INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 165 (MENEMUI ABAH FUAD)


__ADS_3

"Kalian jangan turun dulu, biar saya yang akan periksa keadaan ruangan penjaga kos kosan dan kamar nak Chinta juga, kalian siap-siap saja di mobil dengan mesin mobil yang tidak dimatikan" kata pak Tembol yang kemudian turun dari mobil


"Eh kamar nak Chinta yang sebelah mana, dan benda pemberian Totok itu ada dimana?" tanya pak Tembol


"Kamar saya ada di lantai dua pak, masuk ke gerbang itu, kemudian sebelah kiri ada tangga yang menuju ke lantai dua, kemudian kamar nomor tiga adalah kamar saya pak, posisinya ada di tengah-tengah" kata Chinta


"Benda pemberian Totok itu ada di dinding luar atas pintu pak. Kenapa pak, apakah bapak akan nekat masuk ke sana pak?" tanya Chinta


"Harus nak Chinta, saya harus ambil benda yang diberikan Totok kepada kamu. Eh ada yang mau temani saya nggak ini hehehe?" tanya pak Tembol sambil mringis


"Sama saya saja pak. Gel kamu bawa mobilnya, aku mau temani pak Tembol masuk ke sana" kataku kepada Dogel


"Ok Tro" jawab Dogel yang kemudian dia berganti posisi duduk ada di belakang kemudi


Aku menyalakan senter pada ponselku. Aku dan Pak Tembol berjalan pelan ke arah pintu gerbang kos kosan yang dalam keadaan terbuka sedikit dan dalam keadaan gelap. Kemudian dia membuka pintu gerbang kos kosan dengan pelan-pelan


"Pak, di dalam situ kok sepi sekaliya pak, kok kayaknya tidak ada siapun di kos kosan ini pak"


"Iya benar nak Petro, agak aneh juga dengan keadaan ini nak, tapi kita harus tetap mengambil benda hitam yang ada di atas dinding kamar Chinta nak, karena mungkin tiap benda itu sudah berhubungan dengan tubuh tiap anak perempuan itu nak" kata pak Tembol


"Itu pak tangganya pak, kita naik dari sana pak" tunjuku pada tangga yang ada di sebalah kiri


"Pak, apa kita tidak perlu memeriksa penjaga kos kosan pak, takutnya ada apa-apa dengan dia pak"


"Nanti saja kita periksa nak, setelah kita mendapatkan benda yang kita cari itu nak, jadi kita bisa langsung pergi begitu ada yang aneh-aneh dengan penjaga kos kosan itu" kata pak Tembol


Kami berdua naik ke atas, kos-kosan ini sepi dan gelap. Benar kata Chinta rata-rata kamar yang ada disini belum pada datang penghuninya, mungkin mereka masih belum pulang dari kerja. Tapi harusnya penjaga kos pada jam segini sudah menyalakan lampu kos kosan ini.


"Yang mana mas kamar nak Chinta itu?" tanya pak Tembol


"Yang ini keliatanya pak, dia bilang kan kamar ketiga pak, dan itu lihat di atas pak, ada benda yang kita cari itu pak" tunjuku pada benda yang tertempel di dinding ketika terkena sinar senter ponselku


"Sebentar pak, bapak apa ndak merasa kita sedang diawasi oleh seseorang pak?" aku bertanya kepada pak Tembol karena aku merasa ada yang sedang melihat kami dari pojokan paling ujung kos kosan tingkat ini


"Tapi tiap kuarahkan senter ponsel saya, ternyata tida ada siapapun disana pak" kataku sambil kuarahkan sinar ponselku ke ujung kos kosan.


"Iya nak, saya juga merasakan dan saya juga tau kalau di ujung sana ada bayangan hitam yang sedang memperhatikan kita dan melihat kita dari jarak jauh. Lebih baik jangan kamu arahkan sinar ponselmu ke sana nak" jawab pak Tembol


"Juga jangan lihat secara langsung ke arah dia nak, lebih baik kita fokus untuk ambil benda yang ada di atas pintu itu nak" kata pak Tembol sambil mencari kursi untuk memanjat


"itu pak disana ada kursi pak, tapi dekat dengan bayangan hitam yang sedang memperhatikan kita itu pak"

__ADS_1


"Jangan diambil kursi itu nak, kamu naik ke punggung saya saja, dan tarik benda itu hingga jatuh nak" suruh pak Tembol


Aku naik ke punggung orang tua yang masih terlihat kuat itu, untungnya tubuhku kecil dan kurus, sehingga tidak memberatkan pak Tembol yang sedang kupanjat punggungnya. Setelah beberapa kali kuraih benda itu, akhirnya benda sialan itu bisa jatuh juga.


