INDAH LAMINATINGRUM

INDAH LAMINATINGRUM
BAB 55, HOTEL YANG NGANU


__ADS_3

Perjalanan tetap diteruskan meskipun aku merasa ada yang sedang mengikuti di belakang mobil ini, aku ndak tau sesuatu itu berupa apa dan bagaimana cara dia mengikuti kami, karena tiap aku melihat spion yang nampak Cuma gelap mencekam saja.


Sementara itu Totok masih saja terus menerus memutar lagu band kami yang berjudul Ngerap. Aku ndak tau apa maksudnya dia, aku hanya merasa bahwa dia sekarang sedang melakukan aksinya untuk membuatku menyenandungkan lagu ini terus menerus, aku merasa bahwa dia ingin membunuhku!


Keliatanya dia ingin agar aku  terus memikirkan lagu ini, mungkin tujuan dia agar aku mati gantung diri. Mirip dengan orang-orang yang sebelumnya juga mendengarkan lagu ini  sebelum mereka mati gantung diri.


Tetapi Totok kan tidak tau bahwa lagu itu adalah lagu dari band kami, dia tidak tau bahwa aku sudah bosan menyanyikan lagu itu,  karena band kami sudah bertahun tahun membawakan lagu itu setiap ada tanggapan, atau sunatan bahkan ulang tahun anak anak.


“Kok mas Agus sama sekali ndak mengikuti lagu ini sih mas, padahal akunya dari tadi selalu menyanyikan lagu ini lho mas” tanya Totok


“Hehehe karena saya ndak suka sama lagu itu mas , lagu kok aneh bahkan suara vokalnya aja fales kayak gitu” jawabku asal pokoknya Totok mendapat alasan yang tepat


“Mas Agus sukanya lagu apa sih mas, lagu rock atau apa mas?”


“Saya lihat lihat waktunya mas, kalau malam gini saya suka lagu-lagu campursari mas, rasanya ayem dan njawani, kalau pagi hari saya lebih suka yang lebih semangat seperti dangdut koplo mas”


Hmmm aku kok curiga, kenapa totok memaksaku untuk menyanyikan lagu ini , atau.. atau aku ikuti saja lagu itu, siapa tau aku akan didatangi oleh sesuatu nantinya.


Agak aneh sih kalau kuperhatikan, kenapa justru Totok menyuruhku untuk menyukai lagu ini,  ataukah ini cara dia membunuh orang. Lalu untuk apa dia membunuh orang? Apakah kematian bejo juga karena akibat dari dia juga?


Terus kalau seumpama cara membunuhnya dengan cara seperti ini, lantas bagaimana dengan korban-korban lainya? Apakah mereka juga pernah bertemu dengan Totok atau bahkan bisa juga  tidak pernah ketemu dengan Totok.


Perjalanan kami menuju ke Mjkt untungnya berjalan tanpa ada kendala sama sekali, aku hanya merasa bahwa masih ada sesuatu yang selalu mengikuti kami dari belakang.


“Mas Agus  kita udah masuk ke pct ini ya?, mampir bentar ke hotel teman akunya bisa mas, soalnya udah ada di deket hotel teman akunya mas”


“Ini kan udah tengah malam Mas tok, apa ndak sebaiknya kita pulang aja mas”


“Bentaaaaar aja mas, cuman ngobrol bentaaaar aja mas, soalnya akunya udah lama tidak ketemu mas.” Kata Totok


“Dimana alamat hotel itu mas Totok?”


“Dekat sama warkop 24 jam yang di belokan sana itu mas, nanti dari sana maju dikit sebelah kanan mas, hotelnya kalau dari jalan besar kurang kelihatan mas, karena letaknya agak menjorok ke dalam” jelas totok

__ADS_1


Sik sik , jangan jangan itu hotel yang ditunjuk Indah waktu kita malam- malam menuju ke prgn bersama sama teman dari grup Sutopo.


