
Aku mendekati mas Nang, dan kemudian aku bisiki dia, karena aku tidak ingin kata-kataku didengar oleh sosok yang mirip dengan abah Fuad yang berencana menjual kami.
“Mas Nang, dia harus dihabisi mas, karena dia tidak bisa dipercaya sama sekali mas” bisikku kepada mas Nang
“Ya sudah, tapi harus cari tempat yang sepi untuk menghabisi dia, agar tidak mengundang masa datang dan mengejar kita” jawab mas Nang dengan berbisik juga
“Kalau begitu kita balik saja ke rumah Nabil, dan masukan di halaman agar semprul bisa membunuhnya dengan cepat dan tanpa bersuara sama sekali”
Mas Nang setuju dengan pemikiranku, kami berjalan lagi menuju ke rumah Nabil yang tidak terlalu jauh dari tempat kami bicara. Pagar rumah yang tidak terkunci itu masih terbuka setelah kami lari dari rumah itu beberapa waktu lalu.
Sesuatu yang mirip dengan abah Fuad kami ajak masuk ke dalam rumah yang dalam keadaan terbuka pagarnya. Kemudian dengan sedikit memaksa kami dorong tubuh yang mirip dengan abah Fuad itu hingga masuk ke dalam teras rumah.
“Apa yang akan kalian lakukan kepada saya disini, hahahah kalian tidak akan bisa memasukan saya ke sini, karena tidak lama saya akan keluar dari sini dengan selamat hihihihi” kata sosok yang mirip abah Fuad.
“Tuh kan mas Nang, baru juga kita bahas dia, ternyata dia itu memang tidak bisa dipercaya kan mas, jadi ya memang harus dibinasakan dia itu mas. Bentar aku mau ngomong sama Semprul dulu aja mas, agar dia lakukan dengan senyap dan cepat hihihih”
Semprul yang sedang memperhatikan kami dari jarak yang agak jauh diluar kemudian mendatangi kami setelah aku panggil.
“Prul, kamu bunuh saja dia dengan cepat tanpa bersuara, setelah itu kita lari dari sini dan kamu ikut dengan kami ke alam kami, setuju?” sambil kuelus kepala Semprul beberapa kali
Semprul memiringkan kepalanya dan menjenggong sekali tanda dia paham dengan ucapanku, kemudian dia berlari kecil menuju ke arah teras rumah yang ada orang mirip abah Fuad itu. Sementara itu aku dan mas Nang ada di depan pagar untuk melihat apa yang akan dilakukan semprul kepada dia.
“lebih baik jangan dilihat mas Petro, kita buang muka saja, saya gak tega untuk lihat yang selanjutnya mas” kata mas Nang
Bener kata mas nang, ndak lama kemudian aku hanya mendengar suara benda dirobek dan kemudian suara anjing yang sedang mengunyah sesuatu. Suara itu menimbulkan imajinasi yang cukup mengerikan di otaku.
Mas Nang membalikan badannya untuk memeriksa dan memastikan apa yang sedang terjadi disana.
“Sudah selesai mas Petro, Dia sudah binasa, kita bisa teruskan perjalanan. Kita temui teman kita dan kita bisa pulang ke alam kalian mas”
“Lho mas, saya ini bingung, penduduk ini kan penduduk ghaib, lha kalau mereka mati kemudian mereka akan kemana mas, apa mereka juga punya arwah juga?” tanyaku sambil melihat bangkai sosok yang menyerupai abah Fuad yang membusuk dengan cepat.
“Hehehe disini itu sama dengan di alam kalian mas hanya beda dimensi saja, itu yang saya ketahui, maklum pengetahuan saya tidak tinggi mas. Bahkan sampai saat ini belum ada teori yang bisa menjelaskan dunia alam ghaib secara pasti kan mas” kata mas Nang
“Iya mas saya juga belum tau, karena pengetahuan saya juga masih cetek mas, saya juga belum pernah baca mengenai dunia alam ini mas, saya gak berani berspekulasi mas, saya agak malas ngadepim orang yang protes kok hantu bisa pingsan, kok hantu bisa mati dan lain lain mas”
Memang aku tidak tau bagaimana dunia alam ghaib itu, kalau tidak dibantu oleh abah Fuad menuju ke sini. Aku juga tidak tahu apakah mereka juga punya arwah seperti kita, dan setelah binasa mereka bagaimana. Ah malas sekali aku mikir yang begituan, pada intinya teman kami selamat dan kami kembali ke alam kami, dah titik, gak usah dibahas lagi.
