
"Ingat jangan melakukan apapun yang aneh-eneh disini, karena sekarang sedang terjadi suatu kegiatan di sekitar sini, khususnya di kamar itu, lebih baik kita ada di ruang tengah saja, atau di dapur" kata Indah
"Apa yang kamu lihat Ndah, apa yang kamu lihat itu sejenis arwah mereka?, soale aku ndak lihat apa-apa disini" tanya Petro
"Indah ndak lihat mas, Indah cuma merasakan, saat ini sedang ada kegiatan di kamar depan itu dan kamar yang di belakangnya juga, tapi bukan di jaman kita mas, dan bukan mahluk ghaib juga mas" jawab Indah
"Ayo kita ke belakang saja dulu, kita periksa tiap lemari yang ada di dapur saja dulu, setelah makan nanti kita baru cari petunjuk lainnya rek"
Di bagian dapur yang gabung dengan ruang makan ini terdapat beberapa lemari yang akan kami periksa nanti, tapi pertama-tama kami harus check keadaan kompor dulu, percuma juga kalau sudah dapat bahan makanan tetapi kompor ndak mau nyala.
"Tro tolong kasih cahaya di sekitar kompor ini dulu, aku mau coba untuk nyalakan kompor biar ada cahaya sedikit disini"
Setelah beberapa kali percobaan ternyata kompor ini masih nyala, setelah ini kami harus mencari bahan makanan yang mungkin disimpan di setiap lemari di sini.
"Lemari yang dekat tangga itu lho Gel, banyak isinya itu" kata Ngot
Dogel yang posisinya dekat dengan lamari yang dekat tangga kemudian membuka lemari itu, dan ternyata benar, ada belasan makanan kaleng yang ada disana.
"Ayo masak rek hahahah, untung ada vila iki, kita gak kelaparan rek. Jadi apa ini juga merupakan clue juga? Koyok tadi kita ke vila ini apakah merupakan clue untuk mendapatkan makanan, setelah ini apa lagi yang akan terjadi?" tanya Petro
"Tro, tolong bantu kasih cahaya, aku mau nyalakan lampu minyak iki meskipun cahayanya ndak begitu terang" potongku kepada Petro
"Waduh ndak tau mas Petro, yang namanya petunjuk itu kan kita ndak tau, apa saja yang akan muncul kepada kita, bisa saja setelah ini kita tertidur karena ngantuk kan, tapi bisa saja nanti kita kedatangan hantu juga" jawab Indah
"Mbak Bashi kasih itu rek, kan ada itu kalengan ikan tuna saos tomat , kita cuci dulu saja ikan itu biar mbak bashi bisa makan" kata Dogel yang ternyata sayang juga sama kucing itu
Kami membuka beberapa kaleng ikan dan daging kalengan, tetapi aku masih bingung, apa yang akan kita lakukan di vila berhantu ini.
"Eh Tro tolong bantu aku cari minyak tanah untuk lampu minyak kita, bentar lagi mati ini Tro, siapa tau disini ada minyak tanah yang bisa kita gunakan Tro"
Aku dan Petro mencari minyak tanah, harusnya ada lah disini , karena biasanya kan digunakan untuk membakar sampah daun dan rumput.
"Coba di pojokan dapur itu, di sana tadi kalau ndak salah aku lihat ada beberapa jirigen, siapa tahu isinya memang minyak tanah untuk bahan bakar lampu minyak kita Tro"
__ADS_1
Petro menyinari area yang aku tunjuk dan disana ternyata ada tiga jerigen, setelah kuperiksa ternyata salah satu isinya adalah minyak tanah sesuai dengan perkiraanku.
"Waah untung ada minyak tanahnya Tro, aku wis deg deg an iki, dari tadi kan lampu minyak ini kita nyalakan untuk penerangan masak dan makan kita tadi.
Setelah kuisi, kemudian kunyalakan lagi lampu minyak ini agar suasana disini tidak terlalu horor. Kami saat ini sedang duduk di sekitar meja makan untuk meneruskan makan malam setelah tadi terputus karena minyak tanah yang ada di lampu ini habis.
"Ndah, kita boleh ada dimana saja selain di dapur ini?" tanya Petro
"Koyoke hanya disini sama di atas itu mas, di atas itu ndak ada kegiatan apapun tapi ada sesuatu yang mungkin akan menarik perhatian kalian mas" jawab Indah
"Ayo kita ke atas setelah ini rek, aku penasaran sama vila ini, berhubung kita cuma bisa expore disini dan diatas, yang sudah aku manut Indah saja heheheh" kata Petro
"Tapi ndak papa ta disana, aman ta rek?" tanya Dogel
"Aman mas, pokoknya kita cari apapun yang ada disini yang bisa dijadikan petunjuk untuk langkah berikutnya mas" kata Indah sambil tersenyum kepada Ngot
Aku curiga anak dua ini mau merencanakan sesuatu, jarang-jarang Ngot dan Indah sampek senyum senyuman berdua gitu hehehe.