Lalu apa tujuan Totok ke hotel itu, bukankan disana ada kamar yang banyak mahluk jahatnya? Tapi aneh juga kalau Totok mengajak aku ke sini, pasti ada sesuatu di salah satu kamar disini.


“Yang mana hotelnya mas Totok” aku pura pura saja tanya, padahal aku sudah tau ada di mana hotel itu


Lurus dulu aja mas , hingga ketemu sama warkop 24 jam sesudah pasar, hmmm itu ada jalan ke kirir, kita ke sana mas, setelah kiri nanti ada warkop nya,


Mobil kuarahkan sesuai aba aba dari Totok, sampai sekarang aku masih belum mendapat gambaran, kenapa Totok mengajaku kesini, apakah dia ingin membunuhku, apakah peringatan dari pemilik depot itu akan terjadi sebentar lagi?


“Nah itu ada warkop 24 jam mas , kita jalan lurus saja dulu pelan-pelan karena hotel itu tidak terlihat dari jalan ini mas, posisinya agak menjorok kedalam”


Mobil kujalankan pelan melewati warkop 24 jam, hingga Totok memberikan instruksi untuk berhenti dan belok kanan menyeberang jalan, karena hotel itu ada di sebelah kanan. Dan ternyata benar, hotel itu yang sebelumnya dimaksud oleh Indah!


“Itu mas di sebelah kanan, hati-hati menyeberang jalannya mas hihihihi, nanti masukan saja ke halaman itu mas, karena hotelnya ada didalam sana” Totok menyuruhku  memasukan mobil ini ke halaman hotel yang luas


Halaman hotel ini gelap dan agak mengerikan , aku ndak tau kenapa pemilik hotel tidak memasang lampu di sepanjang halaman ini, karena halaman hotel yang luas ini nampak gelap sekali, dan aku yakin orang akan malas masuk ke hotel ini.


Setalah memasuki gerbang hotel, kujalankan pelan pelan mobil Totok hingga aku melihat sebuah bangunan berwarna biru. Sebuah hotel lama yang sepi, karena di parkiran ini sama sekali tidak ada kendaraan roda dua dan roda empat yang terparkir.


“Akunya masuk dulu, mas Agus tunggu disini saja mas, akunya Cuma sebentar aja kok” kata Totok yang kemudian membuka pintu mobll dan kemudian jalan menuju ke ruangan yang bertuliskan kantor


Ada yang aneh di sekitar sini , tepatnya ketika mobil masuk ke dalam area hotel. Mulai pintu gerbang aku sudah disambut oleh hawa yang aneh,  hawa yang membuat gerah tubuhku, padahal disini kalau malam hari hawanya lumayan dingin meskipun kalau siang hari tidak beda dengan kota M tempatku tinggal.


Hotel yang aneh menurutku, kerena posisi hotel ini ada di belakang sedang mulai gerbang sampai sini ada beberapa pohon besar yang rindang, termasuk satu pohon beringin yang tempatnya tepat setelah gerbang hotel.


Aku menunggu diparkiran mobil sesuai instruksi Totok, kucoba review apa saja yang terjadi mulai beangkat dari Mjkt hingga menunggu Totok di hotel yang kata Indah di salah satu kamarnya banyak mayat perempuan.


Beberapa kejadian aneh dimulai dengan mbah Kara, aku yakin mbah Kara itu bukan nenek nenek biasa, karena dari tatapan matanya yang tajam dan tempat dia tinggal yang menurut perasaanku disana diwarung itu sudah lama kosong!


Vila putih dengan pejaganya yang kulihat  tiba-tiba berubah menjadi mayat, keadaan vila yang  tiba tiba berubah mengerikan dengan banyaknya  mayat disana, kemudian Totok yang kadang terlihat juga berubah menjadi mayat.


Kemudian kabut putih dengan penampakan dokar yang berisi beberapa temanku berpakaian kuno yang sedang jalan ke arah atas.

__ADS_1


Kemudian peringatan penjual makanan yang sempat menuliskan kata-kata di selembar kertas kecil agar aku hati hati dengan banci ini.


