INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 170 HARI PERTAMA


__ADS_3

“Semalam pak Tembol atau mas Eko yang ke kamar mandi atas? “


“Saya mas Petro, habisnya kebelet nemen sih mas” kata Eko


“Kok gak pakek yang ada di bawah saja mas, kan lebih dekat dengan kamar dari pada harus naik ke atas sana mas”


“Nganu mas Petro, soalnya takut mengganggu mbak-mbak yang sedang  tidur, saya kalau ada di kamar mandi soalnya suka nyalakan kran air mas hehehe” jawab mas EKo


Pagi yang cerah dan sejuk mendekati dingin, berada disini serasa sedang berlibur, mbak Bashi dari tadi berjalan dan mengendus endus di ruang tamu vila.


Vila ini modelnya biasa,  di bagian bawah mulai masuk pintu depan kita sudah disuguhi ruang tamu dengan kursi sofa berbentuk L yang empuk, di tengah sofa ada meja kaca. Kemudian di depan sofa yang menghadap ke dalam itu ada sebuah bufet besar.


Tidak ada hiasan apapun di dinding ruang tamu selain sebuah lukisan pemandangan yang lumayan besar, yang letaknya ada di dinding atas sofa ruang tamu. Tapi memang untuk ruangan sebesar sekitar 4x4 meter ini tidak membutuhkan banyak hiasan dinding.


Sebuah bufet yang lumayan lebar, karena lebarnya hampir separuh dari lebar ruang tamu ini membatasi antara ruang tamu dan ruang keluarga, bufet ini menghadap ke ruang tamu dan ruang keluarga. Jadi ini adalah bufet dua sisi heheheh.


 Di dalam bufet yang menghadap ke ruang tamu hanya ada piring-piring  dan gelas yang nampak kuno namun cukup bersih dari debu.


Sedangkan sisi bufet yang menghadap ruang keluarga hanya di isi sebuah TV tabung yang mungkin hanya mencakup beberapa chanel siaran saja heheheh. Di sebalah tv ada hiasan bunga plastic warna warni yang cukup membuat mata agak melek.


Di area ruang tamu ada kamar yang ditempati oleh Winna, Chandra dan Chinta. Di sebelahnya adalah kamar mandi yang cukup luas dengan water heater agar kalau mandi ndak kedinginan hehehe.


Di sebelah kanan kamar mandi ada satu kamar lagi yang ditempati pak Tembol dan mas Eko, jadi kamar mandi itu diantara kamar anak perempuan dan kamar pak Tembol.


Nah yang rada unik itu, di dalam kamar mandi ada dua pintu yang terhubung dengan kamar anak perempuan dan kamar pak Tembol, yah mungkin untuk memudahkan yang mandi agar tidak perlu keluar dari kamar heheheh.


Bagian belakang  setelah ruang keluarga adalah ruang makan plus dapur, kitchen set sederhana yang terbuat dari kayu melengkapi area dapur plus sebuah kompor dua tungku yang terlihat bersih dari lemak dan minyak.


Di sebelah kamar pak Tembol, dekat dengan pintu belakang ada tangga yang menuju ke atas, nanti akan aku jelaskan juga bagian atas dari vila ini.


Di laci kitchen set bagian atas berjejer belasan mie instan yang sudah disediakan oleh penjaga vila pak slatem metals slamet. Sedangkan laci sebelahnya terdapat beberapa botol kecap manis, dan asin.


Dibagian bawah ada sebuah tempat beras yang masih penuh, keliatanya kemarin habis diisi beras baru oleh mas Metals Slamet.


Bagian kiri dari dapur sebelah tangga ada pintu yang tembus ke bagian belakang vila, dimana disana ada sebuah juglangan atau lobang untuk membakar sampah, mungkin karena disini tidak ada petugas yeng mengambil sampah, jadi sampah dari vila ini dibakar di belakang karena terlihat bekas-bekas pembakaran disana.


Kembali lagi ke dalam vila, di sebelah kamar pak Tembol ada sebuah tangga yang menuju ke atas, tangga yang lumayan terjal itu mengarah ke ruangan lantai atas.


