
Mobil meluncur dengan cepat menuju ke arah Mjkt, saat ini pukul 17.20 kami masih dalam perjalanan menuju rumah mbah Putri. HIngga sampai saat ini tidak ada yang menghalangi kami. Tapi tetap saja wajah Totok yang tersenyum mengerikan itu masih terbayang di pikian kami.
“Sampai rumah bisa pas maghrib ini pak” kata Dogel yang mengemudikan mobil dengan lumayan ugal ugalan.
“Aku heran deh kemana sih Sinangk nang itu, disaat aku butuh bantuan dia, kenapa dia tidak nampak di sekitar kita” gumam Chinta
“Mungkin Sinank nang itu akan muncul apabila kamu benar-benar dalam bahaya Chin, jadi ya sabar dulu hingga kamu benar-benar dalam bahaya hihihihi” kata Chandra
“Ya gak gitu juga kaleeee ndra, mungkin Sinank nang sedang melindungi yang lainya, mungkin dia sedang ada di mana gitu, pokoknya di sebuah situasi yang membutuhkan bantuannya juga, kamu pasti kangen sama Sinank nang yang bertubuh atletis kan hehehe” balas Winna
“Ih kalian berdua ini deh, gak bisa diajak bicara serius sama sekali, dari jaman KKN sampai sekarang kalian berdua sama aja!” omel Chinta
“Hahahah pasti nak Chinta kangen sama nak Nang ya, memang dia itu ganteng kok nak, tapi dia itu kan sebenarnya bukan manusia hehehe, tapi ndak papa nak buat kangen-kangenan kan bisa nak hehehe” tambah pak tembol
“Iiih pak Tembo ini lho, gak ah pak. Chinta kan cuman heran aja pak, dia itu kan katanya pelindung Chinta, terus waktu kemarin itu dia ndak muncul, malah tetangganya mas Dogel yang selamatin kita pak” kata Chinta dengan suara manja
“Mungkin Nang merasa keadaan itu bisa diatasi dengan ada nya tetangganya nak Dogel, jadi dia tidak perlu campur tangan lagi nak” jawab pak Tembol
“Iya sih pak, mungkin gitu ya pak si Nank itu, api kan kalok gini Chinta gak bisa liat dia pak, Chinta kan kangen pak hehehe” kata Chinta akhirnya mengakuinya
“Mbak Chinta apa ndak kangen sama Totok saja hehehe” kata Dogel
“Iiih mas Dogel ini lhoooo. Kok malah ngomongin orang itu lagi, awas lho mas entar dia muncul deh di hadapan kita mas” kata Chandra
Pukul 17.50 mobil sudah masuk ke gang rumah mbah putri. Dan tepat ketika adzan maghrib berkumandang, kami sudah sampai di rumah mbah putri Dogel.
Semua akhirnya masuk ke dalam rumah, kecuali Dogel yang sedang memarkirkan mobil di tanah kosong sebelah masjid yang sekarang sedang mengumandangkan adzan maghrib.
Kami yang laki-laki akhirnya menuju mushola untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah dengan penduduk kampung ini. Setelah selesai dengan sholat maghrib kami kembali kumpul di ruang tamu, sementara ketiga teman perempuan sedang masak untuk makan malam.
“Pak, apakah nanti malam akan ada lagi yang dilakukan Totok disini pak?”