Totok yang aneh itu memutar lagu berjudul Ngerap dari  band Bluekuthuq hingga  puluhan kali mulai di kawasan hotel Gebang  hingga masuk ke halaman hotel ini.


Lalu hotel ini , sebuah hotel aneh yang letaknya ada di belakang taman dengan penerangan minim,  dan hotel ini adalah hotel yang kata Indah di salah satu kamarnya banyak terdapat mayat dan mahluk pemakan darah


Dari semua ini apa  hubunganya dengan ku, semuanya masih kabur, apalagi Totok sekarang ada didalam kantor hotel dan katanya sedang berbicara dengan temanya.


Ketika aku sedang asik menyambung nyambung peristiwa aneh hari ini bersama Totok, tiba tiba dia keluar dari kantor hotel, kemudian dia menghampiriku.


“Mas, maaf ya , kayaknya akunya agak lama disini deh mas, karena akunya lagi nunggu teman yang sekarang baru berangkat dari mjsr, jadi lebih baik mas Agusnya nunggu di salah satu kamar disini mas”


“Jadi kita disini agak lebih lama dari rencana semula gitu ta mas Tok”  aku merasa kalau malam ini akan ada sesuatu yang terjadi denganku, tetepi aku yakin bahwa aku akan baik baik saja kalau aku tetep waspada


“Di kantor hotel ada kunci kamar yang mas bisa pake mas, sekalian mas Agus bisa istirahat disana, karena akunya sedang menunggu teman yang baru saja berangkat dari mjsr mas. Ayo akunya antar ke kantor hotel mas” ajak Totok


Ada apa lagi ini, apa yang akan Totok lakukan lagi terhadapku, aku bukanya semakin takut, tetapi aku semakin berani kalau kaya gini. Karena ada indikasi Totok untuk mencelakaiku semakin jelas, dan semua ini keliatanya ada hubunganya dengan Indah


Aku mengikuti Totok menuju ke kantor hotel, Totok berjalan di depanku, kalau kayak gini ini dia kelihatanya mengerikan, di remang remang lampu ada seseorag yang mamakai Dress putih panjang dengan wig sepunggung.


Bisa bisa dia nyegat dagang sate....”Mas satenya 200 tusuk”... hahahahah


Aku sampai di lobi hotel yang sederhana dengan penerangan lampu yang redup, apa mungkin pemilik hotel ingin menghemat pemakaian listrik, karena suasana redup ini mengakibatkan lobi terkesan agak menyeramkan, atau memang pemiliknya sengaja membuat suasanya seperti ini.


Kantor hotel merangkap lobby ini tidak terlalu besar  karena hanya ada sebuah meja ukuan satu biro yang sudah usang, tidak ada hiasan apa apa di dinding kantor selain foto foto tua hitam putih yang sudah tidak jelas gambarnya apa, karena foto itu sudah rusak kena rembesan air hujan yang merembet dari atas plafon.


Di  belakangnya meja satu biro itu duduk seorang laki laki yang mungkin bisa dikatakan agak gimana gitu, akan saya coba disripsikan bentuk orang yang sedang duduk di balik meja.


Laki laki aneh berwajah pucat dengan kedua pipi yang cekung, sekitar bola matanya juga cekung, rambut lelaki itu botak bagian atasnya hingga hanya menyisakan rambut samping dan belakang yang dibiarkan tumbuh liar, bola


mata orang itu agak keluar dari kelopak matanya ,sehingga menambah aneh bentuk wajahnya yang tirus.


“Baldy...kasih dia kamar untuk istirahat, dan jangan kau ganggu dia atau kau akan bermasalah denganku” kata Totok dengan wajah yang terlihat garang

__ADS_1


Lelaki yang dipanggl baldy atau bisa botak itu menyerahkan anak kunci model lama kepadaku, anak kunci dengan gantungan kayu yang bertuliskan angka 6+. Apa arti + ini sebenarnya? Tetapi aku malas bertanya, nanti saya aku tanyakan kepada Totok


__ADS_2