
“Sudah banyak orang yang kesana mas, rata-rata ingin menguji kesaktian, mencari pusaka dan ujji nyali, dan sayangnya mereka tidak ada yang berhasil, selalu berakhir dengan sakit jiwa dan sakit yang tidak jelas” terang mbah Joyo
“Tadi mbah kira kalian ke sana karena untuk tujuan tujuan yang tadi mbah sebutkan nak. Warkop mbah itu sebagai jujukan orang yang mau ke sana, mereka sebelum kesana selalu ke warkop mbah dulu untuk persiapan mental mereka hehehe” cerita mbah Joyo
“Makanya mbah selalu sudah siap dengan air kendi yang sudah mbah kasih doa, tadi ketiga teman kalian cerita kalau kalian berdua ada di dalam sana dengan keadaan hotel yang gelap gulita, mbah sudah mengira pastu sebentar lagi kalian akan keluar dari sana”
“Sebelum kalian berdua keluar dari sana mbah sudah persiapan semuanya, apabila perkiraan selepas tengah malam kalian belum keluar maka mbah akan jemput kalian, karena kalau tidak dijemput kalian akan muter muter disana tanpa arah”
“Sebentar mbah, sebenarnya hotel itu ada yang jaga atau tidak, maksud saya apakah di hotel itu ada yang bertugas sebagai penerima tamu? atau hotel itu sebenarnya kosong?” tanyaku penasaran
“Kalau umpama saya bilang hotel itu selalu penuh terisi kalian percaya dengan mbah apa tidak nak? Hehehe, hotel itu tidak pernah kosong, tiap hari selalu penuh dengan penyewa yang berasal dari kota mana saja di pulau jawa ini”
“Wah tambah ndak mudeng saya mbah, maksudnya gimana sih” tanyaku kepada mbah Joyo yang makin memberikan teka teki aneh
“Tadi siang kami bayarkan sejumlah uang untuk sewa kamar disana mbah....”
“Pasti kamar nomor 6+ kan mas, tidak ada kamar lain yang disewakan untuk manusia selain kamar 6+, kamar yang ada pendingin udaranya” potomg mbah Joyo dengan melihat tajam ke arah Glewo
“Sik sebentar mbah, dua hari lalu mbah ketemu saya di warkop kan, dan mbah cerita tentang pelayan hotel yang empat orang itu kan, dan mereka pergi karena tidak kerasan disana” tanyaku
“Iya mas, mbah ingat mas, lalu apa hubunganya dengan hari ini mas” tanya mbah Joyo bingung
“Dua hari lalu itu mbah cerita kepada saya kalau hotel itu dimiliki oleh beberapa orang yang selalu berpakain aneh dan penyuka sesama jenis, mbah ingat kan”
“Iya saya ingat nak, dua hari lalu kamu kesini diajak teman kalau ndak salah kan” kata mbah Joyo
“Nah, sekarang saya tanya mbah Joyo lagi. Kemarin mbah joyo jualan di warkop ndak mbah?” tanyaku dengan penuh harap
“Kemarin mbah jualan mas, kalau misalnya mbah berhalangan , ya ada Ki peli yang jaga disana mas, ki peli selalu mau bantu setiap saat mas” jawab mbah Joyo
“Tapi kemarin mbah Joyo tidak ketemu saya kan mbah, padahal saya kemarin ngobrol sama mbah Joyo lho, tetapi kayaknya saya ngobrol sama mbah Joyo pada beberapa tahun ke belakang deh mbah”
“Dan kemarin mbah Joyo cerita kalau pemilik hotel ini adalah keluarga dari ibukota dan kemudian keluarga itu kabarnya mati dan jasadnya tidak pernah ditemukan“ lanjutku
“Betul itu nak, memang hotel itu awalnya milik orang kaya dari ibukota, bersama keluarganya mereka mengelola hotel itu, tetapi beberapa tahun kemudian orang itu dan keluarganya hilang di hotel itu” kata mbah Joyo
__ADS_1
“Sekarang yang wajib kalian ketahui adalah hotel itu dalam keadaan kosong, sama sekali tidak manusianya, kalau siang tadi kalian bertemu dengan penjaganya yang bernama slamet , berarti kalian masuk ke dunia mereka” kata mbah Joyo dengan wajah serius
“Untungnya ketiga temanmu ini bercerita kepadaku kalau kalian ada disana, makanya mbah sudah siap siap apabila sampai lewat tengah malam kalian belum juga muncul, maka mbah akan cari kalian kesana”
“Ketika teman kalian bilang kalau disana ada lampu –lampu yang nyala, berarti kalian ada di dunia mereka, karena sudah lama sekali disana tidak ada yang menginap, sehingga disana sama sekali kosong, listrikpun sudah diputus”
Aku ndak mudeng, apakah disini ada semacam time travel?. Coba kita pikirkan, sudah tiga kali aku kesini, dan kesimpulan sementaraku adalah
-Hari pertama dengan totok, hotel itu telihat hidup, rumput dan pohon terpangkas rapi, listrik nyala. Dan aku bertemu dengan mbah Joyo untuk pertama kalinya.
-Hari kedua disana malam hari besama kedua temanku, rumput dan pohon tidak terawat, listrik mati, banyak bekas darah dimana mana, suasana kotor tidak terawat, bertemu mbah Joyo yang tidak ingat dengan ku.
-Hari ketiga kesini bersama keempat temanku, rumput dan pohon terpotong rapi, kami bertemu Penjaga hotel si Slamet, listrik pada awalnya nyala kemudian mati gelap gulita, bertemu dengan mbah Joyo yang ingat padaku waktu aku kesini pada hari pertama.
