INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 149 (CERITA PAK TEMBOL)


__ADS_3

“Ndak usah nak, jangan buat keluarga mereka atau teman-teman kalian bingung dengan pertanyaan dari kalian nak. Lebih baik kita cari saja mereka” kata pak Tembol


Kami berjalan menuju ke Gebang untuk mencari makan sekaligus mencarikan pakaian pak Tembol agar tidak menarik perhatian orang di sekitarnya.


“Pak bagaimana bapak bisa kembali ke masa ini dengan selamat? Dan bagaimana dengan teman kami yang kata bapak sudah dikirim ke masa ini mendahului bapak?”


“Akan saya ceritakan terakhir kami bersama sebelum saya ada disini nak, sekaligus apa yang terjadi disana, tapi sebenarnya saya tidak mau cerita ini nak, karena kalian pasti akan menganggap saya gila”


“Lho pak. Yang gila bukan bapak, tapi itu si Blewah yang gila, karena suka bicara dengan dirinya sendiri pak heheheh” jawab Dogel


“Jadi gini pak, kenapa kami mempercayai omongan bapak, karena kami beberapa kali melihat proyeksi masa lalu di vila itu pak. Beberapa kali kami melihat penampakan kereta kuda atau dokar pak” kata Dogel yang mulai nggenah


“Bahkan kami juga melihat teman kami naik dokar itu, meskipun kami tidak bisa melihat dengan jelas, karena hanya berupa proyeksi ketika ada kabut putih datang pak” lanjut Dogel


“Pokoknya pada intinya kami percaya dengan penglihatan kami, dan kami juga percaya dengan omongan bapak, apalagi sekarang kami sedang mengejar seorang atau setan yang telah membunuh puluhan orang pak” kata Blewah yang masih normal


“APA! Siapa yang sedang kalian kejar nak, dia bukan bernama Dimas seperti yang tadi saya omongkan itu kan?” tanya pak Tembol dengan penuh curiga


“Bukan pak, namanya Totok, sekarang tolong ceritakan bagaimana keadaan terakhir bapak dan teman kami sebelum bapak dikirim kesini pak” jawabku


“Jadi gini nak, pada intinya seperti yang tadi saya ceritakan secara singkat itu, tentang Dimas dan lainya, tetapi ada yang janggal dengan kematian Dimas, karena waktu itu kan yang membunuh Dimas adalah Mak Nyat Mani dan Soebroto”


“Kedua orang itu adalah penguasa daerah sini, kalau Soebroto mengusasi sebagian wilayah bawah, kemudian Mak Nyat yang menguasai wilayah atas”


“Jadi waktu itu yang membinasakan Dimas adalah mereka berdua, hanya saja kami tidak melihat apakah dia sudah mati ataukah bagaimana”


“Tetapi untuk sementara ini saya percaya saja kalau dia memang sudah mati nak. Nah pada waktu itu sudah waktunya teman kalian untuk segera meninggalkan masa lalu dan kembali ke masa depan”


“Satu persatu mereka dikirim oleh mak Nyat Mani, tetapi waktu giliran saya akan dikirim, saya curiga dan ragu dengan keadaan disana waktu itu”

__ADS_1


“Kenapa saya ragu? Karena pak Pho yang merupakan arwah penjaga rumah itu kemudian masuk ke dalam diri saya dan mengatakan sesuatu di dalam perasaan saya”


“Dia bilang bahwa tolong jangan pelgi dulu kalena disini ada yang sedang belmain dengan keadaan. Dia berkata begitu di dalam diri saya nak”


“Waktu itu hanya ada saya, kemudian kusir kuda, beberapa dokter yang tidak paham apapun, Soebroto, Mak Nya Mani, dan Marwoto, mbok Ginten, dan siapa satunya lagi saya lupa namanya, sedangkan Suparmi dan ibunya yang bernama Yu Jipah sedang ada di kamarnya”


“Kemudian pak Pho yang masih ada di dalam diri saya berkata lagi lewat batin saya kalau kedua orang sakti itu Mak Nyat Mani dan Soebroto mempunyai tujuan khusus disini. Meraka bukan akan menyatukan dua wilayah, tetapi mereka ingin menguasai rumah dan area bawah tanah ini”


“Saya jelas heran, bukankah rumah ini adalah daerah kekuasaan mereka berdua. Kemudian pak Pho berkata bahwa ada satu tempat yang mereka tidak bisa masuki, disana adalah tempat rahasia yang dibangun oleh leluhur rumah ini”


“Pak Pho mencurigai Mbok Ginten yang sudah bisa keluar masuk area bawah tanah, dan mbok Ginten pun dengan mudah mengundang Mak Nya Mani dengan memberikan petunjuk arah masuk ke ruangan biru, kemudian Mak Nya Mani juga mengundang Soebroto masuk juga dengan memberikan arah menuju ruang biru”


“Memang tujuan mbok Ginten mengundang Mak Nyat adalah untuk membunuh setan yang bernama Dimas itu. Tetapi kami tidak menyadari bahwa dengan mengundang mereka berarti kita mengundang mereka untuk ada di  ruangan rahasia itu”


