INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 177 (MENEMUI ABAH FUAD)


__ADS_3

“Kita tidak tau sampai kapan kita ada disini nak, jadi ada baiknya kita ke kota cari kebutuhan kita dulu, sekalian kalian bertiga apakah tidak perlu urus ijin atau urus cuti ke tempat kerja kalian” kata pak Tembol


“Kalau begitu pagi ini saja kita berangkat, saya mau urus cuti saya dulu ke teman saya yang ada di tempat saya kerja pak” kata Winna yang tinggalnya di kota Mjkt


“Iya, aku juga mau urus cuti, gampang dan cuma sebentar kok  karena aku kenal baik dengan bagian HRDnya, kemarin sih sudah aku hubungi dia sih, cuma paling tidak aku mau ketemu dia dulu” kata Chandra


“Kamu gimana Chinta?” Tanya WInna yang melihat Chinta hanya diam saja


“Saya lebih baik resign dari tempat kerja. Karena kata teman saya, beberapa kali ada yang cari saya ke sana. Dan kalau lihat ciri-cirinya itu adalah Totok. Saya gak mau kerja dengan keadan ketakutan” kata Chinta


“Ya sudah anak-anak, kita semua punya kepentingan masing-masing, jadi bagaimanpun juga kita harus bisa mengatur kepentingan kita itu agar sejalan dan tidak saling berbenturan dengan lainya. Kalau begitu kita pergi lebih pagi lebih baik” kata pak Tembol


Akhirnya pada jam 09.00 tepat kami berangkat, tujuan pertama kami adalah tempat Winna tinggal yang ada di kota Mjkt, karena kota itu yang terdekat dari posisi vila saudara Chandra.


Perjalanan kesana hingga selesai urusan Winna tidak ada yang aneh-enah, semua berjalan dengan normal, meskipun tidak mampir ke kosan WInna yang merupakan cikal bakal toko Gemezz. Disini belum bisa terungkap kenapa kok kos-kosan itu menjadi toko Gemezzz.


Sekarang kami akan menuju ke kota Sby tempat tinggal Chinta dan Chandra, selama perjalanan pun tidak ada hal yang aneh, hingga kami tiba di kos-kosan Chandra. Nah ketika sampai di kosan Chandra ada sedikit informasi yang mengejutkan.


“Mbak Chandra, tadi mas Totok kesini mbak, dia tadi minta ijin masuk ke kamar mbak Chandra” kata pembantu kos


“Terus gimana mbak Tikah, apa mbak ijinkan masuk ke kamarku?” Tanya Chandra


“Ya ndak non, saya kan ndak punya kunci kamar non Chandra, ya ndak saya masukan ke kamarlah non, tadi mau saya masukan ke kamar saya lha kok dia nolak non hihihihi” kata pembantu yang sudah berumur namun endel itu


“Oh iya dia tadi titip barang ke saya non, katanya disuruh kasih ke non Chandra sendiri” kata pembantu yang ternyata bernama Sutikah itu


Chandra hanya diam saja, dia tidak mau menerima bungkusan itu ketika pembantu itu menyerahkan bungkusan dalam tas kresek warna hitam.


“Lho ini non titipanya, kok ndak mau ditrima non?” Tanya pembantu itu ketika melihat Chandra hanya diam saja tidak mau ambil dari tangan mbak Tikah


“Pak Tembol, gimana ini pak” Tanya Chndra kepada pak Tembol yang kemudian turun dari dalam mobil ketika pembantu itu akan menyerahkan bungkusan kresek hitam kepada Chandra


“Coba bawa sini bungkisan itu mbak” kata pak Tembol kepada pembantu kos kosan itu


Pak Tembol membuka bungkusan itu setelah pembantu itu menyerahkanya, tapi sebelumnya pak Tembol memanggil Blewah atau Mirah dulu untuk melihat apa yang ada di dalam bungkusan itu

__ADS_1


“Isinya itu sama dengan yang ada di dinding tiap kamar yang kemarin sudah kita ambil itu pak, aneh juga  kenapa Totok memberikan benda yang sama kepada Chandra” kata Mirah


“Ya sudah, biar saya simpan dulu saja ini, nak Chandra kalau tidak ada perlu dengan kamar kos kosan, lebih baik tidak masuk kesana saja nak”


“Iya pak , ndak ada yang saya ambil kok pak, kita lanjutkan saja ke tempat saya kerja pak. Saya mau ijin cuti untuk beberapa hari hingga masalah ini selesai pak”


Setelah basa basi dengan pembantu rumah kos-kosan itu, kami lanjutkan perjalanan menuju ke tempat kerja Chandra yang ternyata tidak jauh dari tempat kos kosan dia.


