INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 209 (SERANGAN LAGI)


__ADS_3

Sesuatu yang wujudnya mengerikan itu tiba-tiba menerjang kami, tapi kemudian dia mengarah ke orang yang mirip  abah Fuaf, karena abah Fuad yang posisinya paling dekat dengan sesuatu itu. tentu saja orang yang mirip dengan abah Fuad itu kaget dan ketakutan karena tiba-tiba ada serangan mendadak


Aku ndak bisa bantu apa-apa, karena yang ada di depan kita itu sangat mengerikan, tapi tetap saja kami harus bantu orang yang mirip dengan abah Fuad, karena dia yang akan bawa kita kembali ke alam kami.


“Nak, perhatikan anjeng itu, dia mulai membesar dan mulai menggeram ke arah sesuatu yang mirip beruang dan berbulu gimbal. Anjeng itu tidak tinggal diam dengan munculnya sesuatu yang bentuknya aneh itu nak” kata pak Tembol


“Waduuuuh awaaas!….. sesuatu itu menerkam dan kemudian membuka mulutnya untuk menggigit orang yang mirip abah Fuad, tapi untungnya orang yang mirip abah Fuad itu bisa menjatuhkan diri nak, sehingga dia terbebas dari gigitan yang mungkin bisa kita sebut genderuo” kata pak Tembol


Anjeng itu tidak membuang-buang waktu, sementara dia sedang proses berubah menjadi besar, dia maju dan melompat ketika cakar mahluk aneh itu akan mengenai abah Fuad. Abah Fuad selamat, tapi anjeng itu terkoyak tubuhnya.


“Sini bah, lari ke tempat kita sini!” teriak pak Tembol.


Sinank nang tidak membuang kesempatan, ketika mahluk aneh akan berbalik arah, tiba-tiba Sinank nang melompat dan menculet motone ( mencolok matanya) mahluk aneh itu, mas nang berdiri dan menendang kepala mahluk aneh itu hingga mahluk itu terjengkang.


Ketika mas Nang sedang sibuk dengan mahluk itu, si anjeng ternyata sudah berubah meskipun dia dalam keadaan cedera. Anjeng itu berlari dan menerkam sekaligus kaki depan kananya merobek dada mahluk aneh itu. Kemudian dengan congornya dia menggigit jantung mahluk aneh itu hingga jantungnya terlepas dari tubuhnya.


Darah hitam muncrat kemana mana, termasuk tubuh kamipun terkena darah  hitam yang muncrat dari tubuh mahluk aneh itu. Orang yang mirip abah Fuad hanya terduduk diam dan berusaha mengatur nafasnya agar kembali normal, dia masih kaget dengan apa yang barusan terjadi denganya.


Sekali lagi anjeng itu menyelamatkan kami dan abah fuad juga, anjeng itu sekarang sudah berubah menjadi normal, tetapi di tubuhnya masih ada luka akibat cakaran mahluk aneh yang mengerikan tadi.


“Gimana kalian bah, mas Nang!?” teriak Dogel yang masih ketenggengen (tercengang)


“Saya baik saja mas, untung ada anjeng itu, tapi anjeng itu kelihatanya luka mas, dia tadi kan menahan sabetan kuku mahluk mengerikan ke arah abah Fuad mas” kata mas Nang yang sudah bisa berdiri.


“Mirah, gimana dengan Blewah, apa dia masih pingsan?” tanya Dogel


“Pingsan sih tidak mas, tapi tubuhnya lemah dan lemas, mungkin dia butuh makanan atau asupan cairan mas” jawab Mirah


Kami semua sudah bisa berdiri dengan normal, abah Fuadpun sudah tidak terlihat ketakutan. Hanya anjeng yang selamatkan kami saja yang masih tergeletak, mungkin dia mengalami luka dalam, meskipun mungkin dia masih dalam proses penyembuhan dari sel dirinya sendiri.


