
“Tro masukan motormu, kita jalan-jalan sebentar Tro. Gel ayo sakiki atau tidak sama sekali”
“Petro iki baru datang Wah, apa ndak biarkan dia istirahat dulu ae ta?” kata Dogel
“Oh malesmu, penakutmu kumat lagi ta Gel. Nek gitu ya kamu ndak usah ikut, aku ngajak Petro ae ya ndak masalah kok”tukasku
“Arep nang di Wah?” tanya Petro penasaran
“Nyelesaikan masalah tanpa masalah sampai tuntas tas tas tas Tro, kalau memang kamu ada niat ya ayo, nek ndak ya ndak papa, biar aku sendiri ae yang bereskan
Aku kemudian menuju ke arah dapur, karena kalau ndak salah di dapur ada satu buah lampu minyak atau lampu ublik, aku bisa gunakan lampu itu untuk penerangan di terowongan sana.
Setelah kudapatkan lampu minyak itu, dan kugocang-goncangkan untuk memastikan minyak yang ada didalamnya masih banyak, selanjutnya kuajak Petro untuk menuju ke toko Gemezzz.
“Ayo Tro sebelum semuanya terlambat, soale kita jalan kaki, dan jaraknya dari sini lumayan juga”
“Yang terlambat apane Wah, kita mau ke mana?” tanya Petro
“Wiis ojok banyak tanya, nanti tak jelaskan di jalan ae apa yang terjadi” aku ndak banyak cakap, karena ketika kulihat Dogel, dia tidak ada respon sama sekali
“Sik tak masukan motorku sik wah, eh tapi nek naik motor apa gak bisa Wah, dari pada jalan kaki” tanya Petro
“Ayo wis naik motor ae biar cepet, nanti kita masukan motormu di dalam toko”
Sampai detik ini Dogel sama sekali tidak komentar, dia hanya diam saja. Tapi kubiarkan saja, aku tidak memaksanya, karena menurutku ada yang aneh pada diri Dogel.
“Aku ndak mbok ajak ta Wah hehehehe” tanya dogel dengan tertawa sinis dan aneh
“Terserah awakmu Gel, mau ikut atau ndak ikut, seharusnya kamu ndak perlu tanya gitu karena sudah sepantasnya kamu harus ikut!”
Aku tidak perlu menunggu jawaban dari Dogel atau Agus itu, karena dia memang tidak ada niatan untuk ikut, dia hanya duduk di ruang tamu ketika aku dan Petro mulai pergi dari rumah mbahnya Dogel.
Saat ini pukul 21.13 aku dan Petro atau Farid berboncengan motor menuju ke Gemezzz dengan membawa lampu ublik yang berisi penuh minyak gas sebagai penerangan di dalam sana.
“Ke arah mana iki Wah, dan sakjane ada masalah apa yang menimpa kalian?” tanya Petro yang mengemudikan motor
“Depan ada perempatan nanti belok kanan Tro, nanti aja kujelaskan sambil jalan kesana. Soale masalah iki makin rumit semenjak kita mulai masuk kedalamnya”
Tanpa ada percakapan lagi, motor terus melaju ke arah Gemezzz. Ndak atau apa yang akan terjadi dengan aku dan Petro tanpa bantuan dari Dogel yang notebene yang memiliki pelindung dari ghaib.
Aku sudah lupa apa saja yang dikatakan mbah Joyo, dan abah Fuad. Pokoknya aku percaya diri untuk menuntaskan misteri bersama Sumirah heheheh.
__ADS_1
“Sebelah kanan Tro, itu ada toko yang keadaannya gelap dan kotor , brentio disana”
Petro menepikan motornya di sebelah kanan dan masuk ke lahan parkir yang ada di depan Gemezzz.
“Nanti motormu masukan saja ke dalam sana, di dalam luas kok” kataku sambil mengeluarkan anak kunci gembok dan kunci pintu harmonika
“Ngapain kita ada di tokonya orang Wah, apa kamu jadi penjaga toko iki ta?” tanya Petro
“Mas Blewah, sebaiknya mas blewah cerita saja ke Petro mas, dari pada nanti dia ngambek dan gak mau masuk ke dalam sana” kata Mirah
“Iya Mirah, nanti tak kasih tau” aku menjawab pertanyaan Mirah dengan suara yang biasa, dan itu mengakibatkan Petro makin bingung
“Wah, awakmu ngomong sama siapa?” tanya Petro sambil tolah toleh mencari lawan bicaraku
“Nanti tak jelaskan Tro, yang penting motormu masukan dulu, kita harus kejar orang yang merupakan akar dari semua masalah ini”
“Lha Dogel itu gimana Wah, deke kok gak melok kita?” tanya Petro lagi
“Nah itulah Dogel, setelah semua menunpuk di tubuh Dogel, dia sekarang tabiatnya berubah, dia koyoke bukan Dogel yang kenal”
Pintu harmonika kubuka lebar agar Petro bisa memasukan Motornya, memang di dalam itu lumayan luas, karena di balik pintu harmonika itu adalah ruang pamer pakaian yang dijual Totok.
