INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 176 (SIAPAKAH SINANK NANG)


__ADS_3

“Mas Petro, bagaimana keadaanya” kata mas Nang yang ada di sebelahku


Ternyata mas Nang baik-baik saja, bahkan dia hanya berdiri sambil melihat ke arah Blewah yang sekarang sedang berjalan ke arah kami.


“Tro, awakmu iki dikandani kok cengkal, aku kan sudah bilang jangan ada di halaman vila, masuko aja ke dalam vila” kata Blewah


“Untung tadi saya bisa kasih semacam tameng untuk mas Petro, coba kalau tidak, pasti sampean sudah kehilangan pendengaran mas”  kata mas Nang yang ada di depanku


“Mas Nang, itu ada berapa pengikutku yang ingin tinggal disini, karena tadi sudah bisa ku lepas pengikat ghaibnya dengan Totok” tunjuk Blewah pada ratusan mahluk ghaib hitam-hitam yang sedang berdiri di halaman rumah


“Wuiiih sebegitu banyaknya mbak Mirah, mau ditaruh dimana semua ini hihihihi” kata mas Nang tertawa


“Eh apa mereka semua tidak kembali ke alam damai?” Tanya mas Nang


“Mereka ternyata punya dendam kepada Totok, sehingga mereka tidak bisa ke alam damai sekarang mas” jawab Mirah


“Lha sekarang mereka akan tinggal dimana Mirah?”


“Mirah suruh tinggal di depan sana, di hutan depan dan samping vila ini saja hihihih” jawab mirah dengan santainya


“Untuk malam ini sepertinya sudah aman, sesuai dengan informasi dari mereka yang tadi membantu Mirah. Totok sudah tidak akan melawan lagi untuk malam ini, karena dia sedang bingung dengan rencana dia untuk ekploitasi vila putih” kata Mirah atau Blewah


Karena situasi sudah aman, maka kami masuk ke dalam vila, saat ini sudah menjelang pagi, sehingga tidak mungkin ada serangan dari Totok yang bertujuan untuk menculik salah satu dari perempuan yang sekarang ada diantara kami.


“Yang masih ngantuk segera tidur saja, karena pagi ini tidak akan ada apa-apa lagi, bagi yang belum ngantuk kita kumpul di ruang tamu. Karena kebetulan mas Sinank nang ada diantara kita” kata pak Tembol


“Kita langsung saja mas Nang, sebenrnya mas Nang ini berasal dari mana, dan apa tujuanya melindungi kami, atau teman perempuan kami yang ada disini?” Tanya pak Tembol


“Baiklah, saya akan ceritakan siapa saya, dan apa tujuan saya ada diantara kalian. Tapi sebelmnya saya mina maaf dulu kepada kalian apabila saya tiba-tiba lancang ada disini dan di kos kosan dik Chinta”


 “Jadi saya adalah pelindung keluarga adik Chinta. Sebenarnya saya adalah dari bangsa lelembut, saya adalah salah satu dari penjaga yang diperintah oleh buyut dari dik Chinta untuk melindungi keturunan dari mbah buyut dari dik Chinta”


Sudah lama saya merasa ada yang tidak beres dengan adik Chinta ini, semenjak dia melakukan kegiatan KKN, kemudian kenal dengan orang yang tiba-tiba datang dan berkelakuan baik untuk menarik perhatian mereka yang sedang melakukan KKN”

__ADS_1


“Saya tau dan sempat berkenalan dan tahu bapak Tembol serta teman-teman pemuda yang lainya yang saya sudah lupa namanya. Saya yang waktu itu selalu makan di tempat mbok Nah, kemudian pak Tembol dan temanya pergi menuju masa lalu”


“Nah ketika pak Tembol dan temannya pergi ke masa lalu, kemudian sejarah berubah seketika. Semua berbalik seketika kembali lagi ke masa ketiga orang mahasiswa itu baru memulai program KKN”


“Semua berubah,  dunia menjadi berbalik, yang jahat menjadi baik, yang baik hilang entah kemana, desa BR sebelah sudah bukan desa mati lagi karena sudah ada penduduknya, kemudian munculah orang yang mengaku bernama Totok”