Anjing yang kuanggap sebagai miliku ini kembali ke tempat kami berdua, wajah dia sudah bersih dari darah yang muncrat dari jantung sosok yang mirip dengan abah Fuad.
“Ayo kita kembali ke yang lainya dan kita segera pulang ke alam kita mas. Eh tapi sebenarnya apa mas Sinank Nang ini bisa dengan sendirinya menuju ke alam kami mas, tanpa dibantu oleh abah Fuad?”
“Hehehehe, sama dengan dukun atau paranormal yang katanya pernah diundang atau diajak ke pesta yang diselenggarakan oleh bangsawan alam ghaib mas. Jadi yang bisa menembus dua alam itu mereka yang mempunyai energi besar dan memiliki ilmu dan keahlian yang tinggi, dan atau atas undangan dari penghuni disini. Untuk macam saya ini sulit menembus dua alam, kecuali ada yang mengajak saya mas hehehe”
__ADS_1
“Jadi seandainya tadi saya ditinggal disini, belum tentu saya bisa balik ke alamnya mas Petro, saya harus mencari sosok yang bisa saya nunuti ke alan sampean mas” kata mas Nang
“Waduh, saya makin gak paham mas,wis gak usah bahas yang begituan, saya malas untuk memahaminya mas, lebih baik memahami Novi yang bersama anak-anak sutopo itu saja mas hihihihi”
Kami sudah ada ada bersama lainya lagi, mereka belum tau kalau yang mereka lihat sebagai abah Fuad itu hanya mahluk disini yang akan mengambil kesempatan untuk menculik dan menjual kami yang berasal dari alam sebelah.
“Lho mana abah Fuadnya nak Petro, tadi bukanya sama kalian berdua?” tanya pak Tembol
“Dia ada disana pak, dia sedang menunggu kita disana. Ayo kita kesana, karena dia sudah menunggu kita dari tadi pak” kata mas Nang
“Lho..lah sing mau iku sopo Tro” tanya Dogel
“Wis ngkok ae jawabane, sing penting cepat kita pergi dari sini selak ada yang aneh-aneh lagi datang”
Kami berjalan menuju ke perempatan, kemudian kami belok ke kiri, di kejauhan nampak abah Fuad yang sedang menunggu kedatangan kami. Semakin dekat semakin jelas yang kami datangi itu abah Fuad yang sedang tersenyum ke arah kami.
“Nah kalian sudah berkumpul lagi, ayo kita segera balik ke alam kita, saya sudah menunggu kalian dari tadi anak-anak” kata abah Fuad dengan wajah yang tersenyum seperti yang kami senal selama ini
“”Lho berarti yang sedari tadi bersama kita itu bukan abah Fuad?” tanya pak Tembol
“Nanti saja ceritanya pak, kita segera pulang dari sini secepatnya, dan Semprul kita bawa juga pak, heheheh apakah pak Tembol lupa dengan kata-kata abah Fuad sebelum kita ke dunia ini. Dia kan bilang tiruanya akan seperti anjing pelacak, ya berarti ya si Semprul itu”
“Hmmm benar juga nak Petro, kenapa saya ndak kepikiran ya” kata pak Tembol
“Lho kita kok duduk di ruang tamu rumah abah Fuad rek” tanya Dogel
“Lha kan yang pergi ke alam ghaib kan arwah kalian, dan jasad kalian tetap ada disinilah” jawab mas Eko yang terlihat lelah dan kusut, sepertinya dia kurang istirahat dengan kantung mata yang menggantung berwarna hitam
“Alhamdulillah, setelah kalian semua hadir, saya bisa tidur hehehehe” kata mas Eko
“Lho mas Eko sudah tidak tidur berapa jam sih mas kok kelihatanya lelah sekali gitu”
“Saya melekan bersama abah fuad mas, gantian jaga tiap empat jam kami tidur seadanya” kata mas eko
“Kalian ada di alam ghaib selama empat hari hehehe. Kalian pasti tidak mengira kan hehehe” kata abah Fuad
“Nah kalian kan sudah kembali, lebih baik kita check keadaan kalian, jangan sampia kalian ditumpangi oleh hal-hal negative yang berasal dari dunia lain” kata abah Fuad
“Semprul dimana bah, bukanya dia ikut dengan kita tadi?”