“Ruwet juga Wah ceritanya, jadi yang ada di dalam tubuhmu ini ada perempuan juga? Dia yang menjaga tubuhmu agar tidak lepas dari arwahmu?”
“Iyo Tro, dia baik sekali dan cantik. Tapi kamu ndak bisa lihat, yang bisa lihat cuma aku tok”
“Lha terus yang namanya Indah itu sekarang ada dimana Wah?”
“Dia pergi setelah kecewa sama Dogel. Kecewa dalam artian Dogel tidak serius mencari pelaku pembunuh Indah dan mencari jasad Indah. Indah awalnya adalah arwah, tetapi setelah menggunakan gelung rambut milik mbah Putri, dia bisa hidup menjadi manusia”
“Dulu mbah Putrinya Dogel kerap datang juga di rumah itu, tapi semenjak Dogel jadi aneh mereka semua pergi termasuk Glewo yang balik ke kota asalnya. Tinggal aku yang masih bertahan disini untuk menyelesaikan apa yang kita mulai”
“Mosok sampek ngunu rek petualangan kalian hehehe, yo wislah aku melok, tapi nek aku ketakutan yo jangan mbok paido Wah”
“Eh Wah, patung-patung ini opo yo korban pembunuhan seperti yang mbok ceritakan tadi?” tanya Petro dengan suara yang sedikit bergetar
“Jarene Sumirah iya Tro heheh, itu mayat yang diawetkan dan dilapisi bahan sejenis melamin gitu”
“Jangkrek , ojok medeni ta awakmu Wah”
“Hehehe iku belum seberapa dengan apa yang sudah kami alami disini Tro”
__ADS_1
“Mas stop bicara, Mirah dengar sesuatu di bagian belakang mas” kata Sumirah setelah aku selesai mengunci dan menggembok pintu harmonika
Aku sengaja ndak kasih tau Petro atas apa yang Sumirah katakan tadi, aku belum tau seberapa besar nyali dan mental Petro dalam menghadapi hal aneh dan tidak masuk akal yang ada disini.
“Ayo kita kebelakang Tro, tapi jangan berisik”
“Mas di dalam kamar mandi Mirah merasa ada sesuatu yang berenergi besar mas”
“Kamar mandi itu kan kekuasaanya mbah Saripah, ada apa dengan mbah Saripah?” tanyaku kembali
Tangan kananku memegang sapu lidi, sedangkan tangan kiriku memegang lampu minyak, aku coba untuk memberanikan diri menuju ke arah kamar mandi belakang untuk tau apa yang sedang terjadi.
“Tro, tolong kamu pegang lampu ini, aku mau ke kamar mandi itu”
Saat ini kami ada di bagian belakang toko, dimana bagian belakang toko ini adalah sebuah taman yang ditengahnya ada pohon yang besar, di seberang taman kecil itu ada kamar yang menjadi tujuan kami dan disebelahnya adalah kamar mandi tempat mbah Saripah berkuasa.
“Kamu ikuti aku dari belakang Tro, apapun yang terjadi jangan kamu jatuhkan lampu itu karena tujuan kita sebenarnya bukan yang ada di kamar mandi itu”
Petro tidak menjawab omonganku, tapi dia mengikutiku dari belakang dengan langkah yang aku anggap berani.
Ketika aku tinggal sekitar dua meter dari kamar mandi yang pintunya tertutup itu, aku bisa mendengar suara aktifitas di dalam kamar mandi, suara seperti sesuatu yang digesek gesek.
Aku kasih kode agar petro tidak mengikutiku, agar dia menjaga jarak dengan area kamar mandi.
“Mas stop disini saja mas, Mirah merasa yang ada didalam itu bukan mahluk ghaib mas, tapi energi yang terpancar dari tubuhnya itu menyerupai mahluk ghaib mas”
“Lalu gimana ini Mirah, apa aku harus masuk ke areanya mbah Saripah?”
“Hehehe mosok Mas Blewah yang Mirah sayang ini penakut sih, lalu apa gunanya sapu lidi itu mas hihihihi”
“Ok Mirah, aku masuk ke dalam ya, tapi aku nanti minta dicium lho yooo wakakakak”
“Wah , awakmu ngomong sama Mirah ta, kok pakek minta cium segala Wah”
“Menengo Tro, gak usah melok-melok urusane wong dewasa c*k hihihihih. Awakmu diam disana saja ndak usah ikut kesini”
Kubuka pelan-pelan kamar mandi yang keadaanya gelap, tetapi berkat lampu minyak yang dibawa Petro mengakibatkan ada sedikit cahaya yang bisa masuk ke dalam kamar mandi.
Sepasang mata kuning menyala terlihat samar di kamar mandi. Mata yang terlihat samar itu menatapku dengan tajam.
....Kkrrrrrr rrrrr puuurrrr meeeong kkrrrr ....
__ADS_1