
Aku merasa waktu berjalan dengan cepat, saat ini sudah pukul 06.15 tetapi di luar rumah keadaan masih gelap dengan kabut yang semakin tebal, tetapi anehnya kabut itu hanya ada di luar area rumah ini.
“Ha…hawanya semakin dingin p..pak, kita apa tidak berbuat sesu..sesuatu pak” kata Dogel yang sekarang sedang menggunakan jaketnya
“Sabar nak Dogel, tidak semua serangan itu harus kita lawan dengan serangan, karena untuk yang seperti ini kita hanya menunggu hingga energi yang dimiliki totok habis nak” jawab pak Tembol
“Sekali lagi saya katakan, untuk merubah sedemikian rupa ini memerlukan energi yang luar biasa besarnya nak, saya yakin Totok tidak akan mampu melakukanya lebih lama lagi nak, dia juga harus memikirkan energinya yang akan habis nak” jelas pak Tembol
Pukul 07.00, keadaan semakin dingin, sekarang nafas kami sudah bisa keluar asapnya, sepertinya keadaan akan mencapai puncaknya sekarang ini, karena ketiga orang teman perempuan kita sudah makin melemah, tubuh mereka pucat.
“Tidak lama lagi semua akan berakhir nak, kita tinggal menunggu waktunya saja” kata pak Tembol dengan penuh keyakinan
Aku tau pak Tembol hanya ingin membesarkan hati kami, kami semua tau kalu keadaan kami tidak dalam baik baik saja, karena hawa disini yang semakin detik semakin dingin.
Tadi pun Dogel sudah mencoba menyalakan kompor untuk hangat-hangat kami, tapi hanya bertahan beberapa menit saja, karena LPG kompor ternyata habis, nasib sial memang kok hehehe.
Kabut diluar pun semakin lama semakin tebal sampai-sampai keramaik lantai rumah rasanya seperti es batu.
Ketika kami dalam kedaan yang tersiksa ini tiba-tiba Indah memanggil kami untuk masuk ke kamar mbah putri yang selama ini tidak ada yang berani memasukinya.
“Kalian semua, ayo masuk ke kamar mbah Putrii sekarang. Barusan mbah puri menyuruh kita masuk ke kamarnya karena kita sudah sabar untuk tidak keburu nafsu keluar dari rumah ini, karena kata mbah putri nanti ada sendiri waktunya bagi Totok untuk berhenti” kata Indah yang ada di pintu kamar mbah putri
“Kamu yakin Ndah, kapan mbah putri ngomong sama kamu?” tanya dogel
“Barusan mas, ketika tadi Indah ada di kamar belakang, beliau bilang kalian semua harus masuk ke kamarnya agar selamat dari udara dingin yang masih akan berlangsung” kata Indah
Akhirnya kami masuk ke kamar mbah putri, ternyata di kamar ini hangat sekali, kami yang tadi merasa kedinginan akibat udara dingin disini lambat laun menjadi hangat dan normal.
“Kita disini sampai kapan mbak Indah?” tanya Winna
“Nanti mbak, biar Indah yang check keadaan diluar sana, karena kelihatanya keadaan semakin parah dinginnya mbak” kata Indah menjawab pertanyaan Winna
Aku tidak merasakan dingin sama sekali ketika ada di dalam kamar mbah putri nya Dogel, yang kami rasakan adalah hangat dan hawa yang normal, tapi ada yang aneh disini, kenapa kok hanya kamar ini saja yang terasa hangat, apakah mbah Putri ada ikut campur tangan juga?
Eh pak Tembol, ada baiknya ada yang mengamati keadaan diluar sana pak, karena kita disini tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi diluar pak. Kita juga tidak tau bagaimana perkembangan diluar pak.