“Kalian lupa ya, anjing kalian kan di alam ini sudah tidak nyata lagi. Dia sekarang sudah menjadi mahluk tak kasat mata, coba kalian liat di luar sana, apakah dia masih ada atau tidak?” kata abah Fuad
Aku keluar rumah abah Fuad, ternyata di luar sudah gelap, karena saat ini malam hari, kemudian kupanggil nama Semprul beberapa kali, hingga tidak lama kemudian aku dikagetkan suara gonggongan.
__ADS_1
Dari kejauhan anjing yang kuajak dari dunia lain itu berlari menghampiriku, disini dia hanya hantu anjing yang sebelumnya telah menyelamatkan kami.
“Semprul.. dari mana kamu njeng hahahaha” kutepuk tepuk dan kuelus kepalanya
Semprul hanya memiringkan kepalanya saja ketika kuajak dia bicara, aku yakin Semprul berusaha mamahami omonganku meskipun dia pasti tidak memahaminya.
“Semprul kamu tunggu di luar saja ya, nanti aku akan sering sering menemui kamu kok. Soalnya anjing kan dilarang masuk kerumah abah Fuad heheheh”
Aku masuk ke rumah abah Fuad, ternyata di dalam Blewah sudah bisa diajak bicara, di sebelah Blewah ada mas Nang yang duduk sambil tersenyum kepada kami
“Kenapa mas Nang. Kamu mau ngomong apa kepada mereka ini” kata abah Fuad
“Saya gembira sekali bisa pulang ke dunia kalian. Pada awalnya saya sudah putus asa, karena sudah berulang kali saya mencoba kabur dari rumah itu, tetapi tidak bisa, karena ada penjaga yang tadi dibunuh Semprul. Dan di pintu gerbang ada Semprul yang siap memakan jantung tiap ada yang melarikan diri dari situ” jawab Sinank Nang
“Mas Blewah kok kelihatanya tidak senang bisa kembali ke dunianya mas Blewah?” tanya abah Fuad
Wajah Blewah memang terlihat kurang senang dengan kembalinya dia ke raganya lagi, mungkin ada sesuatu yang dia tinggal disana , sesuatu yang sudah membuat dia bahagia.
“Opoko Wah, kok wajahmu sumpek ngunu?, awakmu gak seneng ta bisa kembali ke ragamu lagi?” tanya Dogel
“Gak gel… gk popo kok, aku cuma gak enak sama kalian semua yang berusaha nyari aku dan Nang , tapi aku disana malah kerasan disana, untunge Mirah selalu ngandani aku ojok ngikuti apa saja yang ada di rumah iku” kata Blewah
“Nah sekarang kalian sudah berkumpul semua dan ketambahan Semprul. Lho mana Semprulnya nak Petro, apa sudah ketemu?” tanya abah Fuad
“Sudah Bah, dia ada di luar saya suruh dia menunggu di luar saja, bukanya rumah abah Fuad ndak boleh dimasuki anjeng?”
“Dia kan sudah bukan anjing dalam arti nyata, dia kan hantu yang kalian ajak kesini, ada baiknya hormati juga dia, ajak dia masuk agar dia akrab dengan kalian semua” kata abah Fuad
Aku menuju ke pintu rumah abah Fuad, kupanggil Semprul yang sedang menunggu kami di depan pagar rumah abah Fuad. Anjeng itu melompati pagar meskipun dia memang melayang, tapi seolah olah dia sedang melompati pagar rumah abah Fuad.
“Ayo masuk ke ruman Prul… disuruh sama abah Fuad” teriaku kepada Semprul
******
Saya Dewa Ayu Yudhari alias mbak Bashi mengucaplan Minal Aidzin Wal Faidzin.. mohon maaf lahir Dan batin
maafkan saya apabila ada salah kata salah ketik salah apapun yang ada di novel ini.bahkan mungkin juga ada kalimat atau kata kata yang tidak berkenan dan menyinggung pambaca.
karena manusia tidak lepas dari kesalahan dan kealpaan baik yang disengtjeng eh disengaja atau tidak
Salam hormat
mbak bashi
__ADS_1