“Kita harus segera kembali, karena kita sudah terlalu lama meninggalkan alam kita” kata abah Fuad yang siap-siap untuk pergi dari area ini


“Bagaimana dengan anjeng yang tergeletak itu bah, apa sampean sampai hati tinggalkan dia yang sudah selamatkan nyawa sampean?” tanya pak Tembol dengan kalimat yang agak kasar


“Lho apa kalian tetep berniat untuk membawa anjeng itu!,  meskipun dia sudah selamatkan saya, dia tidak boleh ikut dengan kita” kata orang yang mirip dengan abah Fuad itu dengan ketus

__ADS_1


“Lalu kalau tidak karena anjeng itu, sampeyan sudah mati Bah, tidak hanya sampean, kami pun sudah mati!” kata pak Tembol lagi


“Apa alasan abah Fuad untuk tidak membawa anjing ini ke alam kita bah?” tanya Dogel


“Karena tenaga saya dan Eko tidak cukup kuat untuk membawa kalian plus anjeng itu” kata abah Fuad


“Kalau begitu saya yang akan tinggal disini, bawa anjing itu, dia sudah menolong kita dan dia sekarang butuh bantun kita untuk hidup meskipun nantinya di alam kita dia hanya berupa mahluk ghaib saja” kata mas Nang


“Tidak bisa kamu harus ikut ikut pulang, kita kesini itu jemput kamu Nank” kata abah Fuad yang juga mulai ketus


“Anjeng ini bisa bantu kalian dalam misi kalian, dan dia mempunyai kemampuan yang lebih hebat dari pada saya, biarkan saya ada disini saja, dan kalian bawa anjeng ini pulang. Saya akan cari jalan menuju pulang. Yang penting saya sudah bisa lepas dari penjara rumah itu” kata mas Nang


Aku kasihan apabila anjing ini harus ditinggal disini, dia dalam keadaan sakit, tapi anehnya dia bisa sembuh sendiri dengan cukup istirahat, tetapi kalau kita tinggal disini dia akan mati dibunuh oleh anak buah pemilik rumah ini.


“Cepat kalian balik, dan bawa anjeng itu agar dia bisa selamat, saya akan tinggal disini dan mencari jalan keluar dari sini. Kalian jangan khawatir, dan titip salam untuk Chinta” kata mas Nang


“Jangan nak Nank, lebih baik kita balik sama –sama, karena misi kita belum selesai, ingat kamu dibangga-banggakan oleh Chinta, jadi tidak ada yang boleh tinggal disini” kata pak Tembol


“Semua harus pulang abah Fuad, semua!... tidak ada yang ditinggal disini” lanjut pak Tembol


Anjeng itu hanya bisa menggerakan kepalanya saja, dia tidak bisa menggerakan kaki atau pangkal ekornya lagi. kuelus  kepala anjeng itu, dan dia melihatku. Kalau dia bisa bicara mungkin dia mau ngomong ‘ sakit sakali …tolonglah aku’”


Aku jongkok di depan wajahnya yang terkulai di lantai teras rumah, dia berusaha menggerakan kaki depanya, tetapi tidak bisa, aku lihat otot punggung dia membesar karena dia dengan sekuat tenaga ingin menggerakan kakinya.


“Kita harus bawa anjeng ini bah, kalau tidak saya tidak akan pulang ke alam saya. Dan apabila Totok semakin Brutal maka semua ini adalah salah sampean abah Fuad”  aku cukup emosi juga ketika melihat keadaan anjeng ini


“Betul, saya lebih baik tinggal disini saja, dan abah Fuad yang akan menyelesaikan misi yang belum selesai ini” kata Dogel yang mungkin juga jengkel dengan keputusan abah Fuad yang lebih mementingkan kami dari pada yang sudah menyelamakan nyawa kami hingga tiga kali


“Ayo Gel kita angkat anjeng ini ke tempat yang lebih aman, baru kemudian kita urus Blewah hingga dia sadar” aku berusaha memindahkan anjeng itu, tetapi memang berat sekali


Aku sudah tidak peduli lagi dengan dimana aku berada, dan aku juga tidak peduli dengan keputusan abah Fuad yang setega itu meninggalkan mahluk yang sudah menyelamtkan dirinya dan kami.


