
“Mas, mbak Bashi keliatanya mencium sesuatu, coba biarkan dia keluar mas, suruh Winna temani mbah Bashi. Kalau menurut Indah di luar tidak ada apa-apa, tapi ndak tau lagi kucing itu mungkin mengendus sesuatu yang menurutnya menarik mas” kata Indah berbisik kepadaku
“Eh mbak Winna, kucing Itu kepingin keluar, minta tolong mbak Winna antar dia keluar mbak, mungkin dia mengendus sesuau yang mencurigakan mbak” kataku
“Salah satu dari kalian tidak ada ikut bersama saya, saya agak takut kalau harus sendirian dengan kucing itu mas” kata Winna Voo
“Lha kan di depan sana ada anak-anak kos, apa kata mereka kalau dari dalam kamar kamu kemudian keluar laki-laki busuk gini hehehe” jawab Blewah
“Yang busuk cuma masnya aja, yang lainya ndak busuk kok, masih layak kalau diajak ke mall” jawab Winna
“Anciiiik aku berarti gak layak diajak ke Mall ta mbak” tanya Blewah memastikan pernyataan Winna tadi
“Jelas sekali tidak layak mas, jangankan ke mall mas, jalan-jalan ke pasar saja saya ndak mau ajak masnya kok, nanti saya disangka ngajak orang mbambung yang gendeng mas heheheh” jawab Winna atas pertanyaan BLewah
“Sama kamu saja mas, ayo kita keluar mas, Saya agak takut kalau keluar malam-malam gini di ruang tamu mas” kata Winna
“Lho ini sudah malam ya? Perasaan tadi waktu kita jalan kesini kan masih ada matahari ya pak Mbul?”
“Namanya juga ghaib mas, kita tidak bisa prediksikan mas, semua bisa berubah dalam hitungan sekejab mas” jawab pak Tembol
Akhirnya aku mau ikut dengan Winna ke arah ruang tamu, karena mbak Bashi keliatanya tau sesuatu di sana. Sekedar catatan, dalam tubuh mbak Bashi kadang ada mbah Saripah yang ikut, apakah mungkin mbah Saripah sedang menunjukan sesuatu yang penting disini.
“Ayo pus sini pus, ikut Winna pus” ajak Winna kepada mbak Bashi yang ada di depan pintu kamar
Aku dan Winna sekarang ada di ruang tamu dan ruang televisi yang keadaanya gelap karena lampu sudah dimatikan.
“Mas, apa lampunya saya nyalakan saja?” tanya Winna
“Ndak usah mbak, kan masih ada cahaya dari kisi-kisi kamar mbak, kita masih bisa lihat mbak Bashi dan keadaan disini kan mbak”
Ruang tamu ini kecil, mungkin hanya sebesar 3x4 saja, tetapi kucing hitam itu tidak menuju ke arah ruang tamu, melainkan menuju ke arah luar ruang tamu. Jadi dari arah ruang tamu ada pintu yang mengarah ke bagian belakang.
“Mbak, disana ada apa mbak?” tanyaku menunjuk ke arah kucing hitam itu berjalan
“Itu taman kecil mas, taman yang ada pohon sukunnya, memang disana kadang ada penampakan aneh-aneh mas, tapi bagi Winna sih itu biasa mas, gak menakutkan kok mas heheheh” jawab Winna dengan santainya
Kucing itu terus berjalan menuju ke arah taman kecil, kemudian dia duduk di depan sebuah tembok, dan kemudian mbak Bashi menengadahkan kepalanya, ternyata di bagian atas tembok itu ada sebuah benda hitam yang ditempelkan dengan isolasi hitam di tembok.
