
Apa! Kenapa kalender dinding yang terkena sinar senter itu tertulis 1997, apakah pemilik hotel ini lupa untuk mengganti kalender hingga bertahun tahun lamanya karena saat ini adalah tahun 2013.
Ataukah kejadian pembunuhan disini itu terjadi pada tahun 1997, yang dibuktikan dengan darah yang ada di hampir seluruh permukaan kalender?
“Sudahlah rek, nanti saja kita mikirnya, lebih baik kita segera keluar dari sini secepatnya rek, perasaanku makin ndak enak berada disini” kata Glewo yang terlihat panik dengan melihat ke kanan dan kekiri
“Tenang Wo, tenang, atur nafasmu, yang bikin perasaanmu ndak enak itu adalah campuran antara rasa takut dengan lingkungan sekitar yang sedang kita eksplorasi ini rek” kata Blewah
“Sik bentar, aku harus lihat kalender itu sekali lagi, ada sesuatu yang tergantung di kertas kalender itu rek” kata Blewah yang masih saja menyinari kalender tua yang sekitar lima meter di depan kami
Blewah menghampiri kalender yang sebagian kertasnya sudah berwarna hitam karena terciprat darah, kemudian dia mengambil sesuatu dari sisi pingir kertas kalender, aku ndak tau apa yang diambil blewah itu.
“Ayo kita balik rek, cepat kita harus pergi dari wilayah hotel ini secepatnya” kata Blewah yang tiba-tiba menjadi serius dan terlihat panik dari pada tadi waktu kami datang kesini
Kami bertiga lari sekuat tenaga melewati pintu kaca hotel, tepat ketika kami sudah ada diluar tiba tiba pintu itu tertutup dengan sendirinya dan dengan kekuatan penuh pula, tetapi anehnya tidak terdengar suara pintu yang tertutup dengan keras maupun suara kaca pecah akibat pintu yang dibanting dengan keras.
“Ayo cepat lari keluar dari sini rek” kata Blewah yang masih berlari menuju ke pintu pagar taman hotel yang tergolong luas ini
Aku ndak tau kenapa Blewah menyuruh kami untuk lari dan kenapa tiba-tiba pintu kantor hotel mendadak tertutup dengan sendirinya, pasti ada sesuatu disini yang dilihat oleh Blewah, sebenarnya aku kepingin menyipitkan mataku, hanya saja aku ndak akan berani melihat apa yang ada di sekitar sini.
Atau mungkin ada serangan dari mahluk ghaib yang ada disini sehingga mengakibatkan Blewah mengajak kami untuk lari, dan apakah yang tadi membanting pintu itu juga mahluk Ghaib yang tinggal disini juga?
Pada akhirnya kami berhasil keluar dari pintu pagar hotel Waji dengan selamat, meskipun kami hampir saja kehabisan nafas karena berlari dalam keadaan panik, tetapi yang harus dipaniki apa, wong aku ndak liat apa apa.
“Gel, coba kamu perhatikan apa yang ada di balik pagar itu” suruh Blewah kepadaku
Kusipitkan mataku untuk melihat apa yang ada disana.....
Ya Allah ternyata yang ada di dalam pagar itu adalah beberapa anak kecil berwajah mengerikan yang sedang marah, mereka semua melihat ke arah kita dengan tatapan wajah mengerikan.
“Ayo kita pulang rek, keliatanya ada yang aneh dengan Totok dan semua yang ada disana. Bisa juga dengan temanmu Indah, coba nanti sesampai dirumah kamu tanyakan Indah, apakah dia waktu ke hotel itu melihat kalender yang ada di dinding resepsionis” kata Blewah dengan wajah seriusnya
“Semua yang ada disana terasa janggal , apalagi dibandingkan dengan cerita yang katamu kamu ke sini kemarin malam sama Totok itu, semua makin ndak masuk akal” gerutu Blewah
Kami menuju ke arah mobil diparkir, memang tadi kami memarkir mobil agak jauh dari warung kopi dan agak jauh dari pintu gerbang hotel, semata mata hanya untuk menghindari hal-hal yang emergency saja kok.
__ADS_1
Alhamdulillah ternyata mobil masih ada disini dalam keadaan baik baik saja, aku takut kalau mobil ini berubah atau bahkan hilang dari sini akibat dari keanehan yang ada di dalam hotel.
Tadi itu aku merasa memasuki ruang waktu, karena hotel itu benar-benar berbeda dengan ketika aku kesana kemarin. Apalagi setelah lihat kalender yang tertulis tahun 1997.
“kesimpulan sementaramu opo Wah setelah ke hotel itu” tanyaku agar suasana mobil tidak sepi, karena semenjak keluar dari kawasan pct hingga perjalanan pulang ini kami bertiga hanya diam, sama sekali tidak bicara apa apa”
“Kesimpulan sementaraku, besok siang kita harus kesana lagi, kita lihat kondisi siang, apakah sama dengan keadaan malam gini atau gimana” kata Blewah dengan suara pelan dan tatapan mata yang sedang memikirkan sesuatu
“Biarkan aku berpikir dulu rek, nanti sampai rumah kita bahas apa yang kita temukan ini” kata Blewah yang duduk disamping Glewo yang sedang mengemudikan mobil
Mobil ini hanya bisa kami parkir di dekat parkiran mushola, karena apabila diparkir di depan rumah tidak akan muat kalau berpapasan dengan mobil lain yang melewati rumah ini.
Pukul 02.45 kami masuk ke dalam rumah, rumah dalam keadaan gelap gulita karena kami pergi dari siang hingga hampir menjelang pagi.