“Bisa jadi nak Petro, selama dia belum berhasil mendapatkan ketiga anak perempuan itu, dia akan selalu melakukan apapun untuk mendapatkan mereka bertiga nak” jawab pak Tembol
__ADS_1
“Pak, kalau seandainya kita tetap saja diam seperti ini, jelas tidak akan selesai-selesai masalah ini pak, karena Totok akan semakin sering menekan kita dengan berbagai cara jahatny pak. Apakah kita tidak ada rencana untuk menyerang Totok pak” tanya Blewah
“Memang saya ada rencana untuk menyerang Totok nak, tapi dengan cara apa menyerag dia, sedangkan kita tidak mempunyai apa-apa dan kita hanya bisa bertahan di sini saja nak. Kalau seandainya ada petunjuk satu saja bagaimana melakukan serangan kepada Totok, pasti sudah saya lakukan nak” jawab pak Tembol
“Mirah bilang kita harus datangi lagi mbah Joyo pak. Karena mbah Joyo tau banyak kelemahan Totok yang tidak diketahui oleh orang lain” kata Blewah
“Bukanya kita sudah pernah ketemu dengan mbah Joyo sebelumnya, waktu kita menolong Chinta itu kan” tambahku
“Iya nak Blewah, bisa kita pertimbangkan untuk menuju ke tempat mbah Joyo besok pagi, tapi untuk malam ini semoga kita bisa bertahan lagi seperti kemarin malam” kata pak Tembol
Makan malam sudah kami lakukan, sekarang kami ada di ruang tamu, keadaan jalan di depan rumah ini masih ramai lalu lalang orang, dan kendaraan karena saat ini masih pukul 19.20.
Semkin malam keadaan di depan rumah semakin sepi, hingga pukul 22.00 keadaan di depan rumah sudah benar-benar sepi, tidak ada seorangpun yang lewat di depan rumah ini. Apakah malam ini ada kengerian lagi yang sama dengan keadaan malam sebelumnya?
“Nak Winna, Chandra, dan nak Chinta kalau mau tidur monggo lho, kita tetap jaga disini hingga keadaan benar benar aman nak” kata pak Tembol yang sedang duduk bersama kami di ruang tamu
Malam makin merambat, sekarang tinggal aku, Dogel, dan pak Tembol saja , karena Blewah sudah ngorok di karpet ruang tamu. Sedangkan Indah dan Ngot ada di kamar belakang bersama mbak Bashi.
Sampai dengan pukul 23.20 tidak terjadi apa-apa di depan rumah ini hingga tiba-tiba mbak Bashi yang sebelumnya tidur di kamar belakang berjalan menuju ke ruang tamu, dia kemudian duduk di meja ruang tamu seperti kemarin malam.
“Saya khawatir kalau ada sesuatu seperti kemarin itu nak Petro. Tapi saya harap tidak akan ada sesuatu pun yang terjadi lagi nak” jawab pak Tembol
Tetapi tidak lama kemudian gantian Indah dan Ngot yang menuju ke arah ruang tamu tempat kami sedang duduk bersama. Sebenarnya ada apa lagi yang akan terjadi disini, kenapa Ngot dan Indah kesini?.
“Eh teman-teman, eh apa kalian merasa ada yang aneh disini, apakah kalian merasakan keheningan yang tidak seperti biasanya disini. Kalian harus tau bahwa di belakang rumah ini kan sawah, tiap malam kan selalu terdengar suara katak dan suara binatang melata. Tapi malam ini tidak ada suara apapun dibelakang rumah” kata Indah
“Iya benar juga kata nak Indah, di belakang tidak terdengar suara apapun, semua terdengar sunyi senyap, bahkan suara tikus yang bercicit di belakang rumah pun tidak terdengar juga malam ini” kata pak Tembol
“Pak, keadaan seperti ini apakah pak Tembol pernah juga alami bersama anak-anak Sutopo pak” tanya Dogel
“Belum pernah nak, ini pertama kalinya saya mengalami hal seperti ini, tapi lebih baik kita ikuti saja alurnya, karena untuk saat ini masih belum kelihatan apa yang akan terjadi disini nak” jawab pak Tembol
Keadaan sunyi ini berlangsung tidak lama, karena tidak lama kemudian yang ada di depan rumah adalah gelap gulita, tidak nampak apapun, tidak ada rumah, tidak ada hutan, ataupun kuburan kuno, semua gelap gulita.
