INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 163 (BERTEMU MBAH JOYO)


__ADS_3

“Parkirkan mobil di sebelah mobil Totok saja Tro, kita langsung menyebar cari keberadaan Totok dan Chinta, semoga belum terlambat rek” kata Dogel


Mobil sudah kuparkir di sebelah avnz warna biru telur asin, kemudian kami turun dan bingung apa yang akan kami lakukan, karena keadaan hotel ini yang sedang penuh dengan para wisatawan yang menginap.


“Ada baiknya saya akan Check ke meja resepsionis dulu saja nak, siapa tau nama Totok tertulis disana, dia kan datang dalam beberapa menit sebelum kita datang” kata pak Tembol


Akhirnya pak Tembol dan kedua teman Chinta masuk ke dalam lobby hotel, setelah Dogel memberitahu dimana letak lobi hotel itu berada. Cukup lama juga mereka bertiga ada di depan meja resepsion.


“Di buku tamu tidak ada yang bernama Totok ataupun Chinta anak-anak, gimana apa kalian ada ide lain, saya percaya mereka berdua ada disini, tapi tidak di buku tamu” kata pak Tembol setelah dari lobby hotel bersama dengan Winna dan Candra


“Nak Winna dan nak Chandra sudah mencoba hubungi lagi nak Chintanya?”


“Sampai sekarang kami berusaha terus menghubungi dia pak, tetapi tidak diangkat, kemungkinan besar ponsel Chinta ada di tangan Totok atau ditaruh dimana gitu pak” kata Winna


“Coba kalian intip di dalam mobil itu nak apakah ponsel teman kalian ada disana?” kata pak Tembol


Winna dan Chandra mengintip melalui kaca jendela mobil milik Totok yang tidak terlalu gelap itu. Ternyata ponsel Chinta memang ada disana.


“Huuufff ada pak, itu di jok depan ada sebuah posel yang masih nyala pak. Gimana ini pak, apa yang akan tejadi dengan Chinta pak” kata Chandra dengan menahan tangis


“Gel, kita ke mbah Joyo dulu saja Gel, pasti di tahun ini mbah Joyo kan masih hidup Gel” kata Blewah


“Oh Iya Wah, bener awakmu. Lebih baik kita ke mbah Joyo dulu saja, siapa tau beliau bisa bantu kita” kata Dogel


“Tapi mbak Bashi ndak papa ya tak taruh di dalam mobil, kaca jendelnya bukaen sedikit Tro, biar ada udara yang masuk” kata Blewah


Aku cukup mempelajari saja apa yang mereka katakan, karena aku tidak tau siapa itu mbah Joyo. Kemudian aku kembali ke mobil untuk membuka sedikit kaca jendela agar udara bisa masuk ke dalam


“Pak, mbak, ada baiknya kita ke warung depan dulu saja, ke warung mbah Joyo, di masa depan beliau itu juga sedang mengamati kegiatan yang dilakukan oleh Totok” jelas Dogel kepada pak Tembol dan kedua perempuan teman Chinta itu


“Ya sudah, ayo kita segera ke sana” jawab pak Tembol


Singkat cerita kami sekarang ada di sebuah warung kopi, pemilik warung kopi itu adalah bapak-bapak tua yang dipanggil dengan nama mbah Joyo. Disini peran Dogel dan Blewah yang kenal dengan mbah Joyo sangat penting.


Tapi ini kami kan ada di masa lalu, dimana mbah Joyo belum mengenal Dogel dan Blewah. Lalu apakah mbah Joyo bisa membantu mereka ini?


“Asalamualaikum mbah Joyo,” sapa Dogel yang masuk duluan ke dalam warung kopi, dan kemudian diikuti oleh teman-teman lainya


“Walaikum salam mas, gimana mau minum apa ini, mbak-mbaknya juga mau minum apa?” tanya mbah Joyo dengan ramah


“Mbah Joyo, nama saya Dogel, apa mbah lupa sama saya mbah?” Dogel berusaha mengajak mbah Joyo untuk mengingat peristiwa yang mbah Joyo belum alami, sarap Dogel iki!