Setelah kami selesai makan dan mbak Bashi juga sudah puas dengan makananya, kami kemudian berjalan menuju ke atas.
"Oh Ok Tro, kan kamu yang punya senter Hp, sedangkan aku kan ndak bawa apa-apa hehehe"
Pintu dari kayu yang ada diujung tangga di dorong oleh Petro yang menimbulkan bunyi krieeeeet, di filem-filem horor kan juga gitu suaranya kan.
Pintu kamar atas sudah terbuka, tapi Petro belum juga masuk ke kamar atas, ndak tau apa yang sedang dilakukan Petro diatas sana. Tapi yang pasti cahaya senter HP dia mengarah ke dalam kamar.
"Ayo masuk Tro, ngapain kamu ada di depan pintu" kata Dogel yang ada dibelakang Petro
"A..ada m..mayat di..sisini rek. Dan..., ka..kayaknya ki..kita kenal mayat siapa itu" kata Petro terbata bata.
"Ini Wildan, kita ketemu di acara sutopo ke dua yang diselenggarakan di Jogja, waktu itu si Gilank sebagai panitianya" jawab Dogel setelah kami semua ada di dalam kamar atas ini
"Aneh juga ya, siapa yang ngawetkan mayat Wildan ini, sampek bisa kering seperti ini rek"
__ADS_1
Di dalam kamar atas ini terdapat rak-rak kosong , rak itu biasanya digunakan untuk menaruh pot bunga, tapi yang ada disini semua raknya kosong.
Dan yang lebih aneh mayat Wildan, kenapa bisa mayat itu ada di dipan sini dan dalam keadaan kering macam mumi yang diawetkan saja.
"Turut beduka cita Wil, semoga arwahmu tenang di alam sana. Eh rek kita cari kain untuk nutupi mayat Wildan" kata Dogel
"Lebih baik jangan Gel, mungkin dengan seperti ini dia bisa awet dan tidak membusuk, mayat dia seperti ini mungkin karena alasan tertentu Gel, jadi lebih baik kita pergi dari kamar ini saja, biarkan WIldan tidur dengan tenang disitu" jawan Petro
"Mbak Bashi ndak ada perubahan tingkah laku Gel?" aku tanya ke Dogel, karena dia yang selalu menggendong kucing hitam itu
"Nggak Wah, malah dia bunyi pur pur gini, dia santai sekali di gendonganku" jawab Dogel
“Berarti disini keadaanya aman, meskipun ada mayat yang sudah mulai menjadi mumi koyok gitu. Ya sudahlah, kita turun saja, kita tunggu sampai hari pagi, tapi besok apa yang kita lakukan lagi, gak mungkin kita kembali ke gemes lewat hutan itu lagi rek”
Kami kembali turun dan menuju ke ruang makan, karena kata Indah hanya di ruang makan kami akan aman. Hanya saja, aku bingung apa yang harus kami lakukan lagi setelah ini?
“Ndah, terus terang aku masih belum bisa mengikuti alur masalah ini, karena aku belum bisa merasakan apa yang ada disini. Kalau seumpama kita pergi dari sini sekarang, kita akan kemana Ndah?”tanya Petro
“Begini mas Petro, kita bisa sampai disini juga karena mengikuti alur dan petunjuk yang muncul kan, kita bisa makan disini dengan kenyang juga karena akibat mengikuti petunjuk kan. Kemudian Indah merasa disini sedang ada aktifitas juga karena kita mengikuti petunjuk kan?”
“Nah menurut perasaan Indah, kalian sekarang ada disini juga karena sebuah alasan yang sudah di rencanakan mas, jadi kalian disini bukan karena tidak sengaja atau kebetulan saja”
“Terus kalau memang sudah direncanakan, berarti kita tinggal menjalaninya tanpa mikir gitu Ndah?”
“Ndak gitu maksudnya mas Petroooo, kita tetap punya pilihan, kita tetap menganalisa apapun yang disodorkan kepada kita. Indah punya feeling kalau apa yang ada disini itu berhubungan erat dengan yang ada di Waji” jelas Indah
“Jadi mungkin stepnya kita ada disini dulu sekalian menyelamatkan teman kalian, baru setelah itu kita lanjutkan dengan yang ada di Waji sana mas”
“Jadi semua itu ada alurnya mas. Indah juga akan tetap mencari pacar Indah yang namanya Totok itu mas, karena ternyata setelah ingatan Indah pulih, Totok itu yang berperan penuh membunuh Indah. Dan Mayat Indah yang sampai sekarang belum ketemu itu harus Indah temukan”
“Lho Ndah, bukanya mayatmu yang ada di Gemezzz, yang dijadikan manekin sama Totok itu?” tanyaku
“Bukan mas Blewah, yang ada di Gemezzz itu berasal dari pembunuhan yang dilakukan di Waji”
__ADS_1
“Ndah, yang aku masih bingung, Totok itu sebenarnya yang mana sih, kok ada dua totok ya keliatanya?” tanya Dogel