Lagi-lagi di tempat kerja ada orang yang mencari Chandra, berdasarkan info dari satpam tempat dia kerja.


“Mbak Chandra, dari kemarin ada yang nyari lho, itu kalau ndak salah pacarnya mbak Chandra” kata salah satu dari dua satpam yang ada disana


“Oh iya mbak, dia juga sempat titip barang kepada kami dan harus disampaikan kepada mbak Chndra sendiri” kata satpam yang satunya yang baru saja keluar dari pos satpam sambil membawa sebuah bungkusan yang terbungkus rapi dengan menggunakan kertas kado warna warni.


 “Nak Chandra jangan menyentuh bungkusan itu, biar saya yang pegang bungkusan itu saja nak” kata pak Tembol yang kemudian mengambil bungkusan itu dari tangan satpam


Apa maksud Totok kok bisa sampai beberapa kali memberikan bungkusan benda yang sama, dan dititipkan kepada penjaga kos dan satpam tempat dia kerja, apakah sekarang Chandra yang menjadi incaran Totok?


“Eh pak Tembol, eh…apa ndak sebaiknya kita ke rumah abah Fuad lagi, karena kita semalam kan sudah sempat diserang oleh Totok dan suruhanya pak” kata Eko tiba-tiba


“Iya pak, sepertinya saya tinggal disini dulu saja sambil mengamati tempat kerja saya, apakah Totok kesana lagi atau tidak pak” jawab Eko


“Ok nak Eko nanti setelah kita selesai dengan semuanya, dan akan balik ke vila, nak eko bisa kami turunkan di depan terminal Brtng lagi ya?” kata pak Tembol


“Sekarang bagaimana dengan nak Chinta apakah kita perlu ke kosan nak Chinta juga?” Tanya pak Tembol


“Nggak usah pak, saya trauma pak, kita ke tempat kerja saya dulu saja pak, sekalian mau urus cuti saya pak” jawab Chinta


Setelah beres dengan urusan Chinta, karena di tempa kerja Chinta tidak ditemukan atau tidak ada titipan barang dari Totok, maka untuk sementara ini Chandra kita anggap aman.


Sekarang kami menuju ke rumah abah Fuad untuk sekedar melaporkan apa saja yang sudah terjadi dengan kami, sekalian meminta pendapat apa saja yang harus kami lakukan, apakah kami harus pindah tempat persembunyian?.


“Eh pak Tembol, apa dari tadi bapak tidak merasa kalau kita sedang diikuti oleh motor yang sekarang ada di samping kiri kita itu pak” kata Dogel yang memegang kemudi mobil


“Itu wis dari tadi Gel, mulai dari Mjkt dia ada di belakang kita, cuma kadang jauh sekali dan kadang dekat kayak sekarang ini” kata Ngot yang ternyata juga mengamati motor itu

__ADS_1


“Saya tau nak, dia mulai dari Mjkt sudah ada di antara mobil ini. Tapi selama dia tidak atau belum berbuat kejahatan ya lebih baik kita biarkan saja nak” jawab pak Tembol


Siang hari yang panas mobil melaju ke daerah barat, di sebuah jalan dengan nama jenis ikan ikan kemudian mobil masuk ke sebuah gang yang merupakan gang  menuju ke rumah abah Fuad.


