
“Begini saja mbah, saya mengaku salah, tetapi blank saya tadi bukan karena tanpa sebab, tadi saya bisa terdiam karena mahluk jelek itu meludah ke arah saya, dan sayangnya ludah itu tidak terlihat oleh Indah”
“Dia meludah ke arah saya, tetapi untungnya tidak kena, hanya saja bau ludah yang luar biasa busuknya itu yang sempat membuat saya blank, coba tanyakan ke anak yang ada di tubuh saya, apa mereka melihat kalau mahluk jelek itu meludah ke arah saya”
“Mau kena ludah atau tidak tetap saja teman kamu ini kan sudah terkapar tidak sadarkan diri kan, lalu apakah pembelaanmu dengan ludah itu bisa mengembalikan kesadaran temanmu?” tanya mbah Joyo dengan serius
“Iya mbah, maaf”
“Meskipun kamu tidak terkena ludah, harusnya ketika kakimu bisa sudah bisa kamu gerakan atas usaha dua anak itu, kamu harusnya punya inisiatif untuk segera menendang kepala jelek itu, seperti yang tadi kami lakukan ketika kami datang, bukanya hanya diam tanpa ada aksi sama sekali”
Mbah Joyo benar, dia benar atas semua yang dia katakan, memang sebelum mahluk itu meludah, harusnya aku bisa lakukan sesuatu pada Blewah, bukanya hanya diam saja melihat aktifitas yang mengerikan itu.
“Mbah, untuk saat ini apa yang bisa kami lakukan mbah, karena kalau terlalu lama bagian dari mas ini yang ada di dalam tubuh mahluk itu akan menyebabkan mas ini mati, ini tadi kata anak kecil yang ada disebelahku ini mbah” kata Indah
“Kita akan datangi sekarang, saya, Ki peli dan kamu Agus, yang lainya tunggu disini, dan jaga jangan sampai dia pergi dari sini, karena bisa saja dia sadar karena pengaruh perempuan iblis itu, kemudian dia pergi ke hotel itu, itu bisa saja terjadi”
“Jadi kalian harus jaga agar dia tidak kemana mana. Oh iya untuk mas yang gemuk ini siapa namamu?” tanya mbah Joyo kepada Glewo
“Nama saya Soni atau bisa dipanggil Glewo mbah” jawab Glewo
“Kamu sini , duduk bersila didepan saya, konsentrasi dan tutup matamu, jangan buka mata sebelum saya suruh” kata mbah Joyo dengan nada suara serius
Beberapa waktu kemudian.....
“Sekarang buka matamu, dan kamu sudah bisa melihat ghaib dari berbagai kategori dari yang kasar hingga yang paling halus sekalipun, tugas kamu menjaga temanmu apabila ada mahluk halus yang berusaha memasuki temanmu itu”
“Lhooo hee kalian berempat lucu sekali sih hehehe” kata Glewo ketika melihat keempat anak balita yang sedang bermain sendiri
“Lalu kalau ada yang datang kesini , apa yang harus saya lakukan mbah” tanya Glewo kepada mbah Joyo
“Kalau ada yang datang dan mendekat ke tubuh temanmu, kamu harus pukul tubuh temanmu menggunakan sapu ijuk ini” kata mbah Joyo sambil memberikan Glewo sebuah sapu ijuk yang keliatanya sudah lama sekali
__ADS_1
“Ingat, kalau ada yang mendekat, yang harus kamu pukul adalah temanmu, bukan mahluk ghaib itu” pesan mbah Joyo kepada Glewo
“Nak siapa ini yang cantik?” tanya mbah Joyo kepada Indah
“Saya Indah mbah” jawab Indah singkat
“Iya, hmmm saya tau siapa kamu dan apa yang kamu pakai, benar-benar luar biasa yang diberikan mbah penguasa Mjkt itu kepada kamu nduk, kamu beruntung bisa kenal dan dekat dengan mbah***** itu”
“Memangnya mbah Joyo kenal sama mbah putrinya mas Agus?” tanya Indah
“Jadi mbah ***** itu adalah mbah putrimu?, benar-benar bikin malu keturunan kamu ini mas hhuuufff, kamu ini harusnya tinggal di kota besar saja , jangan mainan hal seperti ini kalau kamu tidak bisa menggunakannya!” kata mbah Joyo kepadaku
Sekali lagi mbah Joyo mamarahi aku karena ternyata mbah Joyo kenal juga dengan mbah putriku, dan aku dianggapnya mempermalukan keturuan dari mbahku.
“Hmm kalian yang ada disini akan dibantu oleh empat anak-anak ini, mereka berempat akan ada disini untuk membantu kalian berdua apabila ada sesuatu yang datang kesini. Ok semua sudah paham ya, sekarang kami akan ke hotel itu lagi”
Aku, Ki peli dan mbah Joyo pergi ke arah hotel Waji lagi untuk mecari mahluk yang telah menghisap sebagian milik Blewah hingga Blewah mengalami koma.
Kami langsung menuju ke arah ruangan kantor hotel, tanpa menuju ke kamar samping. Mbah Joyo ada didepan, dia yang mengusir tiap mahluk yang berusaha menghalangi jalan kami menuju ke arah dapur.
