
“Yancok, mambu opo iki rek, tadi ketoke Petro ngelempar sesuatu ke tembok rumah ya, terus sekarang mambu basin mirip thaek c*k” kata Glewo yang memang hidungnya peka sama bau-bauan yang busuk macam thaek
Setelah Petro melempar sesuatu yang lembek dalam tas kresek, sekarang di sekitar rumah tercium bau yang sangat busuk, khas thaek yang sudah berumur lebih dari tiga hari di dalam perut.
“Kurang ajar Petro iki, dia tau kalau kita ndak akan mau bersihkan kotoran yang ada di dinding luar rumah, dia tau kalau thaek itu najis, jadi rumah ini akan dibom oleh barang-barang yang najis ketoke rek”
Dan benar juga setelah Petro melempar thaek, berikutnya dia masuk ke dalam mobil lagi. Dia mengambil bungkusan dalam tas kresek lagi yang akan dia lempar .
...ZEPLOOOK PLEK...
“Yancuk, dia lempar thaek lagi rek, asyu arek iku. Dia dapat banyak thaek gitu dari mana sih c*k?” tanya Glewo sambil berbisik diantara kami
“Ketoke thaeknya pegawai yang kerja di showroom mobil itu rek” jawabku
“Biar saya suruh Bawok lakukan sesuatu lagi mas, temanmu itu sudah benar-benar keterlaluan deh mas” gumam Sumirah atau Blewah
“Sialan, dukun gak guna, larang-larang aku bayar kamu pak, tibake koen gak onok gunane disini” bentak Petro kepada dukun yang sekarang bengong ngowoh diam ndak berbuat apa-apa
“Mending thaek iki , bisa bikin arek-arek bhankshat itu keluar dari rumah sialan ini!” kata Petro lagi
Jadi bener apa yang ada di dalam tas kresek itu, itu bener-bener thaek yang dilempar ke rumah mbahku, kurang ajar sekali Petro iki.
“Bener-bener Petro iki rek, dia ndak bisa dibiarkan kayak gini rek, kita harus lakukan sesuatu untuk Petro rek” gumamku kepada ketiga temanku
“Lha iya mas, biarkan Bawok melakukan sesuatu kepada Petro mas, kita ndak bisa lakukan sesuatu, karena dia berbuat seperti itu memang untuk memancing kalian bertiga agar keluar dari rumah ini”
Nukud teman Petro saat ini tidak melakukan apapun karena sudah tidak mempunyai ilmu lagi, jadi tinggal Petro saja yang bertindak brutal dengan melempar thaek kedalam rumah ini.
Bawok datang dari belakang Petro, dia kemudian menumpahkan cairan dari lehernya yang putus, cairan itu membasahi kepala petro hingga seluruh kepala Petro basah kuyub oleh cairan yang berasal dari leher dia yang putus.
Tiba-tiba Petro diam, dia tidak bergerak sama sekali, tubuh dia kaku, eh tidak kaku ding, tapi diam tidak bergerak sama sekali, dia hanya berdiri tidak bergerak, mungkin otak dia dibuat mati oleh cairan yang ada dari tubuh Bawok.
“Sori rek, bukanya kita tega sama Petro, tapi kelakuan Petro memang harus dihentikan, dan mungkin juga sudah menjadi takdir dia sekarang menjadi seperti itu”
“Ya wis Gel, meskipun kita sudah lama berteman, tapi kalau dia kelakuane seperti itu aku ya rela aja Gel. Eh mbak Sum, Petro itu mati atau gimana?” tanya Glewo
__ADS_1
“Nggak , dia hanya begitu beberapa jam saja, tetapi korengnya tetap akan muncul secara perlahan lahan. Yang penting sekarang dia sudah tidak berbuat ulah lagi dengan rumah ini mas”
Ternyata ketika Petro dalam keadaan kaku, pintu belakang dan pintu driver mobil terbuka, dua orang yang sebelumnya pernah kesini kemudian membopong Petro masuk ke dalam mobil.
Nah ketika kedua orang itu sedang membopong Petro, Bawok membuat ulah lagi dengan membasahi mereka dengan cairan tubuhnya , tapi tidak sebanyak yang diberikan kepada Petro.
Setelah itu gantian syiluman asyu menggigit kedua orang yang mengakibatkan rasa gatal di tubuh kedua orang itu.
“Gatal sekali disini Bro, padalah tadi di dalam mobil kita gak kegatalan” kata suara salah satu dari dua orang itu
“Iya Bro, ayo cepat kita bawa pak Farid, kita segera pergi dari sini saja secepatnya, disini auranya makin aneh saja semenjak pak Farid bawa dukun segala”
Keadaan terbalik sekarang, mobil berputar di depan mushola, kemudian pergi dari rumah ini, untuk sementara, oh tidak sementara, mungkin untuk selamanya Petro atau Farid tidak akan kesini lagi.
“Besok Indah dan mbak Sumirah yang akan membersihkan dinding rumah dari kotoran manusia yang dilempar Petro mas, kalian berdua pikirkan saja apa yang akan kita lakukan lagi mas” kata Indah
Malam ini kami tidak sia-siakan untuk istirahat tidur meskipun hanya beberapa jam saja, karena kami tidak tau apa yang akan kami lakukan nanti pagi, semua pasti akan terjadi dengan mendadak.
