INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 66. BRONI DAN TIFANO


__ADS_3

Pagi yang seharusnya cerah malah membuat kami makin pusing, terus terang aku ndak bisa tidur aku terus memikirkan teka teki Totok dan hotel Waji hingga ndasku ngelu separuh.


Di atas meja ruang tamu rumah mbahku ada sebuah dompet yang sudah bersih dari noda hitam darah, disebelahnya ada baskom isi air yang sudah butek kotor bekas dari kotoran yang menempel di dompet.


Di atas meja ruang tamu pula berjajar beberapa benda, antara lain KTP, sim A, sim C, beberapa kartu kredit, ATM, beberapa kartu keanggotaan dari sebuah komunitas tekenal dan beberapa lembar uang yang sudah berubah warna


Dan semua itu atas nama TOTOK SUHARYANTO.


Kami memandangi barang yang ada di meja ruang tamu dengan penuh tanda tanya. Apakah Totok itu pernah ada atau Totok pemilik dompet dengan totok yang kami kenal ini berbeda orang yang kebetulan namanya sama?


Kemudian siapa yang selama beberapa hari ini menjadi bos kita dan selalu berpakaian perempuan, lalu siapakah Bejo itu, apakah bejo adalah korban Totok berikutnya?


“Gel, coba liat stnk mobil, atas nama siapa itu” tanya Glewo


Kuambil kunci mobil di atas bufet rumah, di kunci mobil itu ada dompet yang biasanya untuk menaruh stnk.


“Stnkne atas nama Totok juga rek, semua yang ada diatas meja ini atas nama Totok”


“Gel lihaten Stnk mobil, itu mobil pembuatan tahun berapa?” tanya blewah lagi


“ 2013 Wah, mobil anyar gres kok iku, dalamnya aja masih bau toko kok Wah” jawabku


“Sekarang kalian lihat Ktp Totok, tertulis berlaku sampai dengan tahun 2000 kan?,  paham kan kalian siapa yang kita hadapi ini rek” kata Blewah  yang sekarang macam penyidik kepulisian


“Lalu bagaimana dia bisa beli mobil kalau Ktp dia berlaku hanya sampai tahun 2000 saja.  Termauk surat ijin mengemudi lima tahunan punya Totok yang hanya berlaku hingga tahun 1999 saja”


“Dengan bukti yang ada di meja ini , lalu siapakah Totok pemilik mobil dan pemilik toko gemezzz itu?  Sayangnya foto yang ada di ktp dan di sim ini sudah rusak, tidak bisa dilihat lagi” lanjut Blewah


“Kalian yakin kalau Totok yang ada sekarang ini adalah Totok pemilik dompet ini rek” tanya  Glewo mulai memberikan secercah cahaya hihihi


“Aku gak yakin rek, coba kembangkan pikiran kalian, jangan batasi pikiran kalian dengan hal hal berbau logika, lepaskan batasan-batasan yang ada di kepala kalian. Dan pikirkan siapa Totok pemilik mobil ini , dan apakah betul Totok itu sama dengan yang dompetnya kita temukan ini” kata Blewah


Aku ndak sanggup kalau disuruh berpikiran macam Blewah yang penuh dengan hayalan dan tanpa batasan itu, aku hanya bisa berpikir sebatas apa yang aku lihat saja, dan cara pengembanganku hanya sampai ke Totok bukanlah Totok!... Totok bukan totok itu yang bikin mumet


“Gak sangggup Wah  aku gak sanggup mikir lagi, otakku gak sesangar utegmu yang bebas berpikir kemana saja dan apa saja” kata Glewo


“Yo weslah , sampek sini dulu ae kita bahasnya , kita teruskan setelah kita ke hotel itu lagi siang ini rek” kata Blewah


Aku menuju ke kamar Indah lagi , masih ada beberapa kejanggalan atas info dari indah ini, terus terang makin kesini kasus ini makin membuat bingung, untuk meraba ada apa sebenarnya yang terjadi saja aku masih bingung kok.

