
Mengerikan… kenapa aku harus bisa lihat yang bikin mual mual terus sih, kenapa bukan Glewo dan Blewah saja yang harus melakukan tugas ini.
Dan ternyata bukan cuma laki-laki berwajah Baldy saja yang membopong mayat ke arah taman belakang, setelah baldy kemudian diikuti oleh laki-laki lain yang juga sedang mbopong mayat perempuan yang lagi-lagi kedua matanya sedang melotot!
Beberapa orang berjalan hilir mudik ada yang dari taman belakang dan ada juga yang menuju ke taman belakang, semua orang itu berjalan tanpa ekpresi. Aku makin ketakutan dan tiba-tiba kepalaku pening, rasanya mual dan pingin muntah.
Kulebarkan lagi mataku hingga aku tidak bisa melihat hal yang aneh aneh lagi, sekarang aku hanya sendirian di taman depan kamar no 4+, keadaan malam yang sepi ini makin membuatku merinding.
“Ya wis lah, aku harus segera pergi aja dari sini , adzan subuh sudah mulai terdengar dikejauhan, lebih baik aku pergi dan mencari mushola untuk menunaikan sholat subuh”
Dengan perasaan ndak karuan aku berjalan kembali ke mobil Totok yang terparkir di bawah pohon mangga. Segera aku pergi dari hotel terkutuk, tetapi suatu saat aku akan kembali lagi ke sini.
Kulewati warkop 24 jam milik mbah Joyo kemudian aku blablas menujuke Mjkt yang mungkin bisa ditembuh dalam waktu 3 jam.
*****
“Jadi awakmu itu diajak ke hotel ta Gel, tapi bener aman kan silitmu? Gak kurang apapun kan c*k hihihihi” kata Glewo
“Asyu Wo…!, tolong kalian carikan arti kata Waji rek, aku yakin hotel itu mempunyai nama yang menunjukan sebuah arti khusus.
Aku sudah ada di rumah, tadi sekitar pukul 08.15 aku sampai di rumah, pagi ini aku menceritakan pengalamanku hingga aku ada di dalam hotel Waji yang aneh.
“Oh iyo rek, opo kalian masih simpan nomor telepon anak anak Sutopo yang kemarin kesini, aku harus bicara kepada mereka rek”
“Aku ada Gel, nek kamu mau peringatkan mereka ya segera ae Gel, dari pada mereka nanti wis kadung mengiyakan vila itu lho” kata Blewah
“Tapi kan aku ndak tau Wah, mereka memang sewa vila itu atau yang lain, aku kan cuma perkirakan aja Wah, soale vila itu mirip sama diskripsi mereka “ lanjutku
“Kamu istirahao dulu Gel, kamu hampir 24 jam ndak tidur sama sekali lho, mending kamu istirahat terus baru lakukan hal laine”
Dengaren Glewo apik nyuruh aku istirahat hehehe, bisanya arek itu kan paling ndak pedulian sama temanya, tapi memang usul bagus kalau aku istirahat dulu, siang ini kalau bisa aku dan kedua temanku ke sana lagi, mumpung aku bawa mobil Totok kan.
Tapi sebelum istirahat aku harus menemui Indah Dulu, dia pasti sedang menungguku di kamarnya seperti biasanya.
“Yo wislah rek, aku tak kebelakang dulu, habis itu sekalian tak mandi rek” kataku sambil berjalan ke kamar Indah yang ada di belakang depan kamar mandi
Kubuka gorden kamar Indah seperti biasanya, ternyata dia ada di sana, dia tersenyum sambil menungguku duduk di sebelahnya, Indah nampak cantik sekali kalau sedang tersenyum seperti ini.
Setelah kuucapkan salam dan dibalas salam juga oleh Indah, akupun duduk dipinggir tempat tidur di sebelah kanan Indah. Kemudian aku ceritakan pengalamanku bersama Totok hingga aku ada di hotel Waji.
“Nampaknya mas Agus sudah berhasil menemukan jiwa Totok ya mas, dan sudah lihat beberapa adegan di bungalow dan juga samping hotel utama ya mas, sekarang mas Agus pasti bisa menebak Indah dibunuh dimana dan siapa saja yang terlibat disana mas”
“Hotel itu memang milik beberapa orang mas, temasuk Totok. Dan mas Agus harus bisa menganalisa hubungan antara mbah Kara, Totok dan hotel Waji mas. Nanti pasti ada hubunganya juga dengan vila dan lainya” kata Indah dengan terperinci
__ADS_1
“Lho Indah, kok seolah olah kamu tau semua yang terjadi, tetapi kenapa kamu bohong? Kamu cuma bilang hal paling sederhana yaitu mayat mu dibuang ke sungai, tetapi ternyata di belakang ini ada sesuatu yang rumit dan kompleks yang harus kupecahkan. Sebenarnya tujuanmu itu apa Indah?”
