INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 47, PETRO MAKAN KAWAN


__ADS_3

Siang ini tidak ada apapun yang bisa kami lakukan disini, setelah makan siang dengan aneka masakan instan alias mie instan dengan berbagai rasa yang kami beli tadi pagi, kami hanya menunggu setelah maghrib untuk bekerja di tempat Totok.


Ketika kami sedang ngantuk tiba-tiba indah datang ke ruang tamu tempat kami bersantai disiang hari. Wajah dia nampak khawatir.


“Mas Segera tutup pintu depan karena mobil yang kemarin segera sampai disini “ bisik Indah kepadaku


“Rek, tutup pintunya cepat, karena mobil yang kemarin sebentar lagi sampai sini lagi” teriaku kepada kedua tamanku yang duduk di sebelah pintu masuk


Pintu sudah diutup rapat, kami menunggu dengan perasaan was was, karena ini untuk kedua kalinya mobil itu akan datang ke rumah mbahku tetapi harusnya ada alasan yang tepat kenapa mobil itu datang lagi, karena kalau tidak ada alasan yang kuat, tidak mungkin mereka akan datang kesini.


Ternyata benar juga omongan Indah , tidak lama kemudian mobil sejuta umat dengan warna hitam sudah parkir di depan pintu pagar, kami saat ini sedang duduk di sofa dengan santai, karena kami yakin Indah akan mambantu dengan mengalihkan pandangan mereka terhadap rumah ini.


Satu orang turun dengan didampingi oleh .....oleh PETRO!


“Ngapain penghianat itu kesini Gel, dia kayak pemandu arah saja janc*k Petro iki!”  Bisik Glewo


Kedua orang yang ada diluar yaitu suruhan jutawan arab dan Petro kemudian membuka pintu pagar dengan santainya, tetapi begitu mereka melangkah maju, mereka kayaknya ragu untuk meneruskan langkah mereka.


“Hey Farid! Apa betul ini rumahnya, kenapa keadaanya kotor dan banyak tai nya, kayak rumah yang sudah lama tidak dihuni saja” hardik suruhan orang arab kepada Petro yang bernama asli Farid


“Ya betul ini rumahnya, tapi kok sepertinya  rumah ini sudah lama tidak ditinggali , coba kamu intip ke sana, ke jendela rumah” suruh Petro dengan santai


“Enak aja! Kamu yang harusnya intip!, bukan saya!” teriak orang itu kepada Petro


Petro dari dulu itu ya kayak gitu itu orangnya, dia selalu sak enake dewe atau sak karepe dewe istilahnya, dan sedikti ngawur baik kepada kami atau orang lain. Dia selalu mengaggap enteng tiap masalah yang ada.


“Ok lah kalau begitu juragan, akan saya intip, dan kalau didalam sini ada orangnya berarti kamu tidak teliti dan kamu sekarang juga akan kulaporkan ke raja unta dua punuk itu ya “ kata Petro


Aku heran sama dia ini, kenapa dia berani datang kesini dan menunjukan tempat kami sembunyi kepada orang yang jelas jelasnya memburu kami bahkan mungkin juga memburu Petro, apakah sebegitu penghianatnya Petro hingga mau kesini dan menunjukan rumah ini.


Bahkan dengan santai mau saja mengintip ke dalam rumah sementara kami ada didalam sini, dan apakah setega itu dia terhadap kami yang sudah berteman belasan tahun ini. Aku sampai ndak bisa mikir sama ulah Petro ini, sudah benar-benar gila orang ini!.


“Buat apa saya kau laprokan ke bos, apa salah saya sampai kau mau laporkan saya ke bos?”


“Karena kamu yang seharusnya bekerja mencari orang buruanmu tetapi sama sekali tidak teliti dalam bekerja, bisa bisa kamu dipecat sama raja unta dua punuk yang kejamnya melebihi unta satu punuk!”

