
“Apa!... isi paket itu adalah jantung yang masih bergerk gerak!?.... Berarti baru-baru ini ada yang dibunuh oleh pengirim si barang!!, coba nak Ngot lihat siapa pengirim barangnya paling tidak alamat pengirimanya” kata pak Tembol yang makin bingung
Gak cuma pak tembol yang bingung, aku pun bingung dengan paket kiriman yang aneh itu, lalu siapa yang pesan barang itu kalau rumah ini tidak ada penghuninya sama sekali, aku makin penasaran siapa nanti yang akan ambil paket itu
Sementara itu Ngot menuju ke paket yang tergeletak di depan pintu paar rumah mewah yang kosong itu.
“Apa yang harus kita lakukan pak, jelas-jelas isi paket itu adalah jatung manusia yang masih bedarah dan masih bergerak pak, bearti ada yang barusan mati pak” kata Dogel
“kita tidak bisa berhenti begitu saja nak, kasus ini sudah menimbulkan kematian orang lagi, ada korban lagi yang diambil jantungnya. Kalian bisa ngira ndak itu perbuatan siapa?”
“Totok pak….. totok yang pernah ketahuan memakan organ tubuh manusia waktu dia kerja di perusahaan kematian” kata Dogel
Tidak lama kemudian Ngot datang ke dalam mobil, dia barusan disuruh lihat siapa si pengirim paket yang mengerikan.
“Pengirim paket itu hanya tertulis Zul dengan alamat Pct, begitu saja pak, tidak ada alamat detilnya pak” kata Ngot
“Apa kalian pernah dengar yang bernama Zul itu anak-anak?” tanya pak Tembol
“Tidak pak, kami tidak pernah dengar pak” jawab aku dan Dogel
“Nah sudah jelas kan siapa si pengirim, dan siapa yang memesan jantung manusia itu” kata pak Tembol
“Tapi rumah itu dalam keadaan kosong pak, lalu dimana Totok sebenarnya?” kata Dogel
“Harus ada salah satu dari kita yang ada disini untuk melihat dengan mata kepala sendiri siapa yang akan mengambil paket yang ada di depan pagar itu, karena dengan begitu kita akan tau kalau memang ada manusia atau apalah yang ada di dalam rumah itu” jawab pak Tembol
“Agar pihak keamanan tidak melihat ada salah satu dari kita disini, maka lebih baik nak Ngot dan nak Indah yang ada disini, nanti kita akan pergi dari sini dan besok pagi kita kesini lagi. Karena tengah malam nanti kita harus ada di rumah abah Fuad untuk memanggil arwah nak Blewah. Bagimana menurut kalian?” kata pak Tembol
“Ya sudah ndak papa pak, kami akan disini, dan kalau bisa kami akan selidiki disini juga apa yang sebenarnya sedang terjadi disini pak” jawab Ngot
“Meskipun kalian berdua ini hantu, tapi ada baiknya kalian berdua ini tetap menjaga keselamaan kalian juga, karena yang kita hadapi ini manusia iya, hantu juga iya. Berbahaya bagi manusia dan juga berbahaya bagi hantu macam kalian berdua” kata pak Tembol
__ADS_1
Aku kaget dengan bosku Nabil itu, ternyata benar juga apa yang dicurigai oleh pak Tembol kalau bos Nabil itu adalah Rochman, hanya saja aku ndak paham kenapa Rochman atau Totok atau Nabil harus menyewa rumah di kawasan elit begini, itu yang harus diselidiki.
Aku juga harus tau sejak kapan bos Nabil menjadi pimpinan showroom mobil tempatku kerja, dan kenapa dia harus memilih sebagai showroom mobil sebagai tempat dia bekerja, kenapa bukan toko kain import atau penjual minyak wangi atau penjual batu permata seperti orang-orang timur tengah di sini yang aku kenal.