__ADS_1


“Waduh saya lupa mas, apa kita pernah ketemu mas?” tanya mbah Joyo


“Kita beberapa kali bertemu mbah, tapi bukan di masa ini mbah, melainkan di masa depan, dalam kasus hotel Waji mbah” kata Dogel lagi


Mbah Joyo seketika terdiam sambil terus memperhatikan Dogel. Kemudian dia mulai berkata lagi.


“Kamu apakah yang bersama anak muda yang nekat kesana dan akhirnya saya selamakan itu?” tanya mbah Joyo dengan wajah serius


“Iya mbah, dan anak muda yang mbah maksud itu adalah itu mbah, yang sedang duduk di pojokan itu” tunjuk Dogel kepada Blewah


“Saya pernah bermimpi kalian, tapi saya belum pernah bertemu kalian, tapi saya bermimpi kalian yang dengan nekat masuk ke hotel kosong itu dan melakukan sesuatu yang membuat mereka marah” kata mbah Joyo sambil menerawang


“Kamu bilang kalau kamu dari masa depan, dan apa yang kamu lakukan disini?” tanya mbah Joyo


“Sebentar mbah, saya mau tanya sesuatu mbah. Pemilik hotel Waji itu siapa mbah?” tanya Dogel lagi


“Apakah pemiliknya adalah keluarga kaya raya, atau kah pemuda yang aneh-aneh dan suka berpakaian ala perempuan itu?” tanya Dogel


“Hotel itu baru saja dibeli oleh pemuda yang aneh-aneh itu mas, sedangkan keluarga kaya itu hilang disana dan tidak ditemukan jasadnya, pokoknya hilang begitu saja” kata mbah Joyo lagi


“Berarti hotel itu sudah dimiliki oleh Totok dan beberapa kawanya, dia sebenarnya kaya, tetapi untuk mencari mangsanya dia menyamar sebagai orang biasa, dan untuk mendapatkan organ tubuh manusia dia kerja di sebuah perusahaan rumah duka” lanjut Dogel


“Mbah Joyo kok bisa tau kalau kami sedang kehilangan teman mbah?” tanyaku


“Hmmm selalu begitu akhir-akhir ini mas. Banyak orang yang kehilangan sanak saudara atau temanya, mereka selalu kemari, ke warung saya” jawab mbah joyo


“Iya betul mbah, barusan diculik dari daerah Sk Mjkt. Mobilnya ada didalam sana, tetapi di buku tamu tidak tertera namanya”  timpal pak Tembol


“Kalian jangan cari di dalam hotel itu, carilah di kamar yang ada di samping hotel, tepatnya di kamar nomor 6+” kata mbah joyo lagi


“Saya sampai sekarang selalu mengamati kejanggalan hotel itu semenjak pemilik asli yang merupakan keluarga kaya raya itu  hilang disana” kata mbah Joyo


“Sekarang yang terjadi dengan teman kalian, apakah ada sesuatu tanda yang diberikan oleh pemilik hotel ini?” kata mah Joyo


“Lho kok mbah Joyo bisa nebak begitu, apakah memang sering kejadian seperti itu kah mbah, dia memberikan tanda di rumahnya?” Tanya pak Tembol penasaran


“Sudah jangan banyak bicara, sekarang kalian cari di  hotel bagian samping yang paling belakang, sekarang! karena biasanya korban akan ditaruh sana dahulu sebelum malam hari mereka akan dibunuh” suruh mbah Joyo


“Jangan semua yang kesana, karena akan menyolok, sebaiknya sebagian saja yang kesana, sisa dari kalian tunggu disini saja, nanti setelah kalian dapatkan teman kalian, segera bawa kesini dahulu sebelum kalian bawa pulang” kata mbah Joyo


“Atau lebih baik kedua teman ghaibmu saja yang kesana dulu, lihat apakah memang ada disana teman yang kalian cari itu, karena disana biasanya dijaga oleh anak buah dari yang tidak boleh disebut namanya atau TOTOK itu!” kata mbah Joyo dengan emosi

__ADS_1


“Kok mbah Joyo tau tentang teman kami” tanya Petro


“Sudah jangan banyak tanya, sekarang cepat kalian pergi kesana dan lihat dulu dimana saja penjaga kamar itu berada, karena biasanya korban yang special akan dijaga hingga matahari terbenam” lanjut mbah Joyo


Indah dan Ngot pergi ke arah Hotel, sementara kami menunggu di warung kopi mbah Joyo, kami menunggu kedatangan Ngot dan Indah dengan harap-harap cemas.