Sebenarnya apa yang terjadi disini? Apakah disini ada lorong waktu yang menyebabkan aku mengalami perbedaan visual dan rasa yang ada di hotel itu?
“Kalian tidak usah bingung dengan yang ada di hotel itu, karena disana ada semacam lorong waktu yang selalu terbuka, pusatnya ada di taman belakang, dia akan terbuka setiap saat, tetapi pada waktu setelah maghrib hingga sebelum subuh adalah waktu yang paling mengerikan” kata mbah Joyo
“Pintu masuknya adalah di gerbang hotel, begitu kalian menapakkan kaki di pintu gerbang hotel , kalian sudah dalam kekuasaan mereka, mereka bisa saja mempemainkan kalian dengan keadaan yang aneh aneh” lanjut mbah Joyo
“Pokoknya selama disana, kalian tidak akan bisa menggunakan akal sehat kalian, karena kalian sudah masuk ke ranah permainan mereka nak”
“Lebih baik kalian pulang saja, hari ini sudah hampir pagi , kalau besok kalian akan kesini lagi, lebih baik kalian temui mbah dulu, agar mbah bisa kasih kalian sesuatu”
*****
Hotel Waji yang penuh misteri ada di depan kami waktu kami putuskan untuk pulang. Memang terdengar ganjil, kenapa kami harus pulang disaat aku dan Blewah sudah mulai bersemangat untuk melakukan penyidikan lagi.
Yang kami pikirkan adalah, kami saat ini membawa dua orang teman kami, aku takut kalau ada apa apa dengan mereka kerdua, karena mereka Tifano dan Broni memang tidak seharusnya ada disini, mereka kesini hanya untuk mengajak kami ke acara mereka yang akan diadakan di sebuah vila pada minggu depan.
Mobil sudah terparkir di samping masjid dekat rumah, hari sudah menjelang subuh, lebih baik kami gunakan untuk istirhat saja, karena mungkin saja siang ini atau malam nanti pasti akan ada kegiatan lain lagi.
“Bron,Tif. Kalian balik Sby kapan?” tanya Blewah
“Nanti siangan mas, soale kan harus persiapan dan mendata siapa saja yang mau ikut acara Sutopo Fest nanti ini mas” jawab Broni
__ADS_1
“Wah, Wo. Aku kok penasaran sama Petro yo, mumpung kita bawa mobil, gimana kalau kita antar Broni dan Tifano sekalian pulang rek”
“Ayo wis Gel, tapi onok duwek ta awakmu Gel” tanya Blewah
“Onok Wah, duet yang dari Totok sik akeh”
“Adzan subuh sudah berkumandang dari mushola sebelah rumah , setelah mandi dan bersih bersih badan secara kilat, kami langsung menuju ke mushola sebelah rumah.
*****
Pagi hari yang cerah , aku terbangun ketika ada suara ribut ribut di sebelahku, Blewah Glewo dan dua orang temah ku sedang ada di ruang tamu, mereka melihat dua buah benda yang dibawa oleh Blewah dari hotel Waji.
Kutinggalkan mereka berempat yang sedang rame, aku menuju ke kamar belakang, sudah seharian ini aku tidak ketemu Indah, kangen sekali rasanya dengan Indah, sayangnya dia hanya berupa arwah yang jasadnya tidak tau ada dimana.
Kusibakan gorden kamar, dan seperti biasanya dia duduk di pinggir dipan dengan senyum cantiknya, aku tau dia sedang menungguku datang ke kamar yang selalu berbau wangi ini.
“Indah, namamu Indah sesuai dengan keindahan tubuhmu ndah, hehehehe aku kangen sama kamu Ndah” aku duduk di sebelah Indah yang sedang membenahi rambutnya agar tidak menutupi sebagian wajahnya.
“Mas. semalem dicari mbah putri lagi lho mas, kayaknya ada hal penting yang mau mbah putri omongkan sama mas Agus” kata indah membuka pembicaraan
“Iya Ndah, aku lagi ada di hotel Waji yang bener-bener mengerikan ndah” aku kemudian cerita kepada Indah tentang adanya hal hal yang tidak masuk akal disana.
“Indah sudah ndak bisa kasih info ke mas Agus lagi, sekarang mas Agus dan teman teman yang bisa memecahkan misteri disana. Sebenarnya Indah kepingin bisa nemenin mas Agus, hanya saja Indah masih berupa arwah mas”
“Lha Indah kalau nemenin aku apa harus menjadi manusia dulu?” bukanya disana banyak arwah ya, lalu kenapa Indah ndak mau nemenin kita?
“Indah tau apa yang mas sedang pikirkan” katanya dengan tersenyum
“Memang disana itu penuh arwah mas, seperti yang Indah lihat waktu kita mau survey vila dengan lima orang teman mas yang dari kota Sby itu. Tetapi disana itu aneh mas, tiap arwah yang lewat sana , maksudnya masuk ke area hotel. Mereka akan terhisap ke dalam nya mas”
“Kecuali satu hal.... kecuali Indah jadi manusia” jawab Indah dengan tersenyum
Mana bisa dia jadi manusia, sedangkan jasadnya saja dia tidak tau ada dimana, lalu bagaimana bisa dia jadi mausia?
“Pokoknya mas Agus ditunggu mbah putri nanti malam, pokoknya lewat tengah malam mas Agus jangan kemana mana”
__ADS_1