INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 49, AJAKAN TOTOK


__ADS_3

Dimana itu Gebang, apa yang ada di Gebang dan kenapa harus diajak ke Gebang. Siapa mbah-mbah tua itu kenapa Totok begitu akrab dengan mbah tua itu


Totok pun cara makan gorengan itu aneh, dia makan dengan rakus, seolah gorengan dingin dan blenyek itu dia telan tanpa dirasakan sama sekali .


Tetapi ada yang aneh dengan diriku, setelah aku makan gorengan itu perutku rasanya mual sekali, mualnya perut ini beda dengan mual karena sakit mag, tetapi aku tahan saja rasa mual yang makin menekan perutku.


Totok kok bisa ya berbicara akrab dengan mbah tua penjual gorengan, apajah ada hubungan khusus  antara penjual tahu goreng itu dengan Totok, atau apakah dia itu kerabat jauh dari Totok?


“Kamu sekarang kok tambah cantik nduk, mbah yakin kamu akan makin cantik lagi kalau kamu sering ke Gebang nduk hehehe”


Janc*k kayak gitu kokdibilang cantik, tubuh kekar atletis hasil ngegym gitu kokmalah dibilang cantik, yang ada ya mengerikanlah heheheh.


“Iya mbah , besok akunya mau ajak mas Agus ke Gebang mbah, sekalian jalan jalan santai cari udara segar  mbah”


Aduh opo maneh iki, kok malah ada acara jalan-jalan segala, kenapa aku bisa masuk ke lingkaran gay kayak gini, bisa saja nanti aku tolak ajakan Totok, tapi aku kan harus bisa tau daleman Totok, eh  kok daleman sih, maksud ku jiwa Totok.


Akhirnya Totok menyudahi pembicaraan dengan mbah mbah penjual gorengan yang aneh itu, kenapa aku bilang aneh sekarang, karena apa yang dipakai dan digunakan mbah itu seperti jaman Indonesia masih daalam jaman penjajahan.


Tempeh atau tampah, kemudian lampu minyak, kemudian pakaian yang dipakai berupa jarik dengan atasan khas perempuan jaman ibu kartini memberontak.


“Ayo mas  kita pulang aja, akunya dah puas makan gorenganya mbah kara” ajak berjalanke arahku, Totok yang sekarang wajahnya sudah berubah menjadi lebih bahagia dan lebih fresh dari pada sebelumnya


“Mas besok siang jalan jalan yuk, akunya pingin ajak mas Agus ke daerah  Prgn mas, daerah yang dingin dan sejuk”


“Memang ada apa disana mas Totok, apa mas Totok mau menemui seseorang atau ada hal yang penting hingga harus ke daerah sana mas”  tanyaku penasaran


“Iya dan tidak mas, iyanya adalah akunya pingin ketemu sama seseorang yang sudah lama akunya tidak mengunjunginya, dia adalah saudara dari mbah penjual gorangan tadi mas"


“Sedangkan ndaknya adalah tidak ada yang penting disana, akunya cuman pingin rekreasi aja kesana mas, jenuh juga di kota ini”


Waduh...iki....iki yang medeni, rekreasi di daerah dingin dan sejuk bersama laki laki yang mengerikan, laki-laki kekar yang doyan memakai pakaian perempuan.


Aku di kota M punya palanggan bubur, dia seorang waria yang kerja di sebuah salon, tapi kelakuanya ndak ngeri  kayak Totok gini. Dia lemah lembut, tubuhya layaknya seorang perempuan, tidak ada otot biscep dan triscepnya hehehe.


Ketika aku sedang konsentrasi mengendarai mobil totok, tiba-tiba dia mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat  yang  kemudian dia taruh di atas dashbord mobil.


“Itu pembagian keuntungan toko dalam tiga hari ini mas, itu untuk mas Agus dan mas Glewo. Di toko gemezz tidak ada sistem gaji mas, yang ada adalah pembagian keuntungan” kata totok tampa melihat ke arahku


Kulirik amplop coklat yang agak tebal itu, karena aku sedang fokus menyetir, sehingga aku ndak bisa mengambil amplop coklat yang ada di atas dashboard mobil


“Terima kasih mas Totok atas kebaikan mas Totok kepada saya dan Glewo” hanya kata itu yang keluar dari mulutku

__ADS_1


“Sama sama ma Agus, akunya senang kok bisa kerja sama mas Agus dan mas Glewo, kalian berdua adalah karyawan terbaik yang pernah akunnya miliki mas” kata Totok  yang kemudian menaruh telapak tangan nya di pahaku


Reflek kusingkirkan telapak tangan dia yang sedang mampir ke pahaku, bahaya orang ini tangannya suka usil, bisa bisa mampir ke totongku ini nek tak biarno.


