INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 192 (HANYA PERASAANKU SAJA?)


__ADS_3

Pak Tembol dan kawan-kawan lamanya sedang membicarakan tentang masa lalunya dengan Winna, Chandra, dan Chinta. Aku dan Dogel cukup mendengarkan saja apa yang mereka sedang bicarakan, Karena aku dan Dogel memang tidak terlibat dengan masalah mereka.


Malah kata mereka Dogel pernah berkata agar mereka tidak menyewa vila itu, tapi sayangnya mereka tetap saja menyewa vila yang akhirnya merupakan awal dari bencana. Termasuk dengan masalah lagu kami juga kan.


“Gel, kalau mereka ini tidak merubah sejarah mungkin lagu kita tidak akan ada masalah ya?”  bisikku pada Dogel yang masih menyimak pembicaraan mereka


Dogel hanya melihatku sambil mengangguk lemah. Memang kuakui kalau tidak ada yang menyewa vila dan tidak ada yang merubah sejarah kemungkinan besar lagu kami tidak akan ada masalah.


Tapi aku sampai sini masih belum jelas bagaimana hubungnya Totok dengan kami…., ah nanti saja kutanyakan ke pak Tembol  kalau suasana sudah tenang.


Tro, engkuk ae bahasnya, aku juga punya pemikiran yang sama dengan mu, tapi kalau kita bahas sekarang pasti merusak suasana” kata Dogel


Aku dan Dogel hanya bisa mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh perempuan yang cantik berambut Blonde yang dipanggil dengan Nama Novi itu bersama pak Tembol.


“Kita berdua punya masalah yang berbeda tetapi dengan orang yang sama, dan semua harus diselesaikan hingga tuntas, karena yang bernama Totok atau Rochman ini penyakti hingga ke beberapa generasi kita nantinya” kata pak Tembol setelah banyak ngobrol dengan Novi itu


“Tro mosok lagune kita ini juga ada juga ada hubunganya dengan vila putih iki. Lha orang keturunan arab yang dulu jadi bos mu yang katanya anaknya mati juga karena bunuh diri itu gimana wajahnya Tro?” bisik Dogel


“Yo pokoke wajah Timur tengah gitu lah Gel, kenapa kamu kok tanya gitu Gel”


“Aku kok curiga juragan arabmu itu ada juga hubunganya dengan Totok yang juga berwajah timur tengah Tro” jawab Dogel


“Lha iyo yo Gel… memang bener omonganmu Gel, tapi juragan arab itu kan sudah punya anak dan punya Istri , sedangkan yang meneror cewek-cewek itu kan belum nikah sama sakali” kata ku kepada Dogel


Kami hanya mendengarkan semua yang dibicarakan oleh mereka tanpa menyela sama sekali hingga pak Tembol  kemudian berkata.


“Menurut saya, kita harus berpisah untuk menyelesaikan misi masing-masing, tapi kita tetap harus saling kontak dengan kalian. Eh nak Petro bisa minta nomor teleponya nak Novi, karena sewaktu-waktu mungkin kita butuh informasi dari mereka, atau mereka butuh info dari  kita” kata pak Tembol


Assyuuu lumayan bisa dapat nomor Wa Novi, kapan-kapan mau tak ajak dia, siapa tau dia mau heheheh. Aku heran kok ya ada perempuan secantik Novi mau-mau nya blusukan di hutan heheheh.

__ADS_1


Setelah beberapa informasi, kemudian kami sepakat memisahkan diri sesuai dengan misi kami masing-masing, kami bersama dengan team awal menuju ke Mjkt untuk pulang ke rumah, sementara Novi dan temannya menuju ke  ruangan biru, ruangan yang aku tidak mengerti sama sekali.


“Nak Petro saya tau banyak pertanyaan di dalam diri nak Petro sewaktu tadi saya berbicara dengan mereka nak, tapi nanti bisa kita diskusikan di rumah saja nak, yang penting saya sudah tau siapa yang ada dirumah itu dan saya sudah tau juga permasalahan yang sedang kita hadapi ini” kata pak Tembol yang sedang kubonceng ini


Perjalanan pulang tidak ada apapun yang terjadi, tetapi kami merasakan sesuatu yang mengganjal tentang yang terjadi dengan lagu kami, apakah juga ada hubunganya dengan yang anak-anak Sutopo itu. Atau kah hanya berhenti pada pencarian korban untuk tumbal yang dibutuhkan Totok?


“Pak Tembol, maaf pak. Berarti kasus lagu kami ini muncul setelah adanya perubahan sejarah yang dilakukan oleh pak Tembol dengan anak-anak Sutopo itu ya pak?” tanyaku waktu kami sudah ada di rumah mbah putrinya Dogel


“Bisa jadi seperti itu nak, mungkin semua terjadi dari sejarah yang telah dirubah itu nak, tapi saya sendiri juga bingung, apakah perubahan sejarah itu yang mengakibatkan Rochman itu hidup kembali pada sekitar tahun 1990 hingga tahun 2000 ini kemudian melakukan kejahatan?” kata pak Tembol sambil termenung


“Seperti yang terjadi di hotel Waji itu. mungkin itu adalah salah satu dari sekian banyak kejahatan yang dilakukan Totok. Dan juga yang terjadi di rumah duka itu, bisa jadi itu juga salah satu dari kejahatan Totok yang kita tahu nak” lanjut pak Tembol


Saat ini pukul 03.30 pagi, kami semua belum ada yang bisa tidur karena kami masih memikirkan apa saja yang sudah dilakukan oleh Totok selama ini.