Yang asik itu di ruangan lantai atas, setelah menaiki tangga yang lumayan tegak lurus itu kita akan masuk ke sebuah ruangan di lantai dua. Lantai dua ini posisinya berada di atas ruang keluarga, sebagian kamar depan, kamar mandi dan kamar pak Tembol, hingga wilayah dapur.


Jadi bisa dibayangkan lantai dua ini lumayan lebar juga kan,  di lantai dua sana ada ruang santai yang mungkin berukuran 4x4 meter, ruang santai ini berada di atas sebagian kamar depan dan termasuk di atas kamar mandi bawah.

__ADS_1


Ruang santai ini konsepnya terbuka, sehingga yang ada ruang keluarga bawah bisa melihat kegiatan yang ada di ruang santai lantai dua, ruang santai ini hanya diberi  pagar stailles steel selain untuk estetika juga agar aman hehehe.


Nah di depan ruang santai ini atau diatas ruang makan dan dapur, ada kamar yang kami tempati  dan sebuah kamar mandi yang cukup lebar dengan water heater juga tentunya.


Kamar yang aku tempati bersama temanku ini mempunyai jendela yang mengarah ke belakang dan ke samping kanan vila. Bayangkan  betapa sejuknya kalau kedua jendela itu kami buka.


Di ruang santai juga ada jendela lebar yang mengarah ke sebelah kiri vila. Pemandangan pegunungan yang indah menyapa ketika kubuka jendela itu. heheheh


Nah disini ada yang agak creepy sebenarnya. Jendela yang ada di kamar kami, yang mengarah ke sebelah kanan, ternyata pemandanganya adalah sebuah kuburan, sedangkan jendela yang mengarah ke belakang itu pemandanganya hutan pinus heheheh.


Tapi  tentu saja kalau kita tutup jendelanya kan ya ndak masalah kan, tidak akan terlihat kuburan dan hutannya hehehe, kembali lagi ke ruang santai lantai dua, ruang santai ini dilapisi karpet yang nyaman tetapi tidak teralu tebal.


Satu hal lagi yang tidak enak,  kalau kita berjalan di lantai dua maka langkah kaki kita akan terdengar dari lantai bawah atau di kamar depan tempat anak-anak perempuan tidur.


 Jadi kalau kita jalan di lantai dua sementara di bawah ada orang tidur ya pasti akan terdengar dug dug dug gitu heheheh.


*****


“Dari pagi hingga sore hari  ini kita aman-aman saja anak-anak, dan untuk nanti malam kita harus siap-siap apabila ada suatu yang mencurigakan” kata pak Tembol


“Pak Tembol, apakah aman kalau kita tinggal disini pak?” tanya Chinta yang masih khawatir


“Inshaallah aman nak Chinta, karena kita ada di suatu rumah yang tidak ada hubungan keluarga atau hubungan teman dengan kalian bertiga”


“Karena itu Jadinya kita sendiri yang akan menyelesaikan sesuatunya tanpa mereporkan orang lain” kata pak Tembol lagi


Dari tadi aku memperhatikan mbak Bashi yang selalu menggendus pintu yang mengarah ke tempat pembakaran sampah. Memang mbak Bashi tidak kami perbolehkan bermain keluar taman, takutnya dia akan lari dan masuk ke dalam hutan.


Saat ini menjelang magrib, suasana disini perlahan lahan agak berubah menjadi lebih gimana gitu, mungkin karena kami ada di lingkungan yang asing, jadi yah begitulah rasanya.


“Tro Wah, ndang sholat maghrib sana lho, di atas ada sajadah dan sarung yng bisa kita pakek” kata Dogel


Oh iya tentang pakaian yang kami kenakan, kebetulan waktu kami ada dilantai dua, kami iseng membuka buka lemari dan tempat atau kotak atau apapun yang menarik mata kami, biasa lah orang Indonesia kan selalu penasaran dengan tempat yang tertutup.


Nah di atas  dekat dengan lemari pakaian ada sebuah kotak dari kayu besar yang tertutup, karena tertutup itu kami iseng membukanya. Ternyata di dalamnya ada puluhan potong pakaian bekas yang masih layak pakai.


Tapi kami sudah minta ijin kepada Chandra untuk memakai pakaian itu. Lah kalau tidak seperti itu lalu bagaiamana kami bisa mendapat pakaian selama disini hehehe.