*****
Di depan rumah, di teras rumah dan di dinding rumah sudah belepotan dan berserakan thai dari dua tas kresek yang dilempar Petro semalam.
“Sudah mas, biar kami saja yang membersihkan lantai dan dinding rumah ini” Kata Indah yang sudah berpakaian mirip laki-aki
Tiba-tiba tetanga depan rumah bu Puji keluar dari rumahnya dan memanggil aku.
“Mas Agus, bisa kesini sebentar mas, ada yang mau saya bicarakan sebentar” kata bu Puji dari seberang rumah kami
Aku menuju ke depan rumah, aku ndak tau apa yang mau dibicarakan bu puji kepadaku, atau mungkin dia melihat kejadian dua malam ini ketika Petro mendatangi rumah ini?
“Bagaimana bu Puji, ada yang bisa saya bantu?”
“Mas, maaf saya mau tanya. Dua hari ini ada yang kesini mas, dan mereka mungkin berniat jahat. Pertama dua hari lalu ketika kalian sedang pergi. Tengah malam mereka kesini dan membentak bentak saya ketika saya tanya ada keperluan apa dengan penghuni rumah itu”
“Kemudian kejadian tadi malam , dia datang lagi dengan seorang dukun yang telah melempar teluh keatas rumah ini mas, tetapi sepertinya tidak berhasil, dan akhirnya orang botak itu melempar thai kerumah mbah putri” kata bu Puji
__ADS_1
“Bahkan berhari hari lalu ada juga orang yang datang kesini, dan selalu itu itu juga yang kesini mas, dan selalu pada malam hari mas”
“Saya selalu memantau apa pun yang terjadi di rumah itu mas, jadi saya bisa tahu siapa saja dan apa saja yang ada disana. Dari semua ini saya tau kalau mas Agus di rumah itu sedang mempunyai masalah yang cukup berat” lanjut bu Puji
“Jadi tolong mas, kalau mas Agus punya masalah dengan orang lain, jangan di rumah mbah putri, apalagi sampai dilempar tas kresek isi thai gitu mas. Mbah putri seorang yang tidak akan bisa menerima kejorokan seperti itu mas. Lagipula kedatangan mereka yang menggunakan mobil sangat mencolok mas”
“Maaf bu Puji, memang ada yang tidak suka dengan kesuksesan orang lain bu, termasuk orang yang bernama Farid atau Petro itu. tapi saya yakin setelah kejadian tadi malam, dia tidak akan berani datang kesini lagi kok bu” aku berbohong sedikit
“Saya rasa masalahnya bukan itu mas, saya sedikit banyak tau apa yang sedang terjadi dengan mas Agus, serta apa yang mas Agus lakukan di pct, karena itu sangat berbahaya sekali mas”
“Saya memang tidak mau ikut campur dengan masalah mas Agus, tetapi saya siap membantu apabila mas Agus sudah tidak bisa mengendalikan apa yang mas Agus sedang hadapai itu”
“Iya bu Puji, nanti suatu saat saya pasti akan cerita ke bu Puji, tapi untuk saat ini saya Inshaallah masih bisa menghandle apa yang sedang saya alami bu”
“Dan saya Janji, setelah ini orang yang melempar thai ini tidak akan kesini lagi”
“Ya sudah mas, kalau memang dia tidak akan kesini lagi mas. Saya takut tetangga pada tau dan tidak suka dengan aktifitas orang yang malam-malam bawa mobil kesini itu mas” kata Bu Puji
Aku kembali ke rumah setelah tidak ada lagi yang akan aku dan bu Puji bicarakan, yang penting kedok Indah tidak terbongkar bahwa dia itu adalah perempuan. Tapi ndak tau juga ya, bisa jadi bu Puji sudah tau mengenai Indah juga.
Siang hari setelah beberapa jam kami membersihkan teras rumah dan dinding rumah. Kami duduk-duduk di ruang tamu sambil mereview apa yang sudah kami lakukan.
“Wo , dimana dompet Totok yang ditemukan oleh Blewah?” tanyaku kepada Glewo, karena aku sempat berpikir ada apa dengan dompet itu hingga Asyu siluman itu disuruh demit senior untuk mencari dompet yang telah diambil Blewah
“Ini Gel, disimpan Blewah di bawah kasurnya. kasur depan maksudnya, bukan kamar belakang”
Kubongkar satu persatu isi dompet yang sudah berwarna hitam darah kering ini. aku penasaran dengan isi dompet yang membut kami hampir celaka.
Hanya kartu tanda pengenal, sim, dan beberapa atm serta ada juga kertas yang sudah tidak berbentuk karena sudah berwarna hitam darah semua.
Setalah kubolak balik semua yang ada di dalam dompet, tetap saja tidak kutemukan apa-apa, aku malah dibikin merinding ketika kubersihkan salah satu kartu yang berwarna hitam karena darah kering.
Sebuah tanda pengenal yang dikeluarkan dari sebuah perusahaan pelayanan kedukaan dan peti mati yang terkenal.
“Ada apa ini, kenapa Totok punya tanda pengenal dari perusahaan kedukaan?. Apa dia pernah kerja disana atau gimana, sayangnya masa berlaku tanda pengenal ini sudah tidak bisa dibaca”
__ADS_1