__ADS_1


“Ndah keterangan mu kok mbulet ae sih koyok yembot, yang bener Totok itu apa, kara itu apa dan hotel waji itu apa, hubungan diantaranya itu apa. Kenapa kamu kemarin bilang hotel itu milik beberapa orang, lalu siapa saja orang itu?” tanpa permisi langsung kubuka Gorden dan  aku langsung duduk di sebelah Indah


“Kemudian waktu aku bersama Totok, aku lihat ada sosok mengerikan yang sedang membawa mayat perempuan , dan kamu bilang bakal ada yang mati lagi. Tetapi tadi aku kesana sama Blewah dan Glewo, yang disana malah seakan akan hotel itu sudah lama ditinggalkan karena mungkin ada kasus mengerikan”


“Kemudian kamu bilang kalau hotel itu adalah pusat ghaib dan Totok itu menurutmu adalah iblis yang menyamar sebagai manusia, lalu setelah itu ada info apa dari teman teman Ghaibmu Ndah, kenapa setiap aku tanya ke kamu infonya selalu betambah atau berubah sih”


“Lha sekarang yang bener itu yang bagaimana Ndah, karena aku mengalami dua versi kejadian disana antara versi waktu bersama Totok, dan versi bersama teman temanku, kemudian tentang keterangan mu yang berubah ubah dan selalu bertambah, sebenarnya apa yang sedang terjadi”


“Aku makin bingung ini. di depan di meja ruang tamu ada sejumlah KTP SIM dll, dan semua atas nama Totok, termasuk STNK mobil terbaru juga atas nama Totok!. Kemudian yang sedang kami hadapai ini apa ndah!”


“Mosok Totok yang berupa setan itu punya Ktp baru untuk beli mobil keluaran tahun 2013, sedangkan Ktp atas nama Totok yang ada dimeja ruang tamu itu sudah kadaluarsa, apa semudah itu setan punya ktp dan sim, kemudian dia beli mobil baru”


“Indah ndak tau mas, Indah hanya dapat info dari ghaib yang biasanya Indah tanya tentang Totok, jawaban dia ya begitu itu mas” kata Indah dengan kebingungan


“Kamu yang hantu saja bingung, apalagi aku dan kedua temanku itu Ndah, apane gak pecah ndase, bingung ngerasakno masalahmu iki Ndah, udah gini saja Ndah, info dari teman ghaibmu tidak akan aku pakai sebagai patokan, biarkan kami cari dan pecahkan sediri saja apa yang sedang kami alami”


Aku keluar dari kamar Indah setelah aku tidak memperoleh jawaban yang memuaskan, aku curiga kalau teman indah ini memang ingin berbuat jahat, malahan aku curiga teman Indah ini ingin membuat kami mati dengan info info nya yang menyesatkan.


Memang lebih baik aku tidak mendengar apapun yang diinfokan Indah, Lebih baik kami hanya fokus ke apa yang kami lihat saja ,dari pada mendengar informasi yang selalu berubah dan bertambah.


Blewah keliatanya penasaran sekali dengan kasus aneh ini, semoga kasus ini ndak merembet kemana mana lagi dan stop sampai di hotel itu saja, karena kalau sampai kemana mana malah makin berbahaya dan aneh


Daripada mumet, mending kami sarapan dulu saja, aku ajak Glewo untuk membuat sarapan dengan menu yang berbeda beda tiap hari, pagi ini aku pingin masak kare ayam saja.... mie instan rasa kare ayam maksude.


“Jam 10.00 kita ke hotel lagi rek, masih penasaran aku sama keadaan hotel itu, sekalian aku pingin lihat ada apa di taman belakang itu” kata Blewah yang sedang menyeruput kuah mie instanya


****


“Assalamualiakum.....


Kulihat didepan ternyata teman Sutopo kingdomku yang bernama  Broni dan Tifano, ternyata sesuai janji mereka yang hari ini akan ke rumah ini.


“WAALAIKUMSALLAM... Masuko, jangan malu malu rek. Kalian naik apa kesini?” tanya Glewo


“Kita naik Bus mas, dari pada naik motor, mending naik bus aja, lebih aman mas hehehe” kata broni


Kedua temanku melepas jaketnya kemudian merekan duduk di sofa rumah ini sambil melepas penatnya.


“Gimana dengan orang-orang yang lagi cari kalian mas, apa mereka kesini lagi mas?”

