
Kami melangkah masuk ke dalam halaman hotel yang keadaanya gelap gulita, hawa Dingin tiba tiba menghampiri kami yang sekarang sedang berdiri di sebelah pohon beringin, tidak suara binatang malam sama sekali yang kami dengar.
Suasana malam yang janggal dan cukup aneh di daerah pinggir hutan, karena waktu kami ada diluar suara berbagai hewan malam terdengar saling sahut sahutan.
Tapi ketika kami masuk ke dalam halaman hotel, suasana tiba-tiba berubah semua jadi sunyi, kami menyadari keanehan ini karena setelah masuk ke kawasan hotel ini semua pasti menjadi aneh.
Aku nyalakan senter di hpku agar tidak salah injak di rerumputan yang lebat. kami berjalan dengan santai seolah olah tidak ada apapun disekitar sini, hingga kami sekarang ada di sebelah pohon mangga.
“Eh rek, apa bener diatas sana banyak mangganya rek, coba arahkan ke atas pohon itu senter hpmu Gel, siapa tau kita bisa ambil beberapa mangga dengan ijin dulu kepada penguasa pohon itu tentunya ehehehe”
Kuarahkan senterku ke atas pohon, dan ternyata betul juga kata Ki peli, diatas sana banyak sekali buah mangga yang sudah masak, dan ternyata yang banyak bukan hanya buah mangga saja.
Diatas sana juga banyak perempuan berdaster putih dan merah yang sedang bermain dan duduk-duduk di ranting pohon. Ada juga beberapa hantu permen yang ngggilani
“Mbakyu sing ayuuuu dewe, aku boleh minta mangganya ndak” teriak Blewah
Ternyata salah satu dari kunti itu malah tertawa keras dan mengakibatkan kunti lainya juga tertawa, berisik sekali!
“Ughhh berisiknya mbak , kalau ndak boleh ya sudah mbakyu sing paling ayu deweeeee” teriak Blewah lagi
“Ayo Wah kita lanjut aja, jangan guyonan sama mereka lah , suara ketawanya itu lho yang bikin jantungku hampir copot c*k” kata Glewo
Di depan kami sudah kantor hotel yang nampak gelap dan mengerikan. Kuberikan senterku kepada Blewah dari pada aku yang selalu menyinari area yang diminta Blewah.
Kosong, berdebu dan suram yang terlintas di mataku tentang keadaan didalam yang terkena sinar senter hpku yang dibawa Blewah.
“Aku masuk ke dalam rek, aku mau kembalikan buku tts ini ke sana, jangan semua ikut masuk ke dalam, sebagian diluar rek”
Blewah membuka pintu kantor hotel, kemudian dia masuk kedalam, dia menuju ke meja resepsionis tempat dia menemukan buku tts itu, dia melompat masuk ke dalam meja resepsionis yang setinggi dada kami.
Tidak lama kemudian dia sudah melompat keluar dari balik meja resepsionis, Kami kembali keluar dari dalam kantor hotel.
“Mas, tadi ada yang lari dari dalam situ ke sebelah sana mas, ke arah kamar yang disebelah sana mas” bisik Indah
“Siapa Ndah?”
“Ndak tau mas, tapi keliatanya dia menghindari kalian dan mungkin juga dia takut dengan apa yang ada di dalam sana mas” jawab Indah
__ADS_1
“Sosok itu tidak mirip dengan sosok mengerikan yang kemarin sempat bikin Indah ketakutan mas, tapi sosok itu kelihatanya adalah arwah korban sesuatu disini mas”
“Jadi dari pada kalian mencari sesuatu yang belum pasti , lebih baik kita cari saja arwah yang tadi lari dari dalam sana itu mas”
“Tapi kok aneh ya Ndah, kenapa dia tidak lari dari sini atau dari dalan ruangan itu, kanapa waktu kita buka pintu kaca itu dia baru keluar dari sana? Apakah pintu itu ada semacam barikadenya sehingga arwah yang ada didalam tidak bisa keluar dari sana?”
“Mungkin juga mas, keliatanya gitu, ayo kita kesana mas, kita kejar dia, Inshaallah Indah bisa deteksi dimana dia sekarang berada mas”
Kuinfokan kepada kedua temanku apa yang barusan Indah katakan, Blewah yang paling antusias dengan kejadian ini.
“Aku kok tadi ndak liat ada yang keluar dari situ yo rek?” tanya Blewah sambil garuk garuk rambut gondrongnya yang mungkin sudah selama disini belum dicuci sama sekali
Kami berjalan kesebelah, tepatnya ke kamar-kamar yang berbentuk bungalow, Indah berada di depan kami, dia yang memimpin kami karena dia yang bisa mendeteksi arwah yang tadi melarikan diri dari ruang kantor hotel itu.
Di depan kamar nomor 4+ Indah berhenti dan kemudian dia mendatangi kamar yang gelap gulita itu.
“Ayo mas, kita lihat apa yang ada didalam itu mas” ajak Indah kepada kami
Blewah yang memang antusias untuk menyelesaikan masalah perhantuan ini begitu semangatnya ketika Indah mulai aktiv dalam memberikan informasi tentang adanya hal aneh disini.
