
Sumirah sudah ada diantara kami setelah kami bertiga memanggil Sumirah karena keadaan yang semakin aneh disini
"Mas kita harusnya tidak kesini pada waktu ini mas, karena disini sedang ada mayat yang seharusnya segera masuk ke lemari pendingin sebagai koleksi"
"Siapa yang koleksi mayat Mbak Sum? Koleksi itu boneka arwah atau spirit doll macam jailangkung atau jenglot, lha ini kok koleksi mayat?" tanya Glewo
"Ada mas, itu yang namanya tidak boleh disebutkan mas, dan lebih baik kita sekarang keluar dari sini sebelum terlambat mas" kata Sumirah lagi.
"Mbak Sum, bisa tau ndak mayat siapa yang ada disana itu?"
"Mayat Zulkifli mas, kata bawok dia mati semalam"
Terjadi lagi yang mati, makanya warkop mbah Joyo hari ini kok tutup, sebenarnya hari ini aku kepingin nyekar ke makam mbah joyo, ndak tau kenapa rasanya ada yang menyuruhku untuk nyekar ke makam mah joyo
“Gini mbak Mirah, mohon bantuan ke Bawok, kami kesini karena untuk mengambil buku tts yang diyakini Blewah ada pesan-pesan dari masa lalu”
“Tapi buku tts yang ditaruh Blewah di bawah meja resepsionis itu hilang mbak. Apakah Bawok bisa bantu?”
“Saya panggilnya Bawok mas, semoga dia tau siapa yang ambil buku tts itu mas”
Angin kencang yang tadi ada di ruangan sudah berangsur-angsur mereda, tetapi yang muncul sekarang adalah kabut lagi, kabut yang tadi ada di luar hotel sekarang secara perlahan lahan mulai memasuki hotel.
Bau bangkai busuk pun semakin menyengat, seolah-olah kami sedang ada di lautan mayat yang busuk, kejadian alam disini memang sangat aneh dan suka berubah secara tiba-tiba.
“Mas, tadi Bawok bilang kalau kalian harus secepatnya keluar dari sini, dan masalah buku itu, ada didalam dapur, terjatuh ketika Kipli mengambilnya dari bawah meja itu”
“Buat apa Kipli ngambil buku itu dari sana, sebenarnya siapa Kipli itu, dan sekarang dia sudah mati sisan Gel” kata Glewo
“Lha iyo Wo, aneh juga orang itu, apa dia tau ya waktu Blewah taruh buku itu disana?”
“Mas, Indah merinding mas kalau lihat ke pintu yang mengarah ke dapur itu” kata Indah yang ada di sebelahku
“GIni ae Wo, mbah Mirah dan Indah. Aku akan coba masuk ke sana untuk mengambil buku itu, karena didalam buku itu kata Blewah ada semacam pesan yang ditulis oleh orang sebelum terjadi pembunuhan disini”
“Mbak Sumirah kan tau kalau disini itu sering terjadi lompatan waktu kan, nah Blewah menggunakan lompatan waktu itu untuk menanyakan pesan yang tertulis di buku tts itu mbak”
__ADS_1
“Kalau mas Agus memaksa ya ndak papa mas, nanti biar dipantau oleh Bawok disana, tetapi kami tetap nunggu disini mas, untuk berjaga apabila terjadi sesuatu” kata Sumirah
“Gini aja, aku sama mas Agus ke sana, sedangkan mbak Sumirah tetap disini bersama Glewo. Aku harus awasi mas Agus agar fokus untuk mengambil buku tts itu saja, jangan sampai melihat atau penasaran dengan lainya.
Akhirnya dengan persetujuan temanku GLewo dan Sumirah yang dalam hal ini adalah Blewah, aku dan Indah menuju ke area dapur yang mengerikan itu.
Kabut masih tetap mengapung di sekitar lorong yang kanan kirinya berupa kamar hotel yang mengerikan.
Aku berjalan dengan penuh hati-hati, dan tidak lupa memperhatikan pintu tiap kamar yang ada disitu, takutnya ada saja yang tiba-tiba keluar dari sana dan menyerang kami berdua.
Pintu dapur sudah terlihat dari posisiku, dan anehnya lantai disini. Lantai di lorong yang dekat dapur ini selalu ada debu atau abu halus yang tersebar banyak dilantai yang dekat dengan pintu dapur.
“Lantai disini selalu ada debunya yang agak tebal Ndah, sebenarnya debu apa itu Ndah?”
“Ndak usah ngurusi debu itu mas, urusi saja yang menjadi tujuan kita, tetap fokus untuk mencari buku teka teki silang itu saja mas” jawab Indah
Pintu dapur dalam keadaan tertutup, sama seperti sebelumnya aku kesini ketika Blewah ada didalam sana bersama ndas Glundung yang dalam hal ini adalah Sumirah.
“Ndah aku buka pintu ini , tolong bantu aku apakah di dalam sana tidak ada apa-apa?”
