INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 21, BERTEMU DENGAN ORANG TUA INDAH


__ADS_3

Dari Miji Baru sampai kesini mungkin membutuhkan waktu tidak lebih dari tiga puluhmenit karena sebenarnyajaraknya tidak terlalu jauh, hanya saja bentor yang kami gunakan ini kurang cak cek sat set jalannya.


Kami sudah berdiri di depan sebuah rumah bercat putih yang sudah terkelupas catnya itu, kami sudah siap dengan segala resiko tentang keanehan kami yang pastinya keluarga Indah nanti katakan kepada kami.


“Permisi...assalamualaikum...”


Ndak menungu waktu lama pintu rumah kemudian dibuka oleh seorang wanita yang mungkin berumur sekitar lima puluh tahunan lebih, rambut wanita itu sudah banyak uban disana sininya.


“Waalaikumssalam, Iya… kalian cari


siapa nak?”


“Itu Ibu Indah mas, bilang aja mas Agus cari bapak Indah yang bernama Sutopo mas”


kurang ajar juga Indah bisikan di telingaku, bikin geli sampek ubun-ubun rek.


“Apaan sih mas Agus ini , Indah kan ndak sengaja mas” bisiknya semakin dekat dengan telingaku


“Anu bu, saya cari pak Sutopo orang tua dari Indah lanina Ningrum” aku menjawab pertanyaan Ibu itu dengan suara yang kubuat sesopan mungkin


Untung bukan Glewo atau Blewah yang menjawab pertanyaan ibu itu, bisa-bisa kami diusir dari rumah kalau mereka yang jawab.


“Pak..bapak..ada yang cari sampeyan pak” teriak wanita tua itu dari depan rumah


Tak lama kemudian laki-laki  berjanggut panjang tanpa kumis mendatangi istrinya yang masih berdiri di pintu rumah.


“Ya,..kalian siapa, dan ada apa mencari saya mas” tanya laki-laki tua yang masih terlihat gagah meskipun rambutnya sudah memutih seluruhnya.


“Nama saya Agus  dan yang dibelakang saya ini Ananta dan Genjik pak, saya kesini mau menyampaikan pesan dari almarhum Indah kepada bapak dan ibu”


"Apa? Genjik!, yang benar mas, masak orang ganteng gitu namanya Genjik!


"Oh maaf pak, saya gigi, namanya soni pak, maaf" duh aku kok gemeteran gini rek, koyok arep ketemu morotuo ae"


"Kalo emang iya kenapa mas hihihi"


"Oooo gandeng Indah iki! "


Aku berusaha agar sesopan mungkin berbicara kepada kedua orang tua Indah,


aku takut kalau ketidak sopanan kami akan berakibat buruk, mininal mereka akan mengusir kami hihhihi.


“Kalian ini maunya apa, Indah kan sudah lama meninggal, memangnya ada pesan apa buat kami berdua mas”


“Bilang kepada bapak saya mas, kalau saya ingin bicara sama mereka berdua mas” kata suara tanpa wujud yang masih ada disebelahku


Janc*k Indah ini, sekarang malah dia ingin bicara sama kedua orang tuanya, lalu bagaimana caranya c*k, ngawur ae arek iki.


Sudah tenang aja mas, mas Agus bisa kok, pokoknya mas Agus  percaya saja sama Indah mas, dan jangan ragu hihihih

__ADS_1


“Nganu pak, eee ini putri bapak yang bernama Indah ingin berbicara sendiri dengan bapak dan Ibu, eee kebetulan sekarang dia ada disebelah saya pak”


Janc***k Indah iki malah bikin aku koyok wong gubluk c*k, bisa gawat kalau mereka malah menyuruh kami masuk dan malah setuju kalau mereka mau bicara sama roh anaknya yang sudah lama meninggal.


“Kamu ini ngomong opo  to mas, wong Indah sudah meninggal berbulan bulan lalu,  kami juga sudah ikhlas kok kalau dia itu meninggal karena tenggelam di sungai, hingga sampai sekarang jasadnya belum ditemukan, kami sudah ikhlas kok mas”


What!.... Indah mati karena tenggelam? Apa gak salah ini?


“Eh maaf pak buk, yang bilang Indah itu meninggal karena tenggelam info dari siapa ya? tanya Glewo yang mungkin heran juga dengan info dari orang tua Indah.


“Dari pacarnya lah mas, dari si Totok mas. Kenapa mas, apakah ada yang aneh dari yang saya katakan ini”


Bapak Indah mulai tidak menyukai kehadiran kami disini, aku mulai merasakan adanya kebusukan yang tercium disini, kebusukan yang berasal dari pacar Indah si Totok


“Mas Agus tolong buat bapak saya agar mau berkomunikasi dengan Indah mas, ini sudah merupakan pembohongan mas, Indah ndak tau kalau Totok memberikan informasi palsu  mas”


“Gimana sih Ndah, bapakmu kan gak percaya, gimana aku bisa bilang ke mereka kalau kamu pingin bicara sama mereka, yang ada malah aku dianggap penipu Ndah”


Aku ndak sengaja berbisik kepada Indah yang memaksa agar bapaknya mau berbicara dengan Indah, lha kok malah bapak Indah ini dengar apa yang aku katakan tadi.


“Tadi masnya bicara sama siapa mas, kok nyebut-nyebut nama anak saya Indah, kalian ini sebenarnya mau apa” bapak Indah makin emosi ketika mendengar suara bisikanku


Glewo menoleh kearahku , kemudian dia melotokan matanya kearah ku, aku ndak tau apa maksud dari Glewo ini dengan melotot kearahku.


