INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 107. DOMPET TOTOK


__ADS_3

Pagi hari yang cerah setelah semalaman dengan kesibukan yang lumayan, aku sedang duduk di ruang tamu bersama Blewah, Indah, Glewo.


“Wah, coba bawa sini dompet punya Totok, dan apa yang berhasil kamu temukan di dalam dompet itu” aku menyuruh Blewah untuk mengambil dompet itu karena beberapa hari lalu dia pernah bilang bahwa dia menemukan sesuatu yang ada didalam dompet


“Dompet itu wis kosong, paling isinya cuma sim dan kartu lainya, dan dompet yang tak temukan itu tak simpen sehingga ketika dompet itu dicuri maka pencurinya sudah tidak dapat apa-apa”


“Yang mereka cari itu bukan yang sekarang ada di dalam dompet itu, meskipun ada kartu tanda karyawan sebuah peusahaan kedukaan dan peti mati terbesar di sby”


“Wo ambilen dompetnya, kan kamu sudah tau dimana dompet itu kusimpan. Bukanya kamu sama Dogel sudah buka-buka dan melihat apa isi dompet yang aku temukan itu?” tanya Blewah sinis


“Wah, nek kelakuanmu sik nggapleki koyok gini dan selalu cari masalah, lebih baik kamu ndak ada disini juga kita sama sekali ndak masalah Wah!” tegurku kepada BLewah yang masih saja sinis kepada Glewo


“Sekali lagi kamu gak bisa diajak kerjasama dan masih karepe dewe, aku ndak sungkan-sungkan suruh Sumirah untuk keluar dari jasadmu!”


“Sekarang nek kamu memang ndak niat kasih tau apa yang kamu temukan ndak papa, karena sesuatu yang kamu temukan itu adalah yang selama ini dicari-cari sama Totok”


“Dan ingat Wah, yang kamu temukan itu yang membuat masalah semakin melebar, jadi ini sebetulnya adalah masalahmu, bukan masalah kita, kamu yang membuat masalah ini semakin melebar, dan kalau kamu tidak mau tanggung jawab dan berkelakuan seperti ini, sekarang juga aku akan suruh Sumirah untuk keluar dari tubuhmu!”


Blewah hanya diam setelah aku ancam, dia memang seperti itu, dia selalu maunya menang sendiri dan tidak memikirkan orang lain yang terkena imbasnya.


“Sekarang tunjukan apa yang kamu temukan dan segera kita selesaikan masalah ini agat tidak semakin melebar ke mana-mana”


“Kita harus kerja sama  dan jangan kamu rahasiakan apa yang kamu temukan, kebiasaan di Bluekuthuq jangan kamu bawa kesini Wah, disini taruhanya nyawa bukan lagu!”


Blewah berdiri dari posisi duduknya, dia menuju ke kamar depan, tidak lama kemudian dia kembali lagi ke ruang tamu dengan membawa dompet dan selembar kulit binantang.


“Dompet ini  gak ada apa-apanya, kulit binatang ini juga tidak ada apa-apanya. Aku ndak tau kulit ini kulit binatang apa” kata Blewah meletakan kedua benda itu di meja ruang tamu


Kuambil kulit berwarna coklat yang sebagian sudah hitam terkena darah. Aku bisa anggap yang aku pegang itu adalah kulit, karena bentuk dan teksturnya yang lembut dan kenyal, serta ada bulu-bulu halus panjang dan keriting di sebagian kulit itu.


Kulit itu tidak ada apa-apanya, kosongan, tidak ada rajahan dan tulisanya, hanya selembar kulit  persegi tidak aturan  yang berukuran sekitar 10x10 cm.

__ADS_1


“Ini kulit hewan apa ya, kenapa kok aneh juga bentuknya agak berkerut-kerut dan ada beberapa helai bulu yang panjang dan keriting” gumamku


“Penjelasannya ada di buku tts yang aku kembalikan lagi ke tempatnya, di bawah meja resepsion itu Gel”


“Kenapa awakmu yakin kalau penjelasanya ada di buku Tts yang kamu kembalikan kebawah meja penerima tamu itu lagi?”


“Karena sudah aku tulisi beberapa pertanyaan. Buku tts atau singkatan dari teka teki silang yang sebagian terkena darah itu sebagian sudah aku bersihkan, dan sama sekali tidak ada tulisannya alias kosong.


“Hanya ada beberapa pertanyaan dari buku teka teki silang itu yang digaris bawahi, setelah yang  di garis bawahi itu kucari jawabnya dan kusambung-sambung jawaban dari yang digaris bawahi itu, artinya dia minta tolong karena ada pembunuhan masal yang menewaskan seluruh penghuni di hotel ini”


“Nanti kalau kita ambil buku teka teki silang itu kalian akan paham apa yang aku maksudkan” kata Blewah dengan nada suara yang tidak sinis lagi.