Ketika benda hitam itu jatuh, tiba-tiba ada angin behembus agak kencang  di sekitar kami. Cukup aneh juga karena dari tadi tidak ada angin yang berhembus sama sekali.


"Ayo kita kembali ke mobil nak, tiba-tiba suasana di sini semakin tidak enak nak" kata pak Tembol yang buru-buru menyimpan benda itu di kantong celananya


Kami buru-buru meninggalkan lantai dua kos kosan yang gelap itu, tapi ketika kami mendekati tangga, ada bayangan hitam di bawah tangga, bayangan hitam yang mirip dengan yang kulihat tadi di ujung kos kosan.


"Stop nak, dbawah itu, ada bayangan manusia yang tadi sempat kita lihat di ujung kos kosan, sebenarnya bayangan manusia siapa itu ya nak?"  tanya pak Tembol


"Waduh kondisi maghrib-maghrib gini bisa siapa saja yang ada di bawah itu pak, saya sendiri agak takut juga pak lihatnya" kataku kepada pak Tembol


"Sudah jangan di lihat nak, banyak berdoa saja nak, pokoknya kita bisa keluar dari sini secepatnya dan menjemput Eko untuk menuju ke abah Fuad"


Sudah beberapa menit, tapi bayangan hitam itu tidak juga pergi dari sana, kami berdua makin bingung apa yang harus dilakukan, apakah kami harus nekat untuk turun ke bawah sementara bayangan hitam itu menunggu kami di ujung bawah anak tangga.


"Bayangan hitam itu masih ada di bawah sana pak, apa yang harus kita lakukan pak, apakah kita nekat saja kita terobos bayangan berbentuk manusia yang ada dibawah itu pak"


"Apakah itu penjaga kos kosan pak?"


"Bukan nak, tubuh manusia itu tidak berbentuk manusia, tapi berupa bayangan saja, kemungkinan besar itu demit nak, kita tunggu saja hingga demit itu hilang nak" kata pak Tembol


"Kayaknya yang menyalakan lampu adalah penjaga kosan. Mungkin tadi sedang pergi nak Petro, sekarang mungkin dia sudah pulang, ayo kita turun nak" ajak pak Tembol


Benar juga ketika kami sudah dibawah, Chinta ditemani Winna dan Chandra sudah ada di bawah, mereka sedang ngobrol dengan penjaga kosan yang biasa  dipanggil Jo itu.


"Nah itu pak Tembol dan mas Petro. Ini tadi pak Jono tadi tiba-tiba  pergi mengejar orang, karena tadi ada orang masuk ke area kosan ini dan berusaha masuk ke kamar saya pak" kata Chinta


"Iya pak, maaf lampu kosan belum sempat saya nyalakan tadi, karena saya harus kejar orang yang tiba-tiba sudah ada di atas dan berusaha masuk ke  kamar mbak Chinta ini" kata orang yang bernama Jono itu


"Memangnya bagaimana ceritanya pak" tanya pak Tembol


"Tadi kira-kira  dua puluh menit lalu ketika saya akan menyalakan lampu kos kosan, saya melihat ada orang yang sedang ada di depan kamar mbah Chinta, orang itu kelihatanya sedang berusaha masuk ke kamar mbak Chinta"


"Kemudian saya keluar memangil satpam yang ada di depan itu pak, ketika saya dan satpam ada di sini, ternyata orang itu masih ada disana, orang mencurigakan itu masih ada di atas sana pak, akhirnya kami berdua kejar orang itu, dia loncat dari lantai atas itu pak"


"Kami kejar dia hingga ujung jalan, makanya ketika mbak Chinta datang lampu kosan belum saya nyalakan, karena saya bersama satpam komplek sedang mengejar orang yang mencurigakan tadi itu pak" kata pak Jono


"Ya sudah kalau gitu, eh nak Chinta ada baiknya kita sholat maghrib dulu sebelum kita lanjutkan perjalanan kita nak" kata pak Tembol

__ADS_1


Kami akhirnya melaksanakan sholat maghrib dulu sebelum menjemput Eko untuk menuju ke rumah abah Fuad.


