehehe orang gila yang sempat bikin gila Junaedi yo cak Ji hahahaha. Sampeyan mau tanya apa mas?"
"Ceritane panjang mas, pada intine Totok saiki bikin masalah dengan keluarga kami mas, nah kami hanya punya petunjuk kalau dia pernah kerja di situ mas, sekarang kami mau lagi cari alamat dia mas"
"Waaaah, pasti kalau bukan perkara persetubuhan, pasti perkara mayat dan sejenisnya ya mas hahahah" kata Eko sambil tertawa
"Iya mas Eko, perkara orang-orang yang mati karena akibat dari dia mas" balas Indah
Wajah Eko mendadak menjadi serius, dia melihat ke arahku dan Indah secara bergantian.
"Lebih baik kalian jauhi saja Totok mas mbak. Menurut Abah saya, dia pemuja setan yang sedang mengamalkan ilmunya dan mencari sesembahan bagi rajanya"
"Dia tidak bisa dilawan, tapi bisa dihindari mas, jadi menurut abah saya lebih baik menghindari dari pada keluarga sampeyan menjadi korban berikutnya"
"Sekarang saya tanya kepada kalian, apa kalian berdua pernah melihat wujudnya? Atau kalian hanya mengira ngira saja?"
Aku bercerita secara singkat kenapa kami mencari Totok, tapi aku tidak cerita tentang Indah yang sebenarnya sudah mati itu.
"Hmm saya rasa kalian sudah mulai masuk ke permainanya. Saya tau dimana dia mengumpulkan korbanya selain di hotel Waji, juga ada di sebuah vila yang ada di Gebang"
"Vila putih ya mas Eko" jawabku dan Indah bebarengan
"Ya betul ... vila putih!"
__ADS_1