“Sini rek, kita buka dulu dompet ini, karena isi dari dompet ini nantinya bisa digunakan untuk mencari informasi yang tepat rek” kata Blewah
Dompet yang sudah lengket karena darah yang menempel dipermukaan dan didalam dompet itu sendiri membuatnya sulit untuk dibuka, Blewah sampai harus mengelap dompet itu dengan air agar darah yang menempel itu lepas dari dompet.
“Gendeng Dompet iki, bearti dompet ini kerendam darah waktu terjatuh di bawah meja resepsionis, sampai-sampai sisi dalam dompet ini nempel” gumam Blewah
“Iyo sih bener awakmu Gel, sik tak ambil air dan baskom dulu buat ngekum dompet iki rek” kata Blewah
Setalah beberapa menit direndam air, dan dibantu dengan ngelentek atau ngelotok pakai kuku ke darah kering yang sudah terkena air, akhirnya perlahan lahan lipatan dompet bisa dibuka, kemudian Blewah membuka dompet itu lebar lebar.
Di dalam dompet ternyata masih ada beberapa lembar uang ratusan ribu dan juga pecahan kecil disampingnya, kemudian di sela sela dompet ada beberapa kartu yang masih saling menempel karena akibat dari darah yang mengakibatkan beberapa kartu itu lengket seperti lem.
Tapi setelah pelan pelan dibasuh air maka akhirnya sim, ktp, serta beberapa kartu kredit bisa dipisahkan. Sekarang tinggal bersihkan bagian bagian dari kartu itu dari darah kering agar bisa terbaca.
Yang pertama harus bersih adalah Ktp, Blewah membersihkan ktp itu dari bercak darah, dan akhirnya nama yang tertulis di ktp itu bisa terbaca
....TOTOK SUHARYANTO....
Mak DEG!...., kenapa harus dompet Totok yang ada disana!
Kami bertiga terdiam tak bersuara sama sekali, berarti Totok sudah mati disana belasan tahun lalu, lha terus bagaimana denganku yang ke hotel itu ketika Totok berkunjung kesana bersamaku kemarin?, lalu bagaimana dengan Indah yang katanya dibunuh Totok?
__ADS_1
Aku menuju ke kamar belakang dimana Indah selama ini tinggal, kubuka kelambu seperti biasanya , dan kulihat Indah sedang duduk seperti biasa di pinggir dipan, dia tersenyum kepadaku dengan cantiknya.
“Boleh aku duduk Ndah?” Indah hanya tersenyum kemudian dia menyuruhku duduk di sebelahnya
Aku ndak tau kenapa saat ini Indah nampak berbeda, dia nampak lebih nyata dari pada biasanya yang hanya berupa bayangan saja, dia tersenyum terus kepadaku, sambil menepuk nepuk telapak tanganya di pinggir dipan yang menandakan aku harus duduk disitu.
“Mas Agus sudah berhasil mencari Jiwa Totok, kemudian mas Agus juga sudah tau siapa Totok itu sebenarnya?” tanyanya dengan suara yang centil
“Sebelum aku jawab, kamu kenapa malam ini nampak cantik sekali Ndah, boleh minta cium dong sebentar aja Ndah”
“Tutup dulu mata mas Agus...” kemudian yang terjadi adalah rasa dingin yang menyelimuti bibirku, dinginnya mirip kalau kita minum air es
“Hehehe gimana rasanya dicium hantu mas” tanya Indah sambil memegang telapak tangan ku, huff rasanya dingin dan merinding ketika tangan Indah memegang telapak tanganku
“Hotel Waji yang penuh darah, tanpa adanya mayat disana, dompet totok, kalender di dinding yang tertulis tahun 1997. Sebenarnya Totok itu siapa ndah?”
“Menurut info yang Indah dapat setelah Indah tanya sana tanya sini karena Indah penasaran Indah dibunuh oleh siapa, akhirnya semua ghaib yang membantu Indah menyarankan agar Indah mencari Jiwa Totok”
“Jiwa totok dalam arti sesungguhnya mas, dan jiwa itu kata ghaib yang membantu Indah ada di hotel Waji” kata Indah dengan tetap tersenyum
“Lalu Totok itu siapa Ndah, apakah dia itu setan atau gimana Ndah? Dan hotel waji itu sebetulnya bagaimana? karena kemarin waktu aku kesana bersama Totok dengan tadi waktu bersama teman temanku semua nampak berbeda Ndah”
“Ndah hari waktu Indah dibunuh Totok, apakah Indah sempat lihat kalender yang ada di ruang resepsionis ndah?”
“Hihihih pertanyaan mas Agus kok banyak bener sih, Indah bingung mau jawab pertanyaan yang mana dulu mas hihihihi”
“Menurut beberapa ghaib yang Indah tanya,Totok itu bukan manusia mas, dia adalah iblis yang menjelma menjadi manusia karena sebab tertentu”
“Dia sedang membangun kerajaan iblis disana dan ada hubunganya dengan sebuah vila yang ada di prgn mas, vila yang kalau Indah tebak adalah vila yang akan disewa oleh teman mas Agus.”
“Dan tentang situasi hotel ketika mas agus disana bersama Totok berbeda dengan ketika mas Agus barusan kesana itu yang Indah ndak tau mas”
“Nanti suatu saat masalah lagu mas Agus akan terbongkar dengan sedirinya setelah mas Agus tau yang mas Agus hadapi itu siapa”
“Oh iya mas, tadi mas Agus dicari mbah putri lho mas”
__ADS_1