“Hehehe maaf mas Agus, habisnya udah kebiasaan megang tongkat presneling, biasanya kan akunya yang setir jadi kebiasaan dech”


Janc*k alasane gak karuan c*k! Kok isone mblakrak  ke tongkat presneling mobil! Yang kudu megang presneling kan tangan kiri , bukan tangan kanan c*k!


“Eh ini mas Agus akunya antar sampek rumah aja yah, kasihan deh masak harus turun di pinggir jalan, ntar kalau diperk*sa orang gimana mas heheheh”


“Gak usah repot-repot mas Totok, saya turun di perempat jalan MN aja mas, kan udah deket sama rumah mbah saya mas” aku beusaha menolak kebaikan hati Totok untuk mengantarku hingga sampai dirumah


Di rumah kan ada Indah, gimana perasaan Indah nanti kalau ternyata Totok ada di depan rumah mbahku karena sedang mengantarku pulang .


D iperempatan jalan Mn aku turun, karena totok harus ke arah lurus untuk ke toko Gemezzznya, sedangkan aku harus belok kanan untuk menuju ke rumah mbahku.


“Emmm, sampai besok jam 9.00 ya mas, eeeh akunya jemput dimana besok mas Agus enaknya?”


“Tunggu disini aja mas, besok saya ada disini jam 09.00 mas” aku kemudian keluar dari mobil Totok yang masih baru, tidak lupa amplop coklat yang katanya adalah pembagian keuntungan toko selama tiga hari aku bawa juga


Aneh juga hanya dalam tiga hari dia bisa melakukan pembagian keuntungan dengan kami, aku merasa ada sesuatu dengan toko itu, tetapi kayaknya itu ndak penting deh, karena yang sekarang menjadi tujuan utamaku adalah mencari jiwa Totok.


Ketika mobil kecil dengan merk ternama itu pergi , kedua temanku yang menggunakan Bentor mendatangiku mereka berdua tersenyum senyum melihatku.


Aku naik disebelah Glewo yang dari tadi tersenyum kedaku, aku tau otak Glewo itu selalu kotor denga pikiran-pikiran mesumnya, pokok diantara kami  berlima  paling bahaya itu ya Glewo..


Aku menceritakan keanehan yang tadi tejadi ketika di alun alun bersama Totok hingga dia menurunkanku di perempatan jalan.


“Hhmmm ngeri juga Gel , karena kamu belum tau apa yang akan dilakukan Totok kepadamu di daerah dingin dan sejuk, apalagi dengan tubuh kekarnya Totok itu, kamu ndak akan berkutik apabila dia memitingmu”


“Waduh Wo jangan nakut nakuti aku c*k, mending kalian nyusul juga ke Prgn, aku takut apabila ada apa apa rek”


“Gak usah , wis kamu ae lah  yang sama Totok, kami aku istirahat di rumah aelah sekalian aku mau pesiapkan peralatan Ngemisku Gel” sahut Blewah


Pukul 23.34 kami sampai dirumah mbah putri yang dalam keadaan terbuka pintu depanya!


“Rek, kok pintu ruang tamu rumah bisa terbuka gini! Apa tadi waktu kita pergi kita lupa nutup pintu depan ta?”


“Nggak Gel, yang ngunci pintu kan kamu dewe Gel, masak kamu ndak inget sih, lagi pula umpama kamu lupa ngunci pintu, ya ndak mingkin kayak gini keadaanya Gel, pasti  ya ndak terbuka ginilah”


Aneh, kenapa pintu ruang tamu rumah mbahku bisa terbuka seperti ini, memang tidak terbuka secara keseluruhan, mungkin hanya sekitar 20% lah, tapi ini kan tetap saja terbuka,  bearti ada orang yang sudah masuk ke rumah ini dong.

