
“Siang-siang gini bayangan hitam itu masih ada di depan pagar rumah, keliatanya dia sedang menunggu sesuatu, atau menunggu kita keluar dari rumah ini” kata Indah
“Ada baiknya mas Agus keluar rumah saja, dekati mahluk bayangan hitam itu mas, karena disini yang ditakuti oleh mahluk ghaib itu hanya mas Agus” kata Indah lagi
“Ndah, anak-anak suruh kesini, dan nanti tolong terjemahkan apa yang aku ingin obrolkan sama mereka”
Indah berjalan menuju kamar belakang tempat keempat anak-anak itu sedang istirahat siang, aku ingin keempat anak itu bicara dengan bayangan hitam yang terus menerus ada di depan pagar ini.
Tidak perlu waktu lama, Indah datang lagi ke ruang tamu bersama empat anak yang sedang bergelantungan di kaki dan pundak Indah.
Aku tetap menyipitkan mataku agar aku bisa lihat kegiatan anak-anak kecil itu, tetapi yang menjadi perhatianku adalah anak yang gigi taringnya putus.
“Kenapa gigimu putus” tanyaku kepada salah satu anak yang sedang merangkul tangan Indah
Aku tidak melihat mereka berbicara sama sekali, tapi aku tahu anak itu sedang berbicara dengan Indah, dan Indah hanya tersenyum tanpa membuka mulutnya sama sekali untuk bicara dengan keempat anak itu.
“Dia bilang waktu itu dia disuruh kejar korban yang lari ke dalam kamar, kemudian tanpa sengaja dia menggigit gagang handle pintu”
“Hahaha kok bisa gagang pintu dia gigit hahaha, sekarang gini Ndah, tolong tanyakan kepada mereka, mereka mau membantu kita tidak”
Ketika Indah menanyakan sesuatu tanpa bicara, tiba-tiba keempat bocah cilik itu menghadap ke arahku, kemudian mereka bertepuk tangan sambil memeluk aku.
“Itu artinya mereka setuju untuk membantu kita mas heheheh” kata Indah
“Kamu mau suruh dia ngapain Gel” tanya Glewo curiga
“Sik sabaarr, panggil dulu blewah Wo, karena Blewah nanti kita perlukan untuk usir mahluk itu bersama anak anak kecil ini. karena yang dia maui itu adalah Blewah”
“Mbak MIrah, permisi ya, saya mau manggil Blewah dulu mbak” suruhku kepada tubuh Blewah yang sedang berlaku sebagai mbak Sumirah
“Maksudmu apa dengan Blewah dan anak-anak kecil itu yang akan usir demit di depan rumah itu?” tanya Glewo lagi
“Jangan memanggil mas ini hanya untuk memancing keributan dengan yang diluar mas, karena yang diluar itu bukan untuk mainan, dia sangat jahat hingga bisa membunuh mbah Joyo!” kata Sumirah
__ADS_1
“Mas Agus tidak seharusnya memancing mahluk itu dengan menggunakan mas Blewah, seharusnya mas Agus sendiri yang bertindak, bukanya menyerahkan mas Blewah dan anak-anak ini!” tambah Indah
“Bener juga omonngan mereka Gel, kamu sudah harus mulai bergerak dengan apa yang kamu miliki, bukan dengan orang lain bahkan sebagai umpan saja, karena Blewah dn nak kecil itu bukan untuk dibuat sebagai umpan umpanan” kata Glewo
“Misalnya Blewah sudah ada disana, dan kemudian ada apa-apa dengan Blewah, apa kamu bisa ngatasi keadaan Blewah?”
“Awakmu lama-lama makin ndak genah Gel!, kamu keluar sana dan hadapi mahluk hitam itu sendiri” kata Glewo
Maksudku tadi Blewah dan anak kecil itu cuma sebagi pancingan saja sehingga mahluk itu akan marah, nah setelah marah, baru aku mulai melawan. Tetapi rencanaku malah ditentang oleh teman-temanku.
“Aku paham rencanamu Gel, tapi seandainya mahluk itu semakin beringas, dan Blewah dalam keadaan kritis, apa kamu bisa selamatkan Blewah? Wong mbah Joyo saja dibunuh sama dia, apalagi Blewah yang gak punya apa-apa c*k!”
Aku malu pada diriku, kenapa aku sampai punya pikiran untuk memancing dengan menggunakan Blewah dan anak-anak kecil itu, kenapa tidak aku datangi saja mahluk itu dan membunuhnya.
“Iya...maaf, aku pikir kan ada baiknya Blewah yang keluar, karena masalah ini bermula dari Blewah, dan anak-anak kecil itu rencanaku aku buat sebagai pengganggu konsentrasi bayangan hitam yang masih ada diluar itu”
Aku jelaskan kepada temanku tentang rencana yang akan aku lakukan seandainya Blewah aku gunakan sebagai pancingan.
“Ngawur ae c*k!, nek niatmu bunuh Blewah gak gitu juga carane c*k, gosvlok bener sih yang kamu pikirkan itu c*k!” Glewo mulai marah kepadaku
“Ayo mbak Sum, kita masak aja, aku tiba-tiba lapar ini mbak” ajak Glewo kepada Sumirah berjalan ke arah dapur dan meninggalkan aku bersama Indah
“Paham kan apa yang dikatakan mas Glewo kan mas Agus, Indah juga kecewa dengan pemikiran mas Agus, sekarang mas Agus silahkan berpikir sendiri, Indah mau ke dapur juga!, Indah kecewa dengan mas Agus!”
kata Indah yang kemudian meninggalkanku sendirian di ruang tamu bersama keempat anak kecil yang menatapku dengan wajah yang lugu.