“Terus terang, saya tidak peduli kalian datang dari masa depan atau dari masa apapun, yang saya peduli adalah korban dari pemilik Hotel itu, korban yang akan menjadi tumbal dia. Korban yang arwahnya akah tertahan disana selamanya”


 “Saya sudah mempelajari mulai dari hilangnnya pemilik hotel hingga hotel itu berganti pemilik” kata mbah Joyo lagi


“Mbah Joyo, saya ada sesuatu yang bisa membuktikan kalau saya di masa depan kenal dengan mbah Joyo, nanti akan saya bawa ke sini, karena bukti itu masih saya simpan di mobil beserta sebuah kucing yang mungkin mbah Joyo kenal” kata Dogel


“Hmm apa yang kamu punya mas, coba bawa sini sekarang. Siapa tau bisa membantumu di dalam sana nanti” suruh mbah Joyo kepada Dogel


“Bawa kesini saja dulu Nak, siapa tau bisa membantu kita setelah teman hantu kalian datang ke sini, lagi pula kasihan kucingnya kalau ditinggal di mobil nak Dogel” kata pak Tembol


Dogel dan aku kembali lagi ke area parkiran Hotel untuk mengambil sapu kerik atau sapu lidi dan kucing hitam kelam yang dinamai mbak Bashi itu. Untung kita ambil kucing itu, ternyata di dalam kabin mobil hawanya sudah panas.


“Gel untung disuruh mbah Joyo ambil barangmu, liaten ta di dalam sini hawanya panas sekali Gel”


“Iyo Tro, sakno mbak Bashi rek, deke kepanasan iki, kucing ini nurut, pendiam, gak suka ngeong blas. Yok kita balik ke warung mbah Joyo sambil nunggu Ngot dan Indah datang” kata Dogel


“Hmm hehehe, ini kan kucing peliharaan Saripah hehehe, Kadang Saripah juga masuk ke dalam raga kucing ini lho anak-anak” kata mbah Joyo sambil mengelus-elus punggung dan kepala kucing itu setelah kami sampai di warung mbah Joyo


“Dan sapu ini, hhmm sapu ini masih rencana akan saya buat dalam beberapa hari lagi, ternyata sudah jadi juga sapu ini, dan sekarang ada pada kalian ya anak-anak hmmm luar biasa juga karya saya yang satu ini” gumam mbah Joyo sambil mengagumi hasil karyanya yang belum dia bikin hihihi


“Kucing dan sapu ini sudah membuktikan bahwa kalian bukan orang lain. Tapi kalian adalah orang yang dekat dengan kami” kata mbah Joyo


Tidak lama kemudian Indah dan Ngot datang dari  tempat mereka mengintai.


“Teman kalian ada disana, tetapi mungkin keadaanya tidak seperti layaknya orang normal, dia sepertinya telah dihipnotis, karena dia hanya duduk diam dengan pandangan yang kosong” kata indah


“Nah yang susah itu adalah, banyaknya penjaga disana, dan bukan penjaga berupa manusia, melainkan ghaib banyak sekali mahluk ghaib yang ada di kamar nomor 6+ itu. Jadi mustahil kalian bisa ambil Chinta tanpa ada keramaian disana” kata Ngot


“Nah itu yang sudah saya duga sebelumnya, dan itu juga sudah ada pemecahanya saat ini, dengan sapu lidi ini kalian bisa masuk ke sana dengan santai hehehe” kata mbah Joyo


“Mbah, nuwun sewu, saya mau minta tolong kepada mbah Joyo” kata pak Tembol


“Diantara kami ini, hanya saya yang tidak bisa melihat mahluk ghaib mbah, apakah mbah Joyo bisa membuka mata batin saya mbah?” tanya pak Tembol


“Iya saya tau, ayo sini di depan saya, akan saya buka mata batinmu, nanti agar kalian bisa saling bantu menyelamatkan teman kalian” kata mbah Joyo

__ADS_1


__ADS_2