
“Karena memang dirobek orang yang tadi memasang disini, agar pengaruhnya cepat, sedangkan yang ada di kos kosan itu secara perlahan-lahan pengaruhnya. Eh apa yang kalian ketahui tentang anak yang ada di kosan?” tanya Sinank nang
“Nanti saja dijelaskanya mas, sekarang apa yang harus kita lakukan dengan yang ada disini ini mas?” tanya Dogel
“Tidak ada, hanya bertahan saja, karena sudah robek dan sudah menandai vila ini , sehingga yang akan datang ini sudah pasti akan datang kesini secepatnya” jawab Sinank nang
“Selain kalian siapa lagi yang ada di dalam vila bersama ketiga perempuan itu?” tanya nya
“Ada pak Tembol, Eko, dan Blewah teman kami, dan ada satu lagi kucing hitam yang saya beri nama mbak Bashi” jawab Dogel
“Kucing hitam hhhmmm, saya bisa lihat kucing itu? Karena saya merasa ada sesuatu yang luar biasa di dalam vila ini” kata SInank nang sambil melihat kesana kemari
“Mas Nang, apakah kita bertahannya di dalam rumah atau di halaman rumah ini?” tanyaku
“Disini juga tidak papa, tapi di dalam lebih bagus lagi, karena kita bisa focus kepada melindungi ketiga perempuan itu” jawab Nang
"Terus benda itu apa tidak dibuang saja mas?"
"Percuma di buang mas, sudah tidak ada gunanya lagi untuk membuang atau melakukan apapun pada benda terkutuk yang sudah pecah dan terbuka itu" kata Nang lagi
"Hmm sudah mulai mas, udara dan energi serta aura di sekitar sini sudah mulai berubah pelan-pelan , lebih baik kita masuk ke dalam saja dan bertahan dari dalam vila saja mas" kata Sinank nang lagi
Kami kemudian masuk ke dalam rumah, tapi sebelumnya Dogel masuk ke dalam vila untuk minta ijin kepada pak Tembol apabila mas Sinank nang masuk juga untuk melakukan perlawanan melalui dalam vila.
"Selamat malam pak, nama saya SInank nang, tapi cukup paggil saya Nang saja, akan saya jelaskan sedikit tentang yang tadi kami alami diluar dan yang akan terjadi sebentar lagi pak" kata mas Nang kepada pak Tembol
Kemudian Nang bercerita kepada pak Tembol tentang penjaga vila termasuk penjaga kos kosan Chinta yang sudah dipengaruhi oleh Totok.
"Untuk cerita yang lebih detaik akan saya ceritakan nanti pak, setelah kita selesai dengan yang akan datang sebentar lagi pak. Dan minta tolong bangunkan ketiga perempuan yang merupakan target pasti dari Totok" kata Mas Nang
Pak Tembol mengetuk pintu kamar ketiga perempuan yang saat ini sudah terlelap tidur, tetapi setelah beberapa kali ketukan, mereka akhirnya keluar dari dalam kamar.
"Eh mas, di atas ada taman kami yang bernama Blewah, apa harus kami bangunkan juga mas?" tanya Dogel
"Ndak usah, biarkan saja mas, karena dia sekarang bersama dengan sosok yang lumayan ditakuti oleh demit yang ada di sekitar sini" jawab mas Nang lagi
__ADS_1
"Mbak-mbak tolong kalian duduk saja di tempat duduk itu, dan diam saja kalau ada apapun yang mendekati kalian, dan harus kalian ingat bahwa kalian bertiga dalam keadaan aman" kata mas SInank nang
Winna, Chandra, Chinta duduk berjajar di sofa yang ada di ruang tamu, sementara kami berdiri dan bersiap untuk apa yang akan datang setelah ini.
