
“Orang Belanda, bukan ah, dia orang lokal gundul yang memakai pakaian ala kolonial jaman perjuangan. Kok bisa ada disini, pakek baju ala jaman kolonial sisan, berarti dia berasal dari masa lalu jeh” kata Dogel
“Tak pikir yang muncul itu teman kita rek, tibake wong jowo macak londo tuwek sisan rek” kata Blewah
“Lha harapanmu yang muncul itu gadis londo kemudian waktu siuman langsung mintak kawin sama kamu ta Wah hahahah”
“Gak ngono Tro, paling tidak ndak elek tuwek ngene lah hehehe” jawab Blewah
“Tapi Mirah sukak londoo tua mas, lebih besar, lebih matang dan lebih gimana gitu mas” kata Blewah yang sudah ganti menjadi Mirah hehehe
“Itu kiriman dari masa lalu mas, dan kita ndak tau harus ngapain dan diapain mas” kata Indah
“Lha kok pas lho, pas kita ada di sini kemudian muncul njemunuk wong iki Ndah” kata Dogel
“Indah ndak tau mas, wong yang ngomong itu demit-demit yang ada disini kok mas, mereka yang ngomong kalau sebentar lagi ada yang akan datang ke sini”
“Ayo kita tolong ae rek, meskipun dia ini mungkin di jaman itu orang jahat, dan jelas jahat karena orang Belanda kan menjajah Indonesia, tapi orang ini sakjane orang Belanda opo orang lokal sih?”
“Tapi kita ndak kenal dia Tro, apa ndak bahaya bawa orang yang berasal dari masa yang kita ndak tau, bisa–bisa kita dibunuhnya jeh” kata Dogel
“Perkara jahat atau ndaknya biarin wis, kalau dia mau berbuat jahat jelas kalah sama kita jeh, dia sudah tua, kita kan masih bau bau daun muda heheheh” kata Blewah
Kami mengangkat tubuh lemahnya ke atas kursi sofa yang ada di ruang tamu. Kami baringkan orang tua yang berwajah lokal tapi berpakaian ala penjajah itu.
“Apa kita juga harus merawat orang ini rek, atau kita tinggal saja, aku ndak mau urusan sama orang kayak gini, apalagi dia muncul dari masa lalu kayaknya”
“Ya nek kamu ndak mau urusin ya ndak papa Tro, tetapi kalau seumpama dia sehat dan mempunyai sesuatu untuk kita, nanti kamu nyesel lho Tro” kata Dogel
“lha kalau dia tibake drakula pemakan mayat, terus kita dibunuhnya gimana rek” tanya Blewah
“Kalian kalau mau pergi ya sana pergio, aku tunggu dia sampai siuman dulu, kemudian kalau dia sudah sehat ya tak tinggal rek” kata Dogel
“WIs gini ae lho rek, tunggu sampai dia siuman dulu, kasih makan sampai sehat, kemudian kalau kalian mau tinggal ya tinggalen ae” kata Ngot
“Wah, ambune silitmu gimana, coba jarimu masukkan ke slimpetan silitmu hihihi, terus kasih ke hidung orang ini Wah hihihi” kata Dogel
“Dogel lak mulai ngawur, gimana nek silite Blewah menclok ke hidungmu Gel. Koyok 69 versi humu humu gitu hihihih”
“Mulai Petro, nek dipancing soal humu-humu lak seneng ae chok!” balas Dogel
“Sssst, liaten rek, orang tua itu mulai siuman. Mata dia mulai bergerak gerak rek, liaten dia mulai membuka matanya rek” kata Ngot yang ada di sebelah orang yang berpakaian ala Belanda itu
“Lho iyo jeh, sik tunggu sebentar sampai dia benar-benar siuman, nanti kita tanya, apa dia punya gadis desa jaman dulu buat aku heheheh” Kata Blewah
__ADS_1
“Apa mas Blewah, mau cari perempuan lain, setelah apa yang Mirah persembahkan untuk mas Blewah” kata Blewah dengan aksen dan nada perempuan
“Blewah mulai ngomong sama dirinya sendiri rek hahahaha, habis ini dia mau ngomong apa lagi rek hehehe” kata Dogel
“Sudahlah, kita urus orang ini dulu saja rek, kita perlu tau siapa orang ini, aku curiga dia ini ada hubunganya dengan teman kita yang sedang ada di sebuah masa rek”
Orang tua yang berwajah pribumi dan berpakaian jaman perjuangan itu sudah bisa duduk di sofa, tetapi dia belum bisa kita ajak bicara, keliatanya dia sedang shock.
Indah dan Ngot ndak ada di sini, mereka pergi ndak tau ke mana, mungkin mereka berdua sedang mencari informasi tentang orang yang ada di depan kami ini.
“Dimana saya, tahun berapa ini?” tanya orang yang sedang duduk di sofa itu
“Bapak ada di vila putih, sekarang tahun 2013 an pak. Bapak ini siapa dan berasal dari mana?”