“Ini pak eeee, ini yang tadi bicara sama saya ini eeee Indah sendiri pak” aku makin koyok orang gubluk dengan tatapan mata bapak Indah yang semakin menusuk”


“Eeehh ini malah eehhh Indah sendiri yang kepingin bicara sama bapak dan ibu, eeehh saya Cuma menyampaikan apa yang diminta Indah pak”


“Eeee, saya jauh-jauh dari kota S karena mengantar Indah yang ingin ngomong sesuatu, dan harus disampaikan sendiri


olehnya pak., saya tidak bohong pak”


“Heheh kalian ini ada-ada saja mas, kalau mau belajar nipu sama anak kecil dulu saja mas, jangan dengan saya yang sudah tua menjelang ajal ini mas”


“Eh gini saja pak, karena Indah ini memaksa saya untuk menyampaikan sesuatu kepada ibu dan bapak, maka untuk membuktikan apa yang saya omongkan ini benar maka saya persilahkan untuk mengetes saya pak”


“Silahkan bapak tanya apa saja ke saya, dan akan saya jawab pertanyaan seputar keseharian dan apapun tentang Indah. Untuk diketahui, jawaban dari saya ini berasal dari bisikan Indah sendiri”


“Pak , lebih baik anak-anak ini di silahkan masuk dulu pak, ndak enak sama tetangga yang liat pak ,dikira ada apa-apa dengan kita pak”


“Ya sudah, kalian ini keliatanya bukan anak-anak berandal, ayo masuk, kita ngobrol di dalam saja lebih enak karena tetangga disini ini suka nggosip”


Kami bertiga masuk ke dalam ruang tamu yang tidak terlalu besar, bisa dibilang sempit lah untuk orang lima, di dalam ruang tamu ini hanya ada satu set sofa L beserta mejanya yang sudah terlihat miring.


Di dinding ruang tamu ada foto keluarga lengkap termasuk Indah dan seorang gadis cantik juga, mungkin itu saudara Indah.


“Maaf mas, keadaanya memang seperti ini, sekarang kita lanjutkan percakapan tadi mas, apa boleh saya test dulu kalau memang betul Indah ada di sini dia pasti tau dimana dia biasanya sembunyikan uang nya”


“Biasnya Indah selalu menyembunyikan uang hasil dia berjualan kue tart bikinannya, tetapi tempat itu juga diketahui oleh kami berdua nak”

__ADS_1


“Mas Agus lihat di dinding sebelah kiri mas dekat dengan bufet itu, di sebelah bufet ada celah kecil yang muat untuk beberapa lembar uang kertas”


“Eee kata Indah disitu pak, di dinding sebelah bufet, disana ada celah kecil yang muat untuk beberapa lembar uang kertas pak” aku menjawab sesuai yang dikatakan oleh Indah


Seketika wajah kedua orang tua yang sedang duduk di depanku itu berubah, wajah mereka berubah menjadi pucat dan  mereka saling berpandangan.


“I..itu y..yang jawab benar I..indah mas?” tanya ibu Indah


“Iya bu, mana saya tau dimana tempat persembunyian uangnya Indah kalau dia ndak bisikin saya bu”


“Silakan bapak dan ibu menanyakan apa saja kepada saya, pokoknya tentang keseharian Indah, pasti akan dijawab Indah melalui saya”


“Kalian ini bermain dengan syetan! ,tidak


ada arwah Indah itu, yang ada kalian ini sedang bersekutu dengan syetan!” teriak bapak Indah yang berjenggot panjang itu


Mendadak wajah ibu Indah memucat dengan bibir bergetar, nampaknya ada pergolakan batin, mungkin dia ingin mempercayai omongan ku, tetapi sayangnya suaminya termasuk golongan kurang pecaya dengan hal ghaib.


“Stop pak! Jangan berkata seperti itu!, ibu kangen sama anak ibu pak, apa salahnya kalau kita mencoba tawaran mas ini, siapa tau memang Indah butuh pertolongan kita pak!” teriak ibu indah


“Ini jelas-jelas syetan bu! Ndak ada orang yang bisa mendatangkan arwah kepada manusia!, ibu dibohongi oleh orang ini”


Janc*k juga bapak Indah ini, kita sudah bisa buktikan, malah dia ngata-ngatai kami, asyuu!


“Hussh mas agus ini, kok malah ngatain bapak Indah sih mas, bukanya bikin mereka percaya sama kata-kata mas Agus!” kata Indah dengan sedikit marah


“hehehe maap ndah , nggacengaja hehehe” gumamku


“Apa yang kamu bilang anak muda! Tadi kamu ngomong apa?” tanya bapak Indah dengan suara yang makin meninggi


“Mas, sekarang pegang tangan bapaku, sekarang juga pegang, jangan nunggu sampai nanti, sekarang pokoknya!” seru Indah


Aku berdiri dari posisi dudukku, aku seolah olah ingin memeluk bahu bapak Indah agar tidak marah marah dan seolah aku ingin minta maaf kepadanya, tapi kemudian secara sengaja aku pegang tangan dia.


Ketika kupegang tangan  bapak Indah, tiba-tiba seperti ada aliran listrik yang mengalir dari tanganku menuju ke tangan bapak Indah, setelah itu pandanganku gelap.


Aku  terbangun di lantai rumah Indah ,


keringat membasahi tubuhku, badanku rasanya capek sekali, kayak habis nguli


berhari hari rasanya, tubuhku lemas dan kerongkonganku kering.


Di sebelahku nampak ibu Indah yang wajahnya basah karena air mata, disebelah ibu Indah ada bapak indah yang sedang duduk dengan wajah


menunduk.


Ketiga temanku sedang berusaha mendudukkan aku, karena sekarang posisiku sedang  berbaring di lantai.


“Hauuusss, minta minum” hanya kalimat itu yang bisa kuucapkan untuk sementara ini

__ADS_1


__ADS_2