"Saya kok merasa adanya perubahan disekitar sini anak-anak, kalian bagaimana" tanya pak Tembol yang makin gelisah
"Saya juga meraskan pak, hawanya makin bikin resah dan gelisah pak" kata Eko yang sedang berdiri di pinggir jendela untuk melihat apa yang ada di halaman vila
Tiba-tiba mbak Bashi yang tadi sedang duduk di meja ruang tamu menghampiri mas Nang, dia mengeluskan tubuh dan kepalanya di kaki mas Nang yang sedang berdiri menghadap pintu ruang tamu
"Ada apa pus" tanya mas Nang sambil menggendong mbak Bashi dengan rasa sayang
Kucing itu jelas tidak bisa menjawab pertanyaan SInank nang lah, tetapi ada yang aneh dengan Sinank nang dan mbak Bashi. Sepertinya kucing dan manusia itu sedang berkomunikasi secara ghaib dimana mas Nang manggut manggut ketika mbak Bashi mengeong pelan kepadanya.
"Kucing hitam ini bukan sembarang kucing, kucing ini istimewa sekali, karena di dalam tubuh kucing hitam ini ada sesuatu yang hebat yang akan membantu kalian" kata mas Nang
"Sekarang kita kembali lagi ke apa yang sebentar lagi akan datang kesini, dan saya harap kita bersama sama, termasuk mbak Bashi akan berusaha mempertahankan mbak –mbak ini dari sesuatu yang akan datang ini"
Kami semua diam, kami semua saat ini sedang merasakan suatu perubahan yang pelan namun pasti akan melingkupi vila ini, semua sudah bisa merasakan termasuk mbak Bashi yang sedang berjalan mondar mandir.
"Dan untuk kalian berdua teman tak kasat mata, tetap disini saja jangan kemana mana, memang kalian itu hantu, tetapi kalian hanya hantu biasa yang bisa saja terhisap oleh kekuatan yang dibawa Totok apabila kalian coba-coba menjauhi kami" kata Sinak nang yang kayaknya akan memakai teknik serang menyerang heheheh
Benar saja yang diakatakan Sinank nang, tiba-tiba dari halaman vila terdengar suara yang ribut berisik mirip angin yang kecang lah pokoknya, tetapi suara itu hanya seperti angin saja, tanaman dan pohon yang ada di luar sama sekali tidak bergerak.
Suara itu semakin lama semakin pelan dan akhirya suara berisik mirip angin itu pun hilang. Tidak ada suara apapun diluar sana atau di dalam vila, yang ada hanya kabut tipis yang bergerak pelan di halaman vila.
"Sekarang bersiaplah kalian, karena vila ini belum diberi pagar ghaib, maka bisa saja mereka yang ada di luar tiba-tiba menembus tembok vila" kata Sinak nang
"Saya seperti dejavu anak-anak, saya pernah alami hal seperti ini di masa lalu saya" gumam pak Tembol
Hawa dan udara di dalam vila pun berangsur angsur menjadi dingin, seolah olah yang ada sekarang adalah rasa nyaman, rasa aman, hanya ada kabut tipis di halamam vila.
"Kalian harus tetap ingat kepada Tuhan, bagi yang muslim tetap berdzikir, karena sekarang yang ada di luar sedang mempermainkan otak kita, kita seolah-olah dibuat nyaman dan tertidur" kata mas Nang
"Hal Ini mirip seperti permainan DImas pada masa lalu. Kita dibuat nyaman dahulu dan kemudian mereka akan menyerang dengan berbagai cara. Apakah Rochman atau Totok memiliki ilmu yang dimiliki oleh DImas?" gumam pak Tembol
__ADS_1
"Bagaimana pak, kayaknya tida ada yang akan terjadi disini ya, kami boleh kembali ke kamar pak" tanya Winna
"Heheheh inilah yang dimaui oleh Totok atau Rochman, kalian akan dibuat nyaman sehingga kalian akan mengantuk hehehe" kata pak Tembol lagi.
Keadaan nyaman seperti ini sudah berlangsung 30 menit, selama 30 menit itu tidak ada apa-apa sama sekali. Kami yang ada di dalam vila rasanya seperti dimanja oleh hawa, dan suasanya yang nyaman. Tapi tidak denganku, aku masih waspada dengan keadaan yang aneh ini.