__ADS_1


“Bankzhat kau Farid, kau adu domba saya dengan boss, lihat saja kau farid, kau dengan temanmu saja sudah berkianat, apalagi dengan kami yang baru saja kau kenal”


“Sudah jangan banyak omong, cepat kamu intip atau saya yang turun tangan dan laporkan bos bahwa kamu tidak bersungguh sungguh dalam bekerja” kata Petro yang makin nggateli ae nada bicaranya.


Akhirnya orang itu nurut juga terhadap petro, kami yang sedang mengintip dari balik bufet atau tepatnya di sebelah meja makan makin geram dengan tingkah laku Petro.


Terus teran saja kami juga ketakutan karena Petro dan Orang suruhan itu kemudian mengintip ke dalam rumah, akhirnya kami pun pindah  ke dekat meja makan.


“Liaten Wah sodaramu itu, bener-bener asyu kok, dia sekarang kayaknya sudah menjadi tangan kanan keluarga raja unta dua punuk yang tersohor itu” kata Glewo kepada Blewah.


“Ssttt jangan berisik rek, kita ini sedang keadaan bahaya, ojok rame ae ta rek, liaten ta orang itu lagi ngintip-ngntip di jendela rumah”


Ndak usah Glewo , aku aja heran dengan kelakuan Petro, bisanya dia tega dan dengan santai menunjukan dimana kami tinggal dan sembunyi kepada mereka.


Kalau seumpama kami tiba-tiba muncul di hadapan dia, lalu alasan apa lagi yang mau Petro katakan kepada kami bertiga, paling paling juga dia akan bilang kalau keluarganya diancam oleh anak buah juragan onta kaya raya.


“Di dalam tidak ada apa-apa Farid, coba kamu kesini dan lihat sendiri bagaimana keadan di dalam sana! Jangan kamu Cuma bisanya hanya suruh suruh orang tanpa kamu tau sendiri keadaan disini!” teriak orang yang sedang mengintip kami


“Memang ini rumah kosong bang, kan saya sudah bilang dari awal, hanya saja kemungkinan besar ketiga temanku ada disini, mereka pasti sedang sembunyi di dalam sana, itu buktinya ada bentor rusak, berarti kan ada orang disini”


Wah bener bener ini orang, kenapa dia sampai tega menyuruh orang itu untuk masuk ke dalam sini. Padahal Indah sudah membantu kami dengan membuat seolah olah rumah ini kosong  tidak dihuni  dalam waktu lama.


“Kau sajalah yang msuk kedalam sana  Farid!, kau ini bisanya hanya suruh orang saja, kau sendiri tidak pernah mau kerja sendiri,  lihat saja nanti Farid, akan saya laporkan kau ke Bos, kau kira bos akan percaya dengan mulut besarmu yang selalu memberikan janji janji palsu kepada Bos!”


“Yooo weeess kalau memang di dalam itu kosong ya sudah ndak usah masuk ke dalam lah, ndak perlu maramara gitu lah koplak!”


“Lantas bagaimana ini Farid, kita sudah jauh-jauh  kesini tetapi tidak ada hasilnya, apa yang harus dilaporkan ke  BOS?”


“Bilang aja mereka sudah pada pindah, kita kurang cepat dalam bertindak. Sudah bilang saja gitu  agar kamu aman plak koplak” kata Farid kepada anak buah  juragan arab onta berpunuk dua


Akhirnya setelah Petro dengan orang suruhan orang arab itu  berdebat, mereka pun pergi juga dari sini, mereka kelihatanya kembali ke kota S. Terakhir yang aku dengar orang itu akan melaporkan Petro kepada boss nya dengan alasan memberikan keterangan alamat palsu.


Keadaan rumah sepi kembali, kami bertiga hanya bisa diam dan melamun, aku bingung bagaimana caranya untuk mencari Jiwa Jiwa Totok. Apakah jiwa  totok itu  berarti adalah perasaan hatinya?


Kan ada lirik lagu yang JIWAMU DAN JIWAKU KAN BERSATU, lha lirik lagu itu tentang pernikahan sepasang kekasih yang sedang bahagia. Lha masak  artinya mereka berdua akan mati dan roh mereka akan bersatu?

