INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 187 (YANG KEDUA KALI)


__ADS_3

“Nak, segera matikan lampu ruang tamu rumah ini nak, agar tidak terlihat oleh yang ada di luar itu” kata pak Tembol


Dogel menuju ke saklar lampu untuk mematikan lampu ruang tamu yang memang cahayanya temaram itu. memang sih bahaya juga apabila di dalam sini terang sementara di luar sana gelap gulita, akibatnya yang di luar bisa melihat aktifitas di dalam rumah ini.


Aku ndak tau apa yang akan dikerjakan orang-orang aneh yang ada di luar itu, karena mereka nampaknya asing sekali bagiku, dalam keadaan gelap gulita ada serombongan orang dengan beberapa obor yang sedang berjalan dari arah mushola atau arah rel kereta api menuju ke arah jalan raya.


Tetapi yang mengerikan itu tiba-tiba pembawa obor paling depan berhenti tepat di depan rumah, setelah yang paling depan itu berhenti dan akhirnya diikuti oleh yang lainya, termasuk oleh yang mengusung keranda mayat itu.


“Pak, lihatlah pak, keranda mayat itu ditaruh di depan pagar rumah ini pak, apa yang akan mereka lakukan disini pak?” tanya Dogel


“Tenang nak Dogel, ikuti dan liat saja apa yang sedang mereka lakukan di depan sana nak” kata pak Tembol


Beberapa orang yang berpakaian serba hitam dan menggunakan ikat kepala itu kemudian jongkok dan kelihatanya sedang melakukan sesuatu terhadap keranda mayat yang mereka bawa tadi.


Dan yang tidak disangka-sangka mereka mengeluarkan mayat yang ada di dalam keranda, mayat  yang sudah terbungkus kain  kafan, mayat itu ditaruhnya tepat di depan pagar rumah ini.


“Hmmm apa yang akan mereka lakukan dengan mayat itu ya anak-anak,  kita tunggu saja apa yang akan mreka lakukan selanjutnya nak, karena semua ini membuat kita semakin bingung” kata pak Tembol


Kemudian beberapa orang mengusung kembali keranda koong itu dan barisan orang dengan obor itu berlalu dari depan pagar rumah ini menuju ke arah jalan raya.


“Mereka sudah berlalu dari depan rumah ini nak, coba kalian perhatikan, didepan pagar rumah ada mayat yang mereka geletakan begitu saja, lalu apa tujuan orang orang itu dengan hanya menggeletakan mayat itu disana nak”


Kami hanya bisa melihat mayat yang membujur diam di depan pagar rumah tanpa bisa menebak apa yang akan dilakukan mayat itu selanjutnya.


Beberapa menit kemudian yang terjadi adalah hanya sepi dan sunyi, tidak ada keanehan apapun selain adanya jenasah yang ada di depan rumah dan suasana yang sangat gelap diluar sana itu.


Aku hanya bisa berharap harap cemas agar mayat berpocong yang ada di depan rumah ini tidak melakukan apapun kepada kami. Tetapi tebakan dan harapanku ternyata salah.


Tidak lama kemudian pocong yang tergeletak di depan rumah itu bergerak-gerak sendiri, dan beberapa saat kemudian pocong itu terbangun!


“Pak, kenapa dia duduk pak,. Tipu muslihat apa lagi yang akan dilakukan oleh Totok ini setelah malam sebelumnya kita dihantui oleh ratusan pocong yang meludahi rumah ini?” tanya Dogel


“Yang pasti mayat itu akan bangun nak hehehe, sekarang saja dia sudah duduk di depan pintu pagar yang sudah terbuka…..


“Apaaaaaaaa… kenapa pintu pagar rumah ini bisa terbuka sendiri pak!. Sebelum-sebelumnya kan tidak pernah seperti itu pak” kata Dogel ketakuan


“Tenang nak, kita harus percaya dengan kekuatan yang ada di rumah ini nak, pokoknya jangan melakukan apapun nak, kita harus tetap waspada di dalam sini, buktinya mbak Bashi hanya duduk saja di meja itu nak” kata pak Tembol menenangkan Dogel yang nampak ketakutan


Jelas takut lah, aku aja ketakutan kayak gini kok ketika melihat pintu pagar rumah ini terbuka dengan sendirinya, dimana di depan itu sedang duduk sebuah pocong yang sampai kini kami belum bisa melihat wajahnya.