“Sik pak ...sebentar saya potong dulu. apa mereka itu tidak bisa masuk ke sana sendirian, kenapa harus diberiatahu arahnya dan tempatnya? Bukanya mereka ini sakti dan merupakan pimpinan suatu daerah disana?” tanyaku


“Bahkan ruangan dan lorong disana bisa berubah ubah sesuai dengan kemauan pak Pho. Jadi disana itu ada ruang kontrolnya nak, nah ruang kontrol itu yang bisa merubah ruangan, lorong, pintu  dll”


“Satu ruangan saja bisa mempunyai delapan pintu, dan tiap pintu bisa masuk ke puluhan lorong! nanti saya akan ceritakan lagi bahwa kami adalah pemilik sah rumah itu beserta denah rumah mengerikan itu nak” kata pak Tembol


“Kembali lagi waktu saat-saat terakhir saya ada disana nak”


“Pak Pho berkata bahwa para pimpinan itu sedang mencari air keabadian yang dicuri oleh nenek moyang keluarga pemilik rumah itu dari negeri tiongkok. Air itu disimpan suatu tempat di bawah tanah rumah itu, dan tidak ada yang tau termasuk saya, kecuali pemilik rumah itu”


“Karena pemilik rumah itu sudah malakukan perjanjian darah sehingga dia akan diberitahu oleh leluhurnya secara pribadi. Begitu kata pak Pho yang ada di dalam tubuh saya nak”


“Dan sekarang ruangan biru yang kami tempati yang harusnya dirahasiakan itu sudah didatangi oleh dua pimpinan lelembut penguasa dua wilayah. Dan masuk ke sana dibantu oleh mbok Ginten yang merupakan anak buah dari Mak Nyat Mani dan juga merupakan mantan cinta pertama pak Pho!”


“Gimana kalian bisa ikuti cerita saya tidak hehehe. Agak mbulet kan, tetapi memang seprti itu keadaanya nak” kata pak Tembol

__ADS_1


“pokoknya ruangan yang seharusnya rahasia itu sekarang sudah kayak pasar karena sudah kedatangan banyak orang yang dengan terpaksa di datangkan untuk membunuh Dimas”


“Nah waktu mereka sudah mengirim kesembilan anak-anak ke masa depan. Tetapi pada waktu itu secara tidak sengaja atau lebih tepatnya keceplosan, Soebroto bicara dengan Mak Nyat Mani tentang sesuatu yang berharga yang tersimpan disini”


“Kita bisa segara lakukan pencarian Mak hehehe. Begitu bisik Soebroto kepada Mak Nyat Mani secara tidak sengaja. Tetapi Mak Nyat Mani tidak menanggapi omongan Soebroto, mungkin karena saat itu sedang banyak manusia yang ada disana”


Pak Tembol berhenti sejenak berceritra, karena jalan yang semakin menurun dan sempat membuat nafasnya agak berat, maklum orang tua.


“Saya merasa ada yang tidak beres dengan kedua petinggi ini, kenapa mereka malah membahas yang kami tidak tau, kemudian saya tanyakan ke pak Pho yang waktu itu  ada di dalam tubuh saya”


“Apa yang mereka bicarakan pak?” tanyaku melalui batin kepada pak Pho


“Maaf sebenalnya lahasia, tapi kalena sudah ada yang melencanakan ya telpaksa ai bicala sama kamu Tembol”


“Di dalam lumah ini ada halta yang dikumpulkan oleh leluhul leluhul, tetapi yang meleka cali adalah ail keabadian yang belasal dali negeli tiongkok. Ai lasa meleka beldua sedang mencali ail itu”  pak Tembol berkata dengan logat cadel milik pak Pho


“Tembol kamu jangan pelgi dulu, tetap disini sama ai sampai meleka semua pelgi dali sini. Pak Pho  berkata begitu, tapi saya kan bingung. Kalau seumpama saya ada di sini, lalu saya tidak akan bisa kembali lagi ke jaman saya dong”


“Tetapi ternyata pak Pho tau apa yang saya rasakan, kemudian dia berkata agar saya tidak usah khawatir, dia sendiri bisa mengirim saya ke masa depan dengan bantuan para leluhur disana karena jasa saya kepada rumah itu”


“Saya bilang kepada Mak Nyat dan Subroto bahwa saya tetap ada disini dengan alasan menunggu Marwoto dan Suparmi menikah, dan ternyata usul saya diterima oleh Mak Nyat Mani”


******************


sekedar catatan dari penulis;


ada beberapa informasi tentang keberadaan di masa lalu, pertama dari Supardi (Novel misteri dua penginapan), dari marwoto juga ada sedikit . dan terakhir dari pak Tembol sendiri.


sekarang pembaca jangan bingung. informasi yang terbaik adalah dari yang mengalaminya heheheh, bukan dari katanya dan katanya .

__ADS_1


__ADS_2