“Totok yang entah dari mana munculnya itu tiba-tiba datang ke desa tempat mereka sedang ada kegiatan KKN. Secara perlahan lahan Totok menjadi dekat dengan mbak-mbak ini. Saya kemudian cari tahu siapa Totok itu”


“Ternyata Totok dulunya bernama Rochman yang pernah dekat juga dengan kalian bertiga, setelah saya cari tau tentang orang yang berusaha dekat dengan mbak Winna, mbak Chandra, dan dik Chinta. Tapi  pada saat itu saya tidak melakukan apa-apa karena Totok belum melakukan apapun terhadap dik Chinta”


“Pokoknya selama tidak ada akifitas jahat, saya hanya memantau dik Chinta saja. Hingga beberapa hari kemudian, saya mencurigai adanya keanehan Totok. Saya cari tau lagi tentang Totok, ternyata dia sedang mendalami ilmu kuno yang dia dapat pada masa lalu”


“Memang sebelum-sebelumnya dia sudah suka dengan ilmu hitam, tetapi belum membahayakan dik chinta, hingga kemarin malam dia menyuruh penjaga kosan dengan iming-iming uang untuk melempar tanah kuburan ke dalam kamar dik chinta”


“Tapi beberapa hari sebelumnya dia memasang benda hitam yang berisi tulang orang mati dan rajahann setan di dinding kamar dengan alasan untuk menghindari dari setan yang akan mengganggu kehidupan dik Chinta”


“Dan saya kira benda hitam itu juga ada di tiap kamar kalian berdua juga kan?” kata mas Nang lagi


“Sampai sekarang saya kurang paham kenapa target dia adalah kaian bertiga ini, apakah kalian bertiga ini melakukan sesuatu waktu sedang ada kegiatan KKN?” Tanya Sinank nang


“Selama ada di tempat KKN kami tidak menerima atau diberikan atau mengambil apapun dari Totok, kami bahkan tidak begitu dekat dengan dia mas, tapi memang dia kerap membantu kami tanpa pamrih” kata Winna


“Dia lebih dekat dengan penduduk lainya, karena dia tidur dan kerja dengan salah satu peduduk di sana yang memberikan dia tumpangan untuk tidur” sambung Chandra


“Jadi memang selama kalian KKN dia memang tidak dekat dengan kalian. Dia lebih dekat dengan kalian ketika dia masih berupa mahkuk halus pada masa sebelum pak Tembol dan beberapa remaja melakukan perubahan sejarah” jelas Sinank nang


“Perubahan sejarah itu  mengakibatkan desa sebelah itu hidup dan dihuni dan ramai kembali” kata Masn Nang


“Memangnya kenapa dengan desa itu mas. Apa yang terjadi, kan memang desa sebelah itu ada, dan ada penghuninya juga” kata Chinta yang dari tadi hanya menyimak saja


“Hehehe, desa sebelah itu kosong dan tidak ada penghuninya sama sekali nak Chinta, bahkan kalian bertiga bersama Totok yang waktu itu bernama Rochman yang berupa hantu ikut bersama kami memasuki alam masa lalu heheheheh” kata pak Tembol


“Memang waktu saya kemarin-kemarin bertemu dengan bapak ini, saya sempat merasa dejavu, karena merasa pernah bertemu dalam mimpi dan melakukan petualangan bersama bapak Tembol ini” kata Chandra

__ADS_1


“Heheheh itu bukan mimpi nak, kalian bertiga memang bersama kami melakukan serangkaian petualangan hehehe, tapi saya sangat berterimakasi dengan nak Nang yang membantu kami barusan ini, karena terus terang permasalahan dengan Totok tidak hanya sampai disini saja”


“Ini ada nak Eko, dia adalah teman kerja dari Totok, dan dia tau dengan jelas apa yang dilakukan Totok di tempat kerjanya itu” kata pak Tembol lagi


“Nah kembali lagi dengan Totok, waktu dik Chinta ini dibawa Totok ke Hotel waji. Disana sebenarnya dik Chinta akan di dikorbankan untuk panutan Totok. Tetapi untungnya ada teman-teman ini yang menyelamatkan dik Chinta” kata mas Nang


