
“Wah, mosok aku sendirian yang masuk ke sana, mosok aku ndak ditemani siapa gitu” kata Petro
“Nek misalnya Petro tak temeni gimana, meskipun aku sudah mati tapi aku kan juga belum Pernah berurusan sama kalian” kata Ngot
“Mas Ngot kan sudah mati, mana bisa masuk ke sana” tanya Indah
“Gini ae wes, tak coba masuk ke sana sama Petro dulu, syukur-syukur nek aku bisa masok ke sana, kan lumayan aku bisa bikin Dogel bingung hehehehehe” jawab Ngot
“Yo dicoba saja mas, coba saja mas Ngot masuk kesana. Eh atau kita semua coba masuk, yang gak bisa masuk ya gak usah memaksa masuk, kalau memaksa masuk namanya pemaksaan masuk” kata Sumirah yang ada di dalam tubuh blewah
“Atau perkhosaan ya Mirah heheheh” Jawab Petro
“Jangan Mirah, jangan aneh-aneh ah, biarkan yang belum pernah berurusah dengan rumah ini atau dengan ghaib yang ada di sekitar sini saja yang coba masuk ke sana” kata Indah
Akhirnya Petro dan Ngot mencoba masuk ke rumah mbah Putri melalui pintu depan, mereka berdua membuka pagar rumah mbah ku perlahan-lahan, kemudian mereka berjalan masuk ke teras.
Sejauh ini mereka berdua aman-aman saja masuk ke sana, Petro dan Ngot sudah ada di teras rumah. Selanjutnya Petro memegang handle pintu rumah untuk membuka pintu depan rumah bercat putih ini.
PETRO POV
“Ngot kita sudah ada di teras rumah, sekarang apa yang kamu rasakan Ngot?”
“Wuiih puanas sekali disini Tro, banyak sekali gesekan-gesekan disini yang mengakibatkan suhunya panas” kata Ngot
“Aku belum terasa panas Ngot, tapi rasane meriding semua Ngot, mulai masuk ke teras rumah rasane merinding semua. Kamu bisa tahan panasnya kan Ngot?” tanyaku
“Bisa Tro, pokoknya aku berusaha untuk tidak melawan sesuatu yang ada disini saja. Disini ini banyak sekali ghaibnya Tro, tapi meskipun aku ini hantu, aku ndak bisa lihat mereka, kayaknya mereka ini bergerak kesana kemari dengan cepat yang menimbulkan efek rasa panik dan panas” jelas Ngot
Aku dan Ngot sudah ada di depan pintu rumah yang sudah kubuka, karena di dalam keadaanya gelap gulita terpaksa aku mengambil poselku, kemudian kunyalakan lampu blits yang ada di ponselku.
“Masuko dulu Tro, karena rasanya aku kok nggeliyeng ya Tro” kata Ngot
Aku mengangguk saja atas suruhan Ngot, mungkin memang bagi dia keadaan disini membuatnya tersiksa dengan udara yang panas dan nggeliyengnya, tetapi bagi manusia macam aku, di dalam sini tidak terasa apa-apa atau belum terasa apa-apa lebih tepatnya.
“Ngot gimana keadaanmu?” tanyanku yang berjalan di depan, sementara Ngot hanya ngawang atau melayang beberapa belas cm dari lantai rumah
“Terus saja Tro, aku sudah mulai bisa mengendalikan keadaan di rumah ini. Tro di depanmu, kira-kira di depan meja makan itu ada sesuatu yang besar, kamu pura-pura saja tidak tau dan jangan sampai perasaanmu mengatakan kalau kamu merasa ada sesuatu disini” kata Ngot
Aku hanya mengangguk sambil menerangi area yang akan aku lewati. Suhu udara semakin ke belakang semakin dingin, apakah ini menandakan adanya banyak mahluk ghaib di sana?
“Ngot, kita langsung ke dapur saja ya, untungnya aku bawa hp ini Ngot, jadi aku bisa terangi di ruangan ruangan rumah ini”
Suasana sepi dan sunyi sekali , tidak ada suara cicak, atu nyamuk yang biasanya berkeliaran di sekiar telingaku, apalagi suara jangkrik. Pokoknya sepi sekali hingga suara degup jangtungku terdengar keras sekali.
__ADS_1
BRAAAAK.... suara pintu depan tertutup sendiri
“ALLAHU AKBAR!” teriak Petro setelah pintu depan tertutup dengan kencang
“Jangan noleh kebelakang Tro, tetep maju ke depan saja Tro” suruh Ngot yang ada di belakangku
Kami sudah ada di depan kamar belakang yang dulu sempat digunakan tempat tinggal Indah dan keempat anak kecil kembar.
Suasana semakin membuat bulu kudukku meremang, sementara hawa dan udara di sekitar sini semakin dingin, rasaya koyok ada yang buka kulkas lupa ndak ditutup.
Aku dan Ngot sudah ada di dapur rumah. Dapur ini tidak terlalu besar tapi melebar, lebarnya ya selebar rumah ini, tapi panjangnya mungkin sekitar tiga meteran saja.
Kusorotkan sinarn senter yang ada di hpku untuk mencari keberadaan Dogel.
“Itu Tro, di ujung di belakang kompor” kata Ngot
Segera kusorotkan cahaya ponselku ke tempat yang tadi ditunjuk Ngot. Disana ternyata ada Dogel, dia sedang jongkok meringkuk dengan kepala menunduk di lantai.
“Gel, ayo kita keluar dari sini!” panggilku kepada Dogel yang sedang meringkuk persis orang yang ndak waras.
Dogel tidak merespon panggilanku, dia tetap saja diam sambil jongkok di pojokan sambil sesekali bersuara aneh.