“Nama saya Tembol, saya berasal…ah pokoknya nama saya Tembol. Eh apakah kalian juga menemukan teman saya yang mungkin juga masuk ke jaman ini?” tanya pak Tembol
“Tidak pak, hanya bapak saja yang ada disini, dan baru saja muncul disini. Sebenarnya bapak ini berasal dari mana?” tanya Dogel
“Saya berasal dari masa lalu, saya bersembilan dengan teman-teman saya dari masa kalian ini”
“Apakah ada yang bernama Tifano, UKik, Broni pak?” tanya Dogel
“NAH!... kalian kenal mereka?!” teriak orang yang mengaku bernama Tembol ini sambil berdiri dari duduknya
“Harusnya mereka sudah sampai disini duluan, karena mereka bersembilan duluan yang dikembalikan ke masa ini” kata orang yang bernama Tembol ini
“Tapi kenapa sampai sekarang mereka belum juga muncul disini?” lanjut pak Tembol
“Sebenarnya apa yang terjadi disini pak” tanyaku yang masih bingung dengan keadaan yang tiba-tiba ini
Ketika mereka sedang mendengarkan pak Tembol bicara, tiba-tiba Ngot dan Indah muncul lagi, mereka panic dan menyuruh kami untuk segera pergi dari kawasan vila ini.
Dalam keadaan bingung kami segera pergi dari vila putih, kami berlari di antara taman vila hingga kami sampai di luar vila. Termasuk pak Tembol yang terhuyung huyung keluar dari area vila.
Tepat ketika kami sudah ada di luar, tiba-tiba kabut tebal muncul dari atas bukit, kabut tebal yang turun dengan cepat dan menyelimuti area vila. Kabut yang sama ketika kami kesini beberapa hari lalu.
“Awas, segera berpegangan tangan, jangan lepas pegangan tangan kalian sebelum kabut ini hilang” teriak orang tua gundul itu sambil memegang tanganku
Cukup lama juga kabut itu melintasi kawasan ini, dan kejadian aneh kemudian muncul ketika kabut itu sudah menghilang dari hadapan kami.
Keadaan vila yang semula indah, saat ini sudah gak karu-karuan, kondisi vila seperti tidak pernah dihuni puluhan tahun lamanya.
“Lhoo kok gitu keadaanya, kenapa vila ini berubah total setelah sampeyan datang kesini pak?”
__ADS_1
Semua terheran heran dengan keadaan yang sangat berbeda itu, semua berubah manakala kabut tebal itu datang, keadaan vila di depan kami menjadi sangat mengerikan selain tua, nampak taman di dalam pagar sama sekali tidak terawat.
“Ternyata begini vila ini kalau Dimas sudah dibinasakan, tidak ada yang menghuni dan keadaanya tidak karuan” gumam laki-laki yang bernama Tembol ini
“Maaf pak, siapa itu Dimas, apakah dia juga teman bapak juga dan bersama bapak” tanyaku penasaran
“Eh maaf, nama masnya ini siapa?” tanyanya
“Panggil saya Petro saja pak”
“Jadi begini nak, saya akan jelaskan secara singkat saja ya nak, agar kalian tidak bingung” kemudian orang yang mengaku bernama Tembol itu bercerita secara singkat apa saja yang dia lakukan di masa lalu
“Jadi anak-anak gank Sutopo itu ada di masa lalu pak? “ tanya Blewah
“Aneh ya pak, jadi gini pak, kami dapat info dari teman yang sudah pulang, jadi ketika kejadian Wildan yang kesurupan setelah itu acara di batalkan dan mereka pada pulang ke kota masing –masing. Karena keadaan yang mengerikan”
“Tapi anehnya kedelpan orang itu seolah olah hilang pak, dan mereka juga sudah menghubungi tim SAR untuk mencari keberadaan ke delapan anak itu, tetapi sia-sia. Itu kata mereka yang selamat”
“Pak, saya nemu kalung ini di depan pagar vila, mungkin bapak tau kalung ini milik siapa, karena ada inisialnya pak” kata Dogel sambil menunjukan sebuah kalung dengan bandul huruf N
“Hmm mungkin milik nak Novi mas, iya saya yakin ,kalung itu milik nak Novi”
“Kembali lagi ke masalah ini pak, sebenarnya sekarang yang bapak cari itu apa?” tanya Dogel
“Saya mencari keberadaan kedelapan anak itu mas, karena mereka kan harusnya sudah datang ke masa ini sebelum saya, karena ada yang harus saya selesaikan disana sehingga saya terakhir dikirim kesini nak”
“Gini saja pak, ayo kita cari makan siang dulu pak, nanti kita lanjutkan cerita bapak sambil makan siang pak” ajak Dogel yang masih menggendong mbak Bashi
“Makan dimana Gel, kita harus jalan kaki ke bawah dulu kan” kata BLewah
“Iyolah, mosok arep nyarter taksi rek” potong Dogel
Sambil jalan, bapak bisa cerita bagaimana yang terjadi sesungguhnya. Pak Tembol dengan tegas mengatakan kalau dia tidak melihat musuh mereka yang bernama Dimas itu mati, karena waktu itu yang ada di dalam adalah Mak Nyat Mani dan Soebroto.
“lalu maksud bapak apa ini pak?” tanya Blewah yang ndak mudengan
“Saya harus lihat keadaan di desa yang ada di sekitar sini nak, dan yang penting adalah mencari keberadaan teman-teman saya. Dan menyusuri desa yang ada disini nak”
“Waduh, kalau mencari mereka ya kita ndak tau dimana pak, tadi saja waktu bapak muncul kebetulan kami ada disana pak” kata Dogel
“Tidak ada yang kebetulan nak, semua sudah dipolakan, semua sudah di atur sedemikian rupa, sehingga kita yang harus menjalaninya dengan penuh perhitungan dan hati-hati” kata pak Tembol
“Saya yakin teman-teman saya ada disini, tetapi saya tidak tau dimana mereka”
__ADS_1
“Gini saja pak, kami coba menghubungi keluarga atau teman-teman kami, siapa tau memang mereka sudah ada di rumah masing-masing” kataku kepada pak tembol yang masih kebingungan