“Kenapa bukan saya yang menyelamakan dik Chinta, karena saya tidak bisa masuk ke sana. Karena saya punya keterbatasan, saya mahluk halus yang kesulitan untuk masuk ke wilayah tertentu” kata mas Nang


“Ketika itu saya langusung menuju ke kos kosan dik Chinta untuk membuang tanah laknat yang disebar oleh penjaga kos kosan”


“Kemudian saya ikuti mobil itu hingga kesini, disini pun ternyata juga ada hal serupa yang dilakukan oleh penjaga vila atas suruhan Totok juga”


“Dan yang menjadi target utama Totok untuk saat ini adalah dik Chinta, saya tidak tau apa alasan Totok dengan memasang dik Chinta sebagai target utama. Hanya saja sekarang kalian harus lebih hati-hati, karna bisa saja Totok itu datang dengan menyamar sebagai apa saja”


“Sebenarnya kalian ini aman bersama mereka, hanya saja ada hal-hal yang mas-mas, dan bapak ini belum bisa mengatasinya, sehingga saya harus ada diantara kalian untuk melengkapinya” kata mas Nang lagi


“Disini ada Mirah yang sekarang sudah mempunyai pasukan ghaib yang siap untuk membantu kalian apabila Totok menyerang kalian lagi, jadi saya rasa kalian bertiga ini sudah dalam keadaan aman, dan untuk misi selanjutnya saya rasa tetap kembali lagi mencari keberadaan Totok” kata mas Nang


Kemudian pak Tembol menjelaskan kepada mas Nang dan ketiga perempuan termasuk kepada Eko tentang bagaimana kami ada disini dan apa yang sedang kami lakukan disini.


“jadi seolah-olah kami memamg diarahkan ke masa ini dan melakukan perlindungan untuk nak Winna, Chandra dan nak Chinta. Dan mungkin juga di masa ini kami bisa membunuh Totok atau Rochman sekali lagi” kata pak Tembol


“Kalau nak Winna, Chandra dan nak Chinta merasa tidak masuk akal, ya memang tidak masuk akal, tetapi semua bisa terjadi kan, kalau Tuhan sudah berkehendak apa yang tidak masuk akal akan menjadi masuk akal nak” jelas pak Tembol lagi


“Dan saya saat ini sedang mencari keberadaan teman saya yang hingga kini saya belum tau ada dimana mereka,  bersama merekalah kami bisa merubah serjarah desa sebelah menjadi normal kembali” kata pak Tembol


“Dan bisa saja nanti kita akan ketemu bersama teman saya di masa ini untuk bersama-sama membunuh Totok kan. Semua itu bisa saja terjadi apabila Tuhan berkehendak”


“Sekarang sudah menjelang subuh, ada baiknya kalian tunaikan dulu sholat subuh, dan setelah itu terserah kalian mau melakukan apa, karena untuk sementara ini keadaan kita masih aman” kata pak Tembol lagi


“Eh saya mohon pamit dulu, karena sebenarnya saya tidak boleh berinteraksi dengan manusia hingga seperti ini, tetapi jangan khawatir, saya akan ada apabila kalian dalam keadaan Terancam” kata mas Nang


Begitulah pagi subuh ini. Mas Sinank nang pun sudah tidak ada bersama kami, sekarang kami hanya bersama team awal kami ditambah pasukan ghaib milik Mirah yang mungkin siap untuk melakukan perlawanan terhadap suruhan Totok.

__ADS_1


“Siang ini ada baiknya kita belanja kebutuhan makanan kita, mosok tiap hari makan mie instan terus. Sekalian beli jeroan kita Tro. Awakmu onok kewud ( duwit ) kan Tro”  kata Dogel yang sudah ada di teras vila sedang manasin mobil Winna


“Aku juga kepingin ke Mjkt, liat rumah mbah ku Tro, keadaan rumah mbahku di masa ini gimana ya, dan pastinya juga masih kosong lah” gumam Dogel


__ADS_2