INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 42, KENAPA ADA YANG MATI LAGI


__ADS_3

“Rek,tolong tutup pintu ruang tamunya, sudah malam soale, ndak enak sama tetangga kalau dilihat rumah ini banyak yang nginap dan semalaman dalam keadaan terbuka”


Aku hanya beralasan tidak enak sama tetangga, padahal alasan yang lebih tepat karena ada orang asing yang sedang mencari kami, sesuai dengan yang Indah katakan kepada ku tadi.


“Mas kayaknya sebentar lagi ada orang yang akan ke rumah ini lagi, tolong bilang sama teman-teman agar tidak berisik  disini mas” kata Indah kepadaku


“Lalu tentang kedaraan yang terparkir di luar gimana Ndah, nanti mereka akan lihat kendaraan yang diluar itu Ndah”


“Tenang saja mas biar Indah yang atur semuanya, mereka tidak akan lihat apa-apa di rumah ini, rumah ini akan gelap gulita dan singup, pokoknya kalian jangan ada yang bersuara saja mas”


“Rek , aku minta tolong kalian jangan berbicara dulu, setelah ini keadaanya bahaya rek, jadi tolong jangan ada yang berbicara atau bersuara dulu ya”


“Sebentar lagi mobil yang tadi akan datang lagi mas, kalian bersiap untuk diam dan tidak bersuara sama sekali mas, biar Indah yang atur semuanya mas”


Benar juga, ada sebuah mobil sejuta umat yang sedang berjalan pelan didepan rumah ini , kemudian mobil itu berhenti tepat di depan pagar rumah.


Satu orang turun dan menuju ke pagar rumah, kemudian dia  berusaha membuka pagar rumah, kami disini hanya bisa diam sambil melihat apa yang akan dilakukan orang yang ada diluar rumah.


Aku bisa lihat satu orang yang berusaha masuk ke dalam taman rumah ,tetapi dia nampaknya ragu untuk melanjutkan masuk ke dalam rumah ini, dia hanya tolah toleh di depan rumah saja.


Kemudian orang itu menoleh ke arah mobil, keliatanya dia memanggil temanya untuk menemani dia masuk kedalam rumah ini. Satu orang yang perawakanya tinggi besar kemudian turun dari dalam mobil, dia menghampiri kawannya yang sampai sekarang belum berani memasuki rumah ini.


Dua orang sudah ada di depan pagar rumah untuk masuk ke dalam rumah, tetapi anehnya kedua orang ini masih juga ada di depan pagar rumah, mereka berdua masih belum berani masuk ke dalam rumah.


Sebenarnya apa yang dilakukan Indah hingga dua orang itu tidak berani masuk ke dalam rumah.


“Rumah ini kosong, tadi kan sudah aku kasih tau, kenapa kembali lagi kesini” kata orang yang pertama turun dari mobil itu


“Coba kau masuk kedalam Mat, coba kau ketuk itu pintunya. Ndak mungkin rumah ini kosong kalau ada motor dan bentor disana” suruh yang tinggi besar


“Iya ada motor dan bentor, tapi keadaanya sudah hancur dan rusak gitu, kayak sudah lama mangkrak disana” jawab orang pertama


“Kenapa tadi waktu kita kesini tidak ada dua kendaraan yang sudah rosok itu, kenapa sekarang tiba-ada dua kendaraan yang busuk itu” tanya orang yang tinggi besar


“Mungkin disini  tempat rombeng  rosokan taruh barang-barang mereka yang akan dikilokan, tadi tidak ada karena para pedagang rosok itu belum taruh barang mereka disini.

__ADS_1


“Sudah gini saja, kau tunggu disini saja , biar aku yang ketuk pintu rumah gelap dan bobrok ini, aku curiga kalau didalam situ ada mereka yang kita cari”


Akhirnya yang berperawakan tinggi masuk kehalaman rumah, dia berjalan ke teras rumah, yang aneh cara berjalannya itu seolah olah sedang menghindari sesuatu yang banyak terdapat dilantai rumah.


Naaah persis seperti kalau kita menghindari tai kucing atau tai tai lainya gitu, jadi cara jalan dia itu seolah olah sedang menghindari tai  yang ada di halaman rumah.


Kami hanya bisa diam saja tanpa bersuara sama sekali karena sekarang laki-laki itu sedang mengintip di kaca ruan tamu rumah, sementara kami berdelapan ada di dalam ruang tamu, kan ya lucu jadinya.


Ketika orang itu sedang mengintip, tiba-tiba dia mundur terhuyung huyung dan keluar dari rumah dengan ketakutan.


“Ayo pergi dari sini , ini rumah kosong, rumah hantu! Ndak mungkin ada yang mau tinggal disini, apalagi ketiga  anak kota itu” teriaknya kepada teman-temanya


“Berarti lagi-lagi info yang diberikan teman dia itu salah, atau teman dia itu sengaja memberi info yang salah kepada kita agar bos tidak membunuhnya” kata salah satu orang yang ada di dalam mobil dengan suara yang cukup jelas dan keras


Waduh, Petro makin kurang ajar, sampai hati dia memberikan informasi rumah mbahku ini kepada orang arab itu. Semoga petro baik baik saja disana, tidak kurang apapun dan tidak disakiti oleh yang jahat.