“Mas Bisa nyalakan Tv ndak?” tanya Winna


Setelah dicoba dogel beberapa kali, ternyat tv tabung itu bisa hidup, tetapi sayangnya yang nyantol cuma siaran TV*I aja, itupun dengan layar penuh semut.

__ADS_1


“Wis ndak papa mas, dari pada ndak ada hiburan, disini sinyal ponsel ada mas, tetapi jaringannya jelek” kata Chandra


Malam pun semakin larut, tapi kami masih bertahan di ruang tamu. Terus terang ini adalah malam pertama kami disini, bisa saja akan terjadi sesuatu dengan ketiga anak perempuan itu, tapi apapun yang terjadi kami harus bisa bertahan.


“Ini sudah malam nak, ada baiknya kalian tidur, agar kami bisa lebih konsentrasi dengan keadaan yang ada disini” kata pak Tembol


Ngot dan Indahpun sampai sekarang belum terlihat, sebenarnya kemana mereka berada. Mereka harusnya ada disini untuk membantu kami melihat hal-hal yang mungkin belum bisa terlihat oleh kami.


“Ya sudah pak, kami akan tidur. Kalau ada apa-apa bapak bisa bangunkan kami pak, karena kami juga bisa melihat hal ghaib juga pak” kata Winna


Akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam kamar, tinggalah kami berlima  yang masih ada di ruang tengah vila dalam suasana yang  hening.


“Pak, saya kok merasakan adanya sesuatu diluar sana pak” bisik Eko


“Sebentar Nak Eko, kita tunggu nak Ngot dan nak Indah datang dulu, saya yakin mereka saat ini mungkin sedang melihat sesuatu juga, tapi kenapa sampai saat ini mereka berdua belum juga datang kesini”


Sekarang sudah jam berapa nak” tanya pak Tembol


“Sudah hampir jam dua belas malam pak, semakin malam disini semakin dingin ya pak hehehe, maklum digunung pak” kata Petro


“Ya jelas nak Petro kita ada di pegunungan dan di hutan juga mas hehehe”


Kami masih bisa tahan kantuk dengan tetap menunggu Ngot dan Indah, sementara itu Blewah dari mulai pagi sampai sekarang selalu sibuk dengan Mirah, mereka berdua ngobrol bersama. Bagi yang paham dengan keadaan Blewah mungkin tidak akan heran melihat cara ngobrolnya.


Tetapi bagi orang yang tidak paham Blewah pasti akan menganggap dia itu gila, karena bicara sendiri, ketawa sendiri, kadang bicara layaknya perempuan, kadang berubah menjadi laki-laki.


“Gel, Tro, aku tak di atas ya. Kata Mirah diatas harus ada orang juga, karena jarene bahaya nek diatas tidak ada orang sama sekali, sekalian aku arep turu! “ kata Blewah


“Lho Wah, apa kamu ini manusia hihihihi, wong awakmu iki gendruwo gayam kok hahahah”  kata Dogel


“Gak usah ngguyu Gel, sebentar lagi pasti ada apa-apa dengan vila iki, kita jaga-jaga ae Gel” kata Blewah yang mulai menaiki anak tangga menuju ke lantai 2


“Ati-ati sama yang ngakune penjaga vila iki sing jenenge Slamet, pokoke ati-ati sama orang itu” kata Blewah yang melanjutkan naik ke ke lantai atas


Benar juga, tidak lama kemudian Indah dan Ngot pun datang, mereka berdua keliatanya was was karena wajah mereka berdua tegang wajahnya.


“Kalian siap-siap aja, sebentar lagi mungkin suruhan Totok akan datang, keliatanya dia tau dimana ketiga perempuan itu berada” kata Indah


“Kamu tau dari mana Ndah?” tanya Dogel


“Dari demit yang ada disini, mereka juga bilang agar kita hati-hati dengan penjaga vila ini. Pokoknya kalian saat ini sendirian dan harus selesaikan masalah dengan Totok sendirian” lanjut Indah

__ADS_1


“Eh satu lagi rek, diluar sana ada orang yang memakai udeng dan berpakaian jawa lorek coklat, dia ada di depan pagar, tetap anehnya energi dia baik rek, dia tidak jahat sama sekali. Apakah ada yang mengajak dia kesini” kata Ngot


__ADS_2