INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 172 (AKU, DOGEL, DAN SINANK NANG)


__ADS_3

"Lalu siapa lagi itu yang bernama Sinank nang, kenapa dia melawan penjaga vila yang bernama slamet slatem metals itu, dan kenapa dia bisa ada disini secepat ini. Ehhmm apa kita ndak perlu datangi mereka pak. Takutnya ada yang terjadi di luar sana  pak"


"Ndak usah nak Petro, mereka pasti akan mendatangi kita dalam waktu dekat ini, dan kita akan tau siapa dan apa mereka itu" jawab pak Tembol


"Indah merasa setelah ini akan terjadi sesuatu dengan vila ini pak, tapi Indah juga yakin kita bisa atasi masalah yang ada disini. Indah juga rasakan disini itu kita bukan hanya melawan Totok, tetapi ada kekuatan lain yang ada disini"


"Maksudnya bagaimana nak Indah? Lalu apakah penjaga vila itu adalah suruhan Totok atau memang dia punya maksud tersembunyi disini?" tanya pak Tembol


"Saya juga bingung pak, karena dia juga membawa tanah yang sama dengan yang ada di rumah kos Chinta, dan dia juga membawa bungkusan hitam yang sekarang sudah dipasang di atas pintu rumah ini yang sama dengan yang di pasang di tiap kamar kos kosan" jawab Indah


"Apakah dia itu benar-benar suruhan Totok? Atau Cuma kebetulan yang dia bawa sama dengan yang dimiliki Totok?" tanya pak Tembol


"Tidak mungkin kalau kebetulan sama pak, karena benda seperti itu jelas berbeda tiap orang memiliki dan cara pembuatanya, jadi kemungkinan besar dia juga ada hubunganya dengan Totok pak. Atau begini saja pak, atau saya kesana dan melihat apa yang sedang mereka lakukan pak?" kata Eko


"Jangan dulu mas Eko, kita tunggu saja perkembanganya mas, kerena kita tidak tau degan apa atau siapa kita berhadapan" kata pak Tembol


"Eh mana nak Ngot, tadi dia kan ada disini bersama kita, apa dia kembali kesana lagi?" tanya pak Tembol


"Mungkin pak, mungkin dia sedang mengecek keadaan penjaga vila ini pak, tapi kayaknya memang kita harus buang apa yang dipasang oleh penjaga vila itu pak, takutnya akan terjadi sesuatu dengan dipasangnya benda terkutuk itu pak" kata Dogel


"Iya nak, nanti kita lepas dan kita buang setelah keadaan di luar sana aman nak. Kita tunggu laporan dari nak Ngot dulu saja" kata pak Tembol lagi


Ngot tidak lama ada di luar karena dia buru-buru masuk ke dalam vila ini, dan pasti ada sesutu yang membuat dia harus masuk kembali ke dalam vila dengan terburu  buru.


"Onok opo Ngot, kamu dikerjar siapa?" tanyaku


"Lebih baik kalian ada di depan sana dulu rek, liaten sendiri dan bantuen orang yang tadi ngusir panjaga vila itu, dia sekarang sedang kewalahan dengan demit yang sedang berusaha masuk ke sini" kata Ngot yang tiba-tiba menyuruh kami untuk ke luar sana


"Gini saja, biar aku dan Dogel yang kesana, pak Tembol dan mas EKo disini saja, tunggu kami dapat kabar tentang yang ada disini, baru setelah itu kita bisa berpikir langkah apa lagi yang akan kita tempuh" kata Dogel yang seng mengambil sapu lidinya


"Mas Eko kan juga punya sesuatu yang melindungi diri sendiri dan yang ada di vila ini, jadi tolong lindungi mereka yang ada disini sementara saya dan Petro akan keluar sana mas" kata Dogel


"Titip mbak bashi pak" kata Dogel yang menyerahkan mbak Bashi kepada pak Tembol

__ADS_1


Aku dan Dogel keluar dari ruang tamu menuju ke arah pagar vila untuk melihat apa yang sedang terjadi di sana setelah mereka yang ada luar sana tidak ada sura percakapan lagi.


Ternyata benar dengan apa yang dikatakan Ngot, di depan pagar ada seseoarang yang memakai pakaian jawa lurik dengan blangkon , eh bukan blangkon tetapi kain yang diikatkan di kepala hingga menyerupai udeng.


Laki-laki itu sedang sibuk menghalau dan menghilangkan putih-putih yang mirip asap atau bayangan itu hingga tidak bisa masuk ke dalam halaman vila ini.


Apa yang dia lakukan itu agak aneh juga, dia tidak bergerak gerak layaknya paranormal yang sedang mengusir setan seperti yang diperagakan pengusir setan yang ada di yutub yutub itu. Pokoknya beda sekali dengan yang di yutub itu.


Tapi dia hanya menggunakan jempolnya. Pergelangan tangan dia mirip dengan kalau kita memberikan emoticon jempol di aplikasi Wa. Jadi orang berudeng ini hanya mengarahkan jempolnya ke bayang putih yang melayang layang itu.


Dan ketika jempolnya itu menunjuk ke sebuah putih-putih, tiba-tiba putih-putih itu hilang, begitu terus yang dia lakukan dengan tenang dan santai, seolah olah dia sedang bermain sendiri.


"Mas biar saya bantu mas" teriak Dogel yang sudah ada di sampingnya dan mengambil dua biji lidi dari puluhan lidi yang terikat menjadi sebuah sapu lidi pemberian dari mbah Joyo.


Aku diberi dua biji lidi dan sisanya Dogel yang pegang. Kami membantu mengusir putih-putih yang melayang-layang di pinggir jalan depan vila.