Pukul 23.15 semua temanku sudah tertidur, tinggal aku sendiri yang masih terjaga dan sedang memikirkan tempat bersembunyi yang lainya apabila rumah ini nantinya akan didatangi lagi oleh mereka.


“Sudah mas, lebih baik mas Agus tidur saja, sementra ini Indah masih mampu melindungi rumah ini mas, syukur-syukur tadi Indah mendapat bala bantuan dari mbak kunti dan mas poci yang tinggal di rumah sebelah mas”


Aku mengerti apa yang dikatakan Indah, aku paham kalau berkat bantuan Indah orang –orang yang mencari kami tadi  berhasil diusir dari sini, tapi aku ndak boleh  tergantung sama dia, karena  suatu saat dimana Indah tidak ada maka aku harus bisa menyelamatkan diriku sendiri..


------------------------ 


Pagi ini aku bangun dalam keadaan yang sama sekali tidak enak, ndak tau mungkin banyak yang aku pikirkan sehingga semua itu menumpuk di kepalaku, setalah sholat subuh berjamaah aku ingin mengumpulkan teman-temanku untuk kuajak berdiskusi.


Kami berdepan ada di ruang tamu rumah ditemani oleh satu teko kopi, hari ini harus bisa diputuskan apa yang harus kita lakukan setelah para suruhan orang kaya itu berhasil menemukan tempat kami bersembunyi.


“Rek, gimana pendapat kalian, suruhan oang arab kaya itu ternyata sudah bisa mendeteksii tempat kita, meskipun semalam mereka ketakutan oleh suatu sebab”


“Ini pasti ulahnya Petro rek, kalian dengerkan apa kata mereka sebelum mereka pergi dari sini?, mereka bilang  dapat info dari teman kita kan rek” aku lanjutkan omongan ku


“Jadi dalam hal ini , kita harus memikirkan bagaimana caranya mencari temapt persembunyian yang baru, atau kita akan lawan orang itu”


“Kalau menurutku kalian harus berani melawan mas, soale mereka akan terus menerus akan mencari posisi kalian sampai mereka puas dan menemukan sosok kalian semua mas” kata Haris

__ADS_1


“Ada benernya apa yang dikatakan oleh haris Gel. Kita harus berani melawan mereka sembari kita cari dalang dibalik masalah kita ini rek” tambah Glewo


“Ok aku setuju pendapatmu Wo, tapi kira harus cari dari mana? Dan kita harus melawan orang arab kaya itu dengan cara opo” tanyaku pada mereka lagi


Tidak ada yang bisa menjawab, semua pada diam tak memberikan jalan keluar. Memang tidak gampang lah untuk melakukan perlawanan, apalagi kami miskin dana perlawanan.


“Gini lho mas, lebih baik lapor polisi aja mas, karena kasus ini sudah masuk ranah pidana dengan adanya orang yang ingin menyakiti kalian mas” kata Ukik


“Kasus yang dulu kita juga lapor pulisi, tapi kasuse ilang-ilang sendiri, tapi kasus yang ini kan orangnya ndak terima rek, jadi kita terus dikejar rek”


“Eh mas, aku mau tanya tentang rumah ini mas, apa rumah ini sudah lama kosong mas” tanya Haris soeta” keliatanya Haris mulai curiga dengan keadaan rumah ini


“Iya, kenapa Ris kok kamu tanya gitu?”


“Rumah ini  rasane kok ngeri kalau malam gitu mas, tapi kalau ditempati sama kalian mungkin lama-lama akan akan menjadi baik baik saja mas”


“Hehehehe tenang ae Ris, disini aman dan ndak ada apa-apa kok , beda dengan di toko Gemezzz yang selalu bikin nderedeg yang kesana”


Aku berusaha mengalihkan pembicaraan agar pertanyaan Haris semakin dalam tentang rumah ini, tetapi  kalaupun haris bisa meraskan keanehan disini sebenarnya ya ndak papa kan.


“Lha yang semalam kita bisa selamat itu ulahnya siapa mas” tanya Haris lagi seakan tidak puas dengan jawabanku


“Oklah rek, daripda kalian makin curiga sama keadan rumah ini, lebih baik aku ceritakan saja apa dan siapa yang ada di sini, jadi kalian tidak usah takut setelah aku cerita ini rek”


Kemudian aku bercerita tentang kengerian rumah ini dan juga sosok Indah  yang selalu ada untuk melindungi  kita dan juga rumah ini.


“Jadi kita ada di rumah yang menurut warga sini ini angker mas?” tanya Kris sambil melirik kesana kemari


“Ikulak jarena warga sini Kris, tapi kenyataane ya....memang gitu hehehe, tapi kalian tidak perlu takut, karena kalau kita tidak berbuat yang jelek disini maka akan aman aman saja kok rek”


Aku berusaha meyakinkan mereka tentang keadaan disini. Tadi memang aku cerita apa yang ada disini kecuali tentang mbah putriku,  karena untuk mbah putri cukup aku dan Indah saja yang tau.


“Rek, coba kalian buka aplikasi Fb rek, liaten di fbnya Bluekuthuq, ada berita baru tentang orang mati lagi karena lagu kalian rek” kata Tifano


“Berita kemarin malam ini, ketika kita ada di toko Gemezzz” sambil kubaca berita yang muncul di beranda Fb band kami yang kubaca dari hp milik Tifano

__ADS_1


__ADS_2