__ADS_1
“Itu apa mbak, yang ada di atas tembok itu?” tunjuku pada benda yang tertempel di tembok atas
“Itu pemberian dari Totok mas, sebelum dia menghilang, kata Totok benda iu harus ditempel di atas situ, karena disini keadaanya angker sehingga harus ada penangkalnya mas” jawab Winna
Mbak Bashi tetap saja melihat ke arah benda hitam itu sambil sesekali mengeong seolah ingin mendapatkan benda hitam yang tertempel di atas tembok luar itu.
“Coba diambil saja mbak, karena kucing ini bukan kucing sembarangan mbak, dia akan mendeteksi suatu ghaib yang hitam, ghaib yang negativ, dia akan tenang kalau ghaib itu positive mbak”
“Sebentar mas, saya ambil kursi dulu mas, dulu yang masang di atas situ ya Totok mas, katanya untuk tolak bala, karena aura rumah ini tidak baik untuk tempat tinggal mas” jawab Winna
Setelah Winna mengambil kursi, kemudian kuambil bungkusan hitam yang terpasang di dinding tembok rumah kosan itu. Ketika bungkusan itu ada di tanganku tiba-tiba mbak Bashi mengeong dengan keras ke arah bungkusan yang sedang aku pegang.
“Ayo kita ke kamar mbak Winna lagi, kita diskusikan disana bungkusan apa ini, karena nampaknya mbak Bashi sangat tidak suka melihat bungkusan hitam ini mbak”
Winna hanya diam tanpa menjawab sama sekali , mungkin dia tidak mengira bahwa bungkusan yang dipasang oleh Totok disana itu begitu mengerikanya, hingga kucing hitam mbak Bashi sangat membenci bungkusan itu.
Kami sudah ada di dalam kamar mbak Winna lagi, yang aneh itu kucing hitam mbak Bashi yang selalu mengikutiku dan melihat dengan tajam ke arah bungkusan hitam yang sedang aku bawa ini.
“Ini pak yang tadi mbak Bashi lihat. Dia tadi sempat mengeong keras ketika melihat bungkusan hitam ini pak” kataku sambil kuserahkan bungkusan itu kepada pak Tembol
“Hmmm apa yang sebenarnya dimaui oleh Totok atau Rochman disini, kenapa dia pasang pemanggil setan disini, dengan adanya ini maka rumah ini akan mengerikan karena banyaknya setan atau demit yang masuk kesini nak Winna” kata pak Tembol setelah membuka bungkusan itu
“Huuhhfff bau manyat, ini bau manyat!. Bau manyat yang baru saja mati, dan tulang ini adalah serpihan tulang manusia yang hancur akibat pembakaran hebat, atau dipukul hingga hancur” kata pak Tembol sambil menutup hidungnya
“L..lalu apa yang harus Winna lakukan pak, apakah benda itu berbahaya bagi anak kos disini?” tanya Winna
“Hmm saya tidak tau nak Winna, tetapi yang jelas dengan adanya benda ini, berarti banyak mahluk halus yang akan datang kesini, dan maksud tujuan dia mengumpulkan mahluk halus itu saya juga belum paham sama sekali nak” jawab pak Tembol
“Sekarang malam hari jam berapa ini nak Winna?”