“Kan ada nak Indah nak Petro, biar dia yang lihat keadaan diluar sana nak” kata pak Tembol
“Indah adalah mahluk ghaib biasa pak, jangan korbankan dia pak, sedangkan saya, Blewah, dan dogel punya sesuatu yang bisa digunakan untuk melawan yang diluar sana pak, lagi pula siapa tau diluar sana ada mas Sinank nang yang datang kesini untuk melawan yang ada diluar pak” jawab ku
__ADS_1
“Wis gini saja pak, bapak dan mbak Bashi dan tiga teman kita disini saja, sedangkan saya, Petro dan Dogel akan ke ruang tamu untuk memantau apa yang sedang terjadi diluar sana pak” kata Blewah tiba-tiba
Akhirnya aku, Blewah, dan Dogel ke ruang tamu. Kami bertiga ingin melihat apa yang sedang terjadi di luar sana, karena hawa disini semakin dingin dari pada tadi.
“Rek, nek umpama ndak kuat, dari pada kena hypothermia, lebih baik masuk ke kamar mbahku sebentar kemudian balik lagi kesini rek” kata Dogel ketika kami bertiga ada di ruang tamu yang serasa freezer kulkas
Tenyata keadaan dilluar sudah sangat berbeda dengan ketika tadi kami belum masuk ke dalam kamar. Sekarang sama sekali tidak terlihat pohon atau hutan atau bahkan batu nisan kuburan kuno.
Yang diluar itu hanya putih, entah kabut, entah awan. Tapi yang pasti ruang tamu ini sudah sedingin es, kami sampai harus memakai sandal jepit untuk jalan di ruang tamu yang lantainya sedingin es batu.
“G..gak k..kuat Gel, duingin pool iki” kataku kepada Dogel yang masih santai dengan jaket tebalnya yang bauk tengik karena lama ndak dicuci.
“Coba kalian perhatikan diuar itu, di kabut putih itu, coba kalian perhatikan ada sesuatu yang bergerak-gerak liar. Dan gerakan itu mengakibatkan kabut itu mulai ikut bergerak dan mulai memudar” kata Dogel
“Benar Gel, ada yang berusaha menggerakan kabut putih itu agar menyingkir dari depan rumah ini” kata Blewah
“Sik rek, aku kok pernah liat gerakan-gerakan itu. gerakan itu hanya mengandalkan jempol untuk membuat kabut itu hilang. Apakah itu Sinank nang ya?”
“Kalok liat dia memakai jempol ya jelas Sinank nang itu Tro, eh apakah kita ndak ikut bantu dia untuk mengusir kabut yang ada di depan rumah mbahku ini ta rek” kata Dogel
“Lha tadi kata pak Tembol bisa bahaya Gel, bisa bisa mereka menembus pertahanan pagar ghaib rumah ini?”
Pukul 08.00 pagi, suasana diluar masih nampak kabut tebal, meskipun sedikit demi sedikit kabut itu mulai terkoyak dan memudar. Tetapi hawa rumah ini tetap dingin dan semakin dingin dengan bertambahnya waktu
“Eh aku putuskan untuk keluar rek, aku bawa sapu lidi yang banyak itu, aku harus bantu Sinank nang untuk menghalau kabut yang menyebabkan hawa dingin luar biasa ini rek” kata Dogel
“Aku melok Gel, Mirah bilang nek diluar itu aman bagi kita manusia, tapi bagi golongan lembut lembut jelas gak aman heheheh”
“Aku yekopo Gel?”
“Kamu tunggu saja di sini Tro, sekalian jaga rumah, iki kamu tak kasih beberapa batang sapu lidi, mungkin berguna kalau ada yang lolos masuk ke rumah” kata Dogel
Aku di dalam rumah? Jelas gak gelem rek, biar tak tunggu saja sampek mereka kewalahan, baru aku akan nyusul mereka hehehe. Tapi ndak lah, biar aku jaga di ruang tamu rumah saja, aku punya tanggung jawab untuk jaga yang ada di dalam kamar mbah nya Dogel.
Dogel dan Blewah sekarang sudah ada di luar, mereka sekarang ada di teras rumah, keliatanya mereka sedang bingung untuk melakukan apa disana. Tapi tidak lama kemudian benar ada Sinank nang yang memanggil Dogel dan Blewah untuk membantu nya.