“Tro dijawil aja Dogelnya, kita ndak tau ada apa dengan dia, jadi lebih baik kamu tarik saja tanganya dan kita ajak keluar dari sini” kata Ngot
Aku jongkok di sebelah Dogel, dan kutarik tangan yang menutupi wajahnya, dia menengadah ke arahku dan yang mengerikan adalah pandangan dia kosong.
“Waduh kok gini Ngot, apa bisa dia kita ajak keluar dari sini?”
“Tro, kayaknya itu pintu samping yang menuju ke luar rumah ya?” tunjuk Ngot pada sebuah pintu yang terbuat dari lembaran seng yang dibikin sedemikian rupa dengan menggunakan beberapa kayu reng hingga membentuk sebuah pintu
“Yang penting buat Dogel berdiri dulu dari situ, kalau sudah berdiri kita ajak dia keluar dari sini, gak betah aku rasanya ada di sini Tro” kata Ngot lagi
Aku heran sebenarnya apa yang terjadi dengan Dogel, kenapa dia bisa koyok gini, dan sekarang yang paling penting adalah membuat dia sadar dulu.
Paling tidak butuh bau bauan yang tajam untuk membuat sadar seseorang. Seperti orang pingsan kadang dihidungnya diolesi bau bauan yang tajam. Tapi sekarang aku ndak bawa apa-apa.
Hmm aku ada ide untuk menyadarkan Dogel dengan bau bauan tajam yang aku miliki. Aku memasukan jari tangan kiriku ke selempitan daearah phanthatku, setelah kurasan kalau aku berhasil mendapatkan bau yang kumaksud, segera saja kuoleskan ke hidung Dogel.
“Janchoook, kamu kasih apa itu Tro, mueesti lak ngawur kamu itu Tro” kata Ngot kaget.
“Dalam hitungan ke lima pasti dia akan sadar Ngot, hihihih”
Tidak ada lima hitungan Dogel kaget dan tersadar dari linglungnya. Heheheh memang daerah selempitan phanthat itu baunya luar biasa hihihihi.
__ADS_1
“Aaaaggh ambune opo iki!” teriak Dogel yang barusan sadar dari linglungnya
“Lho onok awakmu Tro, lha kok ada kamu juga Ngot, kalian dari mana kok tiba-tiba ada disini?”
“Yang penting ayo kita keluar dari sini saja Gel, nanti ae ceritanya” aku bingung juga mau cerita apa ke Dogel yang sudah sadar
“Tro coba pintu sampintg itu bukaen, itu ada slot kuncinya yang bisa kamu geser Tro” kata Ngot setelah mengamati cara membuka pintu belakang.
Suasanya yang mengerikan disini tidak mengurungkan niat kami untuk bisa sesegera pergi dari sini, dan kuputuskan lewat belakang dari pada lewat depan yang tadi pintunya menutup sendiri itu.
Ternyata tidak ada kesulitan apapun untuk keluar dari rumah ini melalui pintu samping.
*****
“Lho ada Indah juga disini. Alhamulillah kalian semua sudah berkumpul ya kecuali Glewo” celoteh Dogel yang masih belum mengakui masalah yang tadi dia hadapi disana.
Kami sekarang ada di depan pagar rumah mbahnya Dogel setelah tadi kami keluar lewat pintu samping itu. aku merasa lega bisa menyelamatkan Dogel saat ini.
“Apa yang terjadi disana Gel” tanya Blewah
“Ndak ada apa-apa kok, tadi itu aku lagi bikin mie instan ketika Petro dan Ngot ini datang” kata Doel dengan wajah yang tidak bersalah sama sekali
Indah yang ada di belakang Dogel segera ambil posisi agar dia bisa memegang Dogel. Dalam hal ini Abah Fuad yang akan menyembuhkan Dogel dengan perantaraan Indah.
Ketika Dogel disentuh Indah, tiba-tiba dia lemas dan terjatuh di aspal depan rumah. Proses ini tidak memakan waktu lama, mungkin cuma sekitar lima menit saja. karena setelah itu Dogel sudah terbangun kembali.
“Fuuiiih sudah mas, sekarang mas Dogel kosong, yang ada di dalam mas Dogel sebagian dipindah ke mas Blewah dan sebagian ke mas Petro. Sekarang lebih baik kalian masuk ke dalam rumah saja, karena keadaan rumah sudah normalkembali” kata Indah
“Jadi barusan Abah Fuad terpaksa membagi kepada mas Blewah dan mas Petro apa yang ada di dalam tubuh mas Agus, karena menurut abah Fuad apa yang ada di dalam mas Agus itu tidak bisa di gabungkan dalam satu raga” kata indah lagi
“Kenapa Dogel harus dikosongi Ndah, kan bisa saja sebagian dipindah dan sebagian dibiarkan ada di dalam tubuhnya” kata Blewah
“Menurut abah Fuad percuma juga ada di dalam tubuh mas Agus, karena tidak akan ada gunanya hihihi” jawab Indah konyol
"Tibake kamu ini ndak sangar blash Gel" gumam Blewah
“Sekarang terserah kalian, mau masuk ke dalam rumah yang sudah adem, atau kembali lagi ke Gemezzz untuk tuntaskan apa yang ada disana” kata Indah lagi
Kucing hitam yang bernama mbak Bashi pun sudah mulai tenang, setelah dari tadi dia memasang wajah yang siap siaga. Kucing itu memang dibawa dan digendong Blewah dari Gemezzz.
“Lebih baik masuk saja dulu Ndah, untuk memulihkan Dogel dulu sekalian kita istirahat sebelum menjelajah terowongan yang ada di Gemezzz” jawab Blewah
PETRO POV END
__ADS_1