“Sekarang kita pergi anak-anak. Oh iya nak Petro, nanti tolong tanyakan ke petugas penjaga gerbang, mulai kapan Totok, atau Rochman, atau Nabil menerima paket atau mendapat kiriman paket. Karena bisa saja ada beberapa paket organ tubuh manusia lagi sebelumnya” kat pak Tembol
“Baik pak, nanti saya tanyakan ke penjaga pintu pak, karena saya juga yakin kalau paket yang dikirim ke rumah itu selama ini bisa saja organ tubuh manusia juga pak”
“Sekarang sudah sore, nak Ngot dan nak Indah tinggal disini saja dan berhati-hatilah disini. Ayo nak Dogel kita pergi dari sini saja nak, dan di pos penjagaan nanti biar nak Petro turun untuk bertanya tentang rumah yang masih kosong dan paket yang ada disana itu nak”
Mobil mulai dijalankan Dogel perlahan-lahan menuju ke arah luar, komplek perumahan mewah ini memang sepi, banyak rumah yang kelihatanya kosong dan tidak terurus, ada juga beberapa rumah yang terlihat rapi tetapi debu dan daun-daun kering berserakan di halaman dalam rumah.
Dan semua rumah disini memang tidak memiliki pagar, jadi hanya rumah Nabil saja yang ada pagarnya, aku juga harus tanya mulai kapan Nabil menyewa atau beli atau kontrak rumah itu. semua ini semkin ruwet saja setelah tau yang ada disana itu ternyata Totok.
Berati selama ini aku bekerja bersama Totok dan menuruti perintah Totok untuk membunuh Ngot. Tapi ada yang aneh, kenapa Totok itu ada di showroom mobil, padalah dia juga kerja di rumah duka atau rumah kematian kan.
“Eh pak, ada yang bikin saya bingung ini, kalau yang ada disana itu benar-benar Totok, bukanya dia selama ini juga kerja di rumah duka atau rumah kematian pak. Lalu bagaimana bisa dia ada di dua tempat pak”
“Nah hal ini yang dari tadi sedang saya pikirkan nak Petro, bagaimana dia bisa kerja di dua tempat sekaligus, padahal di rumah duka itu kan harus ada disana setiap waktu. Ok lah kalau sebagai bos kan bisa saja keluar kantor untuk melakukan pertemuan dengan koleganya, tetapi sebagai karyawan rumah duka tidak bisa seenaknya keluar dan jalan jalan keluar kan” jawab pak Tembol
Dogel memelankan laju mobil, dan kemudian berhenti sebelum pos penjagaan, kemudian aku turun dari mobil, setelah aku turun, mobil dijalankan lagi menuju ke lahan kosong yang ada di luar pos penjagaan.
Aku berjalan sendirian menuju ke pos penjagaan, tenyata disana ada pak Yanto yang beberapa hari lalu bersama dengan Rt sempat bertemu dengan Nabil. Ini kesempatanku untuk menggali informasi seputar orang yang ada di dalam rumah itu.
“Selamat siang pak Yanto hehehe. Bagaimana kabarnya pak, lho tadi ada pak Udin, dimana tadi dia sekarang pak?”
“Siaaang bos Farid. Udin barusan jalan patroli pak, gentian sama saya yang jaga pos ini. Gimana pak Farid, tadi barusan dari tempat pak Nabil ya?” tanya pak Yanto
Iya tadi saya kesana, dan saya tekn bel bolak balik di rumahnya, tetapi tidak ada yang keluar pak, rumah itu kosong lagi ya pak?” tanyaku
“Nah itu anehnya pak Farid, padahal saya sama Rt sempat kesana, dan ditemui langsung sama pak Nabilnya sendiri lho, hanya itu saja kemudian rumah itu kosong lagi kelihatanya pak”
__ADS_1
“Begini pak Yanto, sampai sekarng bos saya itu belum masuk kerja, sedangkan teman teman di kantor sudah menanyakan terus pak , makanya saya kesini pak, untuk ketemu sama pak Nabil. Tapi rumahnya kosong”
“Iya pak Farid, memang semenjak saya dan Rt bertemu dengan pak Nabil yang aneh itu, sampai sekarang dia tidak keluar rumah lagi, itu yang aneh pak” jawab pak Yanto
“Kata pak Udin sampeyan waktu ketemu dengan bos Nabil itu aneh ya orangnya, kata pak Udin bos Nabil pucat dan keliatan meleleh gitu ya pak, maksudnya meleleh itu gimana pak?”