"Sebenar lagi, bersiaplah sebentar lagi. mereka akan masuk melalui dinding tanpa pagar ghaib sama sekali ini" kata SInank nang
Dogel mulai membagikan sapu lidi kepada yang ada disana, Winna, Chandra, Chinta, Pak Tembol, Petro, masing-masing mendapatkan dua batang lidi. Sedangkan Eko menolak diberi lidi karena dia yakin mempunyai kekuatan sendiri untuk melawan demit yang kata Sinank nang sebentar lagi akan masuk.
"Kalian bawa dua batang lidi ini, dan pukulkan ke arah yang akan menyerang kalian semua" kata Dogel kepada ketiga perempuan yang nampaknya ketakutan itu
"Sebentar lagiiii, bersiaplah kalian semua" kata Sinank nang dengan suara yang pelan namun meyakinkan
"Hmmmm sekarang...sekarang meraka akan masuk. Mbak-mbak berdirilah dan jauhi tembok, pintu dan jendela, dan kalian tidak boleh jauh dari kami, tetap bergerombol dan pukulah mereka, apalagi kalau ada yang mulai mendekati kalian" kata mas Nang
Suasana berubah drastis, dari yang semula dingin sejuk nyaman, sekarang tiba-tiba menjadi panas, dan yang mengerikan listrik di vila ini tiba-tiba padam, keadaan gelap gulita menyebabkan ketiga cewek itu panik dan histeris.
"Tenang..jangan panik jangan berteriak. Memang ini adalah harapan dan keinginan mereka, dengan kalian panik dan histeris maka iman kalian akan semakin tipis juga energi kalian menjadi berkurang dengan cepat, hadapi dengan tenang dan tetapi berdzikir!" teriak mas Nang
"Pelan-palan nanti mata kalian akan menyesuaikan diri dengan keadaan yang gelap gulita ini, dan kalian akan bisa melihat di dalam gelap meskipun hanya berupa bayangan! Ingat tetapi konsentrasi dengan yang kalian lihat!" lanjut Inang nang
Tiba-tiba dari berbagai arah baik pintu, dinding, kaca, pokoknya dari semua bagian rumah bermunculan bayangan yang di ikuti dengan bau yang luar biasa busuknya, bayangan putih tembus pandang yang berputar putar di dalam ruangan.
Bayangan putih yang melayang di dalam vila kadang diam, dan kadang tiba-tiba berubah wujud menjadi sosok manusia mengerikan dengan kepala yang sebagian tinggal tengkorak dan badan yang tingal tulang belulang.
Tapi diamnya bayangan yang berubah wujud menjadi manusia tembus pandang itu hanya sebentar. karena tiba-tiba demit itu sudah berubah menjadi bayang putih lagi dan melayang lagi disekeliling mereka.
"Tahan dulu, jangan serang mereka dulu, setan-setan itu sedang beusaha menakut takuti kalian agar kalian menjadi panik, tunggu hingga mereka berubah wujud menjadi manusia nyata dengan sosok yang sangat menakutkan"
"Baru di situ kalian pukul dia hingga terbakar, karena dengan berubah sosok menjadi menakutkan dia sudah menguras energi yang besar. Dan ingat, ketika setan itu sudah berubah menjadi sosok nyata, dia akan menyerang kita, itu saatnya kalian musnahkan" kata mas Nang
"Ingat, nanti juga ada sosok berupa bayangan yang akan menyerang kalian juga, jadi ingat lah untuk tetap tenang dan jangan panik, nanti akan saya beritahu kalian lagi sosok yang berupa bayangan yang akan menyakiti kalian" lanjut mas Nang
Aduuuh di dalam ruang tamu ini semakin banyak saja bayangan yang berputar putar keluar masuk melalui dinding pintu , jendela dan lainya, tetapi anehnya tidak ada yang masuk melalui lantai dua, dan tidak ada yang melayang di lantai dua!.
__ADS_1