__ADS_1


“Rek, kalian sudah dapat apa arti mencari jiwa ta? Aku sampek sekarang sik bingung apa arti yang dmaksud Indah itu”


“Males Gel,  jangan ganggu aku sik Gel, aku lagi mikir gimana caranya ngemis dengan hasil yang maksimal c*k, kalau kita ngemis pakek luka luka palsu bahaya, kalau dikejar kejar satpol pp kita ndak bisa lari rek”


“Tapi nek ngemis model manusia silper harus beli cat silpernya yang mahal , lagipula aku gampang masuk angin kalau gak pakek baju seharian penuh di lampu merah Gel” kata Blewah yang mempunyai Ide ngemis


“Nek gak ngemis  gak ada ide lain ta Wah,  misale nyopet lah atau ngamen gitu. Saoale kalau ngemis wajahmu itu ndak cocok, bukan wajah melas soale Wah, wajahmu itu cocoke jadi copet atau  garong sekalian” kataku kepada Blewah


“Ndasmu Gel, mosok wajah ku ini wajah yang harus dihindari rek?”


“Iya Wah ,wajahnu itu ketok bahaya, jadi kalau kamu ngemis, orang bukanya kasihan sama kamu, tapi mereka malah akan menghindari awakmu Wah,  mendingan buka jasa  memandikan mayit c*k”


Sore hari menjelang mahrib kami sudah siap untuk sholat di mushola, setelah sholat kami akan berangkat menuju ke Toko Gemezzz.


Sekarang kami sudah ada di depan toko Gemezzz, seperti biasanya toko yang belum buka ini sudah rame dengan pembeli yang sudah menunggu di parkiran.


“Aneh ya Gel, pengunjung ini tau dari mana kalau toko ini sudah buka kembali setelah  dua hari libur sementara itu tidak ada yang memberikan pengumuan baik di sosial media atau dimanapu tentang  keberadaan toko ini.


Aku mencoba  untuk berbicara dengan salah satu pengujung ,bagaimana mereka bisa tau kalau toko in sudah buka kembali. Ada seorang nenek yang membawa seorang anak yang kapan hari itu bertanya soal G string yang dijual disini.


“Lho mbah ketemu lagi sama saya mbah, kok mbah bisa tau kalau toko ini sudah buka lagi mbah, memangnya ada yag kasih tau mbah to” tanyaku kepada nenek nenak yang pernah ketemu disini ketika toko ini dalam keadaan tutup


“Jelas saja mbah ndak mau lagi kehabisan  cel*na dal*m yang tipis dan kecil itu nak, makanya mbah datang dulun kesini nak


“Mbah taunya dari perasaan mbah nak, mbah merasa ada yang menyuruh agar datang kesini dan segera membeli apa  yang kamarin itu mbah belum beli nak”


Hmm aneh juga mbah ini, dia merasa dihubungi oleh sesuatu agar segera mambeli sesuatu disini, dan  anehnya barang yagn dibeli itu yang harusnya tidak digunakan mbah mbah ini. Coba aku tanya ke orang yang lainya, siapa tau  dia juga merasa dihubungi oleh sesuatu juga disini.


Kudatangi seorang remaja puteri yang bersama kedua temanya sedang antri juga di depan toko Gemezzz, aku bisa mendengar mereka nampaknya gembira karena toko ini akan buka lagi setelah beberapa hari ini tutup.


“Selamat malam dik, adik kesini sama siapa? Dan yang  akan dibeli disini apa ya dik” tanyaku kepada kedua anak yang mungkin  berumur sekitar belasan tahun  itu


“Kami mau beli Lingerie mas, kemarin kehabisan Lingerie soalnya, mudah-mudahan Lingerie yang model belahan di bagian bawahnya masih ada ya mas. Masnya kan penjaga disini kan?” kata remaja putri itu dengan santainya


“Kalian kok bisa tahu toko ini akan buka lagi dari mana ya dik”

__ADS_1


“Jelas  tau lah mas, dari perasaan aja mas , perasaanku toko ini akan buka...., eee beneran buka juga mas heheheh”


__ADS_2