Dogel mengarahkan sapunya ke putih-putih yang mendekati dia, dan ternyata berhasil juga, tiap ada putih-putih yang berusaha mendekat dia pukulkan sapu lidinya, dan tiba-tiba putih-putih itu menghilang dengan disertai dengan pekikan.


Hanya dengan bermodal dua batang lidi aku juga berhasil mengusir mereka, bukan membuat mati, tapi hanya mengusirnya dan kemudian yang sudah kuusir dipukul hingga memekik oleh Dogel.


Yang ada di luar ini biar saya yang hadapi, Kalian masuk ke halaman vila, dan buang keluar tanah yang berserakan di depan pintu vila sekarang" teriak orang yang memakai baju jawa dan ber udeng itu.


Ayo Gel kita buang yang disuruh sama mas itu!" teriaku kepada Dogel yang masih asik dengan sapu lidinya.


Aku dan Dogel masuk ke halaman vila dan menuju ke teras vila, karena kata orang itu kami harus membuang tanah yang ada di depan pintu vila.


"Itu Gel. Di depan pintu vila banyak tanah lempung yang berserakan, apa tanah itu yang dimaksud mas yang di luar itu?"


"Iyo bener itu Tro, kamu masuko dulu ke dalam Tro, carikan tas kresek, biar gampang buang tanah jelek ini"


Aku masuk ke dalam vila untuk mencari tas plastik yang akan kami gunakan untuk membuang tanah lempung yang berserakan di depan pintu vila.


"Disana nak, dekat dapur ada tas kresek yang tadinya untuk bungkus mie instan" kata pak Tembol setelah dengan tergopoh gopoh aku tanyakan tentang tas kresek

__ADS_1


Setelah mendapat apa yang aku cari, aku segera keluar untuk bergabung dengan dogel yang sudah berhasil mengumpulkan tanah lempung atau tanah liat yang tersebar di teras vila.


"Masukan ke dalam tas kresek Tro, cepat kita buang tanah itu, selak makin banyak yang datang ke vila ini" kata Dogel yang ternyata sedang mengumpulkan tanah lempung yang berserakan di lantai teras vila


"Yang nyebar tanah iki kok gobhlok yo Gel, kenapa disebar di teras, kenapa ndak di halaman yang ada tanahnya aja, kan ndak keliatan kalau di sebar di taman vila ini"


"Hehehehe aku tadi yo mikir gitu Tro, kok gobhlok nemen sing nyebar di depan teras iki heheheheh


Setelah terkumpul semua, dan setelah kami periksa sudah tidak ada lagi sisa tanah liat ini di tiap sudut teras vila, kemudian kami berdua berlari ke tempat orang yang memakai udeng dan memakai pakaian lurik jawa itu.


Dia ternyata masih meladeni putih-putih yang melayang di depan vila, dengan gesitnya dia selalu mengarahkan jempolnya ke tiap putih-putih yang berusaha masuk ke dalam halamam vila.


"Mas gimana dengan tanah ini, apa yang harus dilakukan" teriak Dogel


"Buang ke depan sana, ke hutan yang ada di depan itu sejauh mungkin cepat!" kata laki-laki itu yang mulai terlihat capek


Dogel melempar kresek warna hitam itu sejauh  mungkin ke dalam hutan yang ada di depan vila ini, dan ternyata betul, ketika Dogel melempar kresek ini, putih-putih melayang yang jumlahnya banyak itu tiba-tiba hilang dari sini.


Keadaan di depan vila menjadi sepi sunyi dan gelap lagi, tidak ada putih-putih yang melayan- layang seperti tadi lagi, tapi mas yang memakai pakaian jawa itu masih siaga, dia melihat ke segala arah untuk memastikan disini sudah tidak ada lagi yang aneh-aneh.


"Masnya ini siapa ya?" tanya Dogel


Laki-laki berudeng tinggi besar tapi tidak berotot dan ternyata ganteng itu hanya tersenyum dan menyalami Dogel


"Nama saya Sinank nang, tapi mas nya bisa panggil saya Nang saja, saya berasal dari suatu daerah yang masnya tidak akan paham apabila saya ceritakan" katanya dengan tetap tersenyum


"Nama Saya Agus Prayitno, tapi bisa panggil saya Dogel mas, kemudian teman saya ini Farid syarifudin dan biasa dipanggil Petro" kata Dogel


"Nanti saja ceritanya, karena kita harus mengambil benda yang ditempel di dinding depan teras dekat pintu masuk vila, sebelum yang lebih mengerikan datang kesini" kata Sinank nang sambil lari masuk ke dalam halaman vila


Aku mengikuti kemana Sinank nang berjalan ke dalam halaman vila dan kemudian berhenti di depan teras vila, kemudian dia menunjuk ke dinding dekat pintu masuk ke ruang tamu.


"Itu, Benda seperti itu harus dimusnahkan, karena benda itu akan mengundang yang lebih mengerikan datang kesini, tetapi keliatanya kita terlambat mas. karena benda yang terbuat dari kain yang berisi pecahan tulang dan rajahan setan itu sudah terbuka" kata Sinank Nang

__ADS_1


"Dan isinya sekarang berantakan di lantai dekat pintu itu" tunjuk Sinank nang ke arah lantai teras


"Bukankah benda itu sama dengan yang ada di kos kosan ketiga perempuan itu ya Gel. Tapi kenapa benda yang ini kok sudah robek, sedangkan yang ada di kos kosan Chinta, Winna, dan Chandra itu tidak robek ya?"


__ADS_2