__ADS_1


“Ayo banyak doa nak, agar yang di depan itu tidak masuk ke sini dan secepatnya semua berganti menjadi normal lagi nak” kata pak Tembol yang sekarang kelihatanya juga ketakutan.


Tapi setelah sekian lama pocong itu duduk, dan ketika kami sedikit lengah dengan asik ngobrol membicarkan dan menebak apa yang akan terjadi selanjutnya, tiba-tiba Dogel  memekik pelan….


“Waduh….pocongnya sudah tidak ada disana, pocongnya hilang, dan pintu pagar rumah tetap terbuka!”


Kami berusaha melongok dan mencari dimana keberadaan pocong itu, tapi nihil, di luar pagar sudah tidak terdapat seonggok ta… eh pocong lagi.


“Jangan-jangan dia masuk ke dalam rumah ini pak”


“Tidak mungkin nak Petro, bukannya rumah ini sudah diberi pagar ghaib yang tidak memungkinkan mahluk ghaib masuk ke sini, tapi aneh juga kalau pintu pagar itu terbuka dengan sendirinya nak” jawab pak Tembol


Dalam keadaan yang sepi seperti ini memungkinkan kita untuk mendengar suara sekecil atau sepelan apapun, sehingga suara gesekan atau suara langkah kaki pasti akan terdengar oleh kami.


Begitu pula malam ini, tiba-tiba aku mendengar suara desiran angin yang berasal dari arah belakang rumah, suara desiran angin yang hanya sekilas saja tetapi cukup mengganggu pikiran ku.


“Kalian dengar suara tadi?” tanyaku pelan agar aku masih bisa mendengar suara-suara lainya


“Iya nak Petro, meskipun hanya sekilas dan hanya sekali, tapi saya bisa mendengar suara itu nak” jawab pak Tembol


“Bagaimana kalu kita chek bagian belakang rumah ini nak. Eh bagian dapur sana nak, tadi saya dengar suara itu dari bagian belakang sana nak” kata pak Tembol lagi


“Coba nak Blewah dibangungkan saja nak, agar kita bisa saling bantu apabila ada sesuatu yang akan terjadi disini nak“


Blewah memang dari jam berapa itu tidur nyenyak, dia sama sekali tidak merasakan keanehan-keanehan yang terjadi disini, tapi untuk saat ini lebih baik kita harus bangunkan dia juga lah.


Beberapa kali Dogel mencoba membangunkan Blewah, tetapi sama sekali tidak berhasil, dan yang aneh adalah , Baik Indah dan Ngot tidak terlihat disini semenjak rombongan orang dengan keranda mayat dan pocong itu ada di depan rumah hingga sekarang.


…seek…..seeekk…seek…


Hingga kini aku masih bisa mendengar suara sesuatu yang bergesek di area belakang rumah, tapi tidak ada yang berani ke arah belakang rumah untuk melihat ada apa di belakang sana.


“Begini saja nak, kita bertiga saja yang ke belakang, kita lihat bersama sama apa yang bersuara itu nak. Bagaimana” tanya pak Tembol


“Ayo pak, kalau bersama-sama gini lebih baik pak, dari pada sendirian, tapi bagian ruang tamu ini tidak ada yang menjaga pak" jawab Dogel


“Kan ada mbak  Bashi mas, dia sampai sekarang belum menunjukan gelagat mencurigakan nak, jadi kita biarkan saja dia ada di meja ruang tamu itu nak” jawab pak Tembol


“Pak, apa mbak-mbak yang di kamar depan tidak dibangunkan juga pak, keadaan disini semakin aneh solanya pak , takutnya ada yang akan terjadi dengan rumah ini pak” kata Dogel

__ADS_1


“Ya nak sebaiknya dibangunkan juga mereka nak, kita harus berkumpul agar aman nak” jawab pak Tembol


Dogel berusaha mengetuk berkali-kali pintu kamar depan yang keadaanya tertutup itu, tapi sama sekali tidak ada sahutan dari dalam kamar, dan hal ini tentu  menimbulkan kecurigaan bagi kami yang ada di sini.