“Coba lihat kulit yang kamu pegang itu Gel, aku kok gak yakin sama kulit yang kamu pegang itu” minta Glewo


Glewo mengamati kulit hewan dengan beberapa helai bulu yang agak keriting, bulu yang keriting itu  berwarna hitam gelap sedangkan kulitnya berkerut kerut aneh.


“Hewan apa yang punya kulit seaneh ini rek, kulitnya berkerut dan bulunya panjang hitam dan keriting tidak beraturan lagi” kata Glewo


“Hehehe, aku ndak yakin kalau ini adalah kulit dan bulu domba” kata Glewo sambil menyerahkan kulit itu kepada Blewah”


“Sik , aku rasa aku pernah lihat kulit itu rek. Sebentar, aku mau ke kamar mandi dulu” kata Glewo


Sementara itu Blewah masih memperhatikan kulit hitam kecoklatan yang ada beberapa helai bulu keritingnya, dia penasaran dengan perkataan Glewo yang mengatakan bahwa dia pernah lihat kulit macam itu sebelumnya.


Ndak lama kemudian Glewo kembali kepada kami dengan wajah yang tersenyum puas, nampaknya dia sudah menemukan jawaban atas teka teki kulit yang ada di dompet Totok.


“Ini liaten foto yang ada di hpku Gel” kata Glewo menyerakah ponselnya kepadaku


“Foto sing ndi Wo?” tanya Dogel


“Ya foto terbarulah Gel, coba kamu lihat apakah gambar yang ada di foto itu miripnya mendekati kulit yang sekarang sedang dibawa Blewah?”

__ADS_1


“Janc*k foto opo iki Wo , iyo e fotonya persis sama yang sedang dibawa Blewah rek” kata Dogel sambil tertawa dan menyerahkan hasil jepretan Glewo kepada Blewah


“Hahahaha aaasyuuuu!. Ternyata itu bukan kulit binatang, yang mbok pegang itu kantung menyan atau kulit skrotum hahahah”


“Yanc**k iyo bener awakmu Gel iki lak kulite kantong peliir c*k hahahahaha” teriak Blewah melempar kulit yang dari dia pegang


“Ancik foto kulit kantong peliirmu kok sama koyok ini Wo wahahahaha” kata Blewah yang sudah mulai mencairkan ketegangannya dengan Glewo


“Aku tadi wis curiga sama kulit yang mbok bawa itu Wah, soale aku pernah liat bentuk kulitnya termasuk ada beberapa helai bulu yembooot keriting yang ada di kantung peliir itu hihihih”


“Berarti kantung peliir mu modelane koyok gitu yo Wo hihihihi”


“Sekarang apa guna kulit kantung menyan itu ada di dalam dompet Totok, dan itu kulit kantung menyannya siapa, lantas apa kegunaanya. Itu sekarang yang menjadi PR kita, kita harus bisa menganalisa untuk apa ada kantung menyan di dompet Totok itu”


“Itu mungkin semacam Jimat Gel, tapi kan Totok sudah gak karu-karuan saktinya, lalu kenapa dia butuh jimat lagi?” tanya Glewo


“Wah, tak manggil Sumirah sebentar yo, siapa tau dia paham mengenai kantung peliir itu Wah”


“Tapi ojok suwe-suwe, aku yo penasaran,  dan kemungkinan ada hubungane sama Totok iki, soale barang ini yang sedang dicari oleh Totok, bukan dompete. Itu menurut anal lisaku lho yo c*k” kata Blewah


Sumirah menggantikan BLewah yang sebelumnya dipanggil oleh Glewo untuk melihat kulit yang ternyata kulit itu adalah kulit kantung peliir manusia yang diawetkan termasuk beberapa helai yembotnya juga.


“Ini mamang yang dicari Totok mas, barusan saya hubungi Bawok dan menanyakan apa yang dicari oleh Totok selama ini di hotel itu, jadi sebuah dompet yang isinya ada kulit peliir manusia ini mas”


“Lalu apa gunanya mbak Sum? Tanya Glewo


“Saya kurang tau mas, tapi setahu saya kulit kantong Peliir ini sebagai jimat saja mas. Tapi saya ndak percaya kalau Totok memakai Jimat untuk dia mas, karena dia kan sudah diatas semua jimat yang ada disini, dia tidak memerlukan jimat lagi” kata Sumirah


“Ya sudah mbah Mirah, sekarang saya butuh Blewah lagi mbak, karena masih ada beberapa pertanyaan yang saya tanyakan tentang buku tts yang dia taruh di bawah meja resepsionis”


“Gini aja Gel, karena masih ada satu lagi petunjuk yang ada disana , yaitu dari buku teka-teki silang. Menurutku disana itu ada semacam lorong waktu yang selalu berubah-ubah setiap saat, dan kalau buku tts itu masuk ke masa lampau dan dibaca oleh orang yang mengirim pesan, maka memang benar disana sedang ada masalah”

__ADS_1


__ADS_2