__ADS_1


“Waktu tadi kita pergi apa kamu ndk lupa untuk menngunci pintu rumah Gel, mungkin kalau kamu lupa ngunci pintu kan bisa saja mbak puji masuk kesini untuk bersihkan rumah” kata Glewo dengan analisa yang tidak masuk akal


“Yekopo iki apa kita masuk ke dalam atau gimana rek, takutnya kalau kita masuk kedalam ternyata di dalam ada jreeeeenngggggg! Gitu rek” kata Blewah


“Maksudmu ada suara gitarnya gitu ta Wah? Mosok disini ada persewaan alat musik Wah” jawab Glewo dengan lugunya


“Tidur di mushola ae Gel, dari pada kalua masuk ke rumah tau-tau di dalam rumah ada  dus tak dus der nya” lanjut Glewo


Indah kemana ya? Kenapa dia ndak keluar rumah, terus terang aku ndak berani masuk kalau keadan rumah kayak gini, mending kita tunggu sampai pagi setelah subuh baru aku berani masuk kedalam rumah.


Apa mungkin tadi ada suruhan orang arab itu yang balik kesini dan membuka pintu rumah ya? Tapi mereka kan sudah bersama Petro, apa mungkin mereka balik lagi karena penasaran dan membuka pintu rumah?


“Gini...gini aja rek, eeehhh bentor taruh agak jauh dari sini dulu aja, mungkin taruh di diparkiran mushola aja rek, setelah ini aku akan masuk ke dalam rumah, kalian berdua tunggu saja di mushola, biar aku yang check di dalam rumah”


“kalau memang di dalam rumah ada orangnya, orang itu pasti pemberani karena tidak mungkin orang yang tidak dikenal bisa masuk ke dalam rumah mbahku ini.


Akhirnya bentor di parkir di halaman mushola yang biasanya dipakai sebagai parkiran motor, Blewah dan Glewo menunggu ku di parkiran mushola.


Keadaan di kampung ini memang selalu sepi, apalagi di depan rumah mbahku, jarang ada orang yang berani lewat sini, apalagi peduduk sini yang notabene sudah ketakutan kalau lihat rumah mbahku ini.


Aku berjalan dengan santainya menuju ke dalam rumah yang beberapa bagian lampunya memang sudah kita matikan, untuk menghemat listrik yang selalu dbayar oleh anak anak dari mbaku alias omku dan lainya.


Kubuka lebih lebar pintu yang sudah terbuka sekitar 20% itu, sekarang aku ingin tahu apa atau siapa yang ada didalam rumah ini, keadaan ruamg tamu yang agak gelap cukup mengganggu penglihatanku, tetapi aku masih bisa melihat jelas dalam jarak sekitar lima meter.


Pintu kamar depan masih tertutup deperti biasanya, pintu kamar mbahku jga masih aman, kemudian aku berjalan menuju ke arah kamar belakang tempat Indah yang biasanya menungguku.


Kusibakan gorden kamar, ternyata Indah ada disana sambil tersenyum melihatku datang.


“Ndah...”


“Sssstt jangan bicara dulu mas, sini duduk dulu di sebelah Indah mas, biar Indah jelasin” kata Indah yang menyuruhku duduk disampingnya dengan isyarat tepukan telapak tanganya di sebelahnya sisi dipan


Tanpa ragu-ragu aku segera duduk disamping Indah, ndak tau kenapa aku selalu percaya dengan Indah, sehingga kalau dia dalam keadaan senyum ini berarti keadaan sudah terkendali.


“Tadi temen mas yang namanya Petro datang lagi kesini, dia tidak bersama orang-orang suruhan orang arab itu mas, tetapi dia kesini membawa ahli kunci hihihi, ahli kunci itu berusaha membobol pintu depan mas”


“Tapi Indah kan udah pernah ngomong sama mas Agus kalau tidak ada orang yang berani masuk ke rumah ini, karena orang melihat rumah ini seperti rumah yang sudah lama tidak ditempati”


“Jadi tadi setelah pintu itu berhasil dibuka, Indah minta tolong mas poci penjaga rumah sebelah untuk menakuti mereka, mereka berdua akhirnya lari mas hihihihii”


“Alhamdulillah, berati mereka belum sempat masuk ke dalam rumah ini ya Ndah?”

__ADS_1


“jelas belum mas, pokoknya di rumah ini tidak ada yang boleh masuk kecuali kalian bertiga dan mbak puji yang selalu setia membersihkan rumah ini”


__ADS_2