Pintu yang menuju dapur kubuka pelan-pelan, bau busuk bangkai mulai menyeruak keluar dari sela-sela pintu yang aku buka beberapa cm saja.
“Di dalam sana busuk sekali baunya Ndah, tapi aku tidak boleh menyerah Ndah, ayo kita masuk ke dalam sana” ajaku kepada Indah
Kubuka lebih lebar pintu yang memisahkan antara lorong kamar hotel dengan tempat dapur dan mess karyawan berada.
“Woow, luar biasa, dapur ini benar-benar mengerikan” gumamku sambil kusorotkan lampu senter yang berasal dari hpku
“Lalu dimana letak buku tts itu , dapur hotel ini tidak bisa dibilang kecil, karena di pojok sana ada semacam gudang tempat menyimpan makanan bekunya juga”
“Coba di lantai mas, biasanya buku kalau jatuh kan dilantai mas, siapa tau ada disana mas”
Kuarahkan cahaya senterku ke lantai dapur, ternyata di lantai dapur banyak darah.
Tapi bukan darah menggenang, melainkan seperti bekas suatu benda berukuran besar yang sedang berdarah dan diseret/ atau ditarik, sehingga menimbulkan sebuah jalur darah dari mulai setelah pintu dapur hingga di ke arah lemari pendingin.
__ADS_1
“Mas lihat jalur darah itu mas, jalur darah itu menuju ke lemari pendingin mas, tapi fokus kita bukan ke apa yang sedang berdarah dan sedang ditarik ke sana, yang kita cari adalah buku tts yang dibawa oleh Kipli mas”
Aku mengangguk saja atas omongan Indah, aku tau kalau aku selalu penasaran dengan hal yang kutemukan, tapi ada benarnya juga si indah.
“Coba lihat dibalik meja masak yang terbuat dari stainles steel itu mas, siapa tau ada dibalik sana buku ttsnya” tunjuk Indah pada sebuah meja panjang yang terbuat dari bahan stainless steel yang memanjang
Kuarahkan kesana senterku untuk melihat apa yang ada di balik meja itu, meja itu mungkin agak mirip dengan yang ada di acara master chef, hanya saja meja yang ada disini bentuk dan modelnya sudah kuno.
Aku berjalan mendekati meja yang hanya beberapa langkah dari posisiku berdiri, serta kuarahkan senterku ke segala arah. Disini banyak darah yang sudah mulai mengering dan berbau busuk.
Ketika aku sudah ada dibalik meja, aku penasaran dengan laci meja untuk masak yang sedang terbuka itu, dan kuarahkan senterku ke laci meja yang sedang terbuka. Siapa tau disana lah buku tts itu berada.
Aku jongkok untuk melihat apa yang ada di dalam lemari meja masak bagian bawah itu. kuarahkan sinar senter ke dalamnya.
ASTARGFIRULLAH..... sinar senterku menyinari kepala masnusia yang terpotong dengan darah yang masih meleleh segar di permukaan lemari meja.
Kepala dengan rambut berpotongan gondrong belakang tipis samping dengan mata yang melotot kearahku, kepala itu milik Kipli!.
Sejenak aku kaget karena tidak menyangka akan menemukan kepala Kipli di laci meja masak dengan keadaan mata yang melotot.
Kualihkan pandanganku ke arah lain, aku benar-benar takut dengan kepala kipli yang mengerikan keadaanya, persis dengan ndas glundung yang dipakai oleh Sumirah sebelumya.
Kusapukan sinar senterku ke arah lain, karena yang kucari disini adalah buku tts yang sempat dibawa oleh kipli sebelum dia dibunuh disini.
Alhamdulilah, ternyata di dekat lemari pendingin tergeletak buku tts yang kucari dari tadi, tetapi buku itu sekarang penuh dengan bercak darah yang mungkin berasal dari darah Kipli.
Setelah kudapatkan buku itu aku segera menemui Indah yang berdiri di belakang pintu masuk dapur.
“Ayo Ndah kita keluar dari sini, bukunya sudah kutemukan, bahaya juga kalau kita tetap ada disini Ndah” ajaku kepada Indah untuk keluar dari sini.
Jejak kakiku dan kaki Indah tercetak di lantai yang penuh dengan debu atau abu. Tetapi ada yang aneh dengan abu atau debu ini.
“Ndah, seandainya ada pembunuhan lagi, dan yang mati adalah Kipli, dan ketika itu Kipli masuk ke dapur ini, apakah jejak dia juga tercetak disini atau tidak”
“Jelas tercetak lah mas, lha kenapa kok tanya gitu mas?”
__ADS_1
“Coba lihat Ndah, tidak ada jejak kaki lain selain jejek kaki kita Ndah, bearti Kipli dan pembunuhnya tidak masuk lewat sini ndah” kataku sambil menyinari debu yang ada di bawah kami berdua