“Sekarang sudah lewat tengah malam pak, jam 02.30 pak, bagaimana pak, apa yang akan dilakukan dengan benda itu pak?” tanya Winna
“Saya akan ke Sby nak, karena kami akan menuju ke tempat kerja Totok, tetapi berhubung ini sudah malam dan menjelang pagi, lebih baik nanti saja setelah subuh kita pergi ke sana”
“Tetapi saat ini kami harus keluar dari rumah ini nak, kami harus ada di luar pada waktu temanmu sedang tidur heheheh”
“Sebentar…sebentar, mbak Winna kapan terakhir kontak dengan teman satu KKN mu mbak? Tanya Dogel tiba-tiba
__ADS_1
“Sudah lama saya tidak kontak mereka mas, dan saya juga tidak tau kabar mereka”
“Pak Tembol, apakah Rochman atau Totok ini tau ketiga anak KKN ini pak, maksud saya apakah waktu jaman ituTotok kenal dengan ketiga anak ini pak?” tanya Dogel lagi
“Kenal mas, mereka pada kenal semua, karena ketiga anak itu juga sudah dibuka mata batinya oleh pak Marwoto kalau tidak salah” jawab pak Tembol
“Waduuuuh, takut saya mereka juga dihubungi oleh Totok, dan di tempat mereka juga ada benda semacam ini juga pak” kata Dogel lagi
“Hmm benar juga mas, saya tidak sampai berpikir ke arah sana mas, tapi bisa juga hal itu terjadi mas. Nak Winna, apakah nak Winna punya nomor telepon mereka?” tanya pak Tembol
“Kebetulan kalau nomor lama saya punya pak, sebentar saya Wa nya mereka, semoga besok pagi mereka baca Wa saya pak” jawab Winna
Winna mengambil ponselnya yang tergeletak di tempat tidurnya, kemudian dia menekan tekan layar sentuh ponselnya hingga beberapa detik.
“Sudah pak, sudah terkirim ke Chandra dewi dan ke Chint ad diniya pak. Dan kedua ponsel itu ternyata masih hidup, ini sudah centang dua pak, tapi belum mereka baca Wa saya”
“Ya sudah, nanti kalau sudah ada balasan segera dihubungi saja nak, tanyakan apakah mereka juga didatangi oleh pemuda yang bernama Totok atau gimana yang kemudian memberikan bungkusan hitam” kata pak Tembol
“Baik pak, nanti akan saya hubungi mereka pak”
“Ok anak-anak, sekarang apa yang akan kita lakuan berikutnya, apakah kita tetap ke Sby untuk menemui tempat Totok kerja atau gimana nak” tanya pak Tembol
“Apa tidak lebih baik menunggu jawaban dari Wa yang dikirim mbak Winna dulu saja pak, siapa tau kalau memang iya mereka dikirimi benda hitam itu juga, kita berarti harus ke sana juga pak” kata Dogel
“Masalahnya kita ini ada di lintas waktu kapan, karena kita tidak mempunyai uang dan kendaraan untuk ke sana pak” lanjut Dogel
“Mobil dan uang saya ada di jaman kita pak, bukan di jaman ini hehehe, lalu gimana kita bisa memenuhi kebutuhan makan selama di jaman ini pak heheheh” kata Dogel lagi
“Tenang rek, aku ada uang rek, kita bisa rental mobil untuk sementara waktu ini, bukane kita ini tidak terlalu jauh mundur tahun kan rek, paling juga kita mundur beberapa tahun kebelakang kan, jadi mata uang yang tak bawa kan masih berguna disini hehehe” jawab Petro
“Ya sudah nak Petro, sekarang berarti tinggal nunggu kabar dari kedua anak KKN itu saja, baru kemudian kita nunggu waktu pagi hari untuk menuju ke rumah mereka atau ke Sby untuk menemui Totok atau Rochman” kata pak Tembol
Suara notifikasi pesan masuk bunyi di Hp Winna, Winna buru-buru mambuka Hpnya dan kemudian wajah dia menjadi murung.
“Ternyata ke dua temanku juga mendapat benda yang sama dari pacarnya juga pak, dan pacar mereka ternyata juga bernama Totok”
“Berati ndak cuma Indah saja yang menjadi pacar Totok ya mas, Mereka bertiga juga, bedanya Indah sudah berhasil menjadi tumbal Totok sementara mereka bertiga masih belum seperti Indah” jawab Indah tiba-tiba yang tadinya hanya diam sambil memperhatikan kami berbicara
__ADS_1
“Lho…mbak dan masnya ini juga satu team sama kalian?” tanya Winna heran
“Iya, mereka juga satu team dengan Kami nak, hanya saja Saya belum bisa melihat mereka berdua, karena mata batin saya sudah tertutup, tidak seperti dulu lagi nak” kata pak Tembol