__ADS_1


“Belum Bron, sampai saat ini mereka belum kesini, kami aja juga belum dapat jawaban atas masalah kami kok Bron”


Setalah berbincang bincang ringan tentang rencana mereka untuk sewa vila yang ternyata vila itu adalah vila putih yang ada di Gebang, kemudian Blewah nawari mereka untuk iku ke Pct sekalian lihat keadaan vila putih yang sudah mereka survey kemarin


“Gimana habis ini kita kesana yok Bron Tif, tapi kali ini kita naik mobil rek heheheh” sahut Glewo


Setelah semua beres, kami berlima berangkat lagi ke Prgn dan pct, aku penasaran dengan keadaan hotel Waji kalau siang hari begini, apakah hotel itu serem seperti sebelumnya atau bagaimana.


Perjalanan kami menuju ke arah pegunungan berjalan dengan lancar, maklum siang hari ini  hawanya agak  sejuk, apalagi karena naik mobil edisi terbaru milik orang yang kita tidak tau dimana sekarang dia berada.


“Rek kita sore nanti sudah harus ada di Gemezzz ya, siapa tau Totok sudah ada disana rek” kata Glewo


“Lho Wo awakmu kangen sama Totok ta Wo, kok dengaren minta ke Gemezzz hehehe” tukas Blewah


“Gak gitu rek, kita kan sudah bawa mobil ini dua hari , wis wayahe njaluk duek Totok buat isi bensin rek hahahaha”


Kami sudah masuk ke daeah Gebang dari Gebagng naik lagi menuju ke arah hutan yang jalannya lumayan kecil kiri pohon dan ilalang, sebelah kanan adalah jurang yang cukup dalam.


Ketika mobil melewati warung mbah Kara aku melirik Broni yang duduk di sebelahku, saat ini aku sebagari driver dan disebelahku adalah Broni. Kulihat Broni sedang  memperhaitikan warung yang yang ada di sebelah kanan jalan pinggir jurang.


“Mas stop dulu mas, agak mundur dikit mas, aku penasaran sama warung itu” tunjuk Broni kepada warung mbah kara yang memang sudah reyot dan nampak bertahun tahun tidak ditinggali


“Tif, iku lak warung yang kemarin aku tanya alamat dan beli rokok ya” tanya Broni kepada Tifano yang juga heran melihat warung itu


“Iyo Bron, kok warunge ngono, kok kelihatnnya bertahun tahun ndak ditempati, padahal kamu sama aku kan sempat tanya ke mbah yang jualan disana”


Aku pura-pura ndak tau dengan apa yang dibicarakan Tifano dan Broni.


“Opoko Bron ,ada apa sama warung reot iku” tanyaku


“Anu mas, di warung itu kemarin aku sempat ketemu sama mbah mbah tua pemilik warungnya, bahkan aku sempat tanya alamat sama dia. Lha kok sekarang warunge gak karuan gitu, koyok sudah belasan tahun ndak ditinggali”


 “Memangnya apa ada yang tinggal disana Bron ,wong warunge koyok gitu busuknya kok, itu lho kalok kamu dorong pasti ambruk bron hahahah” kata Glewo


“Lho aku iki temenan mas, aku sama Tifano yang ndatengi pemilik warung itu untuk tanya alamat vila putih kok mas hehehe, Yo wis lah mas, ayo lanjut perjalanan ke vila saja mas”


Aku tau kalau Broni dan Tifano benar dengan adanya mbah Kara itu, tetapi aku ndak mau mengakuinya dulu, aku harus tau dulu duduk permasalahanya agar bisa kubuat logikanya.


Pada intinya, di warung itu ada sosok yang ditemui Totok sebelum kami menuju ke vila putih dan hotel yang ada di pct, dan sebelum Totok hilang sampai  sekarang.

__ADS_1


“Di depan yang besar dan warna putih itu mas vila yang akan kami pakai , vila itu milik saudara jauh saya mas, jadi gratis pakai sak bosene mas heheheh” kata Broni


“Hmm vila ini bener bener bagus dan mengerikan, kalian harus benar benar bisa jaga diri apabila ada disini, disini ndak main main rek” kata Blewah sambil melihat ke jendela atas vila yang nampaknya ditutupi dengan papan


__ADS_2