"Mas Jono,  seumpama ada orang lagi yang cari Chinta siapapun itu, dan apabila orang itu menyuruh mas Jono untuk memasang sesuatu di kamar Chinta, tolong ditolak saja mas, contohnya seperti ini mas" kata pak Tembol memberikan contoh barang yang dia barusan ambil dari dinding kamar Chinta tadi


*****


Kami menuju ke arah terminal Brtng, tepatnya di sebelah pos polisi, untuk saat ini Dogel yang membawa mobil, karena dia yang hapal jalan menuju ke rumah abah Fuad.


"Ayo mas Eko kita segera berangkat ke rumah abah Fuad, karena saat ini kami tadi sempat mengalami kejadian yang mengerikan mas, nantik akan kami ceritakan waktu ada di rumah abah Fuad" kata Dogel yang saat ini memegang kemudi


Di  depan rumah abah Fuad, rumah yang dulu katanya Dogel, Blewah dan Glewo pernah kesini, rumah yang halaman depanya nyaman dan asri, halaman depan tempat abah Fuad menunggu kedatangan kami. Aneh dia bisa tau kalau kami akan datang kesini.


Setelah memberi salam dan sedikit basa basi, akhirnya kami dipersilahkan masuk oleh abah Fuad yang ternyata sudah menunggu kedatangan kami dari tadi sore.


"Saya tau kalian, meskipun kita belum pernah ketemu sebelumnya. Saya tau kalian  juga akan kesini pada hari ini dengan membawa cerita tentang seseorang yang sedang saya pelajari" kata abah Fuad dengan tersenyum


"Abah Fuad kenal dengan mereka bah?" tanya Eko yang masih ragu dengan kehadiran kami


"Abah tidak kenal, tapi abah merasa kita sudah pernah berjumpa sebelumya disini, bahkan eeehh mana itu sapu lidi  yang kalian bawa?" tanya abah Fuad


"Ada di mobil bah, sebentar saya ambilkan dulu" kata Dogel


"Ndak usaaah, ndak usah diambil, sapu lidi itu memang akan ada di samping kalian terus kemanapun kalian pergi anak-anak" jawab abah Fuad


"Coba ceritakan kepada saya bagaimana kalian ada disini, itu dulu saja. Baru kemudian ceritakan ada masalah apa dangan tiga perempuan cantik ini" kata abah Fuad lagi


"Sebelumnya perkenalkan nama saya adalah Sutembol yang biasa dipanggil Tembol abah, saya akan ceritakan asal mula Totok ini dengan detail abah" kata pak Tembol  yang kemudian mulai bercerita bagaimana dia ada disini bersama kami


"Hmmm jadi kamu ini adalah yang pernah membuat porak poranda penguasa jahat di vila putih, dan sekarang ternyata ada sisa dari yang jahat itu kesini, dan membuat kekuasaan baru dan kemudian berganti nama menjadi Totok?" tanya abah Fuad


"Betul abah, jadi Rochman orang eh bukan ding, lebih tepatnya arwah, karena dia sudah mati. Arwah yang kami buang pada masa lalu itu ternyata ada pada masa ini dan kedepannya" jawab pak Tembol


"Dan kemudian ketiga perempuan cantik ini juga pernah dekat dengan Rochman atau Totok?" tanya abah Fuad


"Betul abah, ketika itu kami belum masuk ke masa lalu, jadi ketika ketiga mahasiswa itu sedang melakukakan KKN di sebuah desa abah" jawab pak Tembol


"Hmmm benar-benar kompleks yang kamu alami hahahaha, hebat kamu itu pak Tembol, lha sekarang teman-temanmu dimana?" tanya abah Fuad


"Sampai sekarang saya belum menemukan mereka pak, karena mereka kan pergi duluan ke masa depan, sedangkan saya tinggal disana untuk melihat apakah semuanya sudah sesuai dengan rencana atau tidak" jawab pak Tembol lagi


Setelah sesi tanya jawab selesai, kini saatnya pak Tembol memberikan tiga benda hitam yang ada di tiap dinding kamar kos kosan ketiga perempuan itu.

__ADS_1


"Hmmm rajah setan dan tulang manusia yang hancur karena panas, kombinasi yang mengerikan untuk mendatangkan setan ke kamar mereka bertiga.


"Jadi mbak Winna, Chandra, Chinta adalah merupakan calon korban yang sudah diberi tanda oleh Totok, tanda bungkusan Hitam, dimana bungkusan hitam itu adalah pengundang mahluk Ghaib, sehingga kemanapun kalian pergi, Totok akan tau" kata abah Fuad


__ADS_2