Kami jalan tanpa ada pembicaraan sama sekali. Yang ada diotak kami hanya bagaimana cara mendapatkan apa yang sudah dihisap oleh perempuan tanpa kepala itu.
Kami sekarang sudah memasuki kantor hotel yang hawanya berbeda dengan yang ada dihalaman, hawa disini cenderung hangat, dan semakin kedalam semakin panas.
“Jaga diri kalian, karena disini ada yang marah selain perempuan dengan kepala putus itu. ada yang tidak suka karena keempat anak balita itu kamu keluarkan dari sini, dan yang marah ini adalah induk semang dari mereka berempat” kata mbah Joyo
“Yang akan menyerang kita akan ada didepan kamar kamar sana itu” lanjut mbah Joyo
Kami saat ini sudah ada di depan kamar nomor 1, tetapi kami tidak berhenti, kami tetap jalan menuju ke arah dapur.
Tepat di depan kamar nomor 5 mbah Joyo berhenti jalan, dia memasang kuda-kuda, keliatanya akan ada sesuatu yang akan menyerang kami.
__ADS_1
“Awas, didepan kita akan muncul induk semang keempat anak kecil itu, dia akan menyerang kamu mas Agus, ingat pergunakan apa yang sudah diberikan oleh mbah *****. Jangan bikin malu keturunan leluhurmu mas” kata mbah Joyo yang sekarang mulai besiaga
Aku ndak tau apa yang harus aku lakukan apabila ada mahluk mengerikan yang akan menyerangku, aku ndak tau bagaimana caranya mempergunakan pemberian mbahku ini. Apakah aku hanya diam saja membiarkan apa yang ada didalamku ini bergerak sendiri?
“Dia ada di dalam kamar itu dan di marah sekali , berhati hatilah karena yang kita hadapi adalah satu dari ratusan mahluk yang menguasai daerah ini” mbah Joyo memperingatkan kami
“Ki peli, jaga keseimbangan mas ini, karena dia keliatanya belum bisa mempergunakan yang dimilikinya. Saya mau bantu mas Agus untuk bergerak sesuai dengan yang ada di dalam tubuh mas Agus”
“Kamu mas Agus, lemaskan tubuhmu dan biarkan yang di dalam dirimu menyuruhmu bergerak sesuai yang dia inginkan, jangan melawan tetapi selaraskan tubuhmu dengan pemberian mbah putrimu!”
“Setelah kamu bisa selaras dengan yang ada di dalam dirimu, maka kamu akan melihat apapun yang ada disini dengan mata batinmu , bukan dengan kedua matamu!”
Aku hanya diam saja ketika mbah Joyo menasihatiku, aku tau aku mempunyai sesuatu di dalam tubuhku, tetapi aku memang belum bisa menggunakannya.
Kulemasksn tubuhku dan kuikuti energi yang tiba tiba terasa di dalam tubuhku, rasanya seperti aku diarahkan untuk berjalan dan menoleh ke kiri kanan, bahkan mataku pun diatur oleh energi ini.
Tiba-tiba dari arah kananku muncul mahluk mengerikan, dia berbentuk aneh, karena tidak berbentuk seperti manusia, dia lebih mirip hewan, hhmm kayak anjing tetapi berukuran besar.
Yang aneh adalah kepalanya, mahluk itu berkepala mirip helm, persis helm dan ada bulunya di sekitar lehernya. Sik.... kok lebih mirip alat kelhamin laki-laki ya heheheh, iya sih.
Dari leher hingga kepala mahluk itu miri batang kemalhuan dan termasuk helm nya juga hihihih, tapi jangan lah kita mengejeknya , karena mungkin juga dia ini semasa hidupnya selalu berkelakuan jelek.
“Awas dia akan menyerangmu mas, ikuti saja apa yang ada di dalam dirimu , dan jangan dilawan” teriak mbah Joyo kepadaku
Mahluk itu tiba-tiba berlari ke arahku, tetapi anehnya ada energi didalam tubuhku yang menggerakan kaki tanganku seperti sedang menari, gerakan yang kulakukan ini lebih mirip tari-tarian.
Tarian atau gerakan tubuhku ini keliatanya suatu gerakan untuk mengumpulkan energi dari mana saja dan kemudian dikumpulkan atau dipusatkan dan diolah didalam tubuhku dan kemungkinan akan digunakan untuk membunuh yang ada didepanku ini.
Dan benar juga, pada akhirnya aku bisa merasa di dalam tubuhku ada hawa dingin dan panas yang bercampur dan akhirnya sebuah sinar panas dan dingin keluar dari dalam tubuhku dan sinar itu menembus tubuh mahluk aneh itu.
Mahluk aneh itu menjerit dan kemudian terbakar habis, dan hanya menyisakan bau busuk disekitar kami ini.
__ADS_1
“Kamu sudah berhasil gunakan kekuatanmu untuk membunuh mahluk itu, sekarang kita harus menuju ke dapur untuk melakukan pengambilan paksa milik temanmu yang sekarang sedang tidak sadarkan diri itu”