“Sebaiknya kita buka saja pintu kamar itu nak, saya kok semkin khawatir dengan mereka yang ada di dalam kamar ini nak, karena pocong itu sudah tidak ada di depan pintu pagar seperti awal tadi saya takut kalau pocong itu ada di dalam kamar ini  nak” kata pak Tembol yang makin bingung


Ketika Dogel akan membuka pintu kamar depan, tiba-tiba mbak Bashi turun dari meja ruang tamu, kucing hitam kelam itu mendatangi pintu kamar tempat ketiga mbak-mbak itu sedang tidur, kemudian kaki depan mbak Bashi di letakan di daun pintu , seolah olah kucing itu hendak mendorong pintu kamar itu.


“Ada apa di dalam kamar ini, kenapa mbak Bashi  kok bertingkah aneh seperti ini” kata Dogel yang berusaha membuka pintu kamar depan


Dan dengan sekali dorongan pintu kamar itu akhirnya terbuka, tepat ketika pintu kamar itu terbuka, mbak Bashi tiba-tiba masuk dan naik ke tempat tidur dimana ketiga mbak-mbak itu sedang tidur nyenyak.


Di atas tempat tidur yang tidak begitu besar itu mbak Bashi duduk diantara mereka bertiga. Kucing hitam itu hanya duduk santai dan sesekali menggesekan tubuh dan kepalanya ke kepala dan rambut mereka bertiga secara bergantian hingga salah satu dari mereka bertiga bangun dari tidurnya.


“Ada apa ini, kenapa, dan apa yang terjadi dengan aku?” kata Chandra yang terbangun lebih dulu dari pada dua yang lainya


“Sudah diam dulu nak, sekarang kamu ke ruang tamu saja dulu, biarkan mbak Bashi melakukan tugasnya kepada nak Winna dan nak Chinta seperti yang dia lakukan kepada kamu nak Chandra” kata pak Tembol


Sama dengan Chandra, kali ini yang terbangun berikutnya adalah Chinta, dia pun bingung dengan keadaanya ketika sudah terbangun dari tidurnya. Dia hanya bisa diam di atas tempat tidurnya tanpa bisa berkata apa-apa lagi


“Nak Chinta cepat sana ke ruang tamu nak dengan nak Chandra yang pertama kali bangun. Sekarang biarkan mbak Bashi melakukan tugasnya kepada nak Winna” kata pak Tembol


Mbak Bashi kemudian menggesek-gesekan kepalanya kepada Winna, hingga beberapa kali  tapi tidak ada perubahan sama sekali, WInna tetap saja tidur , hingga kemudian Indah dan Ngot datang kepada kami.


“Pukulkan pakai sapu lidi mas cepat!” kata Indah yang ada disampingku


Dogel kemudian menuju ke pojokan ruang tamu tempat dia menyimpan sapu lidi pemberian mbah Joyo itu, kemudian dengan segera Dogel memukulkan sapu lidi itu ke tubuh Winna yang sampai sekarang masih tertidur.


Dua kali pukulan yang dilakukan Dogel, tiba-tiba Winna yang tadinya tidur nyenyak itu membuka matanya dan kemudian terduduk dengan keadaan bingung dengan bulir-bulir keringat yang membasahi wajah dan tubuhnya.


“Apa yang terjadi dengan ku” kata Winna sambil terduduk di tempat tidur


“Nak Winna bergabung dulu saja dengan nak Chandra dan nak Chinta di ruang tamu nak, sementara itu biarkan mbak Bashi yang akan melakukan sesuatu di kamar ini nak”


Dan memang benar, kucing hitam itu nampak sedang mengendus -endus di sekitaran kamar yang ditempati oleh tiga orang perempuan ini, mulai dari kolong tempat tidur hingga ke kolong lemari tidak lepas dari endusan mbak Bashi.


“Apa yang sebenarnya sedang terjadi nak Indah, dan kalian berdua dari mana saja tadi ini?” tanya pak Tembol


“Kami berdua ada di luar rumah pak, karena disekitar luar rumah ini sedang dipasang liur pocong yang tadi ada di depan itu pak. Indah tidak tau apa fungsinya dengan air liur pocong itu pak, tapi yang pasti tadi mengakibatkan mbak-mbak ini mimpi buruk, mimpi yang seolah nyata” jawab Indah

__ADS_1


__ADS_2