Kami berempat ada di teras kamar nomr 4+, kamar yang kata Indah tempat bersembunyinya arwah yang tadi lari dari ruang kantor hotel.
Untungnya gorden kamar ini tidak ditutup, sehingga kami bisa lihat dari luar sini bagaimana keadaan didalam.
“Coba kamu buka pintu kamar ini Gel, siapa tau ndak terkunci” kata Blewah yang sedang menyinari jendela yang kotor oleh debu ini
Aku yang awalnya berdiri di depan kaca jendela kemudian menuju ke pintu depan kamar, tak coba menekan ke bawah handle pintu kamar ini ternyata bisa. Pintu itu sekarang terbuka dengan mudahnya.
Terus terang aku ndak berani menyipitkan mataku, aku masih belum berani kalau harus melihat mahluk aneh yang ada disana.
“Kalian tunggu diluar sampai Indah kasih tau kalian mas, karena yang di dalam ini banyak sekali arwah yang sedang ketakutan”
Aku heran, kenapa sekarang Indah semakin berani saja, beda dengan tadi siang. Tadi siang dia kan ketakutan ketika ada mahluk ghaib yang mengerjar kita.
Tapi sejak siang tadi ketika bertemu dengam mbah Saripah tiba-tiba sekarang dia semakin menjadi berani saja, tapi yang syukurlah, kami sekarang ada bala bantuan hehehehe.
“Mas ayo masuk sini mas, mereka pada ketakuan lho” ajak Indah yang ada di dalam kamar
__ADS_1
Aku, Blewah dan Glewo masuk ke dalam kamar yang pengab dan panas, di dalam berdebu sekali dan aku bisa merasakan banyak benda asing yang ada disini.
Blewah tetep menyinari kamar gelap ini, dia keliatanya sedang mencari sebuah bukti tentang adanya sesuatu yang ganjil disini.
“Mas blewah stop dulu nyenternya, mereka ndak suka kalau ada cahaya, matikan dulu mas, kita bisa bicara dengan mereka mas” kata Indah
“Mas Agus kalau mau nyipitkan mata monggo lho mas, mereka ini tidak jahat, mereka ada disini dan tidak bisa keluar dari sini karena di area hotel ini sudah diberi pagar ghaib mas”
Blewah mematikan senternya hp dan diberikan ke Glewo yang ada disebelahku, aku sebenarnya agak takut kalau harus menyipitkan mata, tetapi kami ini kan dalam usaha untuk menyetop kematian bunuh diri karena lagu kami.
Selain itu perintah dari mbah putri untuk mencari jasad Indah kan, jadi aku terpaksa harus bisa berkomunikasi dengan yang lembut lembut heheheh.
Didepanku banyak sekali yang sedang duduk, mereka rata rata perempuan, dan hanya sebagian kecil saja yang laki laki. Mereka semua nampak ketakutan.
Sebagian besar berusia remaja, hanya ada beberapa yang emak emak. Aku tidak melihat adanya hal yang menakutkan diantara mereka yang sedang duduk di semua celah lantai kamar.
“Kalian apa tidak bisa pergi dari sini?” sebuah kalimat yang terlontar dari Indah
Mereka semua tidak ada yang menjawab, mereka hanya hanya bisa melihat kami dengan tatapan ketakutan. Bahkan salah satu dari mereka yang mungkin berusia paling muda meneteskan air matanya.
“Tidak ada yang menjawab, apa kalian takut?” lanjut Indah
Serempak mereka yang duduk berdesakan itu menganggukan kepalanya. Berarti disini ada yang mengancam mereka agar tidak mengatakan sesuatu kepada siapapun yang bertanya kepada mereka.
Ketika Blewah hendak mengajukan pertanyaan, tiba-tiba mereka lari berhamburan, mereka hilang dalam hitungan detik, apakah ada sesuatu yang mengakibatkan mereka tiba-tiba lari berhamburan?
“Mas, kayaknya ada yang akan datang dan sepertinya bebahaya mas, ayo kita keluar dari kamar ini sekarang juga mas” bisik Indah.
“Mas Glewo senter hpnya nyalakan mas dan senterkan cahayanya pada apapun yang ada didepanmu!” kata Indah dengan nada yang khawatir
“Kita harus cepat pergi dari sini, kita ndak tau apa yang akan terjadi disini, tapi yang Indah rasakan sekarang adalah akan munculnya suatu kekuatan yang kuat mas. Jadi lebih baik kita segera pergi dari sini sekarang mas”
“Jangan… jangan pergi dulu, kalian jangan takut, aku punya sesuatu yang bisa membuat mereka akan mundur sebelum mendatangi kita” kata Blewah
Hawa yang pada mulanya dingin, lamba laun menjadi hangat dan semakin lama semakn panas, kami keluar dari dalam kamar 4+, dan sekarang kami ada di halaman depan kamar, aku merasa bahwa sesuatu yang jahat sedang kemari.
“Mas, kita harus segera pergi dari sini mas, ada sesuatu yang menakutkan mulai mendekati kita mas” wajah Indah yang semula khawatir sekarang mulai ketakutan
__ADS_1
Tetapi tidak dengan Blewah yang keliatanya semakin berani menghadapi sesuatu yang akan terjadi disini.