“Heheheh betul pak Farid, dia nampak pucat sekali dan berair gitu, tubuhnya seperti es batu yang meleleh alias berair, rambutnya saja basah seperti keringat gitu pak”jawab pak Yanto
“Apakah dia sempat mengatakan sesuatu kepada sampeyan pak, waktu bertemu dengan sampeyan dan pak Rt?”
“Tidak pak Farid, dia hanya tersenyum dan hanya berkata iya…iya saja, setelah itu pak Rt yang mungkin takut tiba-tiba mengajak kami pergi dari sana pak”
“Aneh ya pak Yanto, apakah dia sedang sakit atau gimana pak. Lalu waktu kalian kesana yang keluar pembantunya dulu atau langsung pak Nabil sendiri yang menemui kalian pak?”
“Beliau yang langsung keluar ketika kami memencet bel rumahnya pak, dia langsung keluar dan berjalan sempoyongn ke arah kami yang ada di luar pagar” jawab penjaga keamanan itu
“Oh iya pak yanto, tadi ada paket datang ke sana pak, dan paket itu hanya di taruh di depan pagar rumahnya pak Nabil pak. Apa ndak sebaiknya sampean amankan dulu paketnya pak, takut nanti diambil orang pak” pancingku kepada petugas keamanan itu
“Hahahaha biarkan saja pak Farid, akhir-akhir ini tiap hari ada paket datang buat pak Nabil, dan selalu ditaruh didepan pintu pagarnya dia, tapi setelah itu paketnya ada yang ambil kok pak, hanya saja saya tidak tau siapa yang ambil paket itu karena tidak ada yang keluar rumah pak Nabil pak”
“Apa sampean tidak tau siapa yang ambil paket itu?”
“Tidak tau pak Farid, dan kita tidak berhak tanya siapa yang ambil. Di komplek ini sudah menjadi peraturan tidak tertulis untuk tidak mengusik privasi penduduk yang ada disini, temasuk bertanya tanya kepada orang rumah tentang apapun pak. Makanya di lingkungan sini sangat disukai kaum ekspatriat yang tinggal di selain apartemen pak” kata pak Yanto
“Pokoknya paket itu sudah tidak ada di depan pagar lagi, berarti pemilik paket itu atau orang rumah sudah mengambilnya dari luar pagar pak” kata penjaga keamanan itu lagi
“Hmmm begitu ya pak yanto, tapi tadi saya sudah beberapa kali mencet bel rumahnya, tapi tidak ada yang keluar pak. Bahkan orang kantor telepon ke hp, tapi hpnya dalam kondisi mati, kemudian coba telepon rumahnya, tetapi tidak ada yang angkat pak. Itu yang membuat khawatir teman-teman di tempat kerja pak”
“Atau begini saja pak Farid, ini saya hanya memberi ide saja pak, tetapi resiko pak farid yang tanggung sendiri ya pak, hmm begini pak, mungkin bisa bapak tunggu saja hingga yang ambil paket itu mengambil paketnya, nanti pak Farid bisa tau apakah itu bosnya pak Farida tau orang lain”
“Nah apabila itu orang lain selain pak Nabil, kan pak Farid bisa tanya dimana atau kemana pak Nabil berada, nanti akan saya beritahu ke rekan-rekan kalau pak Farid ada di sekitar jalan rumah pak Nabil agar rekan-rekan petugas keamanan tidak mengusir pak Farid dari sini”
__ADS_1
“Bagaimana kalau begitu pak Farid?, Kalau setuju akan saya infokan ke rekan-rekan petugas lainya pak, pokoknya disini saya hanya bisa membantu sebatas itu saja, yang penting ada kabar dan kejelasan dari pak Nabil itu pak”
“Ok, saya setuju pak, tapi mungkin besok pagi saya kesininya pak, karena sekarang saya harus balik ke tempat kerja dan memberitahu kepada teman-teman di kantor apa yang terjadi disini pak”