“Kamu terus terang saja, siapa yang membunuh orang-orang yang mendengarkan lagu kami, dan siapa itu anak kecil yang ada bersamamu itu?” aku mulai emosi, mungkin karena pengaruh kurang tidur dan empat gelas kopi
“Bukanya mas Agus sudah ketemu anak kecil itu di hotel Waji mas?, mas Agus kan sudah bertatap muka dengan dia mas yang ada di dalam kamar no 6+ itu mas, ya dialah anak indah mas, dia yang selalu bersama Indah bila ada yang selalu memanggil nama Indah”
Tapi kalau Indah ditidurkan Totok di hotel itu memang benar mas, dan setelah itu Indah tidak ingat apa apa sampai ada anak kecil yang ngaku sebagai anak Indah dan memperlakukan Indah seperti ibunya sendiri.
“Iya Ndah, bahkan aku sempat lihat beberapa hal mengerikan disana, yang mengarah ke halaman belakang ndah, di halaman belakang sana banyak aktifitas yang dilakukan oleh beberapa mahluk aneh, bahkan ada yang sedang membopong mayat!”
“Ya Tuhan…, ternyata terjadi lagi mas. Berarti sekarang akan ada lagi perempuan macam Indah ini mas, kalian harus segera hentikan ini mas, kalau tidak akan terus ada pembunuhan disini”
“Pokoknya kalau sudah ada ghaib yang membawa mayat ke halaman belakang hotel, berarti suatu kejadian mirip Indah akan terjadi mas, dan dia akan terus menerus membunuh orang dengan alasan karena korban terus menerus memanggil namanya.
“Indah akan kasih petunjuk yang mudah dan gamblang, Indah sudah tidak takut lagi akan ancaman mereka mas, karena kalau dibiarkan akan makin banyak orang perempuan yang akan terbunuh mas”
“Kamu kok bisa ngomong gitu, memangnya kamu tau? Kamu kan ndak bisa liat Totok?”
“Indah bukan anak kecil mas, Indah selalu mencari informasi dari ghaib-ghaib lain yang tau dan atau pernah ada disana”
“Menurut teman ghaib Indah, Kara yang ada di Gebang adalah guru Totok, hotel Waji adalah pusat dari ghaib yang dianut Totok, Toko Gemezzz adalah area untuk mencari korban. Kalau dulu area mencari korban ada di mjsr mas”
“Mas Agus segera cari hubunganya antara Kara, totok, Hotel waji. Indah punya gambaran akan ada sesuatu yang mengerikan diantara itu semua mas”
Aku keluar dari kamar Indah dan menuju ke kamar mandi. Selesai mandi aku ke ruang tamu tempat kedua temanku berada. Mereka kelihatanya sedang serius dengan handphonya.
“Gel kesinio, ini lo arti kata Waji yang tadi kamu cari itu... Waji bisa diartikan wajah, dan waji dalam bahasa sansekerta artinya kuda jantan, laki laki yang gagah. Pokonya nama itu diberikan untuk menunjukan kegagahan dan kejantanan seorang laki-laki yang diibaratkan bagai seekor kuda jantan”
“Heheheh jelas lah , itu hotel untuk kaum jantan jantan aja kan Gel , jantan yang suka jantan hahahaha” kata Glewo
“Ngene ae rek, aku tak tidur sebentar, nanti agak siangan kita ke prgn dan mampir pct, sore langsung kita kerja di Gemezzz”
*****
“Kita ini mau kemana Gel rencanane, apa kita ke vila yang katamu ngeri itu ta Gel?” tanya Blewah
“Iyo Wah, aku cuma pingin kalian liat saja apa yang kalian lhat disana rek, karena mungkin beda antara yang tak liat dengan yang kalian lihat, bisa saja yang aku lihat aneh aneh itu karena aku dalam keadaan capek”
“Arahe kasih tau Gel, soale aku ndak hapal jalan di daerah sini. Nek gak salah depan itu pct ya Gel, tempat kita malam-malam itu ngopi sebelum motor Tifano amblash?” saat ini yang pegang kemudi adalah Glewo karena kondiisiku capek
“Iyo Wo, nanti di depan sedikit itu ada warkop, lha setelah warkop itu baru hotel yang tak ceritakan tadi iku rek, kita jalan pelan aja di depan hotel, siapa tau ada sesuatu disana kalau siang kaya gini”
Ternyata kalau siang hari hotel itu biasa saja dengan pintu pagar yang selalu terbuka lebar dan tanpa ada pengunjung yang menginap disana.