*****


“Totok untuk saat ini sedang mencari tumbal, dia akan melakukan kepada salah satu dari kalian bertiga. Pertanyaanya, kenapa kok harus kalian bertiga, kenapa tidak ada perempuan lain yang akan dia tumbalkan” kata abah Fuad setelah kami sekarang ada di rumahnya dan bertemu dengan beliau


“Coba kalian ingat, apa yang dia lakukan atau apa yang telah kalian lakukan hingga dia hanya mau menggunakan tumbal dari kalian bertiga” Tanya abah Fuad lagi


“Kalau mereka bertiga tidak ingat……, mungkin bapak Tembol ingat, apa yang mereka lakukan atau mereka dapatkan pada masa itu. Bisa saja mereka mendapat energy dari seseorang yang mempunyai kekuatan hitam atau seseorang yang mempunyai kekuatan positif yang luar biasa?”


“Pokoknya apa saja yang behubungan dengan pembukaan energy dari yang memiliki energy besar kepada ketiga perempuan ini, mungkin bisa transfer energy, atau bisa juga ada yang membukakan mata batin, dan atau indera keenam mereka juga bisa. Pokoknya yang berhubungan hal itu lah” kata abah Fuad lagi


“Sebentar, saya ingat-ingatnya abah, saya ingat kalau mereka pernah dibukakan indera keenam mereka oleh seseorang……, Hmm tidak bah, yang buka indra keenam mereka adalah saya, kecuali nak Winna Vvo yang memang sudah bisa melihat alam ghaib” kata pak Tembol


“Jadi yang kamu buka mata batinya itu mbak Chinta dan mbak Chandra.. dimana waktu itu kamu buka mata batin mereka?” Tanya abah fuad lagi


“Di rumah kontrakan mereka Bah, sebelum kami menuju ke desa ghaib, eh…. Dulu desa  Bs itu adalah desa ghaib, karena desa itu kosong melompong pada kenyataanya. Tetapi kami bisa masuk ke dimensi waktu dimana desa itu masih ada segelintir penduduknya” jawab pak Tembol


“Hmmm, pasti ada sesuatu yang ikut campur tangan waktu sampeyan buka mata batin kedua anak cantik ini, karena mereka berdua yang saat Ini menjadi incaran Totok. Tapi mbak yang satunya ini memang sudah bisa melihat ghaib ya nak” kata abah Fuad kepada Winna vvo


“Nah pada waktu pak Tembol atau anak-anak teman pak Tembol itu pergi ke masa lalu, apakah mbak mbak ini masih ada di rumah kontrakan itu, dan mereka disana bersama siapa?”


“Wah saya kurang tau abah, karena saya sudah duluan ada di desa ghaib itu, karena saya waktu itu terjebak disana, dan kemudian anak-anak sutopo menyusul saya kemudian”


“Nah waktu itu kalau menurut cerita anak-anak, di rumah kontrakan itu ada  pak Widodo sesepuh  desa, kemudian ada pak Marwoto yang merupakan ujung tombak masalah dan satu lagi ada Mak Nyat Mani"


"Dan setelah keenam anak-anak suropo itu pergi ke masa lalu, mereka tidak tau apa yang terjadi dengan nak Winna, Chandra dan Chinta ini abah” kata pak Tembol


“Hmmm mereka bertiga ini ada di area yang ber aura luar biasa kuat dari Widodo, Marwoto dan Mak Nyat Mani. Meskipun ketiga orang itu hanya duduk atau berseliweran diantara kalian, tetapi energy yang terpancar dari tubuhnya pasti akan masuk ke dalam diri ketiga anak cantik ini” gumam abah Fuad


“Apalagi ada Mak Nyat Mani yang merupakan penguasa Ghaib atau istilahnya ratu ghaib disana, pancaran aura dari tubuh beliau pasti sebagian masuk ke kalian anak-anak” gumam abah Fuad lagi


“Sekarang saya sudah paham, kenapa Totok mengincar kalian bertiga anak-anak, jadi dia masih ingin mengemis energy yang ada di dalam tubuh kalian bertiga saat ini” kata abah Fuad

__ADS_1


“Dan kamu mbak WInna, saya rasa Totok akan menjadikanmu santapan terakhirnya heheheh, karena kamu tinggal di kamar yang memiliki lemari yang mengerikan itu, dan sampai sekarang kita belum tau kenapa ada lemari seperti itu di kamar mbak WInna” kata abah Fuad lagi


__ADS_2