Sinank nang beberapa kali melambaikan tanganya kepada kami yang ada di rumah untuk mendekat kepada Nang dan membantu dia melakukan apa yang sedang dilakukannya.
Tapi ada yang aneh, bukankah Sinank nang tidak pernah memanggil kita untuk membantunya, apalagi sampai dia melambaikan tanganya kepada kami.
__ADS_1
Sik… ada yang aneh iku. Yang aku lihat secara visual itu adalah Sinank nang, tapi kenapa dia terus menerus melambaikan tanganya ke arah kami, nah ketika dia sedang melambaikan tanganya, tiba-tiba sebagian kabut yang menutupi dirinya memudar.
Seolah olah kabut atau asap itu ada di sana itu memberikan kesempatan kepada Sinank nang untuk terus melambaikan tangan kepada kami. Tapi memudarnya kabut atau asap itu hanya yang ada di sekitar tubuh Nang saja.
Ada yang aneh ini, aku harus keluar dan memberitahu kedua temanku agar tidak menuju keluar pagar sana. Aku merasa ada yang gak beres diluar sana.
Ketika aku akan membuka pintu teras tiba-tiba Indah keluar dari kamar dan memanggil kami agar tidak keluar karena yang ada disana itu adalah jebakan.
“MAS..JANGAN KESANAAA!!!,… ITU JEBAKAN!.... ITU BUKAN SINANK NANG!” teriak Indah dari ruang tamu
Aku yang sudah merasa ada yang aneh kemudian segera keluar menuju ke teras tempat kedua temanku sedang berdiri dengan kebingungan.
Untungnya kedua temanku masih ada di teras dan halaman rumah, mereka berdua belum keluar pagar rumah ini. Mereka berdua masih diam berdiri kedinginan.
Tapi tiba-tiba Blewah melangkah ke arah pagar. Aku tidak perlu menunggu lama, tangan temanku kutarik sebelum Blewah keluar dari pagar rumah. Kami berdua jatuh berguling di halaman dan teras rumah.
Setelah Blewah gentian Dogel yang berjalan pelan menuju ke arah pagar rumah. Aku berdiri dan untungnya Dogel juga berhasll kutarik sebelum dia sempat menyentuh pagar rumah untuk keluar dari halaman rumah.
Mereka berdua ini sepereti orang yang terhipnotis, jadi setelah kutarik dan jatuh, mereka baru sadar dan bertanya kenapa mereka berda jatuh di teras.
“Untung aku ikut keluar juga, coba kalau tidak, kalian sudah mampus rek” teriaku kepada mereka berdua yang sedang terbengong bengong.
Keadaan disini tidak berubah, yang berubah hanya visual Sinank nang yang sekarang sudah hilang berganti kabut tebal lagi, tapi hawa dinginya berngsur angsur mulai ada perubahan.
“Tadi apa yang terjadi Tro” tanya Dogel yang sekarang sudah masuk ke ruang tamu bersama aku dan Blewah
“Kalian berdua masih ingat waktu tadi keluar dari rumah ini kan, setelah kalian ada dilur kalian diam saja tidak bergerak sama sekali”
“Iya aku masih ingat, tapi kemudian di depan sana yang kulihat adalah kalian semua sudah naik ke mobil dan meninggalkan aku yang masih ada di rumah ini sendirian” kata Dogel
“Untung tadi Indah teriak kalau yang di luar itu bukanlah Sinank nang. Sudahlah nanti saja ceritanya, sekarang kita harus menunggu hingga kekuatan Totok melemah, sesuai dengan omongna mbah Purtri melalui Indah tadi”
“Coba kalian rasakan suhu udara dan hawanya sudah mulai tidak sedingin tadi, meskipun kabut tebal masih ada di luar sana. Tapi yang penting suhu udaranya sudah mulai naik rek” kata Dogel
*****
Mohon maaf, penulis akan absen sehari untuk update novel, karena ada acara keluarga, yah semacam nyekar orang tua yang ada di luar kota sebelum puasa.
Terima kasih
__ADS_1