__ADS_1
“Hotele sepi ngunu Gel, mungkin karena gak disewakan buat jam jam an. Coba disewakan untuk jam jam an, kan akeh anak moeda yang cari hotel jam jam an buat tempat uklik uklik hehehe” kata Blewah
“Kita langsung ae ke Prgn Wo, disana asik jalane, tapi ya sauueepiii nemen heheheh, aku ae takut kok kemarin itu, apalagi waktu ada kabut yang putih tebel itu”
Perjalanan siang hari menuju ke kawasan Gebang berjalan dengan lancar, aku sempat melihat ke arah kanan ketika melewati warung mbah Kara, ternyata warung itu benar-benar sudah reyot dan nampaknya sudah lama tidak digunakan.
“Itu ta Gel warung yang kamu omongkan tadi pagi, warung tempat Totok ketemu sama nenek tua itu ta Gel” tanya Blewah
“Iyo wah , yo iku warunge. Gimana menurut kalian rek”
“Aku ndak bisa liat apa apa Gel, yang ada disana itu cuma warung yang sudah lama ditinggal sama pemiliknya, malah ketoke sudah belasan tahun tidak dihuni” kata Blewah
“Lanjut ke vila ae Wo, lurus ae terus ikuti jalan iki, nanti kalau sudah dekat belokan ke kiri kamu tak kasih ta Wo”
Akhirnya kami sudah ada di depan sebuah vila yang besar dan megah dengan model ala eropa yang mengagumkan. Vila ini seperti kemarin tetap sepi seolah olah tidak ada kehidupan di dalamnya.
“Wah , tolong telpuno ke no hp salah satu teman sutopo grup yang kemarin datang ke rumah itu, jajal tanyakan apa betul mereka sewa vila ini”
Blewah menghubungi nomor salah satu teman Sutopo Grup, dia berbicara sambil menanyakan tentang nama dan ciri ciri vila yang mereka sewa, hanya sebentar Blewah telpon kemudian dia putus sambungan teleponya.
“Iyo Gel, ciri vila yang mereka sewa itu persis sama yang ada didepan kita ini, mereka baru kemarin malam survey, bearti setelah kamu dan Totok pergi dari sini mereka datang Gel”
“Dan mereka besok mau ke mjkt, mau temuin kita lagi untuk ajak main di acara Sutopo Kingdom yang diadakan di vila ini minggu depan” kata Blewah
“Yo wis lah , ayo golek makan di depot dekat Gebang sini, sudah menjelang sore iki rek” kataku
Kami turun dari vila ini menuju ke depot makan yang waktu itu aku sempat diperingatkan oleh pemilik warung agar berhati hati kepada Totok.
Setiba di depot daerah gebang, ternyata depot ini rame dan penuh pembeli, jauh berbeda dengan kemarin, hanya kami berdua saja yang makan disini. Kami memesan beberapa makanan, tetapi sayangnya pemilik depot kok beda dengan yang kemarin itu.
“Eh mbak, bisa saya ketemu dengam pemilik depot ini “ tanyaku pada wanita muda yang sedang duduk di belakang meja kasir
“Ya ada apa mas, saya yang punya depot makan ini mas, masnya mau komplain soal makanan kah mas?” tanya wanita muda itu dengan tersenyum
“Nggak mbak , wong makanan enak kok mau dikomplain sih mbah hehehehe”
“Eh kalau yang ibu-ibu tua yang rambutnya sudah putih semua dan usianya sekitar 50 tahun lebih dan ngakunya pemilik depot, itu siapa ya mbak?” tanyaku
“Hehehe ndak ada mas, disini yang perempuan hanya saya dan anak saya mas, kalau yang rambutnya putih semua dan usianya bukan 50 tahun tetapi 65 tahun usia terakhir beliau sebelum meninggal , beliau adalah ibu saya
mas” kata wanita muda itu sambil menundukan kepalanya.
“Depot ini memang awalnya milik ibu saya mas, kemudian setelah beliau meninggal, saya yang teruskan usaha makanan ini, ibu saya meninggal kira kira sudah lima tahun yang lalu mas”
__ADS_1
DEG!...., lalu siapa yang kutemui kemarin bersama Totok itu?