“Ya sudaaah, kita bawa anjeng itu juga, tapi saya tidak mau menyentuhnya sama sekali. Sekarang kalian pikirkan bagaimana kita ke arah tadi kita datang dengan mas Blewah dan anjeng ini yang keadaanya sama-sama tidak bisa bergerak” kata abah Fuad


“Tunggu disini, saya mau cari angkutan dulu” kata mas Nang tiba-tiba

__ADS_1


“Jangan dulu mas nang. Kita pindahkan dulu mereka ke tempat yang aman dulu, karena kita ada di depan rumah Nabil atau Totok atau Rochman”


Kami pindahkan Blewah dan anjeng itu ke sebuah rumah kosong yang letaknya beberapa rumah dari tempat tinggal Nabil, kemudian mas Nang mencari kendaraan yang bisa kami tumpangi untuk menuju ke tempat kami datang tadi.


“Coba mas Nank kamu ke arah sana mas, di depan sana kalau ndak salah ada semacam kendaraan yang mirip amgkot yang sedang menunggu penumpang, mungkin bisa kita sewa untuk membawa kita mas” kata abah Fuad


“Abah Fuad apa bawa alat pembayaran yang berlaku disini apa tidak bah?” tanya Dogel


“Ada mas, saya sudah siapkan semuanya apabila keadaan mendesak dan memerlukan alat pembayaran yang berguna untuk transaksi sesuatu. Tapi yang penting sembunyikan ujung telingamu, seperti yang abah lakukan dengan memakai topi ini agar sedikit tersamar” kata abah Fuad sambil menyerahkan topinya kepada mas Nank


Kulihat anjeng itu, ternyata keadaanya mulai membaik, dia sekarang bisa duduk meskipun masih kurang enak posisi duduknya, tap paling tidak system tubuhnya bisa membuat dia sehat kembali dalam waktu yang singkat.


“Mas Nang tunggu sebentar mas, keliatanya kita ndak usah cari tumpangan mas, jangan libatkan masyarakat disini dengan kita mas, takutnya nanti ada apa-apa mas. Kita papah Blewah saja, lagipula  anjeng ini sudah mulai bisa duduk mas”


“Hmmm ada benarnya juga yang dikatakan nak Petro ini, kita lebih baik tidak melibatkan penduduk alam ini untuk kegiatan kita, takutnya kita nanti jadi buruan mereka” tambah pak Tembol


Ketika kami sedang diskusi tentang bagaimana kami harus pergi ke tempat awal kami datang, tiba-tiba ada suara ramai-ramai yang berasal dari arah rumah tempat Nabil tadi menyekap mas nang dan Blewah.


“Cepat agak merunduk, mereka kelihatanya sedang mencari kita, semoga mereka tidak mencari di rumah kosong ini” kata Dogel


Sebenarnya posisi kami ini tidak benar-benar aman, kami ada di posisi teras rumah yang tertutup rumput dan ilalang tinggi yang ada di halaman rumah sehingga cukup menyamarkan teras.


Beberapa orang terdengar melewati kami dengan langkah cepat setengah berlari ke arah rencana mas nang tadi mencari angkutan untuk kami.


“Fiuhhhh. Untung tadi mas Nang gak jadi ke sana mas, coba kalau mas Nang ke sana mencari kendaraan, pasti akan berteru dengan mereka mas” kata Dogel


Anjeng itu sekarang sudah benar-benar pulih meskipun tenaganya masih belum normal, terlihat dari cara dia berdiri yang masih agak goyah, sementara itu Blewah sudah bisa membuka matanya dan menggerakan tanganya.


“Kita harus tuggu hingga keadaan diluar sana aman, baru kita bisa pergi dari sini” kata pak Tembol


“Tidak ada kata waktu aman untuk kita pak, kita ini bagaikan mahluk ghaib yang muncul di dunia kita. Mahluk ghaib yang mempunyai energi yang tinggi, sehingga akan banyak dukun atau paranormal yang akan menangkapnya”


“Sama dengan di alam ini, kita ini bagi mereka adalah buruan yang harus ditangkap dan akan menjadi peliharaan mereka untuk kegiatan mereka yang aneh aneh pak” jelas mas Nang atas omongan pak Tembol


__ADS_1


maafkan saya kalau cerita saya tidak berkenan. saya sedih kalau ada yang seperti ini. kalau pembaca mau kritik ndak masalah kok, saya menerima kritik dan saran dengan terbuka. cuman jangan lah pakek kata kata kasar seperti ini


__ADS_2