INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 189 (HARUS BAGAIMANA LAGI INI)


__ADS_3

Keadaan disini tidak berubah sama sekali, tidak ada cahaya diluar sana, yang ada hanya gelap, sunyi, dan sepi. Begitu pula dengan Blewah, sampai sekarang Blewah dan Sinank nang belum juga ada kabarnya.


“Bagaimana nak Ngot, apakah nak Blewah dan Sinank nank sudah ada kabar, karena sampai kini kok keadaan diluar sana tetap sama saja nak” kata pak Tembol


“Belum pak, kedua mahluk ciptaan Tuhan itu masih belum kelihatan, saya ndak tau kemana mereka berdua sekarang berada pak” kata Ngot


“Bagaimana kalau kita keluar juga pak, kita kan ada lampu minyak dan Senter pak, sekalian jalan-jalan pak, siapa tau ketemu sesuatu di luar sana pak” kata Dogel


“Ngawur ae Gel, nek umpomo awakmu di luar, terus Blewah balik kesini, dan Nang berhasil membunuh Totok, terus yang ada di rumah balik ke keadaan normal. Lha awakmu sendirian yang tinggal di hutan jati itu yo” kata Ngot


“Yo gak gitu Ngot, sekarang lho Blewah ndak tau ada dimana Ngot, apa kita ndak usaha bantu untuk mencari Blewah ta Ngot?” tanya Dogel lagi


“Wis gak usah macem-macem Gel, pokoke kalian tinggal tunggu disini saja kok sulit sekali sih” balas Ngot


“Aku ae sing wis matek, wis jadi setan gini ae males ke arah sana, ke hutan jati itu. Mbok kira itu hutan jati biasa ta, koyok hutan jati sing di alas Baluran ta? Ngawur ae koen iki Gel” kata Ngot


“Alas jati yang ada di depan rumah iki jauh lebih rimbun, jarak antara tiap pohon lebih rapat, suasananya lebih lembab, lebih banyak ngeri-ngerinya chok!” kata Ngot kepada Dogel yang nekat


“Sudalah nak Dogel, lebih baik kita tunggu saja mereka disini nak, kita juga tidak tau bagaimana keadaan diluar sana, dan kita tidak tahu harus berjalan kemana kan nak” kata pak Tembol


“Sebenarnya nak Blewah dan nak Nang itu kemana nak Ngot? “


“Keliatanya mereka berdua sedang mengejar Totok yang sudah kehilangan energi banyak pak, Totok sudah melepaskan energi yang luar biasa untuk membuat kalian ada disini, sehingga dia sekarang istilahnya sudah lemah pak, saya yakin Blewah dan Nang akan selamat pak” jawab Ngot


Saat ini sudah menjelang subuh, semoga dengan adanya adzan subuh bisa merubah semuanya menjadi normal kembali disini, dan Blewah bisa pulang dengan selamat.


Tapi ketika kami sedang menunggu kedatangan Blewah dan Sinank nang, tiba-tiba dari arah sapur terdengar sebuah letusan yang keras. Letusan yang mirip dengan suara petasan. Suara itu keras sekali hingga kaca ruang tamu ini bergetar.


“Suara apa itu rek” tanyaku


Suasana di ruang tamu mendadak sunyi , kami tidak berni berkata apapun setelah tadi terdengar suara ledakan atau letusan yang lumayan kuat hingga menggetarkan kaca di rumah ini.


“Tenang anak-anak, tenang dulu, saya akan mengechek apa yang ada di dapur rumah ini” kata pak Tembol


“Sabar pak Tembol, biar saya yang kesana saja, tak liatnya ada apa lagi di dekat dapur itu. Saya takut kalau itu adalah suara dari teluh yang juga dikirim oleh kawan-kawan Totok” kata Ngot yang kemudian pergi meninggakan kami yang sedang bingung


Ngot dan Indah pergi ke arah dapur, tetapi kami yang ada di ruang tamu merasa ketakutan dengan keadan yang tidak normal ini, setelah ada serangan dari Totok yang berupa pocong, sekarang ada suara letusan yang ada di dapur.

__ADS_1


Ketika kami sedang menunggu kabar dari Ngot dan Indah, tiba-tiba kami mendengar lagi suara letusan yang sama, tapi lebih keras dari yang sebelumnya, dan suara itu berasal dari  kamar depan tempat ketiga Winna, Chandra dan Chinta itu tidur.


“Ya Allah…. Suara  itu keras sekali , rumah ini sampai bergetar karena suara letusan itu” kata Chandra


“Wuiiihh keras sekali suara yang datang dari kamar kalian mbak” kata Dogel setelah terjadi lagi suara letusan kedua yang mirip petasan, dan suara itu berasal dari kamar depan


“Paaaak saya takut paaak” kata Winna dengan lirih


Ketiga orang itu saling berangkulan dan menundukan kepala, mereka takut apabila terjadi ledakan yang keras lagi, mereka juga takut apabila ada serangan dari Totok lagi yang tentu saja akan mengakibatkan kematian diantara mereka bertiga.


“Tenang mbak-mbak…..tenang….” tiba-tiba Ngot datang diantara kami


“Ternyata itu bukan suara dari teluh atau sihir atau apapun juga, tapi ledakan itu adalah perpindahan dimensi, keliatanya Totok sudah bisa dikalahkan” kata Ngot


“Sekarang coba lihat di luar sana, lihat dan dengarkan apa yang ada diluar sana” kata Ngot lagi


Ternyata lambat laun pemandangan di luar kembali menjadi normal, sudah nampak rumah penduduk, dan ditambah suara adzan subuh yang terdengar dari pengeras suara mushola sebeluh rumah.