Kenapa aku harus mempunyai kekuatan yang berasal dari mbahku, kenapa harus aku yang dipilih?, kenapa ndak Blewah atau Glewo saja?.
“Itu karena mbah putri yakin dengan kepribadian mas Agus!, dan karena mbah putri merasa mas Agus satu-satunya cucu yang mempunyai kemampuan lebih dibanding cucu mbah putri yang lainya”
Tiba-tiba aku bisa mendengar suara Indah, padahal Indah sedang ada di dapur bersama Blewah dan Glewo, tapi tiba-tiba aku bisa mendengar suara Indah, mirip dengan waktu aku mengambil ndas glundung, suara mbah Joyo selalu terdengar memanduku.
Kulihat lagi keempat anak-anak kecil yang ada di depanku, wajah mereka lucu dan menggemaskan, lalu kenapa tadi aku tega menyerahkan mereka dan Blewah ke mahluk yang ada diluar itu?, lebih baik aku sendiri saja yang berusaha atasi yang ada diluar itu.
__ADS_1
“Segera usir atau musnahkan yang ada diluar itu mas, kamu jangan samakan dirimu dengan kami, meskipun Indah bisa lihat dan komunikasi dengan mereka, tetapi Indah tidak mempunyai sesuatu untuk melawah mereka. Beda dengan mas Agus yang mempunyai senjata untuk membinasakan mereka”
Suara Indah itu lagi-lagi berdengung di kepalaku, kenapa aku tiba-tiba bisa mendengar suara Indah, tapi apa memang aku sebenarnya bisa mendengar suara dengan menggunakan telepati?
Sore hari yang aneh, aku keluar dari dalam rumah untuk menemui mahluk yang ada di depan rumah. Aku berjalan di teras dan tiba-tiba mahluk itu diam, ndak riwa-riwi kayak tadi.
Mungkin dia sekarang sedang melihatku. Terus terang aku belum bisa tau jenis apa ini, kerena yang ada hanya bayangan hitam yang melayang saja.
Mungkin kalau aku ajak dia bicara dia mau jelaskan apa tujuanya kesini, aku akan coba dengan suara verbal dan suara dalam hari untuk bicara sama dia.
“Apa yang sedang kamu lakukan disini?” tanyaku dengan suara mulutku dan hatiku.
“Aku disuruh atasanku untuk membunuh kalian yang sdah lancang masuk dan bikin masalah di rumah kami” kata suara yang ada di dalam otakku
“Kalau saya yang akan binasakan kamu bagaimana” tanyaku tanpa mundur sedikitpun, aku semakin berani karena tiba-tiba di otakku ada yang menyuruhku untuk melawan mahluk yang ada di depanku ini
“Heheheh, kamu hanya anak-anak yang tidak tau apa-apa. Ingatlah temanmu yang ada di dalam itu sudah menjadi milik kami, dan kami akan mengambilnya sekaligus dompet yang sudah dia temukan di sana”
“Coba saja, lawan saya. Tapi keliatanya sore ini saya lagi malas untuk melawanmu mahluk gak jelas!, mungkin setelah maghrib saja kamu saya binasakan” aku sebenarnya takut juga, tapi memundurkan waktu merupakan pilihan bijak, agar penduduk disini tidak terkena imbasnya”
Kutinggal saja bayangan hitam yang tetapi berdiri di depan pagar, mungkin dia sekarang lagi melongo karena aku sudah ngeprank dia barusan.
Aku masuk ke dalam rumah untuk melihat keempat anak kecil yang masih saja bermain di sekitar ruang tamu rumah.
“Hey kalian, ayo kita bicara” aku semakin yakin kalau dengan telepati aku bisa ngobrol dengan keempat anak kecil yang sedang duduk bersila di ruang tamu
Keempat anak kecil itu kemudian mengerluarkan suara mirip orang yang sedang diare atau mencret, aku bingung karena keempatnya mengeluarkan suara yang mirip orang mencret bersama-sama.
Kupandangi satu persatu wajah mereka yang masih mengeluarkan nada aneh dari mulutnya. Tapi...tapi kemudian pelan-pelan suara mencret mereka terdengar merdu dan akhirnya aku bisa memahami apa yang sedang mereka bicarakan.
“Jangan lawan waktu malam hari, kamu tidak akan kuat seperti mbah Joyo” kata suara yang ada dalam otakku
Kenapa aku tidak boleh melawan dia pada sora hari gini?
__ADS_1
“Karena kekuatan dia bisa berlipat-lipat kali setelah matahari terbenam, kamu tidak akan sanggup menahan kekuatan dia yang masuk ke dalan tubuhmu dan menghancurkan semua yang ada di dalam tubuhmu itu mas”
Tenang saja adik-adik kecil, aku mampu kok. Kenapa aku pilih malam hari, agar penduduk disini yang sedang lalu-lalang tidak terkena imbasnya. Tapi tadi kan aku sudah bilang ke dia, nanti setelah maghrib aku akan lawan dia kan?