“Berarti Totok itu bukan manusia pak” tanya Chinta


“Jelas bukan nak, waktu kami bertemu dengan dia, dia itu berupa setan yang bentuknya benar-benar mengerikan, kemudian dia bisa merubah wujudnya sesuai dengan wujud waktu dia hidup. Dia berwajah timur tengah yang sangat ganteng, tapi dia masih berupa setan, belum menjadi manusia” kata pak Tembol


“Pak, jangan-jangan juraganku yang anaknya mati karena mendengar lagu kami itu juga ada hubunganya dengan Totok pak, dan jangan-jangan anaknya yang mati itu hanya tipuan dia saja pak” kata Petro


“Semua bisa saja terjadi nak Petro, di dunia ghaib hal yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin hanya dengan membalikan telapak tangan saja” jawab pak Tembol


“Coba mana foto bosmu nak Petro, saya mau lihat, apakah ada mirip-miripnya dengan yang bernama Rochman itu nak. Eh siapa nama dia nak, meskipun itu nama palsunya” tanya pak Tembol


“Namanya  Nabil pak. M. Nabil, fotonya saya tidak ada pak, sosmednya juga tidak ada, dia itu seorang yang misterius dan kejam pak”


“Hmmm saya kok penasaran ya nak, atau begini saja, pagi nanti kita ke Sby nak, antarkan saya ke perusahaan tempat kemu kerja, saya akan masuk ke sana dan cari pak Nabil. Saya akan pura-pura mencari nak Petro yang merupakan saudara jauh saya” kata pak Tembol


“Eh ada baiknya kita berdua naik motor saja nak. Agar cepat sampai dan cepat kembali kesini” lanjut pak Tembol

__ADS_1


“Sementara itu nak Dogel dan lainya tetap disini sambil nungguin nak Blewah yang belum bangun juga” kata pak Tembol lagi


“Ok pak, pagi setelah subuhan saja kita berangkat pak, kita sarapan di jalan saja pak,  bos saya biasanya datang sebelum semua karwayan datang pak, dia itu orang aneh. Jam masuk kerja itu jam 08.00, tetapi jam 07.00 dia sudah ada di kantor”


“Ya sudah pak, saya dan mbak –mbak ini tetap disini saja, sementara pak Tembol bersama Petro pergi ke sby” kata Dogel


Kami tidak sempat tidur, karena setelah subuh aku dan pak Tembol sudah jalan ke arah Sby, udara dingin dan sejuk menerpa wajahku, sementara pak Tembol ada di boncengan motorku.


Tepat puku 06.30 kami sudah masuk kota Sby, perjalanan yang lancar karena sepi, yang macet hanya di daerah pertengahan antara Mjkt dan Sby, karena disana banyak kendaraan yang mengangkut sayur menuju ke pasar.


“Lebih baik kita cari sarapan dulu saja nak, baru setelah itu kita ke tempat kerja nak Petro”


Akhirnya di daerah Pcng kami mampir dulu untuk sarapan.


“Pak, nanti saya akan parkir agak jauh dari tempat saya kerja ya pak, agar tidak ada yang lihat saya pak”


“Iya nak, parkirkan agak jauh sebelum tempat kerjamu, nanti saya akan naik angkot agar orang disana melihat saya nak angkot nak. Nanti saya hanya perlu lihat pak Nabil saja, kalau memang beda ya saya kan keluar dan nyeberang jalan untuk nyegat angkot yang ke arah nak Petro menunggu”


Pukul 07.20 kami jalan menuju ke area tempat kerjaku, akan aku turunkan pak Tembol kira-kira 1 km sebelum tempat kerjaku.


Motor ku berhentikan di sebuah minimarket yang letaknya kurang lebih satu km dari tempat kerjaku, aku lebih baik menunggu pak Tembol disini saja.


“Bapak kan sudah tau tempat kerja saya pak, nah saya tunggu disini saja ya pak, nanti kalau balik kesini naik angkot yang warnanya sama di seberang itu ya jalan pak”


Aku ndak tau apa yang pak Tembol akan lakukan di tempat kerjaku, tapi aku percaya kalau orang tua itu bisa dipercaya, dan tidak menyerahkanku kepada orang arab itu.


Aku ada di depan minimarket dengan gelisah, kenapa aku sampai gelisah, karena aku ada di ruang terbuka sendirian, sedangkan disini bisa saja ada yang melihatku dan akan melaporkan aku kepada bosku, ini yang membuatku cemas.


“Sudah 30 menit berlalu, pak Tembol belum juga terlihat dari sini. Apa yang terjadi dengan orang tua itu hingga dia bisa berlama lama disana?”

__ADS_1


Aku semakin gelisah ketika aku merasa ada orang yang sedang melihatku, aku merasa ada orang yang sedang memperhatikan aku dari belakang, tetapi ketika kutoleh kebelakang tidak ada siapapun.


Aku duduk di kursi teras sebuah minimarket, jelas yang ada di belakangku adalah dinding kaca minimarket itu, jelas di balik dinding kaca itu adalah isi dari minimarket yang sudah jelas belum ada orang yang masuk ke sana untuk berbelanja kecuali pegawai minimarket itu sendiri.


__ADS_2