“Keadaan kita kembali normal”pekik Chandra dengan wajah bahagia


“Tapi nak Bewah kenapa sampai sekarang belum bangun nak Ngot, apakah yang dilakukan nak Blewah dan nak Nang belum selesai?” tanya pak Tembol yang khawatir dengan keadaan Blewah yang hingga kini belum bangun


“Akan saya coba untuk keluar rumah dulu pak, saya mau ke rumah bu Puji seperti kemarin malam pak” kata Dogel


“Aku melok Gel, aku penasaran sama yang ada diluar itu Gel”


“Ayo Tro, aku yo agak takut nek ke rumah bu Puji sendirian Tro, semoga gak terjadi apa-apa dengan kita Tro” kata Dogel


*****


Pagi hari pukul 05.30 bu Puji sedang membuka pintu rumahnya ketika kami berdua akan menemuinya.


“Selamat pagi bu Puji” sapa Dogel kepada bu Puji yang sedang mengambil sapu lidi untuk menyapu halaman depan rumahnya


“Selamat pagiii, lhoooo. Kalian ini dari mana saja!... Kok baru ini keliatan” kata bu Puji dengan kaget ketika melihat aku dan Dogel menyapanya


“Lho maksudnya bagaimana bu. Kami tiap hari kan ada disini, bahkan kemarin pagi kami kan juga ngobrol sama bu Puji kan bu” jawab Dogel

__ADS_1


“Ngobrol gimana sih mas, mas Agus dan teman-teman  itu sudah lama ndak tidak kelihatan di rumah itu, kata penjual soto depan, dia lihat kalian pergi seminggu yang lalu naik bentor milik suami  saya itu” kata  bu Puji


“Lho kok aneh bu, kami selama ini ada di rumah itu bu, paling pergi juga pagi saja, dan malam harinya kami sudah kembali kesini bu” kata Dogel


Aku hanya bisa diam saja mendengar perkaaan bu Puji. Sebenarnya apa yang terjadi disini, kenapa kami dianggap sudah pergi selama seminggu ini?.


“Mas Agus dan teman-teman sudah seminggu ini tidak balik kerumah, bahkan sudah ada beberapa warga yang berusaha mencari kalian di tempat kerja yang ada jalan Mn itu. tapi toko pakaian tempat kerja kalian itu tutup!” kata bu Puji dengan raut wajah yang masih heran


“Saya sempat curiga kenapa mas Agus kerja kok ndak bawa mobil, biasanya kan mas Agus kalau kerja bawa mobil kan mas” kata bu Puji yang sempat membuatku semakin bingung.


“Lha masnya ini apa juga teman mas Agus?” tunjuk bu Puji kepadaku


“Iya bu, eh saya baru datang, eh saya sahabat Agus bu” jawabku bingung


Dogel juga hanya diam saja sambil menoleh ke arah samping masjid, dan ternyata di sana ada dua mobil, yang pertama sebuah mobil merk jepang yang berharga mahal, dan sebelahnya ada mobil yang sudah berdebu dengan roda yang sudah kempes semua. Mobil itu adalah milik Winna.


“Eh iya bu, eeeeh kalau begitu saya masuk rumah dulu bu, eeee karena saya habis pulang ke malang bu….Saya capek  sekali bu” kata Dogel


“Lhoo habis dari malang? Kapan datangnya kalian mas, tadi katanya tidak kemana mana mas?” tanya bu Puji lagi


“Seandainya mas Agus pulang ke Malang kan harusnya mas Agus pamit saya, taruh kunci rumah ke saya kan mas, jangan seperti ini mas, kami penduduk kampung kan merasa ada apa-apa dengan mas Agus dan teman-temanya, apalagi penduduk sini sudah mencap rumah itu menakutkan” kata bu Puji


“Iya bu..eeh kami permisi dulu” kata Dogel kemudian pergi dari hadapan bu Puji


Aku menuju rumah mbah Dogel dengan pikiran yang mbuleti, apa yang ada di otak ku hanya satu. Pasti kami masuk dimensi waktu yang membawa kami mundur beberapa tahun.


“Gel, apa yang kamu pikirkan sekarang?”


“Ndak tau Tro, coba lihat disana, ada dua mobil kan , yang bagus itu kepunyaan Totok yang dia titipkan ke aku , sedang yang satunya kan milik Winna. Mobil Winna sudah gak karuan itu keliatanya” tunjuk Dogel pada mobil yang sudah hampir mencapai rongsok


“Kita sudah kembail ke waktu yang normal Tro, apakah karena Totok bisa dikalahkan sehingga kita bisa kembali ke jaman kita Tro. Kalau memang begitu lalu bagaimana dengan ketiga perempuan yang ada di rumah mbahku itu Tro?” tanya Dogel


“Kita lihat di rumah itu dulu saja Gel, apa yang sudah terjadi dan apa yang berubah, nanti kita bahas lagi bersama sama Gel” jawabku


Kami melangkah kaki menuju ke teras rumah, di dalam, atau  di ruang tamu beberapa pasang mata melihat ke arah kami dengan penuh harap.


Ketika aku dan Dogel masuk ke rumah, ternyata aku lihat di dekat meja makan ada motor matic ku, motor matic yang kuparkir disini sebelum kami menuju ke toko Gemezzz dan masuk ke terowongan  yang ada di toko Gemezzz.

__ADS_1


“Eh rek, apa kalian tidak sadar kalau di dekat meja makan itu ada motorku”


Serempak pak Tembol, Winna, Chandra, Chinta, indah, Ngot  dan Dogel menoleh ke arah area meja makan yang ada di depan kamar mbah putri. Memang meja makan itu agak tertutup oleh buffet yang ada di tengah ruangan rumah ini. Sehingga motor matic ku kurang terlihat dari arah ruang tamu.


__ADS_2