__ADS_1
“Coba kalian lihat di luar sana, tidak ada apa kecuali gelap gulita, apa yang akan terjadi lagi disini?” bisikku
“Waduh, kenapa keadaan seperti ini lagi, memang sih mereka berusaha untuk mendobrak pertahanan rumah ini, tapi apa lagi yang akan dilakukan Totok di depan itu, dan sampai kapan dia akan berbuat yang aneh –aneh didepan rumah ini?” kata pakTembol
Pukul 24.00 tepat, ketika aku sedang memperhatikan gelapnya keadaan di luar, tiba-tiba aku lihat sejumlah titik cahaya yang bergerak gerak beriama. Cahaya itu sepertinya adalah nyala api, tapi aku belum jelas itu nyala api dari apa dan siapa.
“Tetap perhatikan yang ada di luar itu anak-anak, jangan sampai yang ada di luar itu bisa masuk ke dalam rumah ini” kata pak Tembol yang ternyata juga memperhatikan cahaya api yang semakin lama semakin nampak normal dan ternyata menyerupai api obor.
Obor yang berbaris. Ada sekitar lima buah obor yang berbaris rapi dan berjalan mengarah ke rumah ini. Aku belum bisa melihat siapa pembawa obor itu, karena di luar keadaanya gelap gulita, dan tidak terlihat apapun kecuali nyala api obor itu.
“Nak, apa kalian bisa lihat siapa pembawa lima obor itu nak?” tanya pak Tembol
“Belum bisa pak, diluar sangat gelap, saya belum bisa lihat siapa saja pembawa obor itu” jawab Dogel
Ternyata obor itu berjalan terus dan tidak berhenti di depan rumah ini. Rumah ini hanya dilewati obor itu. obor itu berjalan dari arah depan dan ketika sudah ada di depan rumah ini , tiba-tiba nyala obor itu berbelok ke kiri, ke arah jalan raya.
“SIapakah mereka itu nak Indah dan nak Ngot, apakah kalian bisa lihat siapa yang tadi membawa obor itu?” tanya pak Tembol yang masih bingung dengan keadaan aneh ini
“Yang saya lihat mereka bukan manusia pak, mereka memang jalan, tetapi kaki kelima orang itu tidak menyentuh tanah sama sekali” jawab Indah
“Mereka memakai pakaian hitam hitam dan memakai ikat kepala juga, wajah mereka semua sama, mereka berjenggot dan yang mengerikan itu mata mereka. Mata mereka kosong dan menyedot nyawa apa saja yang hidup pak” kata Indah
“Lalu mereka itu kemana tujuanya nak Indah?”
“Ndak tau pak, jalan mereka cepat sekali pak, sekarang mereka berlima sudah tidak kelihatan dari sini pak” jawab Indah lagi
Keadaan tetap gelap gulita, tidak ada cahaya sama sekali, bahkan cahaya bulan pun tidak terlihat dari rumah ini, kami hanya bisa bertanya tanya, apa lagi yang akan datang setelah ini, apakah ada yang lebih mengerikan lagi setelah ini atau apakah keadaa ini sudah selesai sampai disini?
Ternyata tidak, karena tidak lama kemudian ada suara langkah kaki, tepatnya beberapa atau banyak orang yang sedang berjalan di sekitar luar rumah ini, tetapi sampai saat ini kami belum bisa melihat siapa yang sedang berjalan beramai ramai di sekitar rumah.
“Suara langkah kaki itu keliatanya berasal dari arah Mushola pak, mereka ke arah rumah ini” kata Dogel
“Iya nak, saya juga dengar ada suara langkah kaki yang sedang menuju ke arah rumah ini nak, dan suara langkah kaki itu tidak sendirian, sepertinya itu rombongan orang yang sedang berjalan agak cepat nak” kata pak Tembol
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa saat, ternyata benar, aku sekarang bisa lihat ada nyala api obor dari arah mushola menuju ke arah rumah.
Ada beberapa obor yang dibawa oleh orang yang posisinya di barisan depan. Untuk kali ini kami bisa lihat orang-orang itu, mereka berpakaian serba hitam dengan obor di tangan kiri, dan yang mengerikan barisan